Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Sempat Mengeluh Demam dan Batuk Cerita Pilu Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Membusuk di Rumah Kerabat

Cerita Pilu Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Membusuk di Rumah Kerabat, Sempat Mengeluh Demam dan Batuk KOMENTAR: Home Regional Cerita Pilu Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Membusuk di Rumah Kerabat, Sempat Mengeluh Demam dan Batuk

Sempat Mengeluh Demam dan Batuk Cerita Pilu Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Membusuk di Rumah Kerabat

BintanNews.com - Ibu Yusnizar (70) dengan anaknya yang perempuan, yaitu Yulia Agustina (54), didapati tewas membusuk di rumah saudaranya pada pada Rabu (21/7/2021) malam.

Keduanya merupakan warga Tanjung Pinang dan berkunjung ke Kampung Teluk Dalam, Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

Ibu Yusnizar dan anak perempuannya tiba di Bintan pada 8 Juli 2021 untuk menjumpai Haris, anak angkat salah satu korban. Itu yang membuat berita tentang Warga Gempar, Ibu dan Anak di Kepri Ditemukan Tewas Membusuk di Kamar menjadi viral.

Akan tetapi semenjak tiba di Bintan, kedua wanita tersebut mengeluh sakit demam dan batuk. Saudaranya Haris pun memohon mereka tinggal di rumah lain yang berada dekat di sebelah rumah Haris.

Sepanjang menginap, keperluan mereka berdua dipenuhi oleh Haris termasuk makan dan minum. Nanun beberapa hari terakhir, mereka menolak makanan lain dan hanya ingin makan buah.

Perkataan Haris ini di sampaikan oleh bapak polisi "Jadi keduanya dari keterangan anak angkatnya ini menolak makan dan ingin makan buah saja," kata Kapolsek Gunung Kijang, Iptu Melki Sihombing.

Jarak beberapa hari, kesehatan Haris juga menurun dan mengalami demam serta batuk. Dia pun tak lagi dapat mengawai ibu dan saudara angkatnya di rumah sebelah. Pada Rabu (21/7/2021), saat kondisi Haris membaik, dia juga keluarganya pergi ke pantai dekat dari rumahnya.

Ketika dia mencium bau menyengat dan sempat mengira itu merupakan bau ketam.

Begini kata-katanya "Rabu, keluarga anak angkatnya ini mau jalan-jalan ke pantai, sempat mencium bau busuk. Tapi dikiranya bau ketam, pas sore pulang masih mencium bau busuk juga. Ketika diintip dari jendela ke dalam rumah, ternyata keduanya sudah terbaring kaku," lanjut Melki.

Ketika dijumpai, kondisi A dan YA sudah membusuk. Sementara jenazah Yulisa ditemukan di atas kasur, dan lainnya Yusniar tewas di lantai. Akan tetapi tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh kedua korban. Dua jenazah ini langsung dibawa ke Rumah Sakit Raja Ahmad Thabib (RSUP Kepri) pada Rabu malam.

Bapak Camat Gunung Kijang Arif Sumarsono mengiyakan kejadian tersebut. Coba cari lagi informasi mengenai:

Ayah dan Ibu Meninggal karena Covid-19, Bocah 10 Tahun Isolasi Mandiri Seorang Diri di Rumah. Dia menjelaskan Yulia merupakan warga Kelurahan Kijang Kencana, Tanjungpinang.

Sedangkan Yusniar baru 10 hari tinggal di Desa Malang Rapat.

Kami tuliskan disini kata-katanya "Kami belum dapat memastikan apakah keduanya warga Tanjungpinang atau bukan.

Namun, yang jelas mereka bukan warga Desa Malang Rapat," imbunya. 

Dapatkan informasi dan inspirasi serta insight di email kamu. Daftarkan email

Untuk saat itu, keluarga menolak dilakukan otopsi pada kedua jenazah.

Tetap menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehata, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak. Semoga virus Covid-19 segera berakhir dari bumi Indonesia.