close
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

MESIN ROUTER PORTABLE, Cara Menggunakan, Keselamatan Kerja, Bagian-Bagian

Artikel Mesin Router Portable kali ini akan membahas secara lengkap mengenai Kesehatan dan Keselamatan Kerja pada Mesin Router Portable yang perlu dipersiapkan sebelum bekerja dengan power tool yang satu ini.

Pada bagian berikutnya juga akan ada pengenalan umum Mesin Router Portable mengenai fungsi juga spesifikasi yang tepat untuk suatu pekerjaan. Termasuk juga perlengkapan tambahan yang sangat diperlukan agar proses kerja berjalan mulus.

MESIN ROUTER PORTABLE, Cara Menggunakan, Keselamatan Kerja, Bagian-Bagian

Selain itu bagian-bagian Mesin Router Portable sewajarnya harus dikenal baik oleh operator. Dengan demikian, setiap operasi kerja yang berbeda dapat dengan mudah dilakukan tanpa harus bertanya lagi.

Cara pengoperasian Mesin Router Portable harus dijelaskan dengan baik dan detail, agar tidak terjadi salah hidupkan bagian mesin. Sehingga perkerjaan yang dilakukan sesuai dengan permintaan dan waktu pengerjaan menjadi efisien.

Tentu saja cara Merawat Mesin Router Portable wajib dipahami pemilik/operator power tool ini. Hal ini sangat bermanfaat untuk durasi atau keawetan power tools ini tidak cepat rusak.

Setelah selesai pembelajaran materi tentang mesin router portable siswa dapat:
  1. Memahami mengenahi kesehatan dan keselamatan kerja pada mesin router portable sesuai standard operating procedure (SOP).
  2. Memahami pengenalan umum tentang mesin router portable dengan benar.
  3. Memahami bagian-bagian mesin router portable dengan benar.
  4. Mengoperasikan mesin router portable sesuai standard operating procedure (SOP).
  5. Melakukan perawatan mesin router portable sesuai standard operating procedure(SOP).

A. Kesehatan dan Keselamatan Kerja pada Mesin Router Portable

Keselamatan kerja adalah upaya agar pekerja (guru, siswa, teknisi ) selamat di tempat kerjanya, sehingga terhindar dari kecelakaan, termasuk juga untuk menyelamatkan peralatan, hasil produksi dan orang lain. Dengan kata lain kesehatan dan keselamatan kerja (K3) adalah usaha melindungi pencegahan kecelakaan baik itu manusia, pekerja dalam hal ini di sekolah siswa dan guru, melindungi peralatan serta bahan dan produknya berupa karya-karya, dari hal-hal yang merugikan. Kesehatan dan keselamatan kerja dalam menggunakan peralatan mesin router portable harus mengetahui tentang petunjuk pengopersian alat mesin tesebut yang diberikan berupa petunjuk penggunaan yang diberikan bersamaan pembelian peralatan tersebut serta harus dipahami dan ditaati oleh pengguna peralatan tersebut agar berguna bagi kesehatan dan keselamatan kerja.

1. Keamanan Tempat Kerja dalam Menggunakan Mesin Router
  • Menjaga penerangan dan kebersihan yang baik, tempat yang terang dan bersih dapat menyebabkan kenyamanan dalam bekerja.
  • Jangan menggunakan mesin router pada yang beresiko mudah terjadi ledakan, contohnya seperti diruangan yang terdapat cairan bahan finishing, gas dan debu yang mudah terbakar.
  • Pada waktu menggunakan mesin router hindari pengunjung masuk didalam bengkel. Hal tersebut dapat menyebabakan konsentrasi dalam bekerja berkurang.
2. Keamanan Kelistrikan pada Mesin Router
  • Steker pada mesin router harus cocok dengan stop kontak.
  • Dilarang bersentuhan dengan benda yang menyentuh permukaan tanah seperti pipa, radiator dan pendingin, Hal ini dapat menyebabkan bahaya tersengat listrik bila menyentuh benda tersebut.
  • Jangan gunakan mesin router ketika kehujan atau kondisi basah. Air yang terdapat diperalatan teknik bertenaga listrik tersebut dapat menyebabkan bahaya tesengat aliran listrik.
  • Jaga kabel dari paparan panas, pelumas atau benda tajam atau yang bergerak. Kabel yang rusak atau tidak terawat dapat menyebabkan bahaya tersengat aliran listrik.
  • Ketika menggunakan mesin router diluar ruangan, gunakanlah penyambung kabel yang sesuai untuk penggunaan diluar ruangan. Menggunakan penyambung kabel yang sesuai untuk penggunaan diluar ruangan dapat mengurangi bahaya tersengat listrik.
  • Apabila terpaksa menggunakan peralatan teknik bertenaga listrik ditempat yang lembab, gunakanlah alat pelindung diri untuk melindungi aliran listrik, untuk mengurangi bahaya tersengat aliran listrik.
3. Keselamatan Perseorangan Mesin Router
  • Mengoperasikan mesin router dalam keadaan sehat.
  • Jangan mengoperasikan mesin router dalam keadaan lelah atau sakit.
  • Gunakan alat pelindung diri seperti kaca mata, masker dan pakaian kerja.
  • Pastikan posisi saklar dalam keadaan mati (off) sebelum menghubungkan mesin ke sumber listrik.
  • Periksa kunci-kunci penyetel sebelum menghidupkan mesin Router.
  • Memakai pakaian kerja dengan baik jangan terlalu longgar serta tidak memakai perhiasan.
  • Jaga kebersihan bengkel dari serpihan atau tatal kayu dan debu.
4. Keselamatan Mesin Router
  • Pegang mesin router pada bagian yang terisolasi sebab pemotong mungkin bersentuhan dengan kawat yang tersembunyi.
  • Gunakan klem untuk mengikat benda kerja agar tidak bergeser.
  • Gunakan alat pelindung diri selama penggunaan terus-menerus.
  • Periksa pisau mesin router secara secara seksama apabila retak segera diganti.
  • Hindari memotong paku, buang semua paku pada benda kerja.
  • Pegang mesin kuat-kuat pada waktu pengoperasian mesin Router.
  • Jauhkan tangan dan jari dari bagian mesin yang berputar.
  • Perhatikan adanya goyangan atau getaran yang menunjukkan pisau mesin terpasang tidak benar.
  • Hati-hati terhadap arah putaran pisau mesin dan arah pemakanan.
  • Jangan tinggalkan mesin dalam kedaan hidup.
  • Pada waktu mematikan mesin tunggu sampai pisau mesin benar-benar berhenti.
  • Jangan menyentuh mata mesin atau benda kerja setelah pengoperasian.
  • Selalu menggunakan masker yang tepat sesuai bahan dan pekerjaan yang dikerjakan.

B. Pengenalan Umum Mesin Router Portable

Perhatikan kosen, pintu, jendela, lis pada plafon dan pigura foto, yang terbuat dari kayu yang diprofil, bertujuan supaya terlihat indah serta mempunyai nilai estetika. Bagaimana cara membuat profil kayu? Peralatan apa yang dipergunakan? Peralatan untuk membuat kayu yang diprofil namanya mesin router, mesin router termasuk peralatan listrik portable karena dalam mengoperasikan alat tersebut dengan cara diangkat atau dijinjing.

Mesin router dapat berfungsi sebagai pembuatan alur dan sponing lurus, pembuatan alur dan sponing lengkung, pembuatan alur tanpa pembantu dan membuat alur sambungan ekor burung. Dalam Bab V ini akan membahas mengenahi Kesehatan dan Keselamatan Kerja pengoperasian mesin router, Pengenalan umum mesin router, Bagian-bagian mesin router, cara pengoperasian mesin router dan cara merawat mesin router.

Macam-macam mesin router atau trimmer portable antara lain :

MESIN ROUTER PORTABLE, Cara Menggunakan, Keselamatan Kerja, Bagian-Bagian
Gambar 4.1. Mesin Router
Sumber: Budi Martono,dkk ( 2008:133)

Gambar 4.2. Mesin Router
Sumber: Foto dokumen pribadi.

Gambar 4.9. Mesin Trimmer
Sumber: Budi Martono, dkk ( 2008:138) dari Holztechnik – Fachkunde, Wolfgan  Nutsch Dipl.-Ing, 2005.
Mesin router disebut juga mesin frais tangan atau mesin trimmer digunakan untuk membuat profil sponing kosen, membuat alur pada benda kerja, meratakan pelapis sintetik (formika), dapat membuat sambungan ekor burung dan banyak pengerjaan lainnya.

Jenis pengerjaan menentukan jenis pisau yang digunakan. Mesin router ini berfungsi untuk membuat alur pada permukaan kayu maka pisau profil berada pada posisi vertikal ke arah bawah. Mesin router dirancang dengan kecepatan putar (rpm) yang tinggi. Prinsip dasarnya mesin router mirip dengan mesin bor vertikal namun demikian pisau pisaunya memiliki bentuk dan desain yang berbeda.

Mesin ini adalah salah satu dasar dari semua mesin kayu yang saat ini terdapat di pabrik ataupun perusahaan penjual mesin. Banyak beberapa desain mesin menggabungkan fungsi dasar dari mesin di atas sehingga timbul nama mesin baru. Namun apabila anda sudah mengerti prinsip kerja dari mesin-mesin di atas akan dapat untuk memahami cara kerja dari mesin yang lain.

Mesin trimmer atau mesin profil merupakan salah satu mesin perkakas perkayuan pada pengerjaan konstruksi kayu atau untuk pengerjaan mebelair. Mesin trimmer berfungsi untuk merapikan sambungan kayu dan membuat profil, lengkungan pada sisi kayu, membuat purus dan lubangnya, serta membuat celah sambungan.

Pisau mesin trimmer dapat diganti-ganti sesuai dengan profil yang diinginkan. Mesin trimmer menggunakan pasokan daya listrik yang bervoltase sama yang tertera pada pelat nama dan hanya dapat dijalankan dengan listrik AC fase tunggal.

C. Bagian- Bagian Mesin Router Portable

Gambar 4.10.Bagian-bagian Mesin Router
Sumber: Budi Martono,dkk ( 2008:134)

Bagian-bagian pada mesin router sebagai berikut:
  1. Sakelar berfungsi menghidupkan dan mematikan mesin router.
  2. Pengunci kedalaman berfungsi mengencangkan ukuran kedalaman.
  3. Pegangan berfungsi menekan dan mendorong pengoperasian mesin router.
  4. Pegas berfungsi membatu dalam pengaturan kedalaman pisau mesin router.
  5. Pengaman berfungsi melindungi pemakai dari putaran pisau mesin router.
  6. Rumah Mesin berfungsi melindungi motor dari benturan.
  7. Meja Mesin berfungsi sebagai dudukan dalam pengoperasian mesin router.
  8. Alat penentu kedalaman berfungsi menentukan kedalaman pisau mesin router.
  9. Kabel berfungsi mengalirkan arus listrik ke mesin router.
Gambar 4.11. Alat bantu pada mesin router
Sumber: Budi Martono,dkk ( 2008:134)

Peralatan bantu pada mesin router berfungsi memaksimalkan kerja dari mesin router supaya dapat digunakan berbagai p e k e r j a a n d a l a m p e m b u a t a n p r o d u k perkayuan sehingga mesin router tidak hanya membuat profil saja.
Gambar 4.12. Cincin pengganda
Sumber: Cahyo Kuncoro (2013:145)

Cincin pengganda (copying ring) berfungsi untuk pembuatan benda kerja dengan menggunakan sablon-sablon khusus dengan peralatan ini sablon diperoleh hasil yang sama.

Gambar 4.13. Pengantar pararel
Sumber: Cahyo Kuncoro (2013:145).


ambar 4.14. Pengatur halus
Sumber: Cahyo Kuncoro (2013:146)

Pengantar paralel digunakan untuk membuat alur sponing atau profil pada sisi samping benda kerja yang lurus supaya alur  atau profil menghasilkan profilan yang lurus harus diperhatikan sebelum mengoperasikan tepi kayu pada benda kerja yang akan diprofil benar-benar sudah lurus tidak melengkung. Pengatur kehalusan digunakan pada pengantar pararel sebagai tambahan agar dapat diatur lebih teliti.

Gambar 4.15. Pengantar sisi tebal
Sumber: Cahyo Kuncoro (2013:146)

Pengantar sisi tebal digunakan untuk pekerjaan berulang, pembuatan profil atau perataan sisi yang melengkung tanpa menggunakan pisau frais atas tangan berbantalan.
Gambar 4.16. Alat dasar penyudut
Sumber: Cahyo Kuncoro (2013:146)

Alas dasar penyudut difungsikan untuk membuat profil bersudut-sudut dapat diatur sampai 45 derajat peralatan tambahan ini dibuat dengan penghenti untuk mendapatkan suatu sudut tertentu.

Gambar 4.17. Pembatas miring
Sumber: Cahyo Kuncoro (2013:146)

Pembatas miring (side fence) difungsikan untuk membuat profil pada papan yang cukup lebar sehingga pengantar pararel dapat difungsikan.

Gambar 4.18. Jangka ( circle cutting device)
Sumber: Cahyo Kuncoro (2013:146)

Jangka (circle cutting device) difungsikan untuk pemandu dalam memotong atau mengalur bentuk lingkaran atau bundar dalam pengopersian mesin router.

Gambar 4.19. Bagian-bagian mesin Trimmer
Sumber: Budi Martono, dkk (2008:138) dari Holztechnik – Fachkunde, Wolfgang Nutsch Dipl.-Ing, 2005.

Bagian-bagian dari mesin trimmer:
  1. Pegangan atau body berfungsi melindungi motor dan pegangan pada waktu pengopersian.
  2. Saklar picu berfungsi menghidupkan dan mematikan mesin router.
  3. Ventilasi berfungsi sebagi pendingin pada motor mesin router pada waktu dioperasikan agar motor tahan lama.
  4. Ukuran kedalaman berfungsi mengukur kedalaman dam menggunakan mesin router.
  5. Pengunci berfungsi mengunci ketepatan s t e l a n k e d a l a m a n p a d a w a k t u pengoperasian harus dikunci benar agar ketepatan kedalaman tidak bergeser.
  6. Meja berfungsi sebagai penahan dengan permukaan benda kerja agar pada pengoperasin tidak bergeser sehingga hasilnya maksimal baik.
  7. Kabel berfungsi sebagai penyalur arus listrik sehingga motor bisa berputar
Gambar 4.20. Alat bantu mesin Trimmer
Sumber: Budi Martono, dkk (2008:138) dari Holztechnik – Fachkunde, Wolfgang Nutsch Dipl.-Ing, 2005.
Keterangan gambar:
1. Pengantar pararel
2. Kunci pas
3. Pengantar hias
4. Cincin

D. Pengoperasian Mesin Router Portable

Gambar 4.22. Cara memasang pisau router
Sumber: Cahyo Kuncoro (2013:148)

Cara memasang pisau router sebagai berikut:
  1. Pastikan bahwa mesin dalam keadaan mati dan steker tercabut.
  2. M e n e k a n p e l a t d a s a r s e h i n g g a mendekati body atau rumah motor.
  3. Mengencangkan pegangan pengunci (8) sehingga pelat dasar tidak bergerak.
  4. Membuka baut pada poros dengan 2 buah kunci bersama.
  5. Memasukkan mata pisau router ke dalam lubang poros dan kencangkan kuat.
  6. Mengendorkan pegangan pengunci (8) pelat dasar sampai menutupi poros kerja sehingga melindungi tangan kita dari putaran mata pisau apabila mesin router dioperasikan.
  7. Mesin router siap dioperasikan.
Gambar 4.23. Cara melepas pisau router
Sumber: Cahyo Kuncoro (2013:149).

Cara melepas pisau router sebagai berikut:
  1. Langkah-langkah melepas mata pisau router hampir sama dengan pemasangan pisau.
  2. Setelah pelat dasar ditekan mendekati b o d y a t a u r u m a h m o t o r d a n dikencangkan.
  3. Membuka baut penjepit mata pisau router dengan kombinasi 2 buah kunci poros, lalu lepaskan pisaunya putaran baut berlawanan pada pemasangan untuk melepas baut diputar kekiri.
  4. Setelah pisau router diambil baut dikencangkan sedikit agar tidak terlepas tanpa sengaja supaya tidak hilang.
  5. Menyimpan mesin router dan pisau dengan baik pada tempat penyimpanan alat.
Gambar 4.24. Mengatur kedalaman pisau pemotong
Sumber: Budi Matono (2008:135) 

Pada mesin router portable berskala p e n g u k u r , p e n g a t u r a n l e b i h m u d a h dilakukannya perlu pengaturan baut pembatasnya sesuai dengan kedalaman pada skala. Bila tidak terdapat skala kedalaman pisau pada mesin atau karena mata router yang terlalu pendek dan tidak sesuai dengan skala lagi, maka kita lakukan langkah sebagai berikut:
  1. Menekan pelat dasar menuju rumah atau body motor.
  2. Sehingga pisau tersembul mengukur sembul pisau yang dikehendaki dengan sedikit demi sedikit mengendorkan pegangan pengunci.
  3. Setelah tepat sembul pisau router ukur yang kita inginkan.
  4. Mengeraskan pegangan pengunci. Kita atur baut pengatur batas kedalaman iris router dulu sebelum pegangan pengunci kita lepaskan.
Gambar 4.26. Arah putaran pisau router
Sumber: Cahyo Kuncoro (2013:156)

Gambar 4.27. Pembuatan alur lurus
Sumber: Cahyo Kuncoro (2013:153)

Keterangan gambar:
  • (a) Arah putaran pisau router dan arah pendorongan mesin router yang benar sedangkan yang
  • (b) Arah putaran pisau router dan arah pendorongan mesin router yang salah.

Keterangan gambar:
  1. Kedalaman iris pisau router merupakan dalam alur atau sponing.
  2. Lebar pisau router menentukan lebar alur. Pada pembuatan sponing, lebar dapat diatur.
  3. Jarak alur yang dibuat dengan tepi benda kerja.
Cara mengoperasika mesin router dalam membuat alur lurus, perlengkapan mesin router yang diperlukan adalah: pengantar paralel dan pisau router untuk membuat alur. Langkah kerja yang dilakukan membuat alur lurus sebagai berikut:
  1. Memasang pisau router sesuai ukuran dikunci dan dikencangkan.
  2. Mengatur kedalaman pisau router sesuai alur yang ingin dibuat dengan mengatur kemunculan pisau dari pelat dasar mesin dan dikencangkan agar tidak bergeser.
  3. Memasang pengantar pararel pada mesin router dan kencangkan baut penjepitnya supaya tidak bergeser.
  4. Lebar alur adalah lebar diameter pisau yang digunakan.
  5. Jepitlah benda kerja pada meja kerja agar tidak mudah bergeser dengan klem.
  6. Menghubungkan mesin router dengan sumber listrik steker harus cocok dengan stop kontak.
  7. Menghidupkan mesin router pada sakelar tunggu putaran stabil dan mulai bekerja. Lebih baik dicobakan pada benda atau kayu yang tidak berguna untuk mengetahui ukuran sudah tepat atau belum,kalau memang sudah tepat mulai membuat alur pada benda yang akan dibuat. Mula-mula,singgungkan pengantar pararel pada sisi benda kerja,lalu tekanlah rumah mesin router hingga mata pisau router masuk kedalam benda kerja.
  8. Pada waktu mengoperasikan gerakan mesin router dengan pengantar pararel berada tepat pada sisi benda kerja dan mesin router pegang erat-erat karena getaran dalam membuat alur kira-kira sampai 3 - 4 mm kedalamannya.
  9. Benda kerja pada bagian tepi harus benar-benar lurus kalau tidak lurus maka pengantar pararel tidak berjalan, geserlah mesin router sepanjang alur yang ingin dibuat.
  10. Apabila kedalaman alur lebih dari 5 mm, pengerjaan bisa diulang 2 kali atau lebih, dengan tahapan kedalaman kirakira 3 sampai 4 mm sekali jalan.
  11. Setelah selesai mengoperasikan , matikan mesin pada sakelar kemudian mengendorkan pegangan pengunci sehingga pisau kembali tertutup oleh pelat dasar mesin.
  12. Membersihkan peralatan dari kotoran d a n m e n y i m p a n p a d a t e m p a t penyimpanan
Gambar 4.29. Pembuatan sponing lurus
Sumber: Cahyo Kuncoro (2013:155)

Cara mengoperasikan mesin router dalam membuat sponing lurus perlengkapan mesin router yang diperlukan adalah pengantar paralel dan mata pisau router untuk membuat sponing lurus. Langkah kerja yang dilakukan membuat sponing lurus sebagai berikut:

Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
  1. Memasang pisau sponing pada poros mesin router.
  2. Mengatur kedalaman alur sponing yang ingin dibuat dengan mengatur kemunculan pisau dari pelat dasar mesin router.
  3. Kemudian, pasanglah pengantar pararel pada mesin router dan kencangkan baut penjepitnya.
  4. Sebelum mengencang kan baut pengantar pararel, ukurlah jarak antara sisi pengantar ke sisi iris pisau sesuai dengan jarak alur dari tepi benda kerja.
  5. Jepitlah benda kerja pada meja kerja agar tidak mudah bergeser.
  6. Hubungkan mesin router dengan sumber listrik.
  7. Hidupkan mesin router pada tombol sakelar dan tunggu putaran mata pisau stabil mulai bekerja sebelum pada benda kerja di cobakan pada kayu yang tidak terpakai untuk mengecek apakah ukuran sudah benar atau belum apabila sudah tepat dilanjutkan pada benda kerja. Mula-mula,singgungkan pengantar pararel pada sisi benda kerja, lalu tekanlah rumah mesin hingga pisau masuk ke dalam benda kerja.
  8. Kemudian, keraskan pegangan pengunci dan geserlah mesin router sepanjang sponing yang ingin dibuat.
  9. Arah pendorongan mesin router pada pengerjaan sponing lurus harus dengan memperhatikan arah putaran pisau.
  10. Pendorongan yang baik selalu searah dengan putaran pisau. Bila kita mendorong berlawanan dengan arah putar pisau, maka pisau tersebut banyak yang bergeser dan meleset serta hasilnya tidak sempurna, sehingga mata pisau itu menjadi tumpul.
  11. Setelah selesai mengoperasikan, matikan mesin pada sakelar kemudian mengendorkan pegangan pengunci sehingga mata pisau kembali tertutup oleh pelat dasar mesin.
  12. Membersihkan mesin router dari kotoran dan menyimpan pada tempat penyimpanan.
Gambar 4.30. Skema ukuran cincin kopi
Sumber: Cahyo Kuncoro (2013:156)

Gambar 4.31. Pembuatan alur lengkung dengan mesin router.
Sumber: Enget,dkk (2003:137)

Pada pembuatan alur dan sponing lengkung diperlukan sablon (mal) dan cincin kopi (copying ring) sebagai pengantar. Harus diperhatikan ukuran diameter cincin kopi (D), diameter pisau (b), jarak sisi iris pisau dengan sisi luar cincin kopi pembuatan alur dan sponing lengkung memerlukan ketelitian pembuatan sablon yang dipakai, terutama pada radiusnya. Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
  1. Menyiapkan terlebih dahulu sablon yang akan dipakai.
  2. Setelah pembuatan sablon selesai, letakkan benda kerja di atas meja kerja.
  3. Kemudian, susunlah sablon di atasnya dan jepit dengan klam penjepit.
  4. Pasangkan pisau pada mesin serta cincin kopinya, atur kemunculan pisau sesuai dengan kedalaman alur yang ingin dibuat.
  5. Menghidupkan mesin router dan singgungkan sisi luar cincin pengantar pada sisi sablon.
  6. Tekanlah mesin router sehingga pisau memakan kayu 3 - 4 mm. Keraskan pegangan pengunci dan geserlah mesin router sepanjang alur yang diinginkan.
  7. Lakukan pentahapan pembuatan alur ini seperti biasa sampai kedalaman alur yang diinginkan tercapai.
  8. Apabila kedalaman alur lebih dari 5 mm sebaiknya pengerjaan dilakukan 2 kali atau lebih dengan kedalaman 3-4 mm sekali jalan.
  9. Setelah selesai mengoperasikan, matikan mesin pada sakelar kemudian mengendorkan pegangan pengunci sehingga mata pisau kembali tertutup oleh pelat dasar mesin.
  10. Membersihkan mesin router dari kotoran dan menyimpan pada tempat penyimpanan.
Pembuatan sponing lengkung dengan pisau berbantalan dengan sistem ini 
Gambar 4.32. Pisau dengan bearing
Sumber: Cahyo Kuncoro (2013:159)

pengerjaan berjalan lebih cepat, karena tidak membutuhkan sablon dan cincin kopi, tetapi hanya pisau router berbantalan. Ketebalan sponing (B) tergantung pada diameter pisau dan diameter bantalan atau laher (bearing). Langkah-langkah yang harus dilakukan pengoperasian pembuatan sponing lengkung adalah sebagai berikut:
  1. Memasang pisau sponing pada poros mesin.
  2. Mengatur kedalaman alur sponing yang ingin dibuat dengan mengatur pemunculan pisau dari pelat dasar mesin.
  3. Menjepit benda kerja pada meja kerja dengan klem agar tidak mudah bergeser.
  4. Menghubungkan mesin dengan sumber listrik.
  5. Menghidupkan mesin dan mulai bekerja mula-mula, singgungkan laher (bearing) pada sisi benda kerja,lalu tekanlah body mesin router hingga pisau masuk kedalam benda kerja.
  6. Kemudian, keraskan pegangan pengunci geserlah mesin router sepanjang sponing yang ingin dibuat.
  7. Arah pendorongan mesin router pada pengerjaan sponing harus dengan memperhatikan arah putaran pisau.
  8. Pendorongan yang baik selalu searah dengan putaran pisau. Bila kita mendorong berlawanan dengan arah putar pisau, maka pisau tersebut banyak yang bergeser saja, sehingga pisau itu menjadi tumpul.
Gambar 4.33. Jenis pisau router
Sumber: Budi Martono, dkk (2008:139)


Gambar 4.34. Pembuatan profil pada benda kerja.
Sumber: Cahyo Kuncoro (2013:165)

Cara membuat profil dengan mesin router Profil pada tepi benda kerja dikerjakan untuk memperindah bagian-bagian perabot. Seperti pada kosen-kosen pintu ataupun daun pintu dan daun jedela. Alat tambahan yang digunakan sebagai alat tambahan adalah :
  1. Pengantar sisi tebal, untuk membuat profil pada benda kerja lengkung maupun lurus.
  2. Pengantar pararel, untuk membuat profil lurus.
  3. Pisau berbantalan, untuk pembuatan profil pada benda kerja lurus maupun lengkung.
  4. Sablon dan jangka digunakan untuk membuat alur profil sebagai dekor pada bidang kerja.

Membuat profil dengan pisau berbantalan (laker) juga dapat dilakukan dengan syarat bahwa kayu yang akan diprofil tersebut masih mempunyai bagian rata yang dapat digunakan sebagai penuntun bantalan. Membuat alur tanpa alat pembantu mesin router digunakan pula untuk membuat aluralur hias sebagai dasar mengukir. Langkah-

Gambar 4.36. Pembuatan alur ukir hias dengan mesin router
Sumber: Cahyo Kuncoro (2013:170)

langkah yang harus dilakukan pengoperasian alur tanpa pembantu adalah sebagai berikut:
  1. Siapkan alat mesin router dan bahan papan kayu.
  2. Gambar arah alur-alur yang akan dibuat pada kayu atau dengan kertas apabila gambar yang mau dibuat jumlahnya lebih dari satu lebih baik dengan kertas gambar di copy agar sama kemudian ditempel pada benda kerja.
  3. Pemotongan kedalaman pemotongan alur dikerjakan sedikit demi sedikit.
  4. Kedalaman maximum alur 5 mm kedalaman alur yang di kerjakan sekaligus akan menimbulkan bahaya, karena daya yang dikeluarkan terlalu besar.
  5. Pilihlah mata pisau yang digunakan sesuai dengan bentuk yang dikerjakan.
  6. Jepitlah benda kerja pada meja kerja dengan klem agar tidak mudah bergeser.
  7. Hubungkan mesin dengan sumber listrik.
  8. Hidupkan mesin dan mulai bekerja , tekanlah rumah mesin router hingga pisau masuk kedalam benda kerja.
  9. Kemudian, keraskan pegangan pengunci geserlah mesin router sesuai gambar pada papan kayu.
  10. Arah pendorongan mesin router pada pengerjaan sponing harus dengan memperhatikan arah putaran pisau.
  11. Pendorongan yang baik selalu searah dengan putaran pisau. Bila kita mendorong berlawanan dengan arah putar mata pisau, maka pisau-pisau tersebut banyak yang bergeser saja, sehingga pisau itu menjadi tumpul.
Gambar 4.38. Konstruksi lengkung dan pem-buatannya.
Sumber: Enget,dkk (2008:138)

Keterangan gambar:
  • (A) Pisau router alur ekor burung
  • (B) Skema Konstruksi
  • (C) Skema pengerjaan konstruksi.
Membuat sambungan ekor burung untuk sambungan konstruksi lengkung.
  1. Siapkan mesin router dan pisau bentuk ekor burung dan bahan.
  2. Siapkan perlengkapan pengantar paralel.
  3. Permukaan kepala kayu diperluas dengan penambahan papan yang dijepit pada sisi kiri dan kanan benda kerja (c).
  4. Pasangkan pisau ekor burung pada mesin router secara kencang.
  5. Atur pengantar paralel sesuai dengan jarak yang diinginkan.
  6. Hidupkan mesin router dan mulai bekerja , tekanlah rumah mesin route hingga pisau router masuk ke dalam benda kerja.
  7. Kemudian, keraskan pegangan pengunci geserlah mesin router sesuai gambar pada papan kayu.
  8. Arah pendorongan mesin router pada pengerjaan sambungan ekor burung harus dengan memperhatikan arah putaran pisau router.
  9. Pendorongan yang baik selalu searah dengan putaran pisau router. Bila kita mendorong berlawanan dengan arah putar pisau router, maka pisau router tersebut banyak yang bergeser saja, sehingga pisau router itu menjadi tumpul.
Cara pengoperasian perataan sisa pelapis. Ada 3 cara perataan sisa pelapis / laminating yang mudah yaitu:
  1. Dengan pengantar pararel
  2. Dengan pengantar sisi tebal
  3. Dengan pisau berbantalan / bearing.
Gambar 4.39. Skema perataan sisa pelapis dengan pengantar
Sumber: Cahyo Kuncoro (2013:160)

Skema perataan sisa pelapis dengan pengantar
  • (A) Diameter pisau
  • (B) Pengantar
  • (C) Plat dasar mesin
  • (D) Jarak untuk menurunkan
Dengan bantuan pengantar pararel kita dapat dengan mudah meratakan pelapis atau sisa lembaran laminasi. Kita atur jarak perataan dengan mengatur kemunculan pisau ada sisi antar pengantar pararel penampang di samping ini. Sisi iris pisau satu garis dengan sisi antar pengantar (B). Kesulitan yang mungkin ada ialah bahwa kedudukan pengantar tidak dapat diturunkan seperlunya. Maka diperlukan pelat besi siku tambahan. Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
  1. Pasanglah pisau perata pada poros mesin router.
  2. Pasang pengantar pararel pada mesin, usahakan bagian tepi pisau sejajar dengan pengantar atau bisa lebih masuk sedikit dari pengantar agar tidak melukai pada sisi benda kerja.
  3. Aturlah kedalaman pisau perata dengan mengatur kemunculan pisau dari pelat dasar pengantar pararel, kurang lebih 1 – 2 mm dari pelapis yang akan diratakan.
  4. Jepitlah benda kerja dengan klem pada meja kerja agar tidak mudah bergeser.
  5. Hubungkan mesin router dengan sumber listrik.
  6. Hidupkan mesin router dan mulai bekerja. Mula-mula, singgungkan pengantar pararel pada sisi benda kerja, lalu jalankan sepanjang benda kerja yang diratakan.
  7. Kemudian, keraskan pegangan pengunci dan geserlah mesin sepanjang sisi yang akan diratakan.
Gambar 4.40. Skema perataan sisa pelapis dengan pengantar sisi tebal
Sumber: Cahyo Kuncoro (2013:162).

Perataan sisa pelapis dengan pengantar sisi tebal pengantar sisi tebal yang menggunakan dengan laker (bearing) ini dapat digunakan pada benda kerja yang lurus maupun yang lengkung. Pengaturan dan penyetelan perlengkapannya sederhana. Pisau (A) bekerja di atas laker (bearing) (B) yang selalu menyentuh sisi tebal benda kerja.

Gambar 4.41. Skema perataan sisa pelapis dengan pisau berlaker
Sumber: Cahyo Kuncoro (2013:162).

Perataan sisi tebal satu bagian pelapis dengan pisau berlaker tunggal. Bantalan atau laker menempel pada sisi tebal benda kerja. Benda kerja bertepi lurus maupun lengkung dapat dilakukan dengan cara ini.

Gambar 4.42. Meratakan pelapis pada penyetelan perlengkapannya sederhana. Pisau (A) bekerja di atas laker (bearing) (B) yang selalu menyentuh sisi tebal benda kerja.
dua sisi
Sumber: Cahyo Kuncoro (2013:163). 

Untuk meratakan dua sisi pelapis benda kerja, atas dan bawah, digunakan pisau berlaker ditengah. Kedua pisau perata berada pada bagian atas dan bawah. Laker (bearing) atau bantalan berjalan menempel pada bagian sisi benda kerja dan pisau-pisau mengiris rata pada kedua sisa pelapis benda kerja tersebut.

Gambar 4.44. Orientasi pembuatan pasak dengan pengantar pararel.
Sumber: Cahyo Kuncoro (2013:166)
Keterangan gambar:
(d) diameter pisau yang menentukan lebar pasak,
(p) panjang pasak ditentukan oleh kumparan penghenti.

Membuat lubang pasak (purus) dengan mesin router.
Prinsip kerja pembuatan lubang pasak sama dengan pembuatan lubang pegangan perabot. Hanya lebar pen yang akan dibuat harus disesuaikan dengan diameter pisau frais atas yang digunakan. Secara umum, ada 2 cara pembuatan lubang pasak atau purus dengan mesin router yaitu:
  1. Membuat lubang purus dengan pengantar pararel.
  2. Membuat lubang purus dengan sablon dan cincin pengopi.

Membuat lubang pasak atau purus dengan pengantar pararel caranya prinsip kerja pembuatan lubang pasak sama dengan pembuatan alur lurus. Hanya lebar pasak yang akan dibuat harus disesuaikan dengan diameter pisau router yang digunakan.

Untuk menentukan jarak dari sisi tepi benda kerja dengan lubang pasak diukur melalui pengantar paralel sedangkan untuk menentukan panjang pasak ditentukan oleh mal yang telah dibuat yang digunakan saat memulai sampai batas akhir pembuatan pasak, sedangkan kedalaman disetel pisau router pada penyetelan kedalaman.
Gambar 4.46. Skema ukuran cincin pengopi.
Sumber: Cahyo Kuncoro (2013:167)

Keterangan gambar:
(p) panjang pasak,
(ps) panjang pada sablon,
(l) lebar pasak,
(Is) lebar sablon.
Gambar 4.47. Contoh aplikasi pembuatan lubang pasak.
Sumber: Cahyo Kuncoro (2013:167).

Gambar 4.48. Contoh sablon pembuatan lubang pasak.
Sumber: Cahyo Kuncoro (2013:167).

Langkah-langkah yang harus dilakukan membuat lubang pasak adalah sebagai berikut :
  1. Persiapkan benda kerja dan jepit sablon dan lebar kumparan-kumparan penahan sampingnya.
  2. Buat gambar lubang pasak dan rencanakan lubang sablon sesuai dengan diameter cincin pengopi sablon dilubang dan diletakkan pada mal penjepit.
  3. Benda kerja diletakkan dan dijepit dengan penjepit klem. Akhirnya, sablon ditutup dan pengerjaan dimulai.

Gambar 4.49. Contoh konstruksi pasak miring pada sambungan bersudut.
Sumber: Cahyo Kuncoro (2013:169).

Gambar 4.50. Orientasi pengerjaan lubang pasak bersudut.
Sumber: Cahyo Kuncoro (2013:169).
Keterangan gambar:
  • 1. Lebar pasak (a)
  • 2. Lebar pundakan pasak (b)
  • 3. Jarak pengantar pararel (c)
Pembuatan lubang pasak miring berdasar pada penggunaan pengantar pararel. penggunaan pengantar pararel dengan perluasan bidang kerja membutuhkan kumparan pelurus memanjang. Langkahlangkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
  1. Benda kerja dijepit pada bidang miring dan kepala kayu yang bersudut diratakan dengan kumparan memanjang sebagai pengantar.
  2. Pengukuran pengantar pararel ditentukan pada jarak lubang pasak dan lebar kumparan memanjang.

E. Cara Merawat Mesin Router Portable.

1. Kerusakan pada mesin router portable.

a. Mata router yang tidan tajam atau mata router pecah .
b. Carbon brus yang habis sehingga putaran mata router tidak stabil.
c. Sakelar pada mesin rusak rusak.
d. Mesin router dalam penyimpanan kurang teratur.
e. Mata router sulit dilepas karena berkarat dan serbuk kayu.

2. Memperbaiki kerusakan pada mesin router portable.

a. Mata router yang tidan tajam atau mata router pecah .

Membuka pisau router caranya:
Pastikan kabel listrik tidak tersambung dengan arus listrik. Letakkan router di atas meja kerja dengan posisi pisau menghadap keatas. Siapkan kunci pas khusus untuk membuka router ada 2 buah kunci pas.

Masukkan kunci pas pada mur pengunci pisau router dan putarlah kedua kunci pas tersebut secara berlawanan dan sesuai putaran jarum jam sampai mur pengunci pisau terlepas. Keluarkan pisau dari cuknya dan gantilah pisau router sesuai dengan keperluannya. Bersihkan mata pisau router dengan kain lap, kemudian simpan pisau router pada tempat penyimpanan.

Memasang pisau router caranya :
Pastikan kabel listrik tidak tersambung dengan arus listrik. Letakkan mesin router di atas bangku kerja dan letakan dengan posisi pisau menghadap keatas.

Siapkan peralatan kunci pas khusus untuk membuka mata pisau router yaitu dengan 2 buah kunci pas. Masukkan kunci pas pada mur pengunci pisau router dan putarlah kedua kunci pas tersebut secara berlawanan dan sesuai arah putaran jarum jam sampai mur pengunci pisau terlepas.

Keluarkan mata pisau router dari cuknya dan gantilah pisau router sesuai dengan keperluannya. Masukkan pisau router sedalam yang bisa dicapai atau kurang lebih 15 mm, kemudian putarlah mur kekanan dengan tangan.

Keraskan pisau dengan menggunakan dua buah kunci pas, tangan kiri menahan sumbu dan tangan kanan memutar mur sampai keraskan Setelah mata pisau router telah terpasang dengan kuat dan terjepit dengan baik, selanjutnya cobakan pada sepotong kayu.

b. Carbon brus yang habis sehingga putaran mata router tidak stabil.
Periksalah karbon di dalam mesin bila aus tinggal kira-kira 3 mm atau bila terjadi percikan api, karbon harus diganti dua-duanya sekaligus.

Untuk membuka karbon letakkanlah mesin dalam keadaan miring. Bikalah kedua penutup dengan obeng. Setelah penutup terbuka keluarkan karbon dari dalam bersama-sama pernya. Gantilah karbon itu bila sudah aus

c. Sakelar pada mesin rusak rusak.
Sakelar yang sudah tidak dapat digunakan dengan baik diganti dengan yang baru dengan cara membuka penutup body mesin router dengan obeng.

d. Mesin router dalam penyimpanan kurang teratur.
Bila kondisi mesin sudah bersih masukkan pada kotak/box guna untuk mempermudah dalam penyimpanan. Bentuk kotak penyimpanan akan memudahakan dalam menjaga agar spare part dari mesin router tidk hilang atau tercecer.

e. Mata router sulit dilepas karena berkarat dan serbuk kayu.
Gambar 4.51 . Oli/pelumas
Sumber. Eddy Sudarmanto (2013:6)

Bagin mesin router yang berputar di beri oli pelumas secukupnya kemudian apabila ada oli yang tercecer dilap dengan kain. Oli atau pelumas berfungsi sebagai pelumas pada bagian poros mesin bor.
Gambar 4.52. Perawatan mesin router
Sumber: Budi Martono, dkk (2008:137)

Gambar 4.53. Perawatan mesin Router
Sumber: Budi Martono, dkk (2008:140)

Cara perawatan mesin router Selalu pastikan bahwa mesin dimatikan dan steker dicabut sebelum melakukan pemeriksaan atau perawatan mesin router. Periksa carbon brush mesin diletakan miring untuk melepas tutup carbon brush menggunakan obeng gantilah jika sudah aus sampai tanda batas, jagalah kebersihan carbon brush dan jangan sampai lepas atau bergeser dari tempatnya.

Kedua carbon brush diganti pada waktu yang sama, tutup carbon brush dan kencangkan kembali dengan obeng. Lalu bersihkan mesin router dengan kompresor agar debu atau kotoran keluar dari mesin router. Kemudian simpan di tempat penyimpanan alat. Mesin ini bisa digunakan untuk membuat kombinasi bentuk sesuai dengan keinginan. Diantaranya untuk membuat Panil, Profile, Sponing dan Alur. Sehingga lebih efektif memakai jenis mesin Router.
Gambar 4.54. Mesin Router
Sumber: Budi Martono, dkk (2008:133)

Gambar 4.55. Mesin Router
Sumber: Budi Martono, dkk (2008:139) dari Holztechnik – Fachkunde, Wolfgang Nutsch Dipl.-Ing, 2005.

Jenis pisau ini bervariasi modelnya, sehingga memudahkan kita untuk memilih disesuaikan dengan kebutuhan.

CAKRAWALA

Gambar 4.56. Ketam Sponing
Sumber: Enget, dkk (2008:100)
Ketam ini digunakan untuk membuat sponing-sponing pada tepi kayu. Ketam ini dilengkapi alat pengatur kedalaman dan alat pengatur ukuran lebar sponing. Ketam sponing dilengkapi sepucuk tali di bagian depan, sehingga taji dapat menyayat seratserat kayu sebelum diketam oleh mata ketam.

Hal ini untuk menyiapkan sebuah tepi yang rapi bagi sponing, khususnya di ujung jaringan serat. Mata ketam dapat digeser kedepan sehingga sponing-sponing buntu dapat dibuat pula.
Gambar 4.57. Mesin Spindle Moulder
Sumber: Enge,dkk ( 2008: 203)
Mesin profil disebut juga mesin Shaper atau spindle moulder. Mesinini banyak digunakan disekolah maupun di industri.Pekerjaan yang dapat dilakukan dengan mesin profil antara lain:
  1. Membentuk profil, seperti; tepi-tepi meja, sponing.
  2. Membentuk alur dan lidah untuk penyambungan kayu.
  3. Meratakan sisi tebal kayu yang akan disambung.
  4. Membentuk profil-profil pada sisi kayu melengkung, atau membulat.
Mesin profil relatif sederhana, tetapi dapat mengerjakan pekerjaan yang bervariasi, sesuai dengan pisau yang ada. Mesin profil sangat berbahaya karena mempunyai kecepatan tinggi, sementara pengaman pisau terbatas. Mesin profil ada dua macam, yaitu mesin profil tunggal dan mesin profil ganda. Pada mumnya, sekolah menggunakan mesin profil jenis tunggal.


Demikian Cara Menggunakan Mesin Router Portable, Kesehatan dan Keselamatan Kerja pada Mesin, Pengenalan Umum, Bagian-bagian atau komponen dan fungsinya, Pengoperasian, Cara Merawat.
Admin
Admin Buku catatan digital seorang guru yang menuangkan pengetahuan kedalam tulisan. Semoga artikel tulisan saya bermanfaat bagi orang banyak. Mari menulis! Mari Membaca! Bintan News

Post a Comment for "MESIN ROUTER PORTABLE, Cara Menggunakan, Keselamatan Kerja, Bagian-Bagian"