-->

Contoh soal Pelayanan Farmasi Kelas 11 semester 2

Contoh soal pelayanan farmasi kelas 11 semester 2 yang kami bagikan ini adalah berdasarkan materi:
  • BAB IV PEMBUATAN SEDIAAN OBAT DALAM BENTUK PIL
  • BAB V PEMBUATAN SEDIAAN OBAT DALAM BENTUK SUPPOSITORIA
  • BAB VI PELAYANAN KEFARMASIAN
Dengan demikian soal pelayanan kefarmasian kelas 11 semester 2 ini sangat cocok digunakan untuk Penilaian Akhir Semester Genap sekarang ini.

Contoh soal Pelayanan Farmasi Kelas 11 semester 2

Adapun soal ini terdiri dari dua kategori, yaitu Soal Pilhan ganda dan Soal Essay

A. Pilihan Ganda Pelayanan Farmasi Kelas 11 semester 2

Contoh soal Pelayanan Farmasi Kelas 11 semester 2


Bacalah soal dengan seksama dan berilah tanda silang (x) pada jawaban yang dianggap paling tepat !

1. Sediaan berupa massa bulat yang mengandung satu atau lebih bahan obat disebut....
a. Tablet c. Pil e. Pulveres
b. Suppositoria d. Kapsul

2. Sediaan pil besar yang beratnya lebih dari 500 mg dan biasanya digunakan untuk pengobatan hewan disebut juga dengan ....
a. Boli c. Granula e. Slug
b. Tablet d. Kapsul

3. Bahan tambahan yang harus ada dalam pembuatan pil, kecuali ....
a. Bahan pengisi c. Bahan pengikat e. Bahan penabur
b. Bahan penyalut d. Bahan pelicin

4. Zat tambahan dalam pembuatan pil yang dapat digunakan sebagai bahan pengisi dan bahan pengikat adalah ....
a. Akar manis c. Bolus alba e. Gom arab
b. Tragakan d. PGS

5. Zat tambahan yang digunakan untuk menutupi rasa dan bau yang kurang menyenangkan pada pil adalah ....
a. Bahan pengisi c. Bahan pengikat e. Bahan penabur
b. Bahan penyalut d. Bahan pelicin

6. Pada pemeriksaan mutu sediaan pil, syarat waktu hancur untuk pil yang bersalut adalah selama ....
a. 5 menit c. 15 menit e. 60 menit
b. 10 menit d. 30 menit

7. Campuran antara succus liquiritiae dan radix liquiritiae dengan jumlah sama banyak disebut ....
a. Pulvis Pro Pilulae c. Aqua gliserinata e. Pil boli
b. Pil hitam (Black pil) d. Pil oksidator

8. Untuk membuat 60 pil dibutuhkan succus liquiritiae sebagai zat pengikat sebanyak ....
a. 1 gram c. 3 gram e. 5 gram
b. 2 gram d. 4 gram

9. Pemberian aqua gliserinata dalam pembuatan pil bertujuan untuk ....
a. Menambah massa pil
b. Mencegah pil agar tidak terlalu keras
c. Agar pil mudah digulung dan dipotong
d. Mencegah pil bereaksi dengan zat oksidator
e. Mencegah melekatnya pil pada alat cetakan

10. Untuk pil dengan senyawa oksidator, sebagai bahan pengisi digunakan ....
a. succus liquiritiae c. aqua gliserinata e. Likopodium
b. radix liquiritiae d. Bolus alba

11. Talk atau likopodium dalam pembuatan pil dapat berfungsi sebagai ....
a. Menambah massa pil
b. Mencegah pil agar tidak terlalu keras
c. Agar pil mudah digulung dan dipotong
d. Mencegah pil bereaksi dengan zat oksidator
e. Mencegah melekatnya pil pada alat cetakan

12. Untuk menetralkan sifat asam yang mungkin terjadi pada pembuatan pil dengan ekstrak gentian dan ferrum reductum adalah dengan menambahkan senyawa ....
a. NaCl c. MgO e. AgNO3
b. KMNO4 d. NaOH

13. Sediaan padat yang dapat meleleh, melunak, atau melarut dalam suhu tubuh dan diberikan dengan cara dimasukkan melalui rektal, vaginal atau uretra disebut ....
a. Tablet c. Pil e. Pulveres
b. Suppositoria d. Kapsul

14. Suppositoria yang diberikan melaui vaginal disebut juga dengan ....
a. Ovula c. Bacilla e. Bougies
b. Liniment d. Saponatus

15. Bobot suppositoria yang lazim digunakan adalah ....
a. 1 gram c. 5 gram e. 7 gram
b. 2 gram d. 6 gram

16. Dibawah ini yang bukan merupakan keuntungan pemakaian suppositoria adalah ... 
a. Dapat digunakan untuk pasien yang sedang mengendarai kendaraan
b. Dapat menghindari terjadinya iritasi lambung
c. Dapat menghindari kerusakan obat akibat enzim pencernaan dan asam lambung
d. Dapat menunjukkan efek yang lebih cepat dibandingkan dengan penggunaan obat oral
e. Dapat diberikan kepada pasien yang muntah dan hilang kesadaran

17. Rektum memiliki cairan dalam jumlah sedikit dengan pH sebesar ....
a. 4,2 c. 6,2 e. 8,2
b. 5,2 d. 7,2

18. Suppositoria dapat memberikan efek lokal pada pemakaiannya, yaitu ditujukan untuk penyakit ....
a. Hipertensi c. Hemoroid e. Dispepsia
b. Asma d. TBC

19. Suppositoria dapat memberikan efek yang lebih cepat daripada penggunaan obat secara peroral karena zat berkhasiatnya dapat langsung diserap dan masuk ke dalam ....
a. Lambung c. Hati e. Jiwa
b. Pembuluh darah d. Usus besar

20. Berikut merupakan factor-faktor yang dapat mempengaruhi penyerapan obat dalam rektal, kecuali ....
a. Kelarutan obat c. Kadar obat dalam basis e. Ukuran partikel
b. Jenis basis suppositoria d. Bentuk suppositoria
21. Pengaruh kadar obat dalam basis terhadap absorbsi obat adalah ....
a. Semakin tinggi kadar obat, absorbsi obat semakin lambat
b. Semakin tinggi kadar obat, absorbsi obat semakin cepat
c. Semakin kecil kadar obat, absorbsi obat semakin cepat
d. Kadar obat dan absorbsi berbanding terbalik
e. Kadar obat yang tinggi dapat menurunkan absorbsi di dalam rektal

22. Bahan dasar suppositoria yang ideal harus mempunyai sifat berikut, kecuali ....
a. Mudah dibentuk pada suhu kamar
b. Dapat bercampur dengan bahan obat
c. Stabil dalam penyimpanan
d. Memiliki kadar air yang tinggi
e. Tidak beracun dan tidak menimbulkan iritasi

23. Bahan dasar suppositoria yang merupakan trigliserida dari asam oleat, asam
stearat, dan asam palmitat adalah ....
a. Lemak coklat c. PEG e. Gliserin
b. Gelatin d. Tween

24. Bentuk yang terjadi pada lelehan oleum cacao yang memiliki titik lebur 28-31oC  adalah ...
a. Bentuk alfa c. Bentuk beta e. Bentuk gamma
b. Bentuk beta stabil d. Bentuk beta labil

25. Zat yang dapat ditambahkan untuk meningkatkan titik lebur dari oleum cacao adalah ....
a. Gelatin c. Gliserin e. Cetyl alkohol
b. Cera flava d. Asam oleat dan asam stearat

26. Zat yang dapat digunakan sebagai pengganti oleum cacao dalam pembuatan suppositoria adalah ....
a. Coa buta c. Cera flava e. Kloral hidrat
b. Oleum sesami d. Carbophol

27. Berikut yang merupakan sifat dari PEG adalah ....
a. Mencair atau melunak pada suhu tubuh
b. Larut dalam cairan sekresi tubuh
c. Mudah tengik
d. Memiliki sifat polimorfisme
e. Berwaarna putih kekuningan

28. Kekurangan PEG sebagai basis suppositoria adalah ....
a. Meleleh pada udara panas
b. Titik leburnya dapat turun atau naik dengan penambahan bahan tertentu
c. Adanya sifat polimorfisme
d. Dapat menarik cairan dari jaringan tubuh setelah dimasukkan
e. Sering bocor atau keluar dari rektum karena mencair

29. Kemasan yang lazim digunakan untuk suppositoria adalah ....
a. Alumunium foil c. Tupperware e. Plastik putih
b. Besi atau tembaga d. Kuningan

30. Untuk mengatasi massa yang hilang karena melekat pada cetakan, maka formula suppositoria sebaiknya ....
a. Dimasukkan ke dalam lemari es selama 3 jam
b. Dilebihkan sebanyak 10%
c. Dibasahi dengan oleum amygdalarum
d. Dibasahi dengan air secukupnya
e. Diubah bentuknya

31. Pada pemeriksaan mutu suppositoria, waktu hancur untuk suppositoria dengan basis PEG adalah selama ....
a. 15 menit c. 45 menit e. 2 jam
b. 30 menit d. 60 menit

32. Dibawah ini yang bukan merupakan pemeriksaan mutu suppositoria adalah ....
a. Uji titik lebur c. Uji waktu hancur e.Uji kekerasan
b. Uji kerapuhan d. Uji homogenitas

33. Pelayanan kefarmasian dapat dilakukan pada sarana berikut, kecuali ....
a. Apotek c. Rumah sakit e. Klinik
b. Pedagang besar farmasi d. Puskesmas

34. Berikut yang bukan merupakan perbekalan farmasi adalah ....
a. Bahan obat c. Kosmetika e. Alat kesehatan
b. Makanan dan minuman d. Radio farmasi

35. Peraturan Menteri Kesehatan nomor 72 tahun 2016 adalah mengatur tentang standar pelayanan kefarmasian di sarana ....
a. Apotek c. Rumah sakit e. Klinik
b. Pedagang besar farmasi d. Puskesmas

36. Kegiatan yang dilakukan dengan membandingkan instruksi pengobatan dengan obat yang telah diperoleh pasien disebut ....
a. Monitoring obat c. Medical record e. Konsultasi obat
b. Rekonsiliasi obat d. Visite

37. Kegiatan mengunjungi pasien rawat inap yang dilakukan Apoteker secara mandiri atau bersama tenaga kesehatan lain untuk mengamati kondisi klinis pasien secara langsung adalah ....
a. Monitoring obat c. Medical record e. Konsultasi obat
b. Rekonsiliasi obat d. Visite

38. Tujuan dilakukannya kegiatan Home care dalam rangka pelayanan kefarmasian adalah ....
a. mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah pasien yang berkaitan dengan pengambilan keputusan dan penggunaan obat
b. memberikan informasi dan konsultasi secara akurat, tidak bias, faktual, terkini, mudah dimengerti, etis dan bijaksana tentang penggunaan obat
c. agar pasien yang tidak memungkinkan datang ke apotek tetap mendapatkan pelayanan kefarmasian secara optimal dan komprehensif, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan pasien tersebut
d. mengevaluasi penggunaan Obat yang terstruktur dan berkesinambungan secara kualitatif dan kuantitatif
e. memastikan terapi Obat yang aman, efektif dan rasional bagi pasien

39. Profesi yang termasuk dalam tenaga kefarmasian sesuai PP 51 tahun 2009 adalah ....
a. Apoteker c. Dokter e. Perawat
b. Bidan d. Mantri

40. Dibawah ini merupakan kegiatan pelayanan kefarmasian yang dapat dilakukan di apotek, kecuali ....
a. Pelayanan resep c. PIO e. Konseling
b. Home care d. visite

B. Soal Uraian/Essay Pelayanan Kefarmasian Kelas 11 semester 2

Jawablah soal dibawah ini dengan benar !
  1. Jelaskan komponen-komponen dalam pembuatan pil dan sebutkan contohnya masing-masing !
  2. Jelaskan persyaratan waktu hancur pil bersalut dan pil tidak bersalut !
  3. Apa yang dimaksud dengan polimorfisme kristal pada oleum cacao ? dan jelaskan bentuk-bentuk kristal tersebut !
  4. Apakah yang dimaksud dengan rekonsiliasi obat ?
  5. Sebutkan dan jelaskan 5 jenis pelayanan kefarmasian di apotek !
Demikian pembahasan contoh soal pelayanan farmasi kelas 11 semester 2 yang bisa kami sharing buat teman-teman semuanya. Semoga bisa membantu.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel