Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menggunakan Relay 4 Channel pada Arduino tes Coil Mobil

Bintan News | Cara menggunakan Modul relay pada arduino tes coil mobil - Awalnya saya ingin membuat pwm menggunakan arduino. Namun, semua artikel yang membahasnya menuju ke motor DC. Akhirnya saya berniat mencari tahu, bagaimana cara membuat modul relay putus-putus dengan arduino.

Akhirnya bertemu dengan sebuah blog yang membuatkan tutorial cara mengakses relay menggunakan arduino Uno. Kemudian saya lihat sketch/programnya, cocok untuk membuat relay membuka dan menutup dengan interval waktu yang kita tentukan.

Saya ambil program mengakses relay menggunakan arduino Uno, lalu saya edit seperlunya saja untuk proyek tes coil mobil menggunakan Arduino Uno saya ini. Pada bagian-bagian program yang tidak saya perlukan, saya hapus dan modif sesuai keperluan saja.

Alat dan Bahan

  1. Modul Relay 1 channer/4 channel
  2. Arduino Uno
  3. Kabel jumper male-female 3 buah
  4. Baterai/aki mobil
  5. Coil Mobil
  6. Kabel body otomotif secukupnya
  7. Kapasitor 70micro

Rangkaian

  • GND arduino  sambung ke GND Modul Relay
  • 5V arduino hubungkan ke VCC modul relay
  • PIN 2 Arduino koneksikan dengan IN1 modul relay
  • NO1 relai sambung ke baterai/aki mobil
  • NO2 relay terhubung dengan negatif coil mobil
  • Beri kapasitor ukuran 70micro pada kedua terminal NO relai
  • Positif koil sambung ke positif (+) baterai/aki
  • Terminal tegangan tinggi koil menggantung di negatif (-) baterai/aki

Program
const int relay1 = 2; //pin2
int relayON = LOW; //relay nyala
int relayOFF = HIGH; //relay mati
void setup() {
  pinMode(relay1, OUTPUT);
  digitalWrite(relay1, relayOFF);
  }
void loop() {
  //relay1
  digitalWrite(relay1, relayON);
  delay(80);
  digitalWrite(relay1, relayOFF);
  delay(80);
}

Cara Tes Kerja Rangkaian

Setelah selesai menyambungkan modul relay dengan arduino, tentu akan berlanjut upload program memakai arduino IDE. Pada tahap ini, tidak ada yang sulit. Untuk mengupload program, anda tinggal klik tombol panah pada arduino IDE. Biarkan hingga aplikasi menyelesaikannya.

Namun, ada yang perlu kami beritahu kepada anda. Silahkan terlebih dahulu mengetes rangkaian antara modul relay dan ardunio. Kita harus memastikan rangkaian tersebut bekerja dengan benar dan sesuai harapan kita.

Adapun kerja yang diinginkan adalah relay akan membuka dan menutup secara otomatis. Dimana, durasi membuka dan menutup ini hanya berjarak 80ms. Proses ini harus bekerja tanpa henti, selama arduino terhubung dengan sumber tegangan.

Lepaskan dulu kedua kabel yang ada pada NO1 dan NO2 relay, dimana kabel ini berperan sebagai saklar menghantar tegangan negatif (-) baterai/aki menuju negatif coil mobil. Kita tidak memerlukan bagian ini, untuk saat ini.

Setelah itu, hubungkan sumber tenaga arduino, boleh melalui USB atau port power 9VDC. Pastikan terdengar bunyi klik yang konstans 80ms intervalnya dan terus menerus tanpa henti. Jika sudah diperoleh demikian, artinya alat valid untuk digunakan mengukur tes coil mobil menggunakan PWM arduino.

Sudah, cukup! Cabut power arduino, hal ini akan mengakibatkan rangkaian mati. Artinya relay berhenti bekerja buka tutup.

Tes Koil Mobil dengan PWM arduino Uno

Alat tes sudah valid, kita lanjut memeriksa/tes kerusakan coil. Langkahnya, tentu saja kita harus menghubungkan kembali kable hijau, NO1 dan NO2 relay yang tadi kita lepas.

Sekali lagi pastikan rangkaian koil sudah benar, jika iya, lanjut. Sekarang berikan power arduino kembali. Hal ini akan membuat arduino mengirim sinyal dengan interval 80ms ke IN1 relay. Dengan begitu, relay akan bekerja membuka dan menutup.

Tentu saja arus negatif baterai juga akan mengalir putus nyambung menuju coil mobil. Memang seperti inilah proses kerja yang diharapkan. Artinya, relay kita manfaatkan sebagai platina. Anda tahu, kan? Platina bekerja memutus dan menghubungkan arus negatif menuju coil.

Sehingga arus tegangan tinggi akan dihasilkan pada terminal tegangan tinggi. Karena kabel tegangan tinggi didekatkan dengan massa, "menggantung" istilahnya tadi. Bunga api akan dihasilkan diantara mereka (kabel dan terminal negatif (-) aki).

Sekarang kita akan lanjut membuat keputusan, adapun ciri-ciri coil yang masih bagus antara lain:
  1. Menghasilkan bunga api yang kuat
  2. Tahanannya kumparan sekunder dan primer kecil
Bila pada saat pengetesan tidak ada bunga api, menandakan coil pengapian mobil anda sudah rusak. Jika seperti ini, tidak ada yang bisa diperbaiki. Jalan satu-satunya adalah mengganti coil dengan yang baru.

Simak video cara menggunakan relay 5 channel pada arduino mengetes coil pengapian mobil.

Kesimpulan

Berdasarkan eksperimen yang kita lakukan tadi, ada beberapa kesimpilan yang bisa kita buat:
  1. Modul relay kita gunakan sebagai pengganti platina.
  2. Selama percobaan, terdapat temuan yang menarik, yaitu image layar laptop saya bergoyang, mungkin karena pengaruh tegangan balik dari kumparan primer. Sehingga bunga api juga dihasilkan pada modul relay. Padahal sudah saya pasang kapasitor untuk mengatasinya.
  3. Percobaan tes coil mobil menggunakan arduino memang bisa, namun cukup ribet.
Baiklah, itu dulu tutorial Cara menggunakan relay 4 channel pada Arduino tes koil mobil. Percobaan ini merupakan pengalaman yang baru dan sangat menarik bagi saya. Semoga teman-teman semua terhibur dengan penampilan video tutorial saya ini.
David Sigalingging
David Sigalingging Buku catatan digital seorang guru yang menuangkan pengetahuan kedalam tulisan. Semoga artikel tulisan saya bermanfaat bagi orang banyak. Mari menulis! Mari Membaca!