Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Praktikum Rangkaian paralel pada lampu dengan Watt Berbeda

Praktikum rangkaian paralel pada lampu dengan Watt Berbeda
Kali ini kami akan memaparkan hasil pelaksanaan praktikum rangkaian paralel pada lampu dengan watt yang berbeda ukuran. Lampu L1 memiliki watt kecil dan lampu L2 memiliki watt besar. Apa saja praktikum yang dilaksanakan dan hasil yang diperoleh, silahkan simak data-data berikut ini.

Gambar kerja dan titik pengukuran


a. Pengukuran tegangan sumber
Pengukuran pertama yang harus dilakukan adalah mengukur besar tegangan sumber saat ini. Beban atau rangkaian harus terpasang pada baterai agar kita peroleh besar tegangan saat ini pada rangkaian. Hasil pengukuran tegangan sumber adalah 9,17 Volt. Perhatikan gambar pengukuran tegangan sumber dibawah ini.
Pengukuran tegangan sumber
b. Pengukuran tegangan (V1)
Langkah selanjutnya adalah mengukur tegangan pada lampu L1 atau kita sebut titik V1. Setelah dilakukan pengukuran diperoleh tegangan sebesar 9,02 Volt.


c. Pengukuran tegangan titik V2
Langkah selanjutnya adalah mengukur tegangan pada lampu L2 atau kita sebut titik V2. Setelah dilakukan pengukuran diperoleh tegangan sebesar 9,01 Volt. Perhatikan gambar pengukuran tegangan titik V2 dibawah ini.
Pengukuran tegangan titik V2

d. Pengukuran arus pada titik A1
Pengukuran arus pada titik A1 adalah untuk mengetahui besar arus sumber yang akan dibagikan ke jalur A2 dan A3. Hasil pengukuran arus sumber ini diperoleh arus sebesar 2,62 Ampere. Perhatikan gambar alat ukur tang ampere.
Pengukuran arus sumber pada titik A1

e. Pengukuran arus pada titik A2
Kemudian langkah selanjutnya adalah mengukur besar arus yang mengalir pada lampu L1 atau kita sebut sebagai titik A2. Hasil pengukuran arus pada titik A2 adalah 1,10 Amper. Perhatikan angka pada tang ampere gambar pengukuran arus pada titik A2 dibawah ini.
Pengukuran arus pada titik A2

f. Pengukuran arus pada titik A3
Kemudian langkah selanjutnya adalah mengukur besar arus yang mengalir pada lampu L2 atau kita sebut sebagai titik A3. Hasil pengukuran arus pada titik A3 adalah 0,94 Amper. Perhatikan angka pada tang ampere gambar pengukuran arus pada titik A3 dibawah ini.
Pengukuran arus pada titik A3


g. Tabel hasil pengukuran pada rangkaian ini
Berikut ini data-data yang diperoleh hasil praktikum rangkaian paralel pada lampu dengan Watt berbeda.
Teganga sumber  = 9,17 V
L1 = 8 watt
L2 = 21 cp
V1 = 9,02 volt
V2 = 9,01 volt
A1 = 2,62 Ampere
A2 = 1,10 ampere
A3 = 0,94 ampere

g. Perhitungan pada lampu L1
1. Tahanan (R) pada L1 adalah R = V1/I2 -----> 9,02 / 1,10 = 8,2 ohm
2. Daya (P) pada L1 adalah P = V1 * I2 -----> 9,02 * 1,10 = 9,92 watt

h. Perhitungan pada lampu L2
1. Tahanan (R) pada L2 adalah R = V2/I3 -----> 9,01 / 0,94 = 9,58 ohm
2. Daya (P) pada L2 adalah P = V2 * I3 -----> 9,01 * 0,94 = 8,46 watt

i. Perhitungan arus total pada rangkaian lampu dengan watt berbeda
Secara teori besar arus sumber pada titik A1 adalah sama dengan jumlah besar arus pada titik A2 dan titik A3. Berdasarkan data yang diperoleh besar arus sumber adalah 1,18 ampere.
Arus total = Arus A2 + Arus A3
Arus total = 1,10 + 0,94
Arus total = 2,04 ampere
Kita bandingkan arus sumber hasil pengukuran adalah 2,62 ampere dan arus total penjumlahan arus A2 dan A3 adalah 2,04 ampere. Data ini menunjukkan perbedaan sebesar 2,62 - 2,04 = 0,58 ampere. Kemanakah arus sebesar 0,58 A ini hilang? Ayo! cari!


j. Tentang arus dan tegangan pada rangkaian paralel lampu dengan watt berbeda
Pada rangkaian paralel arus sumber dibagi ke setiap beban pada rangkaian. Sementara tegangan sumber sama dengan tegangan pada lampu 1 (L1) dan lampu 2 (L2).


k. Tujuan rangkaian paralel
Rangkaian paralel memiliki ciri kedua lampu menyala dengan nomal (terang sesuai watt masing-masing lampu). Hal ini menandakan tidak terjadi pembagian tegangan kepada lampu, namun setiap lampu menerima tegangan yang sama besar dengan tegangan sumber rangkaian. Jadi, tujuan rangkaian seri adalah membagi arus. Arus yang dibagi adalah arus dari tegangan sumber yang sedang digunakan pada rangkaian paralel ini.

l. Kesimpulan
Karakteristik rangkaian paralel pada lampu dengan Watt Berbeda adalah
a. Kedua lampu menyala, terang.
b. Daya pada masing-masing lampu besar
c. Tegangan pada masing-masing lampu sama dengan tegangan sumber

Oke, demikian praktikum rangkaian paralel lampu dengan watt berbeda kali ini. Semoga ada manfaat yang dapat anda bagikan kepada siswa. Sampai jumpa pada tulisan selanjutnya.

Post a Comment for "Praktikum Rangkaian paralel pada lampu dengan Watt Berbeda"