Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Praktikum rangkaian seri pada lampu dengan Watt Berbeda

 Artikel ini dibuat berdasarkan hasil praktikum Upskilling dan reskilling Guru kejuruan SMK - Pelatihan Kelistrikan Engine dan Engine Management System. Instruktur kami pada pelatihan ini adalah Bapak Fredi Situmorang. Pelatihan ini dilakukan pada BBPPMPV BBL Medan.


Berikut ini adalah hasil praktikum yang dilakukan dibengkel BBL Medan, Praktikum rangkaian seri dan paralel pada lampu dengan Watt Berbeda. Rangkaian dibuat secara seri dan paralel. Masing-masing rangkaian diberi dua bola lampu dengan watt yang berbeda.

Praktikum rangkaian seri pada lampu dengan Watt Berbeda

Pada praktikum kali ini kita akan melakukan praktikum rangkaian seri dengan dua buah bola lampu watt yang berbeda. Lampu L1 memiliki 8 watt dan lampu L2 memiliki spedifikasi 21cp. Rangkaian dan titik pengukuran diperlihatkan pada gambar dibawah ini.
Gambar Kerja Rangkaian Seri Lampu watt berbeda

a. Pengukuran tegangan sumber

Pengukuran tegangan sumber dilakukan saat beban sudah terpasang pada baterai. Hal ini dilakukan agar data tegangan saat ini diperoleh dengan akurat dan realtime. Setelah dilakukan pengukuran besar tegangan sumber saat rangkaian (beban) terpasang adalah 9,85 volt. Lihat gambar pengukuran sumber tegangan.
Pengukuran tegangan sumber

b. Pengukuran tegangan (V1)

Hasil pengukuran pada titik V1 adalah diperoleh tegangan sebesar 9,05 Volt. Lihat gambar pengukuran tegangan dibawah ini untuk lebih jelas.
Pengukuran tegangan (V1)

c. Pengukuran tegangan titik V2

Hasil pengukuran tegangan pada titik V2 adalah diperoleh tegangan sebesar 0,71 volt. Perhatikan gambar pada multitester.
Pengukuran tegangan titik V2

c. Pengukuran arus pada titik A1

Hasil pengkuran besar arus pada titik A1 adalah diperoleh arus sebesar 0,87 ampere. Lihat gambar pengukuran besar arus pada titik A1.
Pengukuran arus pada titik A1

d. Pengukuran arus pada titik A2

Hasil pengukuran arus pada titik A2 diperoleh arus sebesar 0,87 ampere. Lihat gambar pengukuran arus pada titik A2.
Pengukuran arus pada titi A2

Rekap hasil pengukurann

Rekap hasil pengukurannya rangkaian seri pada lampu dengan Watt sama adalah
Tegangan sumber adalah 9,85 volt
L1 = 8 watt
L2 = 21 cp
V1 = 9,05 volt
V2 = 0,71 volt
A1 = 0,87 ampere
A2 = 0,87 ampere

e. Perhitungan pada lampu L1

a. Tahanan (R) pada L1 adalah R = V/I  ----> 9,05 / 0,87 = 10,4 ohm
b. Daya (P) pada L1 adalah P = V * I  ----> 9,05 * 0,87 = 7,87 watt

f. Perhitungan pada lampu L2

a. Tahanan (R) pada L1 adalah R = V/I  ----> 0,71 / 0,87 = 0,81 ohm
b. Daya (P) pada L1 adalah P = V * I  ----> 0,71 * 0,87 = 0,61 watt

g. Perhitungan tegangan total

Perhitungan tegangan total dilakukan dengan cara menambahkan jumlah tegangan hasil pengukuran pada titik V1 dan titik V2. Secara teori jumlah ini harus sama dengan jumlah tegangan sumber.
V total = V1 + V2
V total = 9,05 + 0,71
V total = 9,76 Volt, sementara tegangan sumber adalah 9,85 volt. Kita kehilangan 0,09 volt tegangan. Dimana seharusnya ini tidak boleh terjadi. Kemungkinan penyebab kehilangan tegangan ini adalah karena pada sambungan rangkaian ada yang longgar atau kotor sehingga terjadi tahanan.

h. Tentang arus pada rangkaian seri lampu dengan watt berbeda

Pada rangkaian seri ini lampu dengan watt 21cp "tidak hidup" sementara lampu 8 watt terlihat menyala. Berdasarkan perhitungan tahanan dan daya pada setiap lampu, diperoleh tahanan yang sangat kecil pada lampu L2 (watt besar) dan daya hampir tidak ada. Daya yang hampir tidak ada ini menyebabkan lampu L2 (watt besar) tidak menyala.

Sementara pada lampu watt kecil (L1) terdapat tahanan dan daya yang besar. Karena daya yang besar inilah lampu L1 (watt kecil) dapat menyala normal. Begitulah kesimpulan kali ini.

i. Tujuan rangkaian seri

Rangkaian seri dilakukan adalah untuk membagi tegangan. Tegangan yang dibagi adalah tegangan sumber yang digunakan pada rangkaian.

j. Kesimpulan

Karakteristik rangkaian seri pada lampu dengan Watt Berbeda adalah
a. Lampu dengan watt kecil menyala
b. Lampu dengan watt besar "mati"
c. Daya pada lampu L1 (watt kecil) sangat besar
d. Daya pada lampu L2 (watt besar) sangat kecil

Begitulah hasil Praktikum rangkaian seri pada lampu dengan Watt Berbeda. Semoga praktikum ini memberi manfaat bagi anda.