Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Fungsi dan Cara Kerja Rangkaian Lampu Sein

Rangkaian Lampu Sein -  Setiap mobil pasti memiliki lampu pada bagian depan dan belakang. Fungsi lampu pada mobil bermacam-macam. Salah satunya adalah fungsi lampu tanda belok yang dikenal juga sebagai lampu sein. Dari sisi namanya saja Sobat pasti sudah tahu apa kegunaannya. Namun masih ada beberapa fungsi lainnya yang penting untuk diketahui. Ingin tahu lebih dalam tentang fungsi dari lampu tanda belok? Yuk simak penjelasan lengkapnya di bawah ini. 

Apa fungsi sein motor atau mobil?

Fungsi lampu sein yang utama merupakan untuk sebagai tanda mobil hendak berbelok. Ketika Sobat ingin berbelok ke kanan, maka wajib menyalakan lampu sein ke arah kanan bukan sebaliknya. Tujuan utama mengapa Sobat harus menyalakan lampu ini adalah untuk memberikan tanda pada pengemudi lain.

1. Tanda Belok

Berbeda dengan fungsi lampu hazard, sudah jelas bahwa lampu tanda belok atau lampu sein ini berguna sebagai penanda ketika ingin bermanuver ke kanan dan kiri ketika berada di tingkungan, pertigaan, hingga perempatan. Dengan menyalakan salah satu sisi lampu, yakni kanan atau kiri, maka Sobat memberi informasi kepada pengendara di belakang dan di depan bahwa sedang ingin berbelok. Informasi seperti ini memang sangat penting agar pengendara bisa lebih hati-hati. Mereka bisa menurunkan kecepatan, tidak berada di samping mobil, atau menyalip dari arah tertentu. Isyarat dari lampu ini memang mempermudah seluruh pengendara.  

2. Tanda Untuk Mendahului Mobil di Depan

Dalam berkendara pasti ada kalanya Sobat bermanuver untuk menyalip mobil. Apalagi mobil yang tepat berada di depan Sobat. Namun agar pengendara mobil tersebut tahu bahwa Sobat ingin menyalipnya, berikan lampu sein. Dengan isyarat dari lampu sein, pengendara di depan Sobat bisa mengerti manuver yang akan segera dilakukan. Cara ini sangat ampuh untuk kondisi satu jalur saja karena ketika Sobat menyalip, maka mobil sedang berada di jalan lawan arah. Sekaligus juga untuk memberikan ruang agar Sobat mampu menyalip dengan lebih mudah dan tidak membahayakan pengendara lainnya.

3. Isyarat Informasi Kepada Kendaraan Dari Lawan Arah

Lampu sein atau lampu tanda belok juga berguna untuk memberikan informasi kepada kendaraan dari lawan arah. Ketika ada kendaraan berlawanan arah yang masuk ke jalan Sobat untuk menyalip mobil di depannya, maka Sobat perlu memberikan lampu sein agar dia segera keluar jalur. Tentunya hal ini dilakukan agar tidak terjadi kecelakaan akibat tabrakan yang berasal dari arah berlawanan. Ketika Sobat mau mau berbelok lalu memotong jalur berlawanan pun juga penting menyalakan lampu tanda belok. Kendaraan yang melihat Sobat dari arah berlawanan akan mengerti isyarat lalu berjalan lebih pelan agar tercipta ruang untuk berbelok.  

4. Tanda Pindah Jalur

Lampu tanda belok bisa digunakan untuk penanda atau isyarat bahwa Anda ingin pindah jalur. Tentunya hal ini bisa terjadi di dalam jalan yang memiliki beberapa jalur dalam satu arah sama. Umpama nyatanya adalah jalan tol. Ketika Sobat sedang berakselerasi dan ingin pindah jalur, sebaiknya nyalakan lampu ini untuk memberikan informasi kepada mobil di depan dan juga mobil di belakang. Khususnya mobil yang jalurnya akan Sobat masuki. Mobil tersebut bisa mulai jaga jarak agar proses perpindahan jalur Sobat berjalan lancar tanpa perlu ada insiden apapun. Jadi itulah empat fungsi lampu tanda belok yang penting untuk Sobat ketahui. Etika penggunaan lampu sein wajib diterapkan agar Sobat bisa menjaga keselamatan diri sendiri dan pengendara lainnya.

Cara Kerja Rangkaian Lampu Sein

Berbeda dengan lampu Hazard yang tidak perlu kunci kontak, dimana rangkaian lampu sein akan aktif ketika kunci kontak dalam posisi ON.

1. Kondisi OFF
Ketika saklar sein kiri atau kanan tidak digerakkan, tidak ada aliran arus listrik yang terjadi dalam rangkaian ini. Apa lagi jika kunci kontak posisi OFF, sistem ini sama sekali tidak berfungsi meski saklar sein di posisikan kiri atau kanan.


2. Signal Kiri
Ketika saklar sein diarahkan ke kiri (didorong ke depan) artinya pengemudi berniat menyalakan signal sein kiri. Namun, tetap harus memposisikan kunci kontak ON agar lampu sein berfungsi.

3. Signal Kanan

Apabila Sobat ingin memberi signal kanan ke pengemudi lain, sobat harus menyalakan lampu sein kanan dengan cara menarik tuas sein kearah pengemudi. Kondisi ini menyatakan bahwa kita memindahkan jalur positif baterai menuju terminal 49R.

Demikian pembahasan Fungsi dan Cara Kerja Rangkaian Lampu Sein. Semoga bisa membantu.
Bintan News
Bintan News Buku catatan digital seorang guru yang menuangkan pengetahuan kedalam tulisan. Semoga artikel tulisan saya bermanfaat bagi orang banyak. Mari menulis! Mari Membaca! Bintan News
close