Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Macam-macam Power Tools : Klasifikasi dan Fungsi (Teknika)

Setelah mengikuti pembelajaran siswa mampu:
  1. Menyebutkan Macam Macam power tools dan fungsinya bengkel teknik perkapalan.
  2. Menjelaskan fungsi dari masing-masing power tools.
  3. Memeragakan penggunaan alat sesuai prosedur yang benar.
  4. Memperhatikan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), dan berlaku santun, teliti dan penuh rasa tanggung jawab.
PETA KONSEP

POWER TOOLS (ALAT BERTENAGA) MATERI PELAJARAN TKPI, Teknika, TKRO

KATA KUNCI : Power Tools, Mesin Bor, Mesin Gerinda, Air Chisel
POWER TOOLS (ALAT BERTENAGA) MATERI PELAJARAN TKPI, Teknika, TKRO
Gambar 3.1 Power Tool
Di dalam bengkel teknik perkapalan ataupun bengkel kerja bangku dikenal ada dua jenis alat bantu kerja yaitu alat tangan dan alat mesin atau alat bertenaga (handtools and machine tools or power tools). Kedua alat tersebut dibedakan atas tenaga penggeraknya yaitu penggerak tenaga manusia dan penggeraknya dibantu mesin.

Pengetahuan dan keterampilan tentang peralatan bengkel teknik perkapalan merupakan modal dasar bagi siswa sebelum melakukan praktik di dalam bengkel. Hal ini untuk menghindari kesalahan penggunaan sehingga menyebabkan kerusakan pada alat ataupun benda kerja. Atas dasar latar belakang tersebut maka dipandang perlu menyusun buku ini.

Macam-macam POWER TOOLS ( ALAT BERTENAGA ) MATERI PELAJARAN TKPI, Teknika, TKRO

A. Pengertian Alat Bertenaga ( Power Tools  )

Yang dimaksud (power tools) peralatan bertenaga adalah peralàtan yang sumber tenaganya bukan dari tenaga manusia, tetapi tenaga menggunakan listrik atau tenaga pneumatis (gas). Alat-alat bertenaga atau power tools seperti impact, drill, air hammer, dan die grinder digunakan untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan. Butuh waktu lama untuk melakukan pengeboran pada part, melepas bolt, memperbesar ulir atau memasang part baru. Power tools dapat menghemat banyak waktu apabila digunakan dengan benar dan berbahaya apabila penggunaannya salah.

B. Macam-macam Power Tools

1. Bor Listrik Portabel (Portable Electric Drill)

POWER TOOLS (ALAT BERTENAGA) MATERI PELAJARAN TKPI, Teknika, TKRO
Gambar 3.2 Portable Electric Drill

Bor listrik portable atau disebut juga bor tangan memiliki spesifikasi berdasarkan ukuran chuck, ukuran motor (hp), dan kecepatan (rpm). Portable drill umumnya berbentuk pistol besar, dengan drill cover terbuat dari plastik atau logam. Chuck berada pada ujung drill. Chuck membuka dan menutup sesuai dengan ukuran mata bor (drill bit) yang berbeda.

Untuk mengatur ukuran chuck, dan mengencangkan sebuah chuck key dimasukkan ke dalam lubang kecil pada chuck. Chuck key diputar searah jarum jam untuk menutup, berlawanan arah jarum jam untuk membuka. Terdapat lubang udara kecil untuk inlet dan outlet pada rumah bor (drill case) sehingga memungkinkan udara mengalir melalui motor. Di atasnya terdapat sebuah plat serial number dengan informasi tingkat kecepatan (rpm).

Tombol (trigger) terdapat pada handle yang mengendalikan operasi bor. Tombol trigger lock terdapat di permukaan bawah handle atau di dekat trigger. Tool ini dibuat cukup ringan untuk dipegang dengan satu tangan dan mudah untuk dioperasikan. Penggunaan utama adalah untuk membuat lubang. Bor dapat digunakan digunakan untuk reamer, mengamplas atau mengkilapkan permukaan. Jenis material yang akan dibor menentukan jenis mata bor (drill bit).

Beberapa perlengkapan dan assesoris memungkinkan drill digunakan untuk banyak tujuan lainnya. Drill yang baik memiliki putaran balik (reverse variable speed). Kecepatan variable membuat operator dapat memperlambat kecepatan drill untuk memasukkan screw. Tombol trigger lock menahan trigger dalam posisi “on” ketika drill digunakan untuk mengamplas, mengkilapkan atau membersihkan bagian yang kasar agar menjadi halus.

Baca juga: Jenis-jenis power tools / Alat Bertenaga.

Drill akan memberikan hasil yang lebih baik apabila digunakan sesuai dengan kecepatan yang tepat. Pastikan untuk memegang drill dengan hati-hati sehingga tidak merusak drill bit atau perlengkapannya. Jagalah agar area kerja bersih. Jangan menggunakan tool dengan kemampuan kecil untuk melakukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh heavy duty tool.

Perawatan
Jagalah kebersihan drill dari kotoran dan oli. Periksa kabel listrik apakah ada yang terkelupas dan mengalami kerusakan lainnya. Pastikan bahwa semua bolt dan fitting terpasang dengan kuat. Periksa operasi trigger dengan melepaskan plug. Gunakan hanya chuck key untuk mengencangkan chuck.

2. Menggunakan Bor Angin (Air Drill)

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan bor angin adalah sebagai berikut.
a. Besarnya torsi yang dihasilkan air drill ditentukan oleh tekanan sistem udara yang mengalirkannya.
b. Air drill lebih kecil dan berputar dengan kecepatan yang lebih tinggi daripada electric drill. Kekuatannya sebanding dengan battery powered drill.
c. Tidak seperti battery power drill atau electric drill, air drill tidak memerlukan listrik untuk mengoperasikannya. Kedua jenis drill ini lebih aman saat digunakan dalam lingkungan dimana terdapat material yang mudah terbakar.
d. Air tool dipasang pada air supply melalui fitting yang dapat dihubungkan dan dilepaskan dengan mudah. Lama-lama sambungan ini menjadi aus dan menimbulkan kebocoran udara. Apabila kebocoran udara berlebihan, output dari air tool akan berkurang.
e. Air tool memerlukan pelumasan. Kebanyakan workshop memiliki tool automatic oiler yang digabungkan dengan sistem air supply. Apabila workshop tidak memiliki automatic oiler, maka air tool harus dilumasi setiap hari. Berikan beberapa tetes oli pada inlet dari air tool sebelum digunakan.

Air Drill
POWER TOOLS (ALAT BERTENAGA) MATERI PELAJARAN TKPI, Teknika, TKRO
Gambar 3.3 Air Drill

Bor angin (Air drill) digunakan dalam lingkungan dimana electric drill tidak aman untuk digunakan. Misalnya, percikan api dapat menyalakan cairan yang mudah terbakar. Karena air drill bergantung pada udara bertekanan maka drill ini tidak sekuat electric drill walaupun berputar secepat electric drill.

Periksalah Pelumasan
Apabila air drill tidak memiliki sistem pelumasan otomatis, berikan beberapa tetes oli encer pada inlet udara setiap hari.

Perawatan
Gunakan hanya key chuck untuk mengencangkan chuck. Air drill perlu dilumasi dengan oli dan lubang olinya berada pada handle. Bersihkan area kerja, kemudian bongkar air drill dan simpan perlengkapan yang telah dibersihkan dengan aman.

3. Drill Bit
POWER TOOLS (ALAT BERTENAGA) MATERI PELAJARAN TKPI, Teknika, TKRO
Gambar 3.4 Drill Bit

Mata bor (drill bit) yang berada di bagian ujung, digunakan untuk memotong dan bit shank ditahan oleh jaw pada drill chuck. Umumnya, digunakan pada logam untuk membuat lubang berbentuk cylinder. Drill bit jenis ini memiliki ujung tajam dan dua sisi yang digunakan untuk memotong. Bagian pinggir yang berbentuk spiral mengangkat serpihan logam dari lubang saat drill bit berputar.

Diameter shank sama besarnya dengan diameter tepian spiral. Drill bit yang bukan merupakan twist drill bit adalah yang diameter sisi potongnya lebih besar dibandingkan diameter bit shank, tidak dianjurkan untuk logam. Diameter drill bit yang paling umum digunakan pada kebanyakan portable drill adalah berkisar antara 1,6 mm hingga 13 mm. Angka pada drill bit juga umum digunakan untuk mengenali ukuran dari drill bit.

Fungsi dari drill bit ini adalah untuk membuat lubang bulat dalam material, yang kerasnya bisa sama dengan mata bor. Penggunaan mata bor khusus untuk membuat lubang. Mata bor tidak boleh digunakan sebagai chisel, tapper atau prier. Mata bor yang terbuat dari baja karbon digunakan untuk kayu dan logam lunak. Mata bor HSS digunakan pada logam lunak dan baja lunak. Mata bor dengan ujung carbide atau tungsten carbide digunakan untuk memotong beton dan logam-logam keras.

Selama penggunaan, gunakan cairan pendingin untuk mencegah kerusakan mata bor akibat panas. Cairan yang umum digunakan sebagai pendingin adalah oli dan air. Celupkan mata bor ke cairan pendingin ketika melakukan pengeboran logam. Gunakan mata bor dengan sangat hati-hati untuk mencegah kerusakan dan menghindari cedera pada operator. Jangan menggunakan mata bor sebagai chisel. Hal ini akan menyebabkan ujung mata bor patah. Pastikan bahwa bit shank tidak memiliki bagian pinggir yang kasar yang akan menyebabkan tool rusak. Kebanyakan penyebab kegagalan pengeboran adalah kerusakan pada shank bit.

a. Ukuran Drill
POWER TOOLS (ALAT BERTENAGA) MATERI PELAJARAN TKPI, Teknika, TKRO
Gambar 3.5 Ukuran Drill

Metode-metode berikut digunakan untuk menentukan ukuran drill. Berdasarkan diameter dalam satuan milimeter, yang berkisar dari 0,32 mm ke atas. Ukuran drill dalam satuan metrik meningkat dalam kisaran 0,2 mm. Satuan metrik sekarang merupakan kisaran drill yang paling umum digunakan.

Perawatan
Jaga kebersihan mata bor dari kotoran dan oli. Simpan mata bor di tempat yang kering untuk mencegah karat. Ketika mengasah mata bor, celupkan bagian ujung mata bor ke dalam air beberapa kali, jika tidak, bagian ujung akan menjadi lunak dan kehilangan kemampuan potongnya. Pastikan untuk mengikuti petunjuk dari pabrik pembuat saat melakukan pengasahan.

b. Istilah-Istilah Twist Drill
POWER TOOLS (ALAT BERTENAGA) MATERI PELAJARAN TKPI, Teknika, TKRO
Gambar 3.6 Twist Drill

1) SHANK memberikan dorongan
2) Diameter BODY agak taper dari ujung ke shank untuk memberikan clearence pada pembuatan lubang yang dalam
3) FLUTE memberikan ruang pengeluaran serpihan logam, memberikan sudut garuk dan memungkinkan coolant masuk ke cutting edge.
4) CHISEL EDGE berada pada poros drill dan diperlukan tekanan yang besar untuk mendorongnya masuk ke dalam logam yang sedang dibor.

Face adalah permukaan aktif dari flute. Serpihan logam bergerak melalui face setelah dipotong oleh cutting edge. Kemiringan face ini menentukan sudut garuk. Selanjutnya, hal ini mengendalikan kecenderungan drill untuk membiarkan dirinya masuk ke dalam benda kerja dan dengan mudah masuk ke bagian yang dikerjakan.

Drill plate gauge terbuat dari plat baja yang dikeraskan dan mempunyai lubang dengan ukuran tertentu. Terdapat ukuran di atas diameter setengah inchi. Untuk menggunakan tool ini, cobalah mencocokkan drill ke dalam lubang drill gauge dengan ukuran di bawah diameter drill atau di atas diameter drill. Cobalah menggunakan drill yang masih memiliki ukuran dan belajarlah untuk merasakan ukuran drill sesuai dengan ukuran lubang yang benar pada gauge.

Untuk mata bor dengan ukuran kecil, drill gauge ini tidak cocok. Juga untuk drill yang berukuran lebih besar dari ½ inchi, drill gauge biasanya tidak digunakan. Dalam kasus seperti ini, gunakan micrometer untuk memeriksa ukuran drill.
Gambar 3.7. Drill Gauge (Seri Huruf)

Untuk drill baru, diameternya diukur di sepanjang land sedekat mungkin dengan bagian ujung.
Gambar 3.8 Micrometer

Untuk drill yang sudah aus, diameter diukur di sepanjang body dekat dengan bagian ujung flute.
Gambar 3.9 Contoh Pengukuran


c. Menggerinda Twist Drill
Untuk memastikan pemotongan yang benar, aturan berikut perlu diikuti:
1) Sudut puncak harus benar, sudutnya adalah 1180.
2) Bagian pinggir chisel edge harus berada pada sudut 1200-1350
3) Lip clearance harus benar untuk ukuran drill. Jarak ini lebih besar untuk drill yang berukuran kecil. Clearance rata-rata adalah 80 hingga 120.
4) Kedua sisi cutting edge harus memiliki panjang yang sama.
5) Kedua sisi cutting edge harus berada pada sudut yang sama dengan poros drill.

d. Akibat Kesalahan Mengasah Mata Bor
1) Sudut puncak yang terlalu runcing, mengakibatkan lip menjadi cembung dan kehilangan efisiensi pemotongan.
2) Sudut puncak yang terlalu runcing, lip menjadi cekung dan kekuatan potong hilang terlalu banyak.
3) Cutting edge pada sudut yang tidak sama mengakibatkan satu lip melakukan semua pemotongan sehingga menghasilkan lubang dengan ukuran yang berlebihan.
Gambar 3.10 Hasil Kesalahan Mengasah Mata Bor

4) Lip Clearance tidak memadai drill akan bergesekan dan tidak memotong dengan bagus.
5) Lip clearance berlebihan drill akan memiliki cutting edge yang lemah sehingga mudah patah dan aus.

e. Sudut Pemotongan

Dua sudut utama adalah:
1) Clearance angle
Pastikan agar cutting edge bersentuhan dengan bidang yang dibor dan pastikan bahwa tekanan dipusatkan pada bagian cutting edge.

2) Rake Angle
Jagalah sudut puncak. Sudut yang kecil memungkinkan drill memotong ke dalam material dengan mudah tetapi drill yang memiliki dimensi seperti ini sangat lemah dan cepat rusak, misalnya chisel khusus untuk kayu tidak akan tahan lama apabila digunakan pada baja.

Sudut potong untuk hacksaw blade dan file diatur oleh pabrik pembuat tetapi terkadang harus diatur ulang jika tool harus diasah. Selain sudut potongnya harus benar, lip harus memiliki ukuran yang sama, ukuran yang tidak sama akan menyebabkan drill memotong terlalu luas dan akan bergetar jika digunakan. Merupakan hal yang sulit untuk mengasah mata bor dengan tangan untuk memastikan bahwa semua sudut benar.

Drill gauge dapat dibuat dari plat baja dan merupakan tool pengukur yang berguna untuk memastikan bahwa penggerindaan sudut bagian ujung benar.
Gambar 3.11 Sudut Pemotongan

C. Macam Alat Bertenaga Grinder

1. Portable Power Grinder

Gambar 3.12 Portable Power Grinder

Portable power grinder tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran. Ada lightweight grinder, cone wheel grinder, horizontal grinder dan surface grinder. Bagian-bagian portable power grinder adalah:
a. Body yang menahan motor atau drive unit.
b. Handle hingga ke tempat penyambungan power source.
c. Control lever untuk power.
d. Grinding wheel.
e. Attachment lain.

Body grinder dapat terbuat dari logam atau plastik. Ukuran gerinda diklasifikasikan berdasarkan kecepatan (rpm) dan ukuran grinding wheel yang digunakan. Portable power grinder digunakan untuk menggerinda hasil pengelasan, menghaluskan permukaan dan membersihkan karat. Portable power grinder digunakan di tempat yang tidak memungkinkan untuk mencekam benda kerja di pedestal grinder.

Portable power grinder dipegang dengan tangan dan dioperasikan di atas bidang yang dikerjakan. Apabila portable power grinder digunakan untuk menghaluskan suatu permukaan, kualitas hasilnya tidak akan sama dengan hasil dari gerinda yang menggunakan mesin Gunakan hanya portable power grinder di tempat dimana permukaan akhir tidak terlalu penting. Periksalah grinding wheel apakah ada yang pecah atau retak sebelum digunakan. Apabila ada yang pecah atau retak, pasanglah grinding wheel baru. Selalu gunakan safety glass saat menggunakan portable power grinder.

Pastikan kecepatan maksimum spindle tidak melebihi kecepatan yang telah ditentukan. Cabut kabel listrik jika tidak digunakan. Apabila wheel guard telah dibuat untuk gerinda, pastikan pelindung ini digunakan. Ketika menggunakan gerinda, dekatkan gerinda secara perlahan dengan benda kerja.

Jangan menggerinda di sekitar gas yang mudah terbakar, di sekitar campuran atau material yang mudah terbakar. Jangan terlalu menekan gerinda, jika terlalu banyak penekanan akan memperlambat motor dan menyebabkan benda kerja menjadi panas, dapat menyebabkan distorsi terhadap logam.

Jangan menghidupkan gerinda dengan spindle terkunci atau dalam keadaan dibebani. Hal ini dapat menyebabkan motor terbakar.
Gambar 3.13 Bagian-bagian Portable Power Grinder

Perawatan
Jaga kebersihan portable power grinder dari kotoran dan oli. Jangan membiarkan kotoran masuk ke dalam ventilasi udara. Periksa kabel listrik apakah ada yang terkelupas dan kerusakan lainnya. Pastikan semua bolt, fitting kencang dan jagalah gerinda tetap dalam kondisi yang baik. Periksa mechanical operation dari control lever dengan melepaskan plug. Pelumasan yang baik akan memberikan daya pakai yang lama. Gerinda yang digunakan pada pekerjaan berat harus diinspeksi dan dilumasi.

Menggunakan Portable Angle Grinder, Hal-hal untuk Diperhatikan:
a. Grinder disc diputar pada kecepatan yang berkisar antara 5.000 rpm hingga 12.000 rpm.
b. Semakin kecil gerinda maka semakin tinggi putarannya. Sanding disc dan wire wheel dapat dipasang pada gerinda, sehingga membuatnya menjadi electric tool yang serba guna.
c. Abrasive disc dipasang pada gerinda dengan flange dan nut. Nut dirancang khusus untuk disesuaikan dengan cerukan di bagian tengah pad atau wheel. Nut dikencangkan dengan menggunakan wrench yang ada pada gerinda ketika dibeli.
Gambar 3.14 Abrasive Disc

Gambar 3.15 Cara Menggunakan Gerinda

Menggunakan Gerinda
a. Pastikan agar grinding disc berada pada sudut 150 dengan benda yang digerinda.
b. Pastikan benda yang digerinda berada pada ketinggian pinggang saat proses penggerindaan.
c. Hentikan penggerindaan pada interval tertentu untuk mengistirahatkan tangan dan lengan.
d. Setelah selesai menggerinda, lepaskan power dan letakkan gerinda di atas bangku dengan disc menghadap ke atas. Jangan meletakkan gerinda dengan menghadap ke bawah sampai disc berhenti berputar.

2. Portable Impact Wrench

Gambar 3.16 Portable Impact Wrench

Portable impact wrench digunakan untuk memengendorkan baut/mur dengan sangat cepat, sedangkan yang berukuran besar digunakan juga untuk mengendorkan baut/mur yang sangat kencang. Portable impact wrench tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran untuk penggunaan yang berbeda. Dua jenis utama adalah pistol dan tuas. Jenis pistol mirip seperti portable electric drill yang memiliki tuas kontrol yang sama untuk power supply.

Jenis tuas tidak memiliki handle terpisah dan tool dipegang di sekeliling penutup motor atau unit penggerak. Jenis tuas mengoperasikan kecepatan alat dan mengubah arah rotasi. Square drive unit beroperasi seperti socket wrench. Spline drive unit memungkinkan socket masuk. Penggantian chuck yang cepat memberikan berbagai macam output. Impact wrench diklasifikasikan berdasarkan jumlah tegangan yang diperoleh dalam waktu 5 detik, ukuran drive, kecepatan (rpm), ukuran bolt dan jenis daya (listrik atau udara).

Beberapa impact wrench memiliki perlengkapan yang dapat mengatur torque agar sesuai dengan fastener yang diputar. Portable impact wrench cukup ringan dan mudah dioperasikan. Keuntungan utama dari impact wrench dibandingkan wrench stAndar adalah kecepatan untuk melonggarkan atau mengencangkan bolt dan nut. Operator juga tidak akan mendapatkan torque yang cukup dari hand tools yang lebih kecil dan akan membutuhkan impact wrench. Impact wrench digunakan untuk kebutuhan industri. Impact wrench listrik digunakan untuk pekerjaan yang lebih kecil karena electric impact wrench memberikan torque yang lebih rendah daripada air impact wrench dengan ukuran yang sama. 

Air impact wrench digunakan di hampir semua kebutuhan industri. Electric impact wrench dan air impact wrench digunakan di workshop. Impact socket adalah satu-satunya socket yang digunakan dalam impact wrench. Cara mengetahui perbedaan antara impact socket dan stAndard socket adalah impact socket berwarna hitam.

Kisaran tension pada impact wrench adalah 2.250 hingga 33.760kg. Jangan mengoperasikan tool listrik tanpa terhubung dengan ground. Gunakan safety glass ketika menggunakan impact wrench. Lepaskan alat tersebut saat tidak digunakan. Gunakan hanya socket yang sesuai dengan impact ketika menggunakan impact wrench.

Pastikan memegang wrench dengan kuat sehingga socket tidak akan terlepas dari bolt atau nut. Jangan menggunakan impact wrench tanpa pembebanan. Impact wrench akan mengalami keausan lebih cepat jika tidak memiliki beban saat dioperasikan. Pastikan menggunakan ukuran impact wrench yang benar dan socket yang sesuai dengan bolt dan nut. Pastikan bidang yang dikerjakan dipasang dengan kuat sehingga tidak akan bergerak.

Perawatan
Jaga kebersihan impact wrench dari kotoran dan oli! Jangan membiarkan kotoran masuk ke dalam sistem ventilasi udara! Pastikan penutup logam atau plastik berada dalam kondisi yang baik! Periksa kabel listrik apakah ada yang terkelupas atau kerusakan lainnya! Periksa operasi mekanis control lever dari power supply dengan plug dilepaskan! Pelumasan yang baik terhadap impact wrench akan meningkatkan usia pakai wrench. Kebanyakan impact wrench memiliki internal oli reservoir yang harus diperiksa setiap kali melakukan pekerjaan yang berat.

Menggunakan Air Impact Wrench

Hal-hal untuk Diperhatikan
a. Besar torque yang dihasilkan air impact wrench ditentukan oleh besarnya tekanan sistem yang menyuplainya. Karena besar tekanan ini bervariasi, maka sulit untuk menentukan berapa banyak torque sebuah impact wrench ketika diterapkan pada fastener, sehingga mudah terjadi over torque maupun under tighten pada fastener.

b. Penggunaan air impact wrench yang baik adalah untuk melepaskan wheel lug nut. Jangan menggunakan impact wrench untuk mengencangkan wheel lug nut.

c. Setiap impact wrench akan memiliki mekanisme kontrol sehingga impact wrench dapat digerakkan pada dua arah.

d. Selalu gunakan six point impact socket ketika menggunakan air impact wrench. Impact socket dibuat dari berbagai campuran material yang berbeda dan ketebalan yang lebih besar dibandingkan standard socket.

e. Air tool dipasang pada air supply dengan menggunakan fitting yang memungkinkan air supply dihubungkan dan dilepaskan dengan mudah. Setelah beberapa lama sambungan ini menjadi aus dan udara menjadi bocor. Apabila terjadi kebocoran secara berlebihan, maka output air tool akan berkurang.

f. Air tool memerlukan pelumasan. Kebanyakan workshop memiliki automatic oiler yang dipasang di dalam sistem air supply. Apabila workshop tidak memiliki automatic oiler, air tool perlu dilumasi setiap hari. Masukkan beberapa tetes oli ke dalam inlet air tool sebelum digunakan.

Gunakan impact wrench/rattle gun untuk melonggarkan dan melepaskan lug nut pada wheel. Tenaga dan getaran akan melonggarkan nut yang kencang karena torque yang dihasilkan oleh wrench.
Gambar 3.17 Menyetel Arah dan Torque

Atur arah putaran, forward atau backward dengan wrench lever. Putar valve untuk meningkatkan atau mengurangi torque.

Gunakan Special Socket
Gambar 3.18 Macam-macam Socket

Pastikan hanya menggunakan special impact socket, extension dan joint. Socket ini adalah jenis segi 6 dan dapat menahan beban dengan baik.

3. Air Chisel

Gambar 3.19 Air Chisel

a. Air chisel memiliki fungsi yang sama seperti jackhammer (tool pelubang beton), meskipun cycling rate lebih cepat.
b. Tempatkan mata bor kearah benda kerja sebelum menarik trigger.
c. Gunakan attachment yang benar untuk pekerjaan yang dilakukan. Penggunaan attachment yang tidak benar dapat mengakibatkan kerusakan yang besar dalam waktu yang singkat.
d. Air tool dipasang pada air supply melalui fitting yang memungkinkan supply dihubungkan dan dilepaskan dengan mudah. Lama-lama sambungan ini menjadi aus dan udara menjadi bocor. Apabila terdapat kebocoran udara yang berlebihan, output air tool akan berkurang.
e. Air tool memerlukan pelumasan. Kebanyakan workshop memiliki automatic oiler yang dipasang di dalam sistem air supply. Apabila workshop tidak memiliki automatic oiler atau apabila automatic oiler tidak berfungsi, air tool perlu dilumasi setiap hari. Masukkan beberapa tetes oli ke dalam inlet air tool sebelum digunakan.

Pilih dan Pasang Bit
Gambar 3.20 Macam-macam Bit
Pilihlah bit yang tepat untuk pekerjaan dan pasang ke dalam nozzle pada gun!

Posisikan Chisel
Gambar 3.21 Gunakan Safety Equipment

Gambar 3.22 Letak Chisel

Pakailah eye protection dan ear protection yang sesuai. Posisikan chisel sedemikian rupa sehingga chisel tidak mengarah langsung ke operator dan terpasang dengan benar pada benda kerja. Pastikan untuk TIDAK menarik trigger sebelum bit ditekan pada benda kerja yang akan dipotong.

Bekerjalah dengan perlahan
Gambar 3.23 Posisi/ Letak Chisel

Berikan tekanan secukupnya dan tariklah trigger. Biarkan chisel bekerja, dan gerakkan perlahan di sekeliling head bolt.

4. Air Blow Gun

Hal-hal untuk Diperhatikan
  1. a. Tariklah trigger dengan perlahan dan atur modulasi udara yang melewati nozzle. Jika terlalu banyak udara, mengakibatkan partikel-partikel akan beterbangan dan tersebar di dalam workshop.
  2. Air tool dipasang ke air supply melalui fitting yang memungkinkan supply dihubungkan dan dilepaskan dengan mudah. Setelah beberapa lama, sambungan ini menjadi aus dan udara menjadi bocor. Apabila terdapat kebocoran udara yang berlebihan, output air tool akan berkurang.
  3. Periksa sambungan antara hose udara dan tool connection setiap digunakan. Jika ada keausan yang tampak, ganti atau perbaiki sambungan yang kurang baik.

5. Air Duster

Air tool paling sederhana adalah blow gun atau air duster. Air duster digunakan untuk menyemprotkan udara bertekanan melalui valve, yang dioperasikan oleh lever.
Gambar 3.24 Air Duster

Memasang Tool
Gambar 3.25 Memasang Tool

Pasang blow gun pada ujung hose udara. Pastikan bahwa fitting diikat dengan kuat.

Kotoran dan serpihan adalah berbahaya
Gambar 3.26 Gunakan Eye Protection dan Ear Protection Saat Menggunakan Air Gun

Air gun digunakan untuk membersihkan kotoran dan serpihan di ruangan yang terbatas. Untuk menghindari cedera, pastikan menggunakan eye protection dan ear protection, setiap kali menggunakan air gun.

Berhati-hatilah!
Gambar 3.27 Air Gun

JANGAN menggunakan air gun untuk membersihkan debu dari tubuh karena ini dapat menyebabkan cedera. Pastikan untuk mengarahkan semprotan udara menjauh dari operator dan menjauh dari orang lain.

6. Pemeliharaan dalam Penggunaan Mesin

Mesin dapat menyebabkan kecelakaan serius jika digunakan dengan tidak benar atau ketika orang secara tidak sengaja bersentuhan dengan bagian yang bergerak. Suatu hal penting yaitu hanya boleh menjalankan mesin jika telah ditraining untuk menggunakannya dan telah mendapat surat izin untuk menggunakannya. Jangan pernah takut untuk mengatakan “tidak tahu” cara menggunakan suatu mesin. 

Apabila tidak berani mengucapkan hal ini maka dapat berakibat fatal. Jauhkanlah tangan dari bagian yang bergerak dan patuhilah peraturan berikut. Guard yang tidak berfungsi dengan benar harus segera dilaporkan dan mesin tidak boleh dioperasikan sebelum guard tersebut berfungsi kembali.

Jangan melepaskan guard kecuali saat membersihkan, melumasi, mengatur atau memperbaiki mesin. Ketika guard dilepaskan saat akan melakukan perawatan atau pengaturan, guard harus dipasang kembali sebelum mesin dihidupkan. Tool pelindung dan tool keselamatan tidak boleh dibiarkan dalam keadaan tidak berfungsi. Benda kerja yang akan dikerjakan dalam mesin harus dicekam dengan cara yang aman di dalam vice atau jig.

Jangan mencoba memegangnya dengan tangan bahkan untuk drill kecil sekalipun. Jangan menghidupkan grinding wheel sebelum memeriksa apakah pelindung dan wheel tersebut dalam kondisi yang baik serta benda kerja dicekam dengan baik. Jangan memakai sarung tangan saat bekerja dengan grinding wheel.

Jangan pernah mencoba membuang potongan atau geram dari mesin dengan tangan. Gunakan brush atau pengait (hook), dan lakukan dalam keadaan tidak bergerak. Cabut / matikan semua sambungan mesin dan jangan membersihkan saat power supply masih terhubung. Jika perlu untuk mematikan hubungan di titik supply, pastikan bahwa switch mesin dimatikan. Hal ini diperlukan untuk mencegah mesin hidup secara tiba-tiba ketika listrik dihidupkan kembali.

7. Perawatan dalam Penggunaan Portable Electric Power Tool

Portable electric power tool dapat menjadi sumber bahaya baik secara mechanical maupun electrical, kecuali jika dipelihara dan digunakan dengan benar. Electrical safety dapat dicapai dengan beberapa metode. Salah satunya adalah menanamkan kabel ketiga (ground) ke dalam tanah. Kabel ini harus dihubungkan ke tool pada pin ground yang merupakan salah satu dari three pin outlet. Saat plug ini dimasukkan ke pin ground yang benar, maka casing dari tool itu telah terhubung dengan ground. Hal ini mencegah casing tool bertegangan, meskipun terjadi hubungan singkat.

Untuk portable electric power tool, gunakan hanya extension lead yang terdiri dari tiga core. Lead semacam itu harus memiliki sirkuit yang dihubungkan ke ground dengan aman dan terus menerus. Seorang electrician yang baik harus memeriksa semua tool, fitting dan lead secara teratur. Sebagai pengaman tambahan, power tool yang dihubungkan ke ground dapat dihubungkan ke three pin outlet pada transformator yang memiliki isolating transformer. Hal ini akan memberikan perlindungan meskipun sistem ground dari tool tidak berfungsi.

Jangan menghubungkan lebih dari satu tool pada isolating transformer. Cara alternatif untuk memberikan pengamanan tambahan bagi power tool yang dihubungkan ke ground adalah dengan menghubungkannya ke three pin outlet pada tool pelindung khusus. Gunakan selalu pengaman tambahan apabila tersedia, misalnya, core balance earth leakage circuit breaker. Dalam metode lainnya, tool dibuat double insulated. Metode ini memiliki dua perangkat isolasi terpisah di antara part yang mengalirkan arus listrik dengan logam apa pun yang mungkin menyentuhnya.

Metode ini diberi label “Do not earth”, “Double Insulated”. Ada Peraturan Pemerintah yang melarang penggunaan mesin berbahaya bagi orang di bawah umur (biasanya di bawah 18 tahun) seperti gergaji berputar (power driven circular saw). Sebelum menggunakan portable electric tool, periksalah bagian casing, brush cap, switch, lead dan plug untuk memastikan bahwa tool tersebut tidak rusak. Jangan menggunakan tool apa pun yang casing, brush cap, switch, lead atau plug sudah rusak, mengalami overheating atau bau terbakar. Pasanglah tag “Out of Service” pada tool tersebut.

Seorang Electrician yang ahli akan memasang tag dengan benar pada kabel-kabel listrik, tool yang sudah perksa atau diperbaiki. Jangan memberi beban yang berlebihan pada tool atau jangan menghubungkannya pada power supply yang memiliki voltage tidak sesuai. Bacalah name plate dengan seksama dan ketahuilah apa arti dari masingmasing item. Jangan membawa atau menggantung portable tool pada lead.

Peganglah tool dengan aman saat digunakan dan letakkan dengan hati-hati setelah tool berhenti berputar. Bagian yang akan dibor atau digerinda harus ditahan dengan aman pada posisinya dengan menggunakan clamp atau vice. Peganglah tool dengan kuat ketika berputar, karena tool cenderung bergerak saat dinyalakan. Juga bersiaplah untuk menahan gerakan putar dari portable drill yang besar saat mulai memotong atau menekan.

Pastikan ventilasi udara tidak tersumbat, bebas dari debu dan kotoran. Jagalah agar tool tidak basah dan lebih berhati-hatilah dalam situasi lembab (misalnya, jangan membiarkan lead terkena air, gunakan rubber soled shoes dan rubber glove). Bukalah extension lead sepenuhnya dari gulungan sebelum menggunakannya.

Jika digunakan dalam kondisi masih tergulung, panas dapat timbul dan dapat merusak pembungkus kabel serta dapat menyebabkan kebakaran. Gunakan extension lead dengan benar. Pastikan bahwa tool pada posisi “OFF” dan hubungkan ke extension lead. Hubungkan extension lead ke outlet listrik dan hidupkan power pada posisi “ON”. Operasikan tool dengan benar.

Pertimbangkan keselamatan orang lain ketika menggunakan tool ini. Berhati-hatilah untuk tidak membuat orang lain tersandung oleh lead. Periksa bagian belakang sebelum melakukan pengeboran. Pastikan orang lain tidak akan terkena oleh percikan api yang beterbangan, logam panas, dan sebagainya (gunakan screen pelindung). Jangan meninggalkan tool dalam keadaan terpasang dalam sambungan listrik.

8. Grinding Wheel

Abrasive wheel yang dipasang pada gerinda bangku atau pedestal grinder digunakan untuk pekerjaan penggerindaan di workshop misalnya menajamkan drill, punch dan chisel. Grinder dapat digunakan untuk membersihkan jika dipasang bersama wire wheel brush. Grinding wheel dan stone lainnya digunakan pada mesin valve refacing dan untuk penggerindaan valve seat. Abrasive stone, atau oilstone, digunakan untuk mengasah, menajamkan dan memperhalus.
Gambar 3.28 Bentuk-bentuk Grinding Wheel (a) Plain (b) Bevel (c) & (d) Cupped

Disc dan sheet yang dilapisi dengan abrasive juga digunakan, khususnya pada pekerjaan perbaikan body otomotive dan painting. Grinding wheel ini terdiri dari banyak bentuk dan ukuran (Gambar 266). Wheel pada gambar (a) plain wheel merupakan jenis yang digunakan pada bench grinder dan pedestal grinder. Penggerindaan dilakukan pada permukaan depan (atau bagian pinggir) wheel. Wheel pada gambar (b) dibentuk untuk pekerjaan khusus. Wheel pada gambar (c) dan (d) dibuat seperti bentuk cangkir untuk menjadikan sisi wheel sebagai permukaan untuk menggerinda. Selain ukuran dan bentuk, grinding wheel diidentifikasi berdasarkan kode yang memberikan informasi mengenai konstruksinya:
  1. Abrasive. Dua jenis yang digunakan yaitu aluminium oxide yang digunakan untuk penggerindaan umum, dan silicon carbide yang digunakan untuk penggerindaan khusus.
  2. Ukuran grain. Ukuran ini berkisar antara kasar sampai sangat halus.
  3. Grade. Grade ini dipertimbangkan berdasarkan tingkat kekerasan, dari lunak ke keras. Kekerasan wheel bergantung pada jenis pengikatan (bond).
  4. Jenis bond. Partikel (grain) wheel diikat bersama dengan material pengikat. Jumlah, jenis dan kekuatan material pengikat akan menentukan tingkat kekerasan grinding wheel.
(a) Wheel Lunak       (b) Wheel Keras
Gambar 3.29 Struktur Grinding wheel

Sebuah gambaran perbesaran pada grinding wheel ditunjukkan pada Gambar 3.30. Struktur soft grade wheel terlihat pada gambar (a), dimana butirbutir abrasive (daerah abu-abu) disatukan oleh perekat tipis (daerah hitam). Daerah putih menunjukkan poros-poros kecil yang dibutuhkan untuk clearence pemotongan.

Struktur wheel yang lebih keras, yang memiliki ukuran partikel (grain) yang sama tetapi memiliki ikatan yang lebih berat dan lebih kuat diperlihatkan pada gambar (b). Soft grade wheel akan lebih cepat aus daripada yang keras, tetapi tidak akan menyumbat dengan mudah. Meskipun struktur wheel yang lebih keras tidak akan aus dengan cepat, tetapi cenderung menyumbat saat digunakan pada logam yang lebih lunak.

Mengganti Grinding Wheel

Ketika grinding wheel baru akan dipasang pada gerinda, yang digunakan adalah wheel yang nomornya sesuai dengan nomor wheel lama. Sebelum melakukan pemasangan, wheel harus diperiksa apakah ada yang retak. Grinding wheel harus berbunyi „berdering‟ apabila dipegang dan dipukul sedikit.

Mounting spindle dan flange harus dibersihkan agar wheel dapat masuk dengan mudah. Jangan dimasukkan dengan paksa. Gunakan blotter disc bersih pada masing-masing sisi wheel terhadap flange. Kencangkan nut secukupnya untuk menahan wheel dengan kuat, kemudian pasanglah kembali guard dan atur benda yang akan dikerjakan sehingga dekat dengan wheel. Hidupkan grinding wheel, biarkan berputar sampai mencapai kecepatan penuh dan biarkan selama satu atau dua menit. Hentikan grinding wheel dan periksa kembali wheel sebelum menggunakannya.

Meratakan Grinding Wheel

Gambar 3.30 Dressing Tool untuk Grinding Wheel

Untuk mengasah grinding wheel, gunakan wheel dressing tool . Tool ini terdiri dari handle dengan perangkat washer yang dipasang pada sebuah pin pada satu ujung. Beberapa washer berbentuk bundar dan yang lainnya memiliki ujung yang runcing.

Wheel dibiarkan dalam keadaan berputar dengan dressing tool yang bertumpu pada tool rest. Washer kemudian didekatkan secara perlahan pada wheel dan tool digerakkan secara perlahan di seluruh permukaan wheel untuk melakukan perataan. Operasi ini dilanjutkan sampai permukaan wheel rata.

Setelah diratakan, tool rest harus diatur sedekat mungkin dengan bagian sisi wheel untuk mencegah agar bidang yang diratakan tidak macet di antara wheel dan rest. Sangat berbahaya jika meggunakan grinder tanpa mengatur tool rest dengan benar. Benda kerja yang macet di dalam celah antara wheel dan rest dapat menyebabkan wheel rusak dan mengakibatkan cedera.

Menggerinda Tool

Untuk menggerinda tool kecil, seperti punch, chisel, bagian tajam tool harus ditempatkan berlawanan dengan arah putar wheel. Tool harus ditopang pada tool rest, dipandu dengan tangan kiri. Bagian ujung harus mengarah ke atas pada bagian pinggir wheel, sementara digerinda, tool harus digerakkan secara perlahan di seluruh wheel sehingga keseluruhan permukaan grinding wheel digunakan.
Gambar 3.31 Menggerinda Tool
Metode memegang tool yang benar pada grinding wheel saat melakukan pengasahan.
Gambar 3.32 Metode Memegang Tool pada Grinding Wheel

Metode yang tidak benar, tool dapat terjepit di antara rest dan grinding wheel. Ketika menggerinda punch, punch harus diputar agar dapat digerinda secara merata di sekeliling punch. Benda-benda yang rata ditopang pada permukaan tool rest.

Memperlihatkan Metode Penempatan Tool yang Salah Saat Pengasahan Saat mengerinda, jangan  memberikan terlalu banyak penekanan,tool jangan terlalu lama ditahan pada wheel sebelum dicelupkan di air.

Penggerindaan dapat menyebabkan tool menjadi panas dan panas yang berlebihan akan cepat berpengaruh pada bagian yang dikeraskan pada tool. Kelebihan panas akan terlihat dengan adanya perubahan warna pada logam.

Menggunakan Bench Grinder

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan:
  1. Bench grinder memutar abrasive wheel atau wire brush wheel pada kecepatan tinggi. Wheel ini digunakan untuk membersihkan logam dari benda kerja, menajamkan tool dan membersihkan part.
  2. Jenis wheel yang digunakan akan bergantung pada jenis dan tingkat kekerasan material.
  3. Baik menggerinda atau mengkilapkan, gunakan wheel yang benar untuk material yang digerinda atau digosok.
  4. Tanyakan kepada supervisor, untuk memperagakan perbedaan antara grinding wheel untuk material lunak atau keras dan wire brush wheel.
  5. Saat abrasive wheel menjadi aus, celah di antara wheel dan tool rest akan membesar.
  6. Pastikan tool rest berada pada posisi sedekat mungkin dengan grinding wheel, tetapi tidak menyentuhnya. Lebar celah kira-kira 1/16 inchi (1,5 mm).
  7. Bagian muka abrasive wheel harus dalam keadaan rata. Hal ini dilakukan dengan dressing tool, yang membersihkan sejumlah abrasive compound.
  8. Apabila abrasive wheel tidak rata, mintalah supervisor untuk memperagakan   cara menggunakan dressing tool.
  9. Saat menggerinda tool, tool tidak boleh mengalami panas berlebihan. Panas yang berlebihan akan mempengaruhi tingkat kekerasannya. Apabila tool menjadi terlalu panas dan dibiarkan mendingin secara perlahan, maka tool akan menjadi lunak. Apabila didinginkan dengan cepat maka akan rapuh.
  10. Saat membentuk logam, dinginkan logam tersebut ke wadah air yang dipasang di bagian bawah gerinda. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah agar logam tidak terlalu panas.
  11. Beberapa bench grinder tidak disediakan dengan wadah air. Apabila terjadi hal yang demikian, wadah air harus disediakan di dekat gerinda sehingga dapat mendinginkan bagian yang digerinda.

Melakukan Persiapan
Gambar 3.33 Persiapan Menggunakan Bench Grinder

Sebelum mulai menggunakan bench grinder, sangat penting untuk mempersiapkannya dengan benar. Ketika beroperasi, abrasive wheel berputar pada kecepatan tinggi menghasilkan partikel dan percikan api yang panas serta berbahaya. Pastikan gerinda dimatikan dan dilepaskan dari power supply sebelum mengaturnya.

Gunakan Grinding Wheel yang Benar
Gambar 3.34 Grinding Wheel

Gerinda mungkin memiliki abrasive grinding wheel untuk membersihkan logam, wire wheel untuk membersihkan part, atau keduanya. Pastikan grinding wheel yang digunakan sesuai dengan material yang dikerjakan.

Atur Tool Rest
Gambar 3.35 Tool Rest

Dengan grinding wheel yang terpasang pada gerinda, aturlah tool rest. Posisikan tool rest dengan jarak 1/16 inchi (1,5 mm) di antara wheel dan tool rest serta tingginya sama dengan titik pusat grinding wheel. Untuk mengatur tool rest, kendorkan bolt pengatur dan longgarkan tool rest dengan box wrench. Atur tool rest dengan ketinggian dan jarak yang benar dari grinding wheel kemudian kencangkan bolt pengatur. Jika tidak yakin, tanyakan kepada supervisor.

Hubungkan ke Power Supply
Gambar 3.36 Menghubungkan Gerinda pada Power Supply

Hubungkan gerinda pada power supply. Pakailah face shield, berdirilah di sisi grinding wheel dan hidupkan gerinda. Setelah gerinda berputar sesuai dengan kecepatan, berpindahlah ke depan gerinda, tahan bagian yang digerinda dengan kuat pada tool rest, dan gerakkan dengan perlahan ke depan sampai
bagian yang digerinda tersebut bersentuhan dengan grinding wheel. Grinding wheel mengikis logam yang bersentuhan. Sekali-sekali celupkan logam yang digerinda ke dalam air untuk mendinginkannya.

Mematikan
Gambar 3.37 Tombol On Off pada Gerinda

Setelah selesai, matikan power dari gerinda.

9. Abrasive Cut Off Saw

Abrasive cut off saw memotong material dengan cara memutar abrasive wheel yang tipis (Gambar 279). Kebanyakan material, kaca, keramik dan bahan logam lain (tetapi bukan aluminium, zinc atau logam lunak lainnya) dapat dipotong sesuai dengan toleransi yang diizinkan. Hardened steel tidak perlu
dilunakkan lagi sebelum dipotong.
Gambar 3.38 Abrasive Cut Off Saw

Pemotongan abrasive dibagi menjadi dua bagian, kering dan basah. Pemotongan abrasive basah, meskipun tidak secepat pemotongan kering, menghasilkan permukaan yang lebih halus dan memungkinkan pemotongan dilakukan sesuai dengan toleransi yang diizinkan. Dalam pemotongan kering, semakin banyak panas dihasilkan maka semakin cepat pemotongan diselesaikan. Jangan terlalu banyak mengurangi kecepatan karena usia pakai wheel akan berkurang. Pemilihan jenis abrasive wheel ditentukan oleh material yang akan dipotong.

10. Reciprocating Power Hacksaw

Gambar 3.39 Reciprocating Power Hacksaw

Reciprocating power hacksaw digerakkan oleh engkol dan memiliki berbagai tipe dari mesin berkapasitas sedang dengan pengoperasian otomatis hingga mesin berkapasitas besar yang dioperasikan secara hydrolik (Gambar 284). Hacksaw ini merupakan mesin yang paling umum digunakan karena rancangan yang sederhana dan biaya operasi yang kecil. Gergaji jenis ini biasanya diletakkan di lantai bersama tanki air pendingin dengan sebuah pump di dasarnya. Gerakan maju mundur blade bersama rangka gergaji digunakan sebagai gerakan pemotongan dan terangkat saat gerakan mundurnya, untuk mengurangi gesekan mata gergaji.

11. Drill Press atau Bench Drill

Bench drill adalah machine berukuran kecil yang sangat bermanfaat, terdiri dari berbagai model dan kecepatan, dilengkapi dengan drill chuck atau morse taper nomor 1 atau 2 untuk pemasangan drill atau cutting tool Kapasitas maksimum dari bench drill adalah diameter 13 mm. Dilengkapi dengan meja yang memungkinkan benda kerja dapat dijepit, dengan memutar meja dan swivel pada shank memungkinkan benda kerja digeser di bawah mata drill tanpa melepaskan cekaman. Mesin dengan meja persegi biasanya dipusatkan pada tiang swivel, yang memungkinkan gerakan miring pada sudut tertentu untuk membuat permukaan menjadi vertikal. Beberapa dari mesin ini dapat memiliki shank yang lebih tinggi yang ditanamkan pada lantai dan umumnya disebut pedestal drilling machine.
Gambar 3.40 Bench Drill

Tujuan pengeboran adalah untuk membuang logam sebanyak mungkin dalam waktu tertentu tanpa harus menajamkan drill terlalu sering.

Hal ini membutuhkan:
  1. Dimensi mata bor yang benar sesuai dengan logam yang sedang dibor.
  2. Kombinasi kecepatan, pemakanan dan cairan potong yang benar.
Untuk mengembangkan aturan umum dalam pemilihan kombinasi yang sesuai, perhatikan hal-hal berikut:
  1. Kecepatan spindle dapat divariasikan ketika menggunakan bench drilling machine, mesin bubut, dan sebagainya.
  2. Cara kerja drill mirip dengan cara kerja mesin bubut. Rumus yang digunakan untuk menghitung kecepatan pemotongan pada mesin bubut dapat juga digunakan pada drill.
Kecepatan Drill
Sudut luar adalah bagian cutting lip yang paling berat bebannya pada saat pemotongan. Misalnya, dalam satu putaran sudut luar memotong dua kali lebih banyak logam daripada bagian tengah cutting lip.
Gambar 3.41 Cutting Lip

Jenis material yang berbeda memiliki kecepatan potong yang berbeda dan kecepatan potong ini harus diaplikasikan pada rumus yang digunakan untuk mengetahui rpm saat pengeboran. Kecepatan potong untuk suatu material dinyatakan dalam feet per menit atau dalam meter per menit. Tabel di bawah adalah petunjuk mengenai nilai yang berlaku bagi sejumlah logam dari jenis yang disebutkan.
Kecepatan yang dianjurkan untuk drill adalah kecepatan potong ideal untuk sudut luar sisi potongnya. Pilihlah berapa kecepatan (rpm) mesin yang harus digunakan sehingga memberikan kecepatan potong yang sesuai pada drill.
Gambar 3.42 Dampak Kecepatan yang Berlebihan

Tanda-tanda kecepatan yang berlebihan adalah:
a. Panas yang berlebihan pada drill
b. Aus yang berlebihan pada sudut-sudut luar
c. Aus yang berlebihan pada land
Kecepatan yang terlalu rendah dapat mengakibatkan drill patah akibat torque yang berlebihan, saat drill macet atau membentur bagian yang keras.

Feed pada Drill

Feed mengacu pada kecepatan drill yang memotong benda kerja. Feed dinyatakan dalam satuan inchi atau milimeter per putaran. Untuk logam tertentu feed yang diizinkan dibatasi oleh diameter drill. Drill HSS yang berputar pada kecepatan pemotongan yang benar dapat memiliki tingkat kecepatan feed 0,02
mm/putaran per 1 mm diameter drill.

Tingkat kecepatan feed dikendalikan oleh:
  1. Feed control yang dioperasikan tangan.
  2. Tekanan langsung dari portable drill.
  3. Tingkat kecepatan feed yang dihitung dan dikendalikan oleh feed otomatis pada drilling machine.
Gambar 3.43 Sudut Clearance

Karena sudut clearance harus dikurangi saat drill digunakan untuk memotong logam keras, feed untuk setiap diameter yang diberikan harus dikurangi jika mengebor logam keras.
Gambar 3.44 Efek dari Feed yang Berlebihan

Tanda-tanda feed yang berlebihan adalah:
  1. Sisi potong yang pecah
  2. Bagian pinggir chisel yang aus
  3. Panas yang berlebihan pada drill
Dengan feed yang terlalu rendah maka drill hanya mengikis, bukan memotong dan hal ini membuat drill bergetar sehingga membuat cutting lip menjadi tumpul.

Cutting Fluid dan Pelumas
Bagian dari energi yang disalurkan ke drill diubah menjadi panas, yang tercipta saat terpisahnya chip dari bidang yang dikerjakan dan saat terjadi gesekan drill dengan bidang yang dikerjakan. Pelumasan diperlukan untuk mengurangi timbulnya gesekan panas. Pendinginan diperlukan untuk mencegah agar suhu tidak berlebihan dalam drill dan bidang yang dikerjakan.

Cutting fluid diberikan untuk tujuan-tujuan berikut:
  1. Untuk melumasi sehingga chip mudah keluar.
  2. Untuk mendinginkan lip, chip dan material yang sedang dibor
  3. Untuk membersihkan chip dari lip, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya penyumbatan pada flute
  4. Memperhalus lubang hasil pengeboran
Prosedur Pilot Hole

Pilot hole sangat penting saat mengebor lubang berukuran besar karena bagian chisel pada ujung web lebih lebar yang menyebabkan drill menyimpang dari lubang center. Pilot hole dapat dibuat dengan menggunakan drill dengan diameter kecil.

Ketika mengebor lubang besar, cara yang benar adalah memberi tanda lubang seukuran diameter lubang yang diperlukan, dilanjutkan dengan membuat lubang pada beberapa titik di sekeliling lingkaran lubang yang akan dibor.

Apabila drill tidak dapat mengebor dengan akurat, hal ini dapat dilihat sebelum pengeboran berlanjut terlalu jauh dan dapat diperbaiki.

Mengebor Sesuai dengan Layout yang Akurat
  1. Cekam material yang akan dibor di atas meja drill, posisikan material tersebut dengan mendekatkan ujung drill berdiameter kecil (centre drill) ke lubang yang sudah ditandai di tengah!
  2. Lubangilah meterial dengan drill berdiameter kecil (centre drill) sedikit masuk ke benda kerja!
  3. Pasang drill dengan ukuran yang benar pada chuck!
  4. Jalankan drill machine, buat lubang hingga kedalaman sekitar 1/2 atau 2/3 dari diameter drill!
  5. Hentikan pengeboran, periksa posisi lubang yang harus berada tepat di tengah lingkaran dan berukuran tidak lebih besar dari bagian dalam lingkaran pemandu (inner proof circle)!
  6. Apabila sudah benar, lanjutkan pengeboran!
  7. Apabila belum benar, buatlah alur dengan round nose atau diamond point chisel ke arah dimana drill harus digerakkan!
  8. Hidupkan kembali mesin, pengeboran harus dilakukan dengan gerakan ditarik ke arah alur yang dangkal!
  9. Ulangi langkah 7 dan 8 sampai lubang berada di tengah-tengah, lalu lakukan pengeboran sesuai dengan kedalaman yang diinginkan!
Drawing Over Off Center Hole

Gambar 3.45 Drawing Over Off Center Hole
  1. Saat menandai lubang untuk pengeboran, lingkaran pemandu (proof circle) harus dibuat di tengah-tengah tanda lingkaran, untuk pengecekan apakah pengeboran telah dilakukan dengan benar atau tidak. Kehati-hatian saat mempersiapkan dan menggunakan drill yang telah ditajamkan dengan benar akan mengurangi kecenderungan drill menyimpang. Akan tetapi, bagian yang memiliki permukaan keras dan tidak beraturan kadang-kadang menyebabkan lubang menyimpang dari bagian tengah.
  2. Lakukanlah pengeboran hingga lubang tepat mencapai bagian dalam dari lingkaran pemandu! Hentikan pengeboran dan bersihkan serpihanserpihan! Apabila lubang tidak berada di tengah-tengah (un concentric), berarti pengeboran harus ditarik kembali ke bagian tengah. Periksalah terlebih dahulu bahwa drill telah diasah dengan benar dan disetel satu sumbu dengan titik yang akan dilubang!
  3. Gunakan round nose chisel atau yang berbentuk diamond untuk membuat alur-alur (grooves) pada sisi lubang yang akan menjadi panduan! Semakin ke tengah lubang maka semakin banyak alur-alur yang diperlukan. Buatlah alur-alur ke tengah bagian yang rendah!
  4. Hidupkan drill! Masukkan drill ke dalam lubang secara perlahan! Periksalah apakah alur-alur sudah terpotong! Bila perlu, buat lebih banyak alur lagi dan ulangilah prosedur ini!
  5. Periksalah kembali saat mendekati lingkaran pemandu luar! Sebuah alur cukup untuk menggeser lubang dalam jarak yang dekat!
  6. Periksalah kembali sebelum drill memotong dengan diameter penuh!
Memasang Material pada Mesin Vice

Material yang rata dapat dipasang pada mesin vice. Agar menghasilkan pekerjaan yang akurat, pasanglah vice dengan bolt pada meja drill.
Gambar 3.46 Memasang Vice pada Meja Drill

  • Bersihkan bagian atas meja drill dan di sisi bawah vice dengan brush!
  • Posisikan slot penjepit vice sejajar dengan slot T pada meja!
  • Pasanglah T bolt dengan washer dan nut! Gerakkan vice sehingga jaw berada pada posisi yang benar! Kencangkan nut dengan tangan!
  • Bukalah jaw pada vice sesuai dengan lebar material yang akan dibor. Posisikan kedua jaw sejajar dengan ketinggian yang sama di antara kedua jaw pada vice!
  • Pastikan bahwa material yang akan dibor dalam keadaan bersih dan tidak memiliki burr! Tempatkan material yang akan dibor sejajar dan kencangkan jaw secara perlahan-lahan!
Gambar 3.47 Memasang Vice pada Meja Drill
  • Dekatkan ujung drill pada permukaan benda kerja! Gerakkan vice dan benda kerja sampai berada di tengah! Gunakan wrench untuk mengencangkan nut pada T bolt!
  • Pastikan bahwa jaw aman dari drill ketika dalam proses pengeboran! Apabila benda kerja yang dibor kemungkinan akan melenting, pastikan kedua jaw tidak terlalu lebar!
  • Pukullah material dengan soft tip hammer untuk menempatkannya pada posisi yang benar di antara jaw!
  • Jepitkan vice jaw pada material yang akan dibor dengan mendorong handle removable vice dan sedikit dipukul menggunakan telapak tangan saja!
  • Pastikan bahwa benda kerja masih berada di tengah! Pastikan bahwa paralel blok tidak bisa bergerak!
LEMBAR PRAKTIKUM
A. Tujuan

Setelah melakukan praktik, diharapkan siswa mampu:
  1. Mengenal peralatan power tools (alat-alat bertenaga)
  2. Mengetahui fungsi penggunaan peralatan bertenaga
  3. Memahami penggunaan peralatan bertenaga pada pekerjaan bengkel.
B. Teori Dasar

Alat bertenaga (power tools) merupakan alat kerja yang bertenaga yang sumber tenaganya dari aliran listrik yang disebut juga alat listrik atau dari tenaga angin yang disebut alat pneumetik. Alat-alat bertenaga (power tools) ini terdiri dari beberapa macam bentuk dan fungsinya juga berbeda-beda menurut kebutuhan antara lain: mesin bor untuk membuat lubang pada benda kerja, atau mesin gerinda untuk memotong benda kerja.

C. Peralatan
  • Alat-alat bertenaga (power tools)
  • Benda kerja (kayu/plat besi)
D. Keselamatan Kerja

  1. Menggunakan pakaian kerja (wearpack) dengan baik dan benar.
  2. Menggunakan alat praktik sesuai fungsinya.
  3. Meletakkan alat dan bahan pada tempat yang aman dan sesuai tempatnya.
  4. Dilarang bergurau pada saat praktik berlangsung
E. Langkah Kerja

Identifikasi peralatan lain yang ada di bengkel atau dibutuhkan bengkel otomotif dan belum terdapat dalam buku ini. Identifikasi dapat berupa bentuk alatnya yang berbeda, dan jelaskan fungsinya. Buat dalam bentuk laporan dalam kelompok dan presentasikan. Sumber dapat dari buku, internet atau ruang alat bengkel. Lakukan praktik menggunakan peralatan power tools sampai Anda dinyatakan kompeten oleh guru.



CAKRAWALA

John Wilkinson
Gambar 3.48 John Wilkinson (1728-1808)

Mesin perkakas modern dimulai pada tahun 1775, ketika penemu darai Negara Inggris bernama John Wilkinson membuat mesin bor horizontal untuk mengerjakan permukaan silinder dalam. Selama abad ke–19, mesin perkakas standar seperti mesin bubut, sekrap, planer, gerinda, gergaji, frais, bor, gurdi telah memiliki ketelitian yang cukup tinggi, dan digunakan pada saat industrialisasi di Amerika Serikat dan Eropa dimulai.

Selama abad ke–20, mesin perkakas berkembang dan menjadi makin kaurat kemampuan produksinya. Sesudah tahun 1920 mesin perkakas makin khusus penggunaannya. Dari tahun 1930 sampai dengan tahun 1950 mesin perkakas yang lebih besar tenaganya dan rigid dibuat untuk mengefektifkan penggunaannya bersamaan dengan tersedianya material alat potong.

JELAJAH INTERNET

Untuk menambah wawasan lebih jauh mengenai penggunaan power tools, siswa dapat mempelajari secara mandiri di internet. Di internet Anda dapat memahami dengan cepat terkait pengertian serta penggunaan power tools yang telah dipelajari melalui akses link di bawah ini.
1. https://youtu.be/mAejrJJKevs
2. https://youtu.be/I4larCdHJvg
RANGKUMAN

  1. Ada beberapa jenis power tool yang digunakan di industri:
    • Drill machine
    • Portable pneumatic drill
    • Grinding machine
    • Kunci pneumatic
    • Bor portable (double insulated)
    • Pneumatic Hammer
    • Portable angle grinder
    • Cutting off grinder
    • Gergaji jig listrik
  1. Mesin Bor (drilling). Alat yang digunakan untuk mengebor/membuat lubang pada benda kerja seperti plat aluminium, besi, dan lain-lain. Untuk mengebor biasanya digunakan alat bantu tangan untuk member tekanan bor. Pada saat mengebor siswa diwajibkan menggunakan kacamata pelindung. Bor listrik portable atau disebut juga bor tangan memiliki spesifikasi berdasarkan ukuran chuck, ukuran motor (hp), dan kecepatan (rpm). Portable drill umumnya berbentuk pistol besar, dengan drill cover terbuat dari plastik atau logam. Alat bor pneumatic portable (portable pneumatic drill). Dioperasikan dengan menggunakan compressed air. Tipe bor ini digunakan untuk pengerjaan pesawat udara, automotive dan industri fabrikasi lembaran logam.
  2. Fungsi dari drill bit ini adalah untuk membuat lubang bulat dalam material, yang kerasnya bisa sama dengan mata bor. Penggunaan mata bor khusus untuk membuat lubang. Mata bor tidak boleh digunakan sebagai chisel, tapper atau prier. Mata bor yang terbuat dari baja karbon digunakan untuk kayu dan logam lunak. Mata bor HSS digunakan pada logam lunak dan baja lunak. Mata bor dengan ujung carbide atau tungsten carbide digunakan untuk memotong beton dan logam-logam keras.
  3. Portable power grinder tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran. Ada lightweight grinder, cone wheel grinder, horizontal grinder dan surface grinder. Portable impact wrench digunakan untuk memengendorkan baut/mur dengan sangat cepat, sedangkan yang berukuran besar digunakan juga untuk mengendorkan baut/mur yang sangat kencang.
  4. Penanganan dan Pemeliharaan Portable Power Tools
    • Jangan mengoperasikan di atas beban maksimal (overload)!
    • Bersihkan dan periksa peralatan secara berkala!
    • Periksa penyumbatan lobang ventilasi!
    • Ganti atau perbaiki tempat alat (casing) yang sudah rusak atau pecah!
    • Jangan menggunakan power tool dengan kabel power suplai yang rusak!
    • Beri tAnda/label pada peralatan yang rusak!
    • Beri pelumasan pada power tool!
TUGAS MANDIRI MACAM POWER TOOLS (ALAT BERTENAGA)

Identifikasi jenis-jenis power tools dan sebutkan dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, serta sebutkan kegunaan dari masing-masing alat tersebut!

PENILAIAN AKHIR BAB

Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar!
  1. Sebutkan nama-nama power tools sebanyak 8 buah!
  2. Jelaskan fungsi dari masing-masing power tools tersebut !
  3. Jelaskan prosedur penggunaan 4 jenis power tool yang dengan benar dan urut, beserta keselamatan kerja yang harus dipatuhi!
  4. Sebutkan dua keuntungan penggunaan power tool tanpa kabel!
  5. Apa yang harus dipertimbangkan saat memilih power tool untuk suatu pekerjaan?
REFLEKSI

Dengan menunjukkan gambar/atau benda aslinya siswa dapat menyebutkan nama peralatan tersebut, dan dapat menjelaskan fungsinya. Siswa mampu mendemonstrasikan atau mengaplikasikan peralatan power tools.

Guru menyiapkan gambar benda kerja disesuaikan dengan kelengkapan peralatannya dan perkembangan fisik siswa, dan siswa mampu membuat benda tersebut. Bila dalam mempelari materi pada bab ini Anda mengalami kesulitan dalam memahaminya, maka dapat melakukan diskusi dengan teman sejawat atau bertanya langsung pada guru.