Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Menerapkan alat ukur hidrolik serta fungsinya

Materi berikut ini diambil dari Buku Siswa Pekerjaan Dasar Teknik otomotif (PDTO), karangan Noviyana Irnawati penerbit Mediatama. Materi menerapkan alat ukur hidrolik serta fungsinya dapat kita lakukan di bengkel otomotif sekolah. Alat ukur hidrolik ini bekerja berdasarkan gaya tekan fluida atau hidrolik. Prinsip kerja dari alat ukur ini adalah menggunakan hukum archimedes dan mekanikal. Silahkan baca dan pahami dengan baik materi menggunakan alat-alat ukur hidrolik berikut ini.

Menggunakan dan Menerapkan alat ukur hidrolik serta fungsinya di Bengkel Otomotif

Bacalah uraian materi berikut ini dengan cermat! Pada bab ini, kamu akan mempelajari mengenai alat ukur lainnya yang digunakan dalam bidang otomotif, yaitu: alat ukur hidrolik. Tahukah kamu apakah itu alat ukur hidrolik? Sebelum kamu mempelajari lebih lanjut alat ukur hidrolik, kamu perlu membedakan antara pneumatik dan hidrolik. Tahukah kamu perbedaan antara pneumatik dan hidrolik? Perbedaan utama antara pneumatik dan hidrolik terletak pada sumber tenaga yang digunakan. Hidrolik menggunakan tenaga zat cair, sedangkan pneumatik menggunakan tenaga udara bertekanan. Sehingga, alat ukur hidrolik adalah alat ukur yang metode pengukurannya menggunakan tekanan zat cair. Sedangkan, alat ukur pneumatik adalah alat ukur yang metode pengukurannya menggunakan udara bertekanan.
Menerapkan alat ukur hidrolik serta fungsinya
Gambar 8.1 Pengukuran berat jenis baterai menggunakan hidrometer
Salah satu penggunaan alat ukur hidrolik dapat kamu perhatikan pada Gambar 8.1. Pada Gambar 8.1 merupakan gambar penggunaan hidrometer untuk mengukur berat jenis elektrolit baterai. Hidrometer merupakan salah satu contoh alat ukur hidrolik di bengkel otomotif. Pada bab ini, kamu akan mempelajari uraian materi mengenai jenis dan spesifikasi, penggunaan serta langkah pemeliharaan pada alat ukur hidrolik. Pelajarilah uraian materi berikut ini agar kamu dapat menggunakan dan merawat berbagai jenis alat ukur hidrolik dengan benar. Selain itu, biasakan untuk berdoa sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran.


Penggunaan alat ukur hidrolik - Hidrometer

Pada subbab ini, kamu akan mempelajari mengenai hidrometer. Hidrometer merupakan alat ukur hidrolik yang digunakan untuk mengukur berat jenis elektrolit baterai. Sebelum kamu menggunakan hidrometer, kamu perlu memahami fungsi dan spesifikasinya. Untuk itu, kerjakanlah Kegiatan 8.1 berikut ini, agar kamu dapat menjelaskan fungsi, spesifikasi, dan langkah penggunaan hidrometer!

Kegiatan 8.1
Judul Kegiatan :
    Mengidentifikasi Penggunaan alat ukur hidrolik Hidrometer
Jenis Kegiatan :
    Tugas Individu
Tujuan Kegiatan:
    1) Peserta didik dapat menyimpulkan langkah penggunaan alat ukur hidrolik hidrometer dengan benar. (KD 3)
    2) Peserta didik dapat menggunakan hidrometer dengan tepat. (KD 4)
Menerapkan alat ukur hidrolik serta fungsinya

Langkah-langkah kegiatan sebagai berikut.

1. Amati langkah-langkah penggunaan hidrometer yang diperagakan oleh gurumu!

2. Lakukan tanya jawab dengan gurumu jika kamu mengalami kesulitan dalam mengamati penggunaan hidrometer tersebut!

3. Berlatihlah menggunakan hidrometer di bengkel sekolahmu untuk mengukur berat jenis elektrolit!

4. Catat langkah penggunaan alat ukur tersebut pada buku tugasmu! Tuliskan pula hasil pengukuranmu!

5. Tuliskan kesimpulan mengenai langkah Gambar 8.2 Hidrometer untuk mengukur penggunaan hidrometer dalam bentuk berat jenis elektrolit baterai laporan praktik dengan rapi!

6. Kumpulkan laporanmu pada gurumu untuk mendapatkan penilaian!

    Agar pelaksanaan Kegiatan 8.1 dapat berjalan dengan baik dan hasilnya lebih optimal, baca dan pelajarilah uraian materi mengenai jenis, spesifikasi, dan langkah penggunaan hidrometer berikut ini dengan cermat dan teliti.
Menerapkan alat ukur hidrolik serta fungsinya


    Hidrometer digunakan untuk mengukur berat Jenis suatu zat cair. Dalam bidang otomotif, hidrometer digunakan untuk mengukur berat jenis cairan elektrolit (H₂SO₄) pada baterai. Prinsip kerja hidrometer menggunakan hukum Archimedes. Hukum Archimedes menyatakan bahwa sebuah benda yang dicelupkan ke dalam zat cair akan mendapat gaya ke atas seberat zat cair yang dipindahkan oleh benda itu. Nilai berat jenis suatu zat cair dapat diketahui dengan membaca skala pada hidrometer yang ditempatkan mengapung pada zat cair.
Menerapkan alat ukur hidrolik serta fungsinya


Bagian-bagian hidrometer terdiri dari batang hidrometer, pelampung beban yang terbuat dari timbal, pipet, dan pompa karet. Skala hidrometer menunjukkan ukuran berat jenis cairan yang akan diukur. Besarnya berat jenis pada baterai dapat digunakan untuk menentukan kapasitas baterai. Prosedur pengukuran berat jenis baterai dengan hidrometer, antara lain sebagai berikut.

a. Membuka penutup pada sel baterai.

b. Memasukan pipet ke dalam sel baterai dan pompa hidrometer hingga elektrolit tersedot masuk ke

dalam tabung kaca.

c.Mengangkat hidrometer, tetapi tidak boleh keluar dari lubang sel baterai. Usahakan posisi hidrometer tegak lurus.

d. Membaca hasil pengukuran berat jenis elektrolit baterai. Hasil pengukurannya sama dengan angka pada skala pelampung yang rata dengan permukaan elektrolitnya.
Menerapkan alat ukur hidrolik serta fungsinya
Untuk membaca hasil pengukuran, posisikan mata sejajar dengan permukaan elektrolit di dalam tabung kaca untuk menghindari kesalahan. Berat jenis baterai dikatakan baik (baterai terisi penuh) apabila hasil pengukurannya adalah 1,260 pada temperatur 20° C. Hasil pengukuran yaitu, angka pada pelampung yang ditunjukkan oleh batas atas cairan elektrolit. Selain itu, hasil pengukuran hidrometer dapat dilihat dari warna pada batas atas cairan elektrolit.

Ada tiga indikator warna yang sering digunakan pada skala hidrometer, yaitu.

1) Good/warna hijau berarti berat jenis elektrolit sangat baik.

2) Fair /warma putih berarti kondisi air elektrolit sedang.

3) Recharge/warna merah berarti kondisi elektrolit perlu pengisian.

Standar hasil pengukuran berat jenis baterai dapat dilihat pada Tabel 8.1 berikut ini.

Tabel 8.1 Berat Jenis Elektrolit Baterai

No

Hasil Pengukuran

Tindakan

1

≥ 1,300

Tambahkan air suling agar berat jenis berkurang dan sesuai standar

2

1,220-1,290

Baik (tidak perlu tindakan)

3

≤ 1,220

Lakukan pengisian penuh, kemudian ukur berat jenis. Bila berat jenis masih di bawah 1,220 atau belum sesuai standar, ganti baterai yang baru.

4

Perbedaan berat jenis antar Sel <0,04

Baik (tidak perlu tindakan)

5

Perbedaan berat jenis antar sel >0,04

Lakukan pengisian penuh, kemudian ukur berat jenisnya. Apabila perbedaan berat jenis antar sel melebihi 0,04, setel berat jenis baterai. Jika gagal gantilah baterai yang baru.



Tugas Rumah
1. Kerjakan tugas rumah berikut secara mandiri!
    a. Jelaskan peranan hidrometer dalam menentukan perlu tidaknya pengisian pada baterai!
    b. Bagaimanakah cara mengukur berat jenis baterai?
    c. Sebutkan bagian-bagian hidrometer!
    d. Jelaskan tiga indikator warna yang digunakan pada skala hidrometer!
    e. Bagaimana kondisi baterai apabila hasil pengukuran berat jenisnya 1,225
2. Tulislah jawabanmu dalam buku tugas dengan rapi!
3. Mintalah paraf orang tuamu untuk melengkapi tugas rumah ini!

Nilai              Paraf Orang Tua


B. Penggunaan Nozzle Tester
Pada subbab ini kamu akan mempelajari mengenai nozzle tester. Untuk menambah pengetahuanmu mengenai nozzle tester, lakukanlah Kegiatan 8.2 berikut ini!

Kegiatan 8.2
Judul Kegiatan :
    Mengidentifikasi Penggunaan Nozzle Tester
Jenis Kegiatan :
    Tugas Individu
Tujuan Kegiatan :
    1) Peserta didik dapat menyimpulkan langkah penggunaannnozzle tester dengan benar. (KD 3)
    2) Peserta didik dapat menggunakan nozzle tester dengan tepat.(KD 4)
Menerapkan alat ukur hidrolik serta fungsinya

Langkah-langkah kegiatan sebagai berikut.
1. Amatilah prosedur penggunaan nozzle tester yang diperagakan oleh gurumu!
2. ldentifikasilah peralatan apa saja yarng kamu perlukan dalam melaksanakan pengukuran dengan nozzle tester!
3. Lakukanlah tanya jawab dengan guru mengenai prosedur pengoperasian nozzle tester tersebut!
4. Gunakanlah nozzle tester untuk mengukur tekanan pengabutan bahan bakar sesuai Sumber: ebay.com, diakses 27 Oktober 2015, pukul prosedur yang terdapat pada buku materimu! 14.22 WIB
5. Tuliskanlah hasil kerjamu dalam bentuk Gambar 8.6 Nozzle tester yang digunakan laporan praktik! di bengkel otomotif.
6. Tuliskanlah kesimpulan mengenai langkah penggunaan nozzle tester pada akhir laporan praktikmu!
7. Komunikasikan laporanmu pada gurumu untuk mendapatkan penilaian!

Kamu telah mempelajari prosedur penggunaan. nozzle tester setelah melaksanakan Kegiatan 8.2. Pelajarilah uraian materi berikut ini untuk menambah pengetahuanmu mengenai nozzle tester.

Nozzle tester digunakan untuk memeriksa tekanan pengabutan pada injektor. Motor diesel menggunakan injektor untuk menyemprotkan bahan bakar dari pompa injeksi ke dalam silinder pada setiap akhir langkah kompresi. Injektor pada diesel dikenal juga dengan istilah nozzle. Injektor bekerja untuk mengubah wujud bahan bakar dari cair menjadi kabut yang bertekanan antara 60 sampai 200 kg/cm².

Kerja injektor ini membutuhkan tekanan yang tinggi agar proses pengabutan bahan bakar baik. Untuk itu, tekanan pengabutan bahan bakar harus diperiksa dengan menggunakan nozzle tester. Tujuan pengecekan ini adalah untuk mengetahui berapa tekanan yang dibutuhkan agar injektor dapat mengabutkan bahan bakar. Injektor yang mengabut pada tekanan terlalu rendah, akan membuat pengabutan menjadi tidak baik.
Menerapkan alat ukur hidrolik serta fungsinya
Selain digunakan untuk mengukur tekanan pengabutan bahan bakar, nozzle tester juga digunakan untuk menguji pola semprotan dan penyaluran injeksi bahan bakar, pengujian dan kalibrasi tekanan pembukaan injektor bahan bakar, pengujian bunyi getaran katup jarum, dan lain-lain. Nozzle tester memiliki dua buah skala pembacaan ukuran yaitu, bar dan psi untuk mempermudah pembacaan hasil pengukurannya. Langkah pemeriksaan tekanan injektor dengan nozzle tester adalah.

a. Pasang injektor pada pipa dari pompa injector tester. Pastikan tangki pompa nozzle tester terisi solar.

b. Tekan tuas pompa injector tester berkali-kali sampai tekanannya terasa berat. Setelah itu, tahan tuas pompa.

c. Kemudian bacalah skala penunjukkan tekanan pengabutan bahan bakar yang ada pada pressure gauge. Tekanan untuk injektor baru 151-159 kg/cm² Tekanan injektor lama 145-155 kg/cm².

d. Jika hasil pengukuran tekanan pengabutan bahan bakar tidak sesuai dengan standar tekanan injektor maka lakukan penyetelan dengan cara menambahkan shim ke dalam injektor atau menyetel baut penyetel injektornya, sampai didapat tekanan yang tepat.
Menerapkan alat ukur hidrolik serta fungsinya
e. Untuk memeriksa kebocoran pada injektor, tekan tuas pompa nozzle tester sampai kurang lebih dibawah tekanan standar yaitu 10 20 kg/cm² di bawah tekanan standar. Untuk injektor baru lakukan penekanan di antara 131-141 kg/cm?. Biarkan selama 10 detik. Dan perhatikan ada tidaknya kebocoran pada injektor di bagian lubang injeksi. Amati dan rasakan ujung bodi nozel dengan jari, apakah ada tetesan atau ujung bodi nozel menjadí basah.

f. Untuk tes bentuk semprotan, lakukan pemompaan sesuai injektor yang dites. Untuk injektor model lama lakukan pompa tuas nozzle tester 15-60 kali per menit. Untuk injektor model baru lakukan pompa tuas injektor 30 -60 kali per menit. Lihatlah bentuk semprotan bahan bakar. Bentuk penyemprotan sangat erat sekali hubungannya dengan proses pembakaran karena bentuk penyemprotan yang baik akan menghasilkan atomisasi pengabutan sempurna.
Menerapkan alat ukur hidrolik serta fungsinya
Keterangan bentuk semprotan bahan bakar:
    1) Gambar A bentuk penyemprotan tidak baik karena penyemprotannya pendek dan menyebar.
   2) Gambar B bentuk penyemprotan kurang baik karena sudut penyemprotannya lebih lebar dan juga pendek.
    3) Gambar Cbentuk penyemprotan baik, hanya saja penyemprotannya tidak lurus.
   4) Gambar D bentuk penyemprotan yang diharapkan karena sudut penyemprotan membentuk sudut 14° dan arah penyemprotan lurus.

Unjuk Kerja
1. Kunjungilah bengkel mesin diesel di daerah sekitarmu dan amatilah langkah langkah penggunaan nozzle tester di bengkel tersebut!

2. Mintalah izin pada gurumu dan mekanik bengkel tersebut, agar kamu dapat berlatih menggunakan nozzle tester! Praktikkanlah langkah penggunaan nozzle tester dengan bimbingan gurumu!

3. Tuliskan hasil kerjamu dalam bentuk laporan praktik! Lengkapilah hasil kerjamu dengan gambar atau foto-foto langkah kerja penggunaan nozzle tester!

4. Tuliskanlah kesimpulan hasil praktikmu pada akhir laporanmu!

5. Komunikasikan dan kumpulkanlah laporanmu dengan tepat waktu seminggu setelah tugas ini diberikan!

Materi ini masih berlanjut ke oil pressure gauge, silahkan klik link berikut ini untuk melanjutkan materi menerapkan alat ukur hidrolik. Agar pemahamanmu tentang materi  ini menjadi lengkap dan utuh. Selamat membaca dan selamat belajar, semoga sukses.

Post a Comment for "Menerapkan alat ukur hidrolik serta fungsinya"