Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

CARA MENGATASI AIR COOLER : KIPAS ANGIN BLOWER MATI TOTAL

Cara mengatasi Air cooler Midea, Sharp, Sanyo, Krisbow ataupun merek lainnya tidak dingin. Ssebenarnya mempunyai sistem kerja yang sama, lokasi perbedaannya ada pada bagian sistem kontrolnya. Di kesempatan saat ini saya akan membahas sikit mengenai hal-hal yang harus diperhatikan dalam perbaikan air cooler atau kipas angin blower atau kipas angin embun atau apalah sebutan yang lainnya yang maksudnya sama.

CARA MENGATASI AIR COOLER, KIPAS ANGIN BLOWER MATI TOTAL

Tidak sedikit para pengguna yang mencari tahu mengenai penyebab air cooler tidak dingin, terutama bagi yang merasa air coolernya tidak lagi dingin dan berasa seperti kipas angin biasa. Maksud anda tentu sama, yakni menemukan solusi untuk memperbaikinya. Sebenarnya ketika kita sudah mengetahui penyebab air cooler tidak dingin tersebut, maka tidaklah menjadi hal yang sulit untuk mengatasinya. Hal-hal yang harus dicek adalah sebagai berikut.

1. SCR / Triac

Secara umum scr/triac yang dipakai merupakan jenis yang kecil, pada saat ini saya contohkna BT131. SCR dipakai sebagai switch atau saklar untuk menjalankan motor blower setiap kecepatan memakai 1 scr, menjalankan pompa, menjalan ionizer dan menjalankan swing blade tegak. Kalau menggunakan swing blade mendatar biasanya memakai tegangan 12VDC, motor menggunakan 5 kabel dikontrol dengan ic uln2003 atau dengan 4 buah transistor.

Bila motor terbakar biasanya scr ikut terbakar, apabila scr short antara kaki output dan input akan membahayakan micom yang berakibat micom rusak.

2. Power Suplai

Pada waktu kita membahas elektronik, apapun itu, kita tidak bisa terlepas dari bagian yang namanya power suplai atau psu (power suplay unit), secara garis besar ada 3 jenis yaitu:
  • Memakai ac matic.
  • Memakai paralel kapasitor-resistor.
  • Memakai trafo stepdown konvensional
Tipe yang kedua inilah yang banyak digunakan untuk rangkaian sederhana seperti lampu led dirumah-rumah. Dimana harganya murah meriah, jenis power supply ini akan anda temukan pada charger baterai lampu emergensi atau raket nyamuk ataupun pada modul-modul kontrol sederhana misal pada air cooler. Salah satu ciri utamanya terdapat pada jalur listrik 220 dihubungkan dengan paralel kapasitor dan resistor, sementara untuk ukuran tegangan output dibuat tergantung kebutuhan.

Ukuran sparepart pada gambar di bawah ini nilainya bermacam-macam tergantung kebutuhan tegangan yang dibutuhkan oleh alatnya. Ketika sebuah alat menggunakan swing seperti pada swing ac (air conditioner) maka tegangan output power suplai adalah 12 VDC. Lalu tegangan ini akan direduksi atau diturunkan menjadi 5VDC dengan menggunakan ic 7805 untuk catu daya micom. Seandainya kita membutuhkan tegangan 5VDC untuk air cooler maka nilainya sebagai berikut:
  • C1= 1,2 uF, kapasitor
  • C2=C3= 25V/470uF atau lebih, elko
  • C4= 10V/470uF atau lebih, elko
  • R1=R2= 100Ω (berfungsi sebagai sekering), 1 watt
  • R3= 470kΩ sampai 560kΩ, 1 watt
  • R4= 10Ω sampai 39Ω, 2 watt
  • DZ1= 5,2V, 1/2 watt
  • D1=D2=D3=D4= IN4007
  • IC= 7805
PSU Air Cooler

Jika dihitung dari sudut biaya power suplay, jenis yang satu ini memang tergolong murah meriah. Secara umum psu air cooler yang menggunakan psu jenis ini tidak memakai ic regulator jadi pengaman pembatas tegangan hanya mengandalkan dioda zener saja bila dioda ini putus atau pecah maka tegangan yang masuk ke sistem kontrol akan melebihi batas tegangan kerja micom yang berakibat micom terbakar atau mati.

Oleh karena itu, saat kami memperbaikinya maka kami akan memodifikasi power suplai tersebut seperti pada gambar diatas. Voltase power suplai bila tidak stabil atau drop maka sistem akan susah hidup, kadang mati sendiri, dapat hidup tapi semua led kedip-kedip dan tidak bisa dioperasikan.

3. Sensor Reed (Sensor Magnet)

Komponen ini bentuknya seperti sekering kecil, di dalamnya terdapat dua logam tipis yang akan terhubung saat di dekat magnet. Posisinya biasanya bisa ditemukan di bagian belakang dan magnetnya menempel pada bagian saringan air yang bentuknya mirip sarang lebah. Bagian ini saya biasanya menyebutnya seperti itu. Ketika filter ini dibuka maka sistem akan OFF, sebenarnya fungsi dari sensor itu sebagai pengaman. Akan tetapi sering kali sobat-sobat teknisi tidak akan ambil pusing beli sensor baru akhirnya kabel sensor disambung langsung menjadi satu.

4. Sensor Level Air

Bentuk sensor ini biasanya sudah di packing sedemikian rupa sehingga tahan tidak masuk air. Sistem kerjanya adalah sensor reed namun magnetnya ada di dalam cincin biasanya warna putih. Cincin ini akan turun ke bawah bila airnya habis. Apabila air habis, ketika tombol evaporasi atau istilah lainnya ditekan hanya bunyi beep 'tit' serta pompa air tidak akan bekerja. Seperti itu juga saat sensor open, tidak dapat hubung meskipun ada magnet alias rusak.

5. Bagian Kontrol

Pada bagian kontrol terdapat tiga komponen yang utama yaitu ic micom, ic displai / key dan capasitor resonance (cr) atau yang lebih dikenal dengan istilah x-tal (kristal), apabila salah satu komponen atau semuanya bermasalah, pastinya sistem tidak akan bisa ON. Jika sudah seperti ini, periksa jalurnya juga apakah ada jalur yang retak atau berkarat.

6. Thermistor

Menurut pengalaman saya, air cooler sensor suhu jarang digunakan tetapi terdapat beberapa merek yang menggunakan sensor suhu, jika thermis open (putus) atau short (korslet) akan menyebabkan proteck dan sistem tidak bisa bekerja.

Berdasarkan hal-hal yang disebutkan diatas maka kita bisa menganalisa bagian mana yang mengalami kerusakan apabila rusaknya adalah mati total, yang sering terjadi adalah pada bagian power suplai, sensor reed belakang dan bagian kontrol.

Demikian dulu ulasan kami Air Cooler Tidak Dingin ? Ini Sebab dan Cara Mengatasinya, apabila terdapat yang salah saya minta maaf dan jika punya pertanyaan silakan tinggalkan di komentar atau kirim chat WA dan semoga bermanfaat bagi pembaca Pak Galingging.

Post a Comment for "CARA MENGATASI AIR COOLER : KIPAS ANGIN BLOWER MATI TOTAL"