close
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Menerapkan Aturan Gambar Bukaan/Bentangan Metode Kombinasi

Menerapkan aturan gambar bukaan/bentangan metode kombinasi -Setelah mempelajari materi ini, peserta didik dapat menggambar bukaan / bentangan dengan menggunakan metode kombinasi untuk bermacam bentuk benda saluran dengan benar.

Menerapkan aturan gambar bukaan/bentangan metode kombinasi
4.1 Sambungan Kombinasi
Pada gambar 4.1 diperlihatkan beberapa contoh sambungan dengan ujung penampang yang berbeda atau ada yang bercabang.

Sambungan semacam ini biasa disebut dengan sambungan transisi atau transformer. Fungsinya adalah menghubungkan ujung saluran yang memiliki perbedaan bentuk penampannya. Sambungan semacam ini tergolong sambungan kombinasi.

Aturan Gambar Bukaan/Bentangan Metode Kombinasi

Bukaan / bentangan kombinasi adalah gabungan beberapa bentuk bukaan / bentangan menjadi satu kesatuan bentuk. Proses penggambaran dan pembuatan bukaan / bentangannya dapat dilakukan dengan membagi setiap unit dan menggunakan metode sesuai dengan jenis masing-masing, sepertti telah dijelaskan pada bab sebelumnya. Selanjutnya menggabungkannya menjadi satu kesatuan.

Ada dua bentuk kombinasi yaitu bentuk interseksi dan transisi. Bentuk interseksi adalah sebuah bentuk yang merupakan gabungan dari dua buah benda dengan bentuk yang sama atau berbeda dan saling berhubungan, seperti pipa bercabang, dll.


Adapun bentuk transisi adalah suatu benda yang mempunyai dua bidang permukaan yang berbeda antara bentuk atas dan bawah. Sebagai contoh bagian atas berbentuk lingkaran sedangkan bawah berbentuk segi empat.

Pada pembahasan bukaan / bentangan kombinasi ini kita akan membahas pada sub bab A bentuk interseksi yang akan dikelompokkan menjadi dua bagian dengan pengelompokan sebagai berikut ini :
  1. Bentangan kombinasi sambungan 2 bentuk atau lebih
  2. Bentangan kombinasi 2 bentuk atau lebih yang memotong (intersection)
Sedangkan untuk bentuk transisi merupakan bentuk yang berbeda ujungnya dapat dijelaskan pada sub bab B.

A. Bentangan Interseksi

1. Bentangan kombinasi sambungan 2 bentuk atau lebih

a. Bentangan silinder berpotongan membentuk sudut 90°
4.2 Cara menggambar bentangan silinder berpotongan

b. Bentangan bagian dari silinder bengkok
4.3 Cara menggambar bentangan silinder bengkok

Cara menggambar bentangan silinder sama dengan cara menggambar bentangan silinder terpancung dan telah dipaparkan sebelumnya.

2. Bentangan kombinasi 2 bentuk atau lebih yang memotong

a. Silinder Berpotongan Bentuk T (sudut 90°) dengan Diameter Sama
4.4 Gambar bentangan silinder berpotongan bentuk T

Cara menggambar bentangannya adalah:

Menggambar pandangan depan dan pandangan atas;
  1. Pada silinder tegak buatlah setengah lingkaran yang dibagi menjadi 6 bagian yang sama;
  2. Dari titik hasil pembagian, tarik garis sejajar sehingga ditemukan titik- titik perpotongannya;
  3. Memindahkan dengan jangka jarak-jarak yang diberi tanda dengan huruf, untuk melukis lubang pada bentangannya;
  4. Menyelesaikannya seperti pada contoh.
b. Silinder Berpotongan Bentuk T (sudut 90°) dengan Diameter Tidak Sama

Dari gambar terlihat bahwa perpotongan antara silinder berpotongan bentuk T dengan sudut 90° dengan diameter tidak sama merupakan garis lengkung. Cara menggambar bentangannya diperlihatkan oleh gambar berikut.
4.5 Gambar bentangan silinder berpotongan bentuk T dengan diameter tidak sama

c. Silinder Berpotongan Bentuk T dengan Diameter Tidak Sama dan Tidak Sesumbu

Cara menggambar bentangannya diperlihatkan oleh gambar dibawah ini.
4.6 Gambar bentangan silinder berpotongan bentuk T dengan diameter tidak sama dan tidak sepusat

d. Silinder Berpotongan Bentuk T Miring dengan Diameter Tidak Sama

Cara menggambar bentangannya pada dasarnya sama dengan cara menggambar bentangan silinder berpotongan diperlihatkan oleh gambar
4.7 Gambar bentangan silinder berpotongan bentuk T miring

e. Silinder dengan Kerucut Berpotongan Miring

Gambar menunjukkan bahwa perpotongan antara silinder dengan kerucut merupakan garis miring. Langkah menggambar bentangannya akan dipaparkan berikut ini:

Langkah I:
Mencari garis perpotongan, langkahnya adalah:
  1. menggambar pandangan depan dan pandangan kiri;
  2. dari alas kerucut, buatlah setengah lingkaran yang dibagi menjadi 6 bagian yang sama;
  3. memproyeksikan titik-titik dari alas kerucut pada pandangan kiri;
  4. memindahkan jarak a, b dan c dengan jangka pada pandangan kiri, tarik garis ke titik T sehingga ditemukan A, B, C dan D;
  5. memproyeksikan A, B, C dan D pada pandangan depan sehingga didapat titik-titik yang akan dilalui oleh garis perpotongan;
  6. hubungkan titik-titik tadi dengan bantuan mal lengkung.
Langkah II:
Menyelesaikan gambar bentangannya dengan cara-cara yang telah dipaparkan sebelumnya.
4.8 Gambar bentangan silinder berpotongan dengan kerucut

f. Silinder Berpotongan dengan Limas Garis perpotongannya berupa garis lengkung.
4.9 Gambar bentangan silinder berpotongan dengan limas

Cara menggambar bentangannya adalah:
  1. menggambar pandangan depan dan pandangan atas;
  2. membagi lingkaran pada pandangan atas menjadi 24 bagian yang sama, hubungkan dengan garis tipis ke titik pusat dan sisi limas;
  3. memproyeksikannya ke alas limas pada pandangan depan dan hubung- kan ke titik puncak limas;
  4. titik perpotongan didapat dengan cara memproyeksikan titik 1-24 pada pandangan depan sehingga memotong garis miring, hubungkan dengan bantuan mal lengkung;
  5. mencari panjang sebenarnya dari limas;
  6. menggambar bentangannya dengan cara yang telah dipelajari.
g. Silinder Berpotongan dengan Kerucut (Tidak Sepusat)
4.10 Silinder Berpotongan dengan Kerucut (Tidak Sepusat)

Cara menggambar bentangannya adalah:
  1. menggambar pandangan depan dan pandangan atas;
  2. membagi diameter kerucut 12 bagian yang sama, hubungkan dengan garis tipis ke titik pusat;
  3. memproyeksikannya ke alas kerucut pada pandangan depan dan hubungkan ke titik puncak kerucut;
  4. titik perpotongan didapat dengan cara memproyeksikan titik pada silinder pandangan atas ke silinder pada pandangan depan sehingga memotong bidang miring;
  5. mencari panjang garis sebenarnya dari sisi kerucut yang berpotongan dengan silinder;
  6. menggambar bentangannya dengan cara yang telah dipelajari.
h. Bentangan/bukaan kerucut dengan silinder
4.11 berikut merupakan bentuk gambar proyeksi dari sebuah kerucut yang ditembus oleh sebuah silinder.


4.12 Gambar Proyeksi Kerucut Yang Ditembus Silinder

Dalam pandangan atas dibuat busur lingkaran pada silinder, kemudian dibagi 6 bagian yang sama pula. 
  1. Buat lingkaran-lingkaran dengan jari-jari dari sumbu tegak ke titik-titik potong, sehingga akan diperoleh lingkaran 12, 1-11, 2-10, 3-9, 4- 8, 5-7, dan lingkaran 6.
  2. Titik yang terdapat pada busur lingkaran dihubungkan dengan lingkaran-lingkaran.
  3. Titik 9 harus dihubungkan dengan lingkaran 9, titik 10 dihubungkan dengan lingkaran 10, titik 11 dihubungkan dengan lingkaran 11, dan seterusnya.
  4. Apabila titik potong tersebut dihubungkan maka garis tersebut adalah garis pertemuan dari silinder dengan lingkaran.
  5. Dengan cara yang sama kita rriendapatkan garis pertemuan yang terdapat pada pandangan depan. Untuk membuat bentangan dari benda silinder, langkah yang harus dilakukan adalah dengan membagi lingkaran dari silinder menjadi 12 bagian yang sama besar.
  6. Setelah itu tarik garis-garis mendatar ke pandangan depan sehingga terdapat beberapa bagian yang sama.
Adapun untuk untuk membuat bentangan benda kerucutnya adalah membuat lingkaran dengan jari-jari salah satu sisi dari kerucut tersebut dan membaginya menjadi 12 bagian yang sama besar. Kemudian dengan menggunakan panjang sebenarnya dari sisi miring sebagai jari-jari, buat buat sebuah busur lingkaran dari titik T dan bagi menjadi 12 bagian yang sama besar sesuai dengan pembagian pada alas kerucut. Anggap kerucut berada di sebelah 01.

Hubungkan titik pembagi tersebut ke titik 0. Kemudian buat busur-busur lingkaran dengan jari-jari titik 0 ke masing-masing titik perpotongan. Titik perpotongan tersebut dihubungkan satu sama lain, seperti tampak pada Gambar 4.11 Untuk mengetahui bentuk dari garis pertemuan silinder menembus kerucut seperti terlihat pada Gambar 4.11.

Cara memperoleh gambar tersebut adalah sebagai berikut. Setelah menggambar ketiga buah pandangan, lingkaran yang terdapat dalam pandangan samping dibagi dalam 12 bagian yang sama (Gambar 4.12). Kemudian beri nomor mulai dari 1, 2, 3, dan seterusnya. Setelah itu buat lingkaran pertolongan pada penampang silinder yang terdapat pada pandangan depan.

Busur tersebut dibagi menjadi 6 bagian yang sama. Buat garis horizontal dari titik 12 dihubungkan dengan 12. Kemudian titik 1-11 dengan 11 dan 1, titik 2-10 dengan 10 dan 2, titik 3-9 dengan 9 dan 3, demikian seterusnya. Garisgaris tersebut berpotongan dengan kerucut di a, b, c, d, e, f, dan g.
4.13 Bentangan Sebuah Kerucut Yang Ditembus Silinder

B. Bentangan transisi

1. Bentangan Segi Empat dengan Lingkaran Sepusat

Berikut ini ilustrasi berbagai benda dengan alas segi empat disebut transisi atau juga disebut transformer, dalam berbagai pandangan pada gambar 4.13. Pada gambar 3 dimensi (3D) tampak bentuk jadi dari bentangan yang sudah ditekuk. Sedangkan bentuk bukaan / bentangannya ditunjukkan dalam gambar planview. Ukuran panjang garis dalam pembuatan bukaan/bentangan dapat dilihat pada gambar True Lengths.
4.14 Gambar Benda Transformer

4.15 Ilustrasi Sebuah Benda Transformer

Pada gambar 4.15 adalah sebuah bukaan/bentangan dari suatu corong dengan alas segi empat dan ujungnya berbentuk lingkaran. Lingkaran pada Gambar 4.13 dan gambar 4.14 dibagi menjadi 12 bagian yang sama besar. Dengan pusat lingkaran di titik B, dibuat lingkaran di titik 3 dan titik 4, kemudian tarik garis tegak lurus, maka diperoleh titik 3' dan titik 4'.

Panjang garis B3 dan B4, adalah panjang yang sebenarnya. Buat garis sumbu x-x dan buat CD tegak lurus x-x. Buat garis D171 dan C171, garis tersebut sama panjang dengan garis B4'. Buat lingkaran di titik 7, dengan jari-jari 1-2, dan buat lingkaran di titik D1, dengan jari-jari B3, hingga diperoleh titik 61. 

Buat lingkaran di titik 61. dengan jari-jari 1-2 dan buat lingkaran di titik D1, jari-jari B3, hingga diperoleh titik 51. Dengan pusat di titik D1 buat lingkaran dengan jari-jari B4, dan di titik 51 dibuat lingkaran dengan jari-jari 1-2 diperoleh titik 41. Demikian seterusnya sehingga garis 11-11 sama dengan keliling lingkaran.
4.16 Langkah-Langkah Membuat Bentangan Transformer


4.17 Bentuk Bentangan Transformer

2. Bentangan Segi Empat dengan Lingkaran Tidak Sepusat
4.18 Bentuk segi empat dengan lingkaran tidak sepusat

Cara menggambar bentangannya adalah:
  • Menggambar pandangan depan dan pandangan atas
  • Membagi lingkaran pada pandangan atas menjadi 12 bagian yang sama;
  • Mencari panjang garis sebenarnya garis A1, B1, B3, C5, C6 dan C7;
  • Menyelesaikan gambar bentangannya dengan cara yang telah dipelajari.
4.19 Bentangan transisi bentuk segi empat dengan lingkaran tidak sepusat

3. Bentangan bentuk Segi Empat dengan Bujur Sangkar

Pada perubahan bentuk segi empat dengan bujur sangkar terlihat ada garis tekukan yang berbentuk segi tiga.
Cara menggambar bentangannya adalah:
  • Menggambar pandangan depan dan pandangan atas;
  • Mencari panjang garis sebenarnya (diawali oleh garis A1, A2, B3, C5, C6 dan C7;
  • Menyelesaikan gambar bentangannya dengan cara yang telah dipelajari.
4.20 Bentangan transisi bentuk segi empat dengan bujur sangkar

4. Bentangan Segi Empat Bersilang
4.21 Bentuk segi empat bersilang

4.22 Bentangan bentuk segi empat bersilang

Cara menggambar bentangannya adalah:
a. Menggambar pandangan depan dan pandangan atas;
b. Menentukan garis bantu yang membentuk segi tiga pada pandangan atas, dimulai dari sambungan;
c. Mencari panjang garis sebenarnya (diawali oleh garis A1, A2, B2, C2, C4, E4 dan E5;
d. Menyelesaikan gambar bentangannya seperti contoh.

LEMBAR PRAKTIKUM

Perhatikan Gambar Berikut!


Setelah Anda mengamati gambar tersebut, langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah membuat gambar bentangan dari benda seperti gambar tersebut. Sebelum Anda membuatnya, Anda diwajibkan untuk merencanakan langkah- langkah yang harus dilakukan dalam proses pembuatan benda tersebut, sehingga rencana tersebut dapat Anda gunakan sebagai “guide” dalam proses pembuatan gambar.

Anda harus bekerja dengan recana atau langkah kerja yang anda buat. Oleh karena itu, sebelum melaksanakan pekerjaan tersebut Anda harus benar- benar yakin dengan rencana yang akan Anda lakukan. Pada setiap langkah yang Anda kerjakan, Anda harus membuat cek list bahwa langkah tersebut telah Anda lakukan. Apabila Anda telah selesai membuat rencana tersebut, selanjutnya Anda masukan pada form seperti pada lembar kerja praktik


CONTOH SOAL

Tugas 1
  1. Akan dibuat suatu cerobong seperti pada gambar berikut ini. Cerobong dibuat dari plat mild steel dengan tebal 1,2 mm, dengan proses pengerolan dan pengelasan oksi-asitilin. Cerobong terdiri dari pipa silndris dan kerucut. Kelonggaran sebesar - 0,5 mm. Buatlah gambar bentangannya, mal akan dibuat dari plat seng yang tipis.
  2. Amatilah, corong yang akan dibuat, termasuk jenis silinder tegak atau oblik (miring).
  3. Amatilah silinder belokan, jika bentuknya sama cukup dibuat satu, perpotongan kedua pipa silinder mempunyai bentuk geometris apa
  4. Belajarlah membuat bentangan silinder terpancung dari bab sebelumnya, termasuk bila harus berpotongan dengan bentuk kerucut.
  5. Belajarlah membagi busur lingkaran secara perhitungan dan secara lukisan.
Kunci Jawaban :
Gambar kerja kerucut tegak.


Untuk lebih memiliki wawasan seputar bentangan kombinasi , berikut ini beberapa gambar untuk menambah wawasan.
4.23. Ducting System in factory

RANGKUMAN

Gambar bukaan / bentangan kombinasi adalah gabungan beberapa bentuk bukaan / bentangan yang disatukan menjadi satu kesatuan bentuk. Ada dua bentuk kombinasi yaitu bentuk interseksi dan transisi.
Bentuk interseksi adalah sebuah benda yang merupakan gabungan dari dua buah benda dengan bentuk yang sama atau berbeda ukuran dan menjadi satu kesatuan, seperti berbagai pipa bercabang, pipa berbelok, dll.

Adapun bentuk transisi adalah suatu benda yang mempunyai dua bidang permukaan yang berbeda antara bentuk atas dan bawah. Atau ujung yang satu berbeda dengan ujung yang lain. Jenis ini juga disebut dengan bentuk transformer. Sebagai contoh bagian atas berbentuk lingkaran sedangkan bawah berbentuk segi empat.

Penggunaan bukaan / bentangan kombinasi dapat dikelompokkan menjadi 3 sebagai berikut :
  1. Bentangan Interseksi
    1. Bentangan kombinasi sambungan 2 bentuk atau lebih
      • a. Bentangan silinder berpotongan membentuk sudut 90°
      • b. Bentangan bagian dari silinder bengkok
    1. Bentangan kombinasi 2 bentuk atau lebih yang memotong
      • a. Silinder Berpotongan Bentuk T (sudut 90°) dengan Diameter Sama
      • b. Silinder Berpotongan Bentuk T (sudut 90°) dengan Diameter Tidak Sama
      • c. Silinder Berpotongan Bentuk T dengan Diameter Tidak Sama dan Tidak Sesumbu
      • d. Silinder Berpotongan Bentuk T Miring dengan Diameter Tidak Sama
      • e. Silinder dengan Kerucut Berpotongan Miring
      • f. Silinder Berpotongan dengan Limas
      • g. Silinder Berpotongan dengan Kerucut (Tidak Sepusat)
      • h. Bentangan/bukaan Kerucut dengan silinder
  2. Bentangan transisi
    1. Bentangan Segi Empat dengan Lingkaran Sepusat
    2. Bentangan Segi Empat dengan Lingkaran Tidak Sepusat
    3. Bentangan bentuk Segi Empat dengan Bujur Sangkar
    4. Bentangan Segi Empat Bersilang
Demikian pembahasan Menerapkan aturan gambar bukaan/bentangan metode kombinasi teknik gambar konstruksi. Semoga bermanfaat.
Admin
Admin Buku catatan digital seorang guru yang menuangkan pengetahuan kedalam tulisan. Semoga artikel tulisan saya bermanfaat bagi orang banyak. Mari menulis! Mari Membaca! Bintan News

Post a Comment for "Menerapkan Aturan Gambar Bukaan/Bentangan Metode Kombinasi"