Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

PERAWATAN SISTEM PENDINGINAN PMKR KELAS XI

MATERI PEMBELAJARAN PERAWATAN SISTEM PENDINGINAN PMKR Kelas XI
Gambar 3.1 Sistem pendingin

TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI PEMBELAJARAN PERAWATAN SISTEM PENDINGINAN PMKR Kelas XI.

Setelah mempelajari buku ini diharapkan peserta didik memiliki kompetensi untuk melaksanakan pemeliharaan, perawatan atau servis berkala mesin kendaraan ringan, yang meliputi :
  1. Menjelaskan pengertian, tujuan, ruang lingkup dan pekerjaan yang dilakukan dalam pemeliharaan berkala mesin kendaraan ringan.
  2. Melaksanakan pemeliharaan berkala komponen-komponen utama pada system pendingin.
  3. Melaksanakan pemeliharaan berkala pada system pendingin.
  4. Membongkar dan memasang komponen-komponen pada system pendingin.
PETA KONSEP
MATERI PEMBELAJARAN PERAWATAN SISTEM PENDINGINAN PMKR Kelas XI

KATA KUNCI : Radiator, Water Coolant, Thermostat, pemeriksaan , panas, water jacket.

PENDAHULUAN
Telah kita ketahui bahwasannya mesin bekerja dengan cara mengubah energi panas menjadi energi mekanik, dari seluruh energi panas yang di hasilakan hanya seperempatnya saja yang digunakan untuk usaha. Kelebihan panas yang di hasilkan dibuang melalui emisi gas buang sebanyak 36% hilang akiat gesekan dan memanaskan minyak pelumas sebesar 7% dan sisanya sekitar 33% hilang diserap oleh sistem pendingin.

MATERI PEMBELAJARAN PERAWATAN SISTEM PENDINGINAN

A. Pengertian Sistem Pendingin

Sistem pendinginan dalam mesin kendaraan adalah suatu sistem yang berfungsi untuk menjaga supaya temperatur mesin dalam kondisi yang ideal. Mesin pembakaran dalam melakukan proses pembakaran untuk menghasilkan energi atau tenaga, dengan mekanisme panas dari hasil pembakaran bahan bakar dengan udara diubah menjadi tenaga gerak.

Akibat lain dari proses pembakaran adalah hanya panas yang apabila tidak didinginkan akan merusak komponen dari mesin itu sendiri. Sistem pendingin (cooling system) adalah suatu rangkaian untuk mengatasi terjadinya over heating pada mesin.

Mesin selalu dikembangkan untuk mencapai efisiensi tertinggi, tetapi juga tidak meninggalkan faktor ekonomis, ketahanan, keselamatan serta ramah lingkungan. proses pembakaran yang dilakukan secara terus menerus yang terjadi didalam mesin akan menyebabkan perubahan bentuk akibat dari panas. Maka pengembangan system pendingin pun akan menyesuaikan dari pengembangan mesin itu sendiri, dimana semakin performa mesin tinggi maka tingkat panas pada mesin pun akan semakin tinggi, untuk itu dari masa ke masa manusia terus mengembangkan berbagai system dan komponen-komponen system pendingin sebagai penunjang agar mesin dapat terus beroprasi pada temperature yang sesuai.
Pada sebuah system pendingin biasa (menggunakan udara) tidak terlalu banyak mekanisme yang diperlukan , karena mesinn akan dengan mudah membuang panas ke udara lepas hanya saja lambat dan kurang merata (tidak mencapai penyerapan panas di dalam ruang silinder), Sistem pendingin udara dikembangkan menjadi system pendingin air , system ini dilengkapi oleh water jacket, pompa air, radiator, thermostat, kipas, selang karet dan lain-lain. Sehingga penyerapan panas akan merata dan dapat dilepas dengan merata, pada system pendingin air mesin akan lebih siap meskipun terus menerus di akselerasi karena pada system ini air bersirkulasi melewati celah-celah mesin menyerap panas hasil pembakaran/gesekan kemudian di lepas melalui saluran radiator dengan hembusan kipas radiator.

Secara umum fungsi sistem pendingin sebagai berikut :
1. Mencegah terjadinya panas yang berlebihan (overheating)
Sistem pendingin mesin dibuat untuk menurunkan temperatur pada mesin yang tejadi dari proses pembakaran. Pada mesin bensin, proses pembakaran akan menghasilkan panas yang kemudian di ubah menajdi tenaga mekanik. Dari panas ang dihasilkan, hanya sekitar 25% yang digunakan sebagai tenaga penggerak.

2. Untuk mengatur agar suhu panas mesin selalu terjaga pada temperatur antara 80o – 90o C
Temperatur kerja mesin umumnya antara 80o – 90o C. Pada saat komponen mesin telah mencapai temperatur tersebut maka komponen mesin akan mendapatkan pemuaian, sehingga celah (clearance) pada masing-masing komponen menjadi tepat (memadat). Disamping itu, kerja mesin menjadi maksimum dan emisi gas buang yang ditimbulkan menjadi minimum.

3. Mempercepat motor mencapai temperatur kejanya.
Dalam upaya mencegah terjadinya keausan yang berlebihan, maka di buatlah suatu sistem pendingin yang optimal, karena panas yang berlebih akan mempengaruhi kerja motor dan emisi gas buang yang berlebihan. Hal tersebut dapat terjadi karena pada saat motor bekerja pada temperatur yang dingin maka
campuran bahan bakar dengan udara yang masuk kedalam ruang silinder tidak sesuai dengan campuran yang dapat menghasilkan kerja motor yang maksimum. Temperatur dinding silinder pada saat suhu dingin dapat mengakibatkan pembakaran menjadi tidak smepurna sehingga gas buang banyak mengandung emisi yang merugikan biaya oprasional engine.

4. Memanaskan ruangan didalam ruang penumpang.
Fungsi lainya adalah mampu memanaskan ruang penumpang, terutama di negara yang memiliki suhu dingin. Dibawah ini kita akan membahas secara terperinci perbedaaan antara system pendingin udara dengan system pendingin air. Sistem pendingin yang biasa digunakan pada kendaraan ada dua macam, yaitu sitem pendingin udara dan sistem pendingin air. Kedua cara tersebut dapat menyerap panas sekitar 33% ke atmosfir (udara luar) mlalui konveksi, yaitu udara di hembuskan ke permukaan bahan logam yang panas.

1. Pendingin udara
Sistem pendingin udara merupakan sistem pendingin yang menggunakan sirip-sirip pendingin untuk melepas panas mesin langsung ke udara. Panas yang timbul dari ruang bakar akan merambat ke bagian sirip-sirip pendingin dan akan di serap oleh udara luar yang temperaturnya lebih rendah. Biasanya mesin pendingin udara ini hanya terdapat pada jenis mesin satu silinder atau kendaraan berdaya kecil. 

Kontruksi dan jumlah sirip biasanya tergantung dari ukuran engine dan kecepatan perpindahan panas dari sirip-sirip pendingin ke udara. Sirip-sirip ini dipasang langsung di bagian antara ruang silinder dengan udara luar, berfungsi untuk memperluas bidang singgung antara mesin dengan udara sehingga pelepasan panas bisa berlangsung lebih cepat.

Berikut ini berbagai komponen pendingin udara :

a. Sirip pendingin
Digunakan untuk memperbesar luas permukaan pendingin yang berfungsi untuk menyalurkan panas dari silinder mesin.

b. Pengarah udara
Pengarahudara (air shroud) dan cowling memiliki bentuk yang menutupi mesin untuk mengarahkan udara agar mengali menuju sirip pendingin pada kepala silinder.

c. Kipas roda gila/kipas yang digerakan sabuk
Kipas mekanis digunakan untuk mendorong udara supaya mengalir melalui komponen-komponen dan pengarah udara.

d. Kipas termostatik
Sebuah kipas mekanis yang menggunakan pengontrolan panas untuk mendorong aliran udara melalui mesin sesuai keadaan temperatur mesin.

2. Pendingin Air
Sistem pendingin air adalah sistem pendingin yang menggunakan media air sebagai pelantara menyerap dan kemudian melepas panas ke udara. Pada sistem ini, panas dari hasil proses pembakaran dalam ruang bakar di serap oleh air pendingin melalui jalur yang dinamakan matel pendingin / water jacket pada dinding-dinding silinder.

B. Komponen Sistem Pendingin Air.

Dalam sistem pendingin air terdapat komponen-komponen utama yang mempunyai tugas dan fungsinya masing-masing. Berikut komponen-komponen utama pada sitem pendingin air :

1. Mantel air pendingin (water jacket)
Mantel air pendingin (water jacket) yaitu tempat sirkulasi air didalam ruang engine terdapat di sekeliling lubang silinder dan kepala silinder. Mantel air pendingin ini berfungsi untuk mendinginkan bagian-bagian dinding silinder secara langsung menyerap panas hasil pembakaran secara efektif.
Gambar 3.2 mantel pendingin

Cairan pendingin akan mengalir dalam ruangan ini dan menyerap panas dari dinding silinder akibat pembakaran dalam ruang silinder. Selanjutnya, cairan pendingi kembali menuju radiator untuk didinginkan. Mantel pendingin pada keapala silinder berhubungan langsung dengan tangki radiator bagian atas sedangkan mamntel pendingin pada block silinder berhubungan dengan tangki radiator bagian bawah.

2. Radiator
Gambar 3.3 Radiator

Radiator berfungsi untuk membuang panas air yang telah bersirkulasi didalam mesin ke udara luar melalui sirip – sirip yang ada pada radiator. Panas hasil proses pembakaran dilepas ke udara dengan bantuan sirip-sirip yang disusun sedemikian rupa agar mampu menyerap panas air yang mengalir pada pipa radiator (tube) sehingga proses terjadinya pelepasan panas menjadi lebih cepat. Radiator biasanya dipasang di bagian depan kendaraan yang juga dapat mendinginkan radiator dengan aliran udara saat kendaraan melaju.

Kontruksi radiator terdiri dari 3 bagian utama, yaitu tangki bagian atas, tangki bagian bawah dan inti radiator.

3. Tutup radiator
Tutup radiator merupakan komponen pada sistem pendingin yang terletak pada bagian atas tangki radiator. Tutup radiator sangan memiliki peran penting untuk menjaga kestabilan suhu dan tekanan didalam radiator, tutup radiator mampu menjaga agar air pendingin tidak mendidih, dengan cara menjaga agar tekanan radiator dibawah tekanan atmosfer.
Gambar 3.4 Tutup radiator

Tutup radiator dilengkapi dengan katup pengatur tekanan (relief valve) dan katup fakum yang berfungsi untuk mempertahankan volume air pendingin tetap stabil meskipun dalam keadaan dingin atu panas.

Berikut ini cara kerja tutup radiator :
a. Mesin dalam kondisi panas
Saat mesin dihidupkan, suhu air pendingin segera naik dan menyebabkan kenaikan volume air cendrung keluar saluran pengisian radiator. Keluarnya air tersebut ditahan oleh katup pengatur tekanan sehingga tekanan didalam radiator naik. Kenaikan tekanan akan menaikan titik didih air yang berarti mempertahankan volume air pendingin masih dalam sistem.

Jika kenaikan suhu menyebabkan kenaikan volume air yang berlebihan, tekanan air akan melebihi tekanan yang diperlukan dalam sistem, yaitu tekanan pendingin mencapai 0,3 – 1,0 kg/cm2 pada 110-120oC. Oleh sebab itu, air akan mendesak katup pengatur tekanan untuk membuka relief valve dan membebaskan kelebihan tekanan melalui pipa overflow sehingga sebagian air pendingin masuk kedalam tangki cadangan.

b. Mesin dalam kondisi mati
Pada saat temperatur air pendingin berkurang setelah mesin berhenti maka didalam radiator terjadi kevakuman. Akibatnya, vaccum valve akan terbuka secara otomatis dan mengisap cairan pendingin yang berasal dari tangki reservoir untuk mempertahankan volume cairan pendingin. Jika tidak ada tangki reservoir, vacum valve akan menghisap udara segar untuk mengganti kevakuman dalam radiator sehingga tidak terjadi kevakuman didalam sistem radiator.

4. Reservoir
Reservoir adalah tangki tempat persediaan dan penampung kelebihan air dari radiator. Reservoir berfungsi untuk menyeimbangkan perbedaan volume air pendingin akibat panas. Pada saat suhu engine tinggi, air didalam radiator akan memuai dan disalurkan ke reservoir, dan saat suhu mesin turun maka air reservoir tadi akan dialirkan kembali kedalam radiator. Begitu seterusnya sehingga volume didalam radiator dalam keadaan tetap. Upaya ini dilakukan untuk mencegah terbuangnya cairan pendingin dan untuk menjamin agar tetap dapat mengirimkan cairan pendingin saat diperlukan penambahan secara tetap.

5. Pompa air (water pump)
Water pump merupakan salah satu komponen sistem pendingin yang berfungsi untuk menyirkulasikan, yaitu menghisap air dari radiator dan menekannya kedalam mantel air yang berapa pada blok silinder, umumnya, pompa air yang terdapat pada sistem pendingin adalah pompa sentripugal (centrifugal pump). Pompa air di tempatkan di bagian depan blok silinder dan di gerakan oleh tali kipas atau timming belt yang terhubung dengan poros engkol. Gerak putar pompa di peroleh dari putaran poros engkol melalui kipas ( V- belt), V ribbed belt atau timming belt. Pada pemasangannya dengan kepala silinder, pompa ini di lengkapi dengan gasket yang berguna untuk mencegah terjadinya kebocoran air pendingin.

Bagian-bagian dalam pompa air di uraikan gambar sebagai berikut.
Gambar 3.5 pompa air
6. Selang radiator
Ada beberapa slang karet yang berbentuk pipa untuk menghubungkan komponen-komponen sistem pendingin. Slang utama di sebut slang radiator atas bawah.Kedua slang sekitar 2 inci dan diameter pendingin langsung antara mesin dan radiator.Slang ini berfungsi untuk menyalurkan air pendingin dari
 radiator menuju saluran- saluran pendingin di engine dan kembali ke radiator.Slang ini terbuat dari karet yang di rancang khusus tahan terhadap suhu yang tertinggi.
Gambar 3.6 selang radiator

7. Thermostat
Termostat adalah komponen sistem pendingin yang di gunakan untuk mengontrol dan mengatur aliran cairan pendingin melalui blok mesin sehingga terjaga tremperaturnya. Termostat berfungsi sebagai katup yang tugasnya membuka dan menutup saluran yang menghubungkan antara water jacket dan radiator. Termostat bekerja atas dasar pengaruh suhu air pendingin. Termostat sangat sensitif tehadap panas sehingga dapat membuka dan menutup secara otomatis sesuai temperatur cairan pendingin. Jika temperatur pendingin rendah, katup menutup untuk mencegah agar air tidak masuk ke radiator.

Apabila temperatur meningkat, katup akan membuka dan cairan pendingin mengalir ke radiator.
Gambar 3.7 Termostat

8. Kipas pendingin
Kipas pada sistem pendingin berfungsi untuk membantu mempercepat prosespendinginan air pada radiator, yaitu dengan cara mengalirkan udara pada inti radiator agar panas yang terdapat pada inti radiator dapat di rambatkan dengan mudah ke udara. Kipas pendingin di tempatkan di bagian belakang radiator. Tujuan pemasangan kipas adalah untuk mempercepat pendinginan air di dalam radiator dengan cara memperbanyak udara yang mengalir melalui radiator terutama pada saat mobil berjalan lambat. Jumlah daun kipas,besar, dan kemiringannya akan memengaruhi jumlah udara yang mengalir akibat putaran kipas tersebut.

Penggerak kipas pendingin dibagi menjadi dua jenis, yaitu kipas pendingin yang digerakkan oleh poros engkol melalui tali kipas (belt) dan kipas pendingin yang digerakkan oleh motor listrik.

a. Kipas pendingin yang di gerakkan oleh poros engkol
Kipas pendingin jenis ini di gerakan terus-menerus oleh poros engkol melalui tali kipas. Kecepatan kipas berubah sesuai engan kecepatan mesin.
Gambar 3.8 kipas pendingin yang digerakkan oleh poros engkol

Putaran kipas belum cukup besar apabila mesin masih berputar lambat. Apabila mesin berputar dengan kecepatan tinggi, kipas pun berputar dengan kecepatan tinggi pula. Hal tersebut akan menambah tahanan sehingga kehilangan tenaga dan menimbulkan bunyi pada kipas. Untuk mencegah hal tersebut maka antara pompa air dan kipas pendingin biasanya dipasang sebuah kopling fluida.

b. Kipas pendingin yang digerakkan motor listrik
Berputarnya kipas pendingin yang digerakkan oleh motor listrik terjadi pada temperatur air pendingin panas. Temperatur air pendingin di kirimkan ke motor listrik melalui sinyal yang terdapat pada kepala silinder. Pada saat temperaturnya pada suatu tingkat yang ditetapkan,sinyal tersebut merangsang motor relay untuk menggerakan motor listrik yang kemudian menggerakan kipas pendingin. Dengan demikian, kipas akan bekerja pada saat yang dibutuhkan sehingga temperatur mesin dapat dicapai lebih cepat. Di samping itu, hal itu untuk mengurangi suara bising yang ditimbulkan oleh kipas pendingin.
Gambar 3.9 kipas pendingin yang di gerakkan dengan motor listrik

9. Tali kipas
Tali kipas adalah tali yang menghubungkan poros engkol dengan kipas pada radiator. Berikut ini komponen-komponen tali kipas.

a. V-belt
Tali kipas (belt) umumnya terbuat dari karet sintesis,tetron, atau penguat lainnya, dan dilapisi dengan kanvas pada kedua sisinya. Tali kipas (belt) juga sering di sebut V-belt sebab mempunyai bagian yang terpotong berbentuk V yang menambah efisiensi pemindahan tenaga. V-belt tipe COG dengan gigi semi-elliptical adalah salah satu jenis dari V-belt.
Gambar 3.10 V-belt tipe COG
b. V Ribbed belt
Tali kipas (V-belt) secara bertahap diganti dengan tali kipas yang bergigi (V ribbed belt) yang mempunyai penampang seperti pada gambar. Tebal keseluruhannya kurang dari V-belt. V ribbed belt mempinyai bentuk rusuk V-shaped rib pada bagian sisi pulley.
Gambar 3.11 Ribbed belt

Kipas tali ini mempunyai efinsiensi pemindahan tenaga yang besar dan panas yang tinggi, serta tahan lama dibandingkan dengan V-belt serta kekurangannya bidang gesek sehingga mengurangi panas.

10. Media air pendingin
Media air pendingin dapat menggunakan air biasa atau bisa juga dengan menggunakan cairan pendingin (collant). Proses pendinginan dengan menggunakan collant saat ini banyak digunakan karena pendinginan dengan collant lebih efektif dan mudah di dapatkan. Selain itu, sistem pendinginan dengan menggunakan collant dirasakan lebih baik jika dibanding dengan pendingn air biasa.

Cairan pendingin (collant) memiliki funsi diantaranya untuk mencegah panas berlebih, mencegah pembekuan air pendingin, mencegah korosi komponen sistem pendingin, dan sebagai langkah preventif agar sistem pendingin selalu bekerja optimal dalam jangka waktu yang panjang . selain itu, fungsi yang lain dari cairan pendingin (collant) dijelaskan sebagai berikut.

a. Untuk mencegah karat
Adanya berbagai macam material yang digunakan pada sistem pendingin mengakibatkan terjadinya karat dan logam. Karat merupakan hasil reaksi antara dua logamya yang berbeda (misalnya alumunium dan besi tuang) dengan bantuan elektrolit (air). Cairan pendingin mengondisikan air dengan mengurangi resiko air menjadi asam. Apabila hal ini terjadi, timbul karat dan elektrolisis. Korosi dan karat pada sistem memberi efek yang besar pada sistem pendinginan, dapat mengurangi efisiensi pendinginan karena pemindahan panas menghambat,dapat juga mengurangi umur mesin.

b. Cairan mesin juga menghambat elektrolisis
Elektrolisis adalah reaksi kimia dari air yang bergerak dan bersinggungan dengan logam, yang menghasilkan sebuah arus listrik kecil dalam sistem pendinginan. Listrik ini membantu terjadinya korosi untuk melunakkan logam-logam yang digunakan dalam konstruksi engine. Kebanyakan engine sekarang memiliki kepala silinder alumunium. Elektrolisis perlu dicegah pada alumunium untuk memastikan komponen-komponen engine digunakan sampai waktu yang lama (awet).

c. Membantu proses pendinginan agar suhu mesin selalu dalam keadaan stabil (suhu kerja). Cairan pendingin juga memiliki titik didih lebih tinggi dari air sehingga resiko kerusakan engine akibat panas berlebihan (overheating) akan dikurangi. Sebuah titik didih yang tinggi menyediakan rentang kerja temperatur yang lebih luas.

Cairan pendingin juga memiliki titik beku lebih rendah dari air. Dengan rendahnya titik beku, kemungkinan kerusakan engine terhambat, sebagai akibat dari membekunya air dan keretakan blok engine atau kepala silinder terhindari.

C. Prinsip Kerja Sistem Pendingin

Konstruksi dari sistem pendingin air pada motor dilengkapi dengan termostat, kipas. Slang karet, water jacket, pompa air, dan radiator.
Gambar 3.12 sistem pendinginan air

Saat mesin dalam keadaan dingin, tekanan dalam sistem dibangkitkan oleh pompa air dan melakukan sirkulasi dari water pump dan water jacket menuju ke by pass bose kemudian kembali lagi ke water pump. Hal tersebut dikarenakan mesin dalam keadaan dingin dan air pun masih dalam dingin sehingga termostat juga masih dalam keadaan tertutup. Untuk mencegah timbulnya tekanan berlebihan akibat proses pemompaan maka pada sistem pendingin dilengkapi dengan menggunakan salura by pass sehingga air yang bertekanan akan kembali melalui saluran by pass tersebut.

Saat mesin mencapai temperatur 85o C, termostat terbuka dan katup by pass yang tertutup dalam by pass sirkuit. Oleh sebab itu, air dalam water jacket yang telah panas kemudian disalurkan ke radiator untuk didinginkan sengan menggunakan kipas poendingin dan aliran udara dengan adanya gerakan maju dari sepeda motor. Setelah air telah dingin, kemudian di tekan kembali ke water jacket dengan menggunakan pompa air.

D. Pemeriksaan sistem pendinginan Mesin

Penyebab terjadinya sistem pendingin mesin bocor bisa karena pemakaian yang lama dan perawatan sistem pendingin yang kurang teratur dapat menyebabkan kebocoran yang mengganggu sirkulasi air pendingin. Pemeriksaan dan pengujian dalam sistem pendinginan merupakan proses pemeriksaan kebocoran dalam sistem pendinginan. Pemeriksaan kebocoran dalam sistem pendinginan memerlukan suatu alat, yaitu radiator pressur tester dan radiator cap tester, Alat ini juga digunakan untruk melihat kondisi dari tutup radiator.

Berikut ini adalah langkah-laangkah pemeriksaan dengan menggunakan Radiator Cup Tester :

1. Pemeriksaan tutup radiator
Dengan radiator cup tester dapat diketahui apakah ada kebocoran pada tutup radiator atau tidak. Air pendingin yang bocor melalui tutup radiator dapat diakibatkan oleh karena radiator dan tutupnya tidak rapat, sehingga seal pada tutup radiator tidak mampu mencegah kebocoran air pendingin terutama apabila air pendingin telah mencapai temperatur tertentu sehingga tekanan di dalam radiator juga akan mengalami kenaikan. Akibatnya tekanan yang berupa uap air akan keluar melalui seal.

Kebocoran ini akan menyebabkan air pendingin pada radiator menjadi berkurang. Kebocoran akan lebih jelas lagi apabila ada goncangan pada radiator. Kebocoran pada tutup radiator dapat dikertahui dengan menggunakan radiator pressure dengan terkanan pembukaan standar 74 - 103 k.Pa (0.75 - 1.05 kgf/ cm², 10.7 - 14.9 psi) dan tekanan pembukaan minimum 59 k.Pa (0.6 kgf/cm², 8.6 psi).

Buka tutup radiator, Hati-hati jika mesin dalam keadaan masin panas, tunggu hingga dingin untuk mencegah terjadinya bahaya panas, karena dalam keadaan mesin masih panas cairan dan uap yang bersuhu tinggi bertekanan dapat saja menyembur keluar.

Memilih Adapter, Pilihlah adapter yang tepat sesuai dengan ukuran tutup radiator. Pasang tutup radiator pada adapter kemudian pasang adapter pada radiator cap tester. Kemudian pasang tutup radiator pada radiator cap tester (alat uji tutup radiator). Periksa Tutup Radiator, Pompa tutup radiator dan perhatikan jarum tekanan (pressure gauge) pada pompa tangan. Pressure gauge harus menunjukan kisaran tekanan  0.9 Bar atau 14.7 PSI. Jika tekanan lebih dari atau kurang darispesifikasi maka gantilah tutup radiator.
Gambar 3.13 Penggunaan Radiator Cup Tester

2. Pemeriksaan kebocoran pada radiator
Isilah radiator dengan coolant water / air pendingin, kemudian pasanglah radiator cap tester pada lubang pengisian air pendingin pada radiator seperti pada gambar.
Gambar 3.14 Pemeriksaan kebocoran radiator

Pompalah radiator cap tester sampai tekanan 1,2 kg/cm2 (17,1 psi), dan periksa bahwa tekanan tidak turun. Apabila tekanan turun berarti ada kebocoran pada sistem pendingin atau pada komponen sistem pendingin. Oleh karena itu perlu diperiksa kebocoran pada saluran pendingin, radiator, dan pompa air.
Apabila tidak ditemukan kebocoran pada komponen tersebut, maka perlu diperiksa blok dan kepala.

E. Perawatan Berkala Sistem Pendingin

Berikut ini cara melakukan perawatan sistem pendinginan:
  1. Lakukan pemeriksaan sistem pendinginan dari kerusakan atau kebocoran.
  2. Lakukan pencucian tutup radiator dan filter neck dengan menggunakan air bersih dengan cara melepaskan tutup radiator jika engine sudah dingin.
  3. Melakukan proses pemeriksaan ketinggian air pendingin.
  4. Gunakan pressure tester untuk melakukan pemeriksaan sistem dan tutup radiator pada tekanan 0,9 kg/cm. Apabila diperlukan suatu penggantian, ganti cap dengan benar. Setelah pemasangan radiator cap ke radiator, kemudian pastikan tonjolan dari tutup radiator lurus dengan menggunakan slang tangki cadangan.
  5. Lakukan pemeriksaan kekencangan klem slang pada radiator terhadap keretakan gembung dan pengotoran.
  6. Bersihkan permukaan depan dari kisi-kisi radiator.
  7. Pemeriksaan dan penggantian air pendingin
Pemeriksaan air pendingin terdiri atas pemeriksaan katinggian dan kualitas dari air pendingin. Pemeriksaan kualitas pendingin meliputi pemeriksaan endapan kotoran atau karat yang berada di sekitar lubang pengisi radiator. Berikut ini tahapan pemeriksaan kualitas dan kapasitas dari pendingin.
  • Lakukan pemeriksaan ketinggian air pendingin dengan cara-cara sebagai berikut.
  • Periksalah ketinggian dengan cara melihat melalui tangki cadangan. Dengan cara tersebut, anda tidak perlu membuka penutupnya pada saat melakukan proses pemeriksaan ketinggian air pendingin.
  • Jika engine atau mesin telah dingin, lakukan pemeriksaan pada ketinggian air pendingin yang ada di tangki cadangan. Ketinggian normal dari air pendingin, yaitu antara tanda full dan low yang ada pada tangki.
  • Apabila ketinggian air pendingin berada di bawah tanda low lepaskan penutup tangki kemudian tambah air pendingin secukupnya hingga mencapai tanda full. Selanjutnya, pasang kembali penutup. Kapasitas air pendingin dapat dilihat pada tangki cadangan (recervoir tank).
Permukaan media pendingin harus berada di antara garis low dan full dalam keadaan mesin dingin. Jika jumlah air pendingin kurang, lakukan pemeriksaan kebocoran dan tambahkan media pendingin sampai pada garis full. Berikut ini hal hal yang harus diperhatikan saat melakukan pemeriksaan kapasitas air pendingin.
  1. Jangan sampai melepas penutup tangki jika air pendingin masih dalam keadaan mendidih.
  2. Jangan melepaskan tutup radiator apabila engine dan radiator masih dalam keadaan panas.
8. Penggantian Kualitas Air Pendingin
Gambar 3.15 Pemeriksaan Kualitas Air Pendingin

Endapan kotoran atau karat yang ada di sekitar lubang pengisi radiator atau tutup radiator harus selalu di bersihkan. Media pendingin yang kotor atau banyak mengandung karat harus dilakukan penggantian dengan cara berikut.
  1. Lepaskan tutup radiator. Saat membuka tutup radiator, mesin harus dalam keadaan dingin jika tutup radiator di buka dalam keadaan panas, cairan dan uap akan menyembur keluar.
  2. Keluarkan media pendingin melalui lubang penguras dengan cara melakukan pengenduran atau melepaskan baut penguras.
  3. Tutup lubang penguras, kemudian lakukan pengisian dengan menggunakan ethylene glycol base yang baik dan campurlah sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya. Pendingin yang dianjurkan yaitu memiliki kandungan ethylene glycol base lebih dari 50%, tetapi tidak lebih dari 70%).
  4. Melakukan pemasangan tutup radiator.
  5. Menghidupkan mesin dan melakukan pemeriksaan kebocoran.
  6. Melakukan pemeriksaan permukaan pada media pendingin dan tambahkan jika perlu.
9. Pemeriksaan dan Penggantian Pompa Air
Pemeriksaan air dalam sistem pendinginan cair berfungsi untuk mengalirkan air yang berasal dari radiator ke mantel pendingin yang ada pada blok mesin. Pompa air dapat bekerja karena adanya putaran mesin. Bekerja dan tidaknya pompa air dapat di lihat dari aliran air yang ada dalam radiator yang dapat di lakukan dengan cara sebagai berikut.

a. Buka penutup radiator
b. Hidupkan mesin
c. Perhatikan apakah ada suatu getaran air yang ada pada radiator. Apabila terdapat gerakan aliran air dalam radiator berarti pompa air mampu bekerja dengan baik.

Pompa air perlu di periksa jika air dalam keadaan dingin dan tidak melakukan sirkulasi. Hal tersebut dikarenakan fungsi dari pompa air, yaitu untuk melakukan tekanan air pendinging sehingga mampu bersirkulasi di dalam sistem. Gejala yang dapat timbul jika pompa air tidak dapat bekerja ialah temperatur mesin akan naik dengan cepat pada saat mesin kendaraan di hidupkan.

Pompa air perlu diganti jika seal perapat sudah aus atau tidak dapat menahan tekanan air lagi. Namun pada kenyataannya, seal pompa tidak tersedia dipasaran sehingga jika terjadi kebocoran air yang diakibatkan oleh seal pompa, unit pompa harus diganti secara keseluruhan. Untuk melepas pompa dari sistem pendingin sebaiknya mengikuti prosedur dengan benar. Demikian juga pada pelepasan komponen pompa lainnya. Tahapan pelepasan dan pemasangan komponen yang tidak benar akan berdampak pada kerja pompa yang tidak optimal.

10. Pemeriksaan Termostat
Gambar 3.16 Pemeriksaan Termostat Menggunakan air panas

Pemeriksaan permostat dilakukan dengan memperhatikan sirkulasi air pendingin dengan cara sebagai berikut.
a. Langkah pertama, hidupkan mesin.
b. Buka penutup radiator sebelum mesin mencapaipada suhu kerja. Akan tetapi, anda harus memperhatikan saat membuka tutup radiator sebab kemungkinan udara pada radiator sudah bertekanan sehingga air dapat tersemprot keluar bersamaan dengan di bukanya tutup radiator.
c. Perhatikan pada saat mesin dingin, tetapi air radiator belum mengalir.
d. Lakukan pengamatan pada aliran air. Apabila mesin sudah panas, seharusnya terjadi suatu gerakan air mengalir. Apabila air tidak mengalir, artinya termostat tidak bekerja dengan baik. Untuk itu, lakukan perbaikan atau ganti termostrat

Selain langkah-langkah diatas, pemeriksaan termostat dapat di lakukan dengan cara berikut.
a. Lakukan pencelupan termostat ke dalam air dan lakukan pemanasan air yang di lakukan secara bertahap. Selanjutnya, lakukan pemeriksaan temperatur pembukaan katup. Temperatur pembukaan katup berada pada suhu 80o – 90o C. Jika temperatur pembukaan katup tidak sesuai dengan spesifikasi,
termostat perlu di ganti.
b. Lakukan pemeriksaan tinggi kenaikan katup. Spesifikasi katup pada suhu 95oC, yaitu 8 mm atau lebih. Apabila katup tidak sesuai dengan spesifikasi, termostat perlu diganti.

11. Pemeriksaan Kebocoran Pada slang
Pemeriksaan slang pada radiator sangat perlu dilakukan untuk menghindari kebocoran yang dapat mengakibatkan suatu kerusakan pada mesin. Hal tersebut di karenakan slang adalah komponen yang berfungsi untuk menyirkulasikan air pendingin dari radiator ke blok mesin atau sebaliknya.

12. Gejala dan Penanggulangan Mesin Overheat
Mesin yang menggunakan radiator pasti menggunakan speedometer yang berfungsi untuk memperlihatkan level panas pada mesin. Misalnya, pada Honda CS 1, speedometer bagian kiri terdapat 6 kotak yang berfungsi untuk menunjukkan suhu. Pada mesin normal bekerja di garis 3 dan jika motor tersebut berjalan pada jalan yang macet, garis akan naik ke garis 4 sehingga kondisi ini akan memutar kipas radiator sehingga radiator akan mendapatkan dukungan pendinginan yang berasal dari kipas. 

Mesin mengalami overheating jika suhu menunjukkan pada garis 6 atau maksimal. Mesin yang overheating dapat di tanggulangi dengan cara mematikan mesin, kemudian menyalakan kontak (listrik on,tetapi mesin off). Hal tersebut akan menyalakan kipas yang bertujuan untuk mendinginkan radiator. Selanjutnya, tunggu hingga garis suhu turun ke garis 3 kemudian nyalakan lagi mesin kendaraan, dan kendaraan dapat digunakan seperti biasanya.

JOBSHEET PERAWATAN SISTEM PENDINGIN

Nama :
Tanggal :
Kelas :
Diperiksa Oleh :
  1. Tujuan Pembelajaran
    • Peserta didik dapatmemeriksa level cairan pendingin dengan teliti dan sesuai berdasarkan buku panduan.
    • Peserta didik dapat memeriksa kualitas cairan pendingin dengan teliti.
    • Peserta didik mampu mendiagnosa kerusakan yang terjadi pada sistem pendingin radiator dan kelengkapanya.
    • Peserta didik dapat menganalisis kerusakan dan dampak dari kerusakan pada tutup radiator.
    • Peserta didik dapat membedakan jenis-jenis pendingin udara dengan pendingin air.
    • Peserta didik dapat memeriksa dan menyetel teganagn V-belt sesuai dengan standar service manual kendaraan.
  2. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
    • Perhatikan perintah-perintah guru pembimbing.
    • Gunakan pakaian kerja dan alat keselamatan kerja yang telah ditentukan
    • Gunakan buku manual kendaraan (manual book).
    • Bekerja berdasarkan SOP (Standar Operating Prosedure) dan kaidah K3.
    • Gunakan alat tangan dan alat ukur sesuai dengan fungsinya.
    • Tanyakan kepada guru pembimbing apabila mendapati kesulitan dalam pengerjaan praktek.
  3. Alat, Bahan dan Media.
    • Alat : Radiator cap tester, Lap majun
    • Bahan : Cairan pendingin (water coolant)
    • Media : Buku service manual, Unit mobil / stand engine / engine trainer
    • Jenis/tipe/kode mesin : .............................
  4. Langkah kerja
    • Periksa lever cairan pendingin
    • Standar lever cairan pendingin : ......................................
    • Hasil pemeriksaan : ......................................
    •  Pemeriksaan kualitas cairan pendingin
    • Hasil pemeriksaan : ......................................
    • Kesimpulan : ......................................
  5. Pemeriksaan kebocoran sistem pendingin
    • Lepas tutup radiator
    • Isi radiator menggunakan water coolant dan pasangkan radiator cap tester
    • Pompa radiator cap tester sampai 122,7 kPa (1.25 kgf/cm2 ,17,8 psi)
    • Kemudian periksa bahwa tekanan tidak turun.
    • Hasil pemeriksaan : ......................................
    • Kesimpulan : ......................................
  6. Pemeriksaan kerja tutup radiator
    • Ukur tekanan pembukaan pada pressure valve
    • Standar minimum : ......................................
    • Hasil pengukuran : ......................................
    • Kesimpulan : ......................................
2) Periksa vacum valve
Hasil pemeriksaan : ......................................
Kesimpulan : ......................................


RANGKUMAN

Sistem pendinginan adalah suatu sistem yang berfungsi untuk menjaga supaya temperatur mesin dalam kondisi yang ideal. Secara umum fungsi sistem pendingin sebagai berikut :
1. Mencegah terjadinya panas yang berlebihan (overheating)
2. Untuk mengatur agar suhu panas mesin selalu terjaga pada temperatur antara 80o – 90o C
3. Mempercepat motor mencapai temperatur kejanya.
4. Memanaskan ruangan didalam ruang penumpang
Sistem pendingin yang biasa digunakan pada kendaraan ada dua macam, yaitu sitem pendingin udara dan sistem pendingin air.

Berikut ini berbagai komponen pendingin udara :
1. Sirip pendingin
Digunakan untuk memperbesar luas permukaan pendingin yang berfungsi untuk menyalurkan panas dari silinder mesin.

2. Pengarah udara
Pengarah udara (air shroud) dan cowling memiliki bentuk yang menutupi mesin untuk mengarahkan udara agar mengali menuju sirip pendingin pada kepala silinder.

3. Kipas roda gila/kipas yang digerakan sabuk
Kipas mekanis digunakan untuk mendorong udara supaya mengalir melalui komponen-komponen dan pengarah udara.

4. Kipas termostatik
Sebuah kipas mekanis yang menggunakan pengontrolan panas untuk mendorong aliran udara melalui mesin sesuai keadaan temperatur mesin. Komponen sistem pendingin air :
1. Mantel air pendingin (water jacket)
2. Radiator
3. Tutup radiator
4. Reservoir
5. Pompa air (water pump)
6. Selang radiator
7. Thermostat
8. Kipas pendingin
9. Tali kipas
10. Media air pendingin

Prinsip kerja pendingir air meliputi : Saat mesin dalam keadaan dingin, tekanan dalam sistem dibangkitkan oleh pompa air dan melakukan sirkulasi dari water pump dan water jacket menuju ke by pass bose kemudian kembali lagi ke water pump. Hal tersebut dikarenakan mesin dalam keadaan dingin dan air pun masih dalam dingin sehingga termostat juga masih dalam keadaan tertutup. Untuk mencegah timbulnya tekanan berlebihan akibat proses pemompaan maka pada sistem pendingin dilengkapi dengan menggunakan salura by pass sehingga air yang bertekanan akan kembali melalui saluran by pass tersebut.

Saat mesin mencapai temperatur 85o C, termostat terbuka dan katup by pass yang tertutup dalam by pass sirkuit. Oleh sebab itu, air dalam water jacket yang telah panas kemudian disalurkan ke radiator untuk didinginkan sengan menggunakan kipas poendingin dan aliran udara dengan adanya gerakan maju dari sepeda motor. Setelah air telah dingin, kemudian di tekan kembali ke water jacket dengan menggunakan pompa air.

TUGAS MANDIRI

Lakukan analisis tentang aliran air pendingin didalam sebuah engine, lalu diagnose kerusakan/kebocoran yang terjadi pada system pendingin, periksa kerja thermostat dan tuliskan dalam format portofolio nya.


Post a Comment for "PERAWATAN SISTEM PENDINGINAN PMKR KELAS XI"