close
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Pemeriksaan dan Perbaikan Distributor Pengapian Konvesional

Cara memeriksa Distributor di Mobil - Distributor dan kelengkapannya digunakan pada sistem pengapian konvensional. Unit distributor ini berfungsi sebagai pembagai listrik ke busi. Pada distributor inilah terdapat platina, yang fungsinya untuk memutus dan menyambung arus listrik dari kumparan primer koil ke massa.

Berdasarkan kerja platina inilah sehingga terjadi induksi atau penaikkan tegangan di kumparan sekunder koil pengapian. Kerja distributor sangat penting pada sistem pengapian, dengan begitu diperlukan pengecekan atau pemeriksaan pada komponen pada bagian-bagiannya, agar kerja sistem pengapian di busi dapat menghasilkan bunga api yang kuat.

Tahapan memeriksa distributor memerlukan peralatan feeler gauge dan alat vakum. Kedua alat ini yang akan digunakan untuk memeriksa kondisi distributor.

Cara pemeriksaan distributor di Mobil

1. Lepas tutup distributor beserta dengan kabel tegangan tinggi.

2. Ukur celah antara cam dan rubbing block dengan fuller gauge. Jika celah 0,4 – 0,5 mm artinya celah tersebut baik. Tapi bila kurang atau lebih dari celah tersebut di atas, maka lakukanlah penyetelan.

celah antara cam dan rubbing block

3. Ukur celah antara cam dan pegas peredam. Celah antara cam dan pegas redam harus di antara kisaran 0,05 – 0,45 mm. Jika hasil pengukuran dengan fuller gauge tersebut menunjukkan lebih atau kurang dari ketentuan, maka perlu dilakukan penyetelan.
celah cam dan pegas peredam
4. Pemeriksaan vakum advancer. Lepas selang dari vakum advancer yang ke mesin. Lalu pasangkan alat vakum ke saluran A atau B pada vakum advancer tersebut. Jika vakum advancer bergerak maka vakum advancer baik. Tapi bila tidak bergerak, maka vakum advancer sudah rusak dan harus diganti.
Pemeriksaan vakum advancer

5. Periksa governor advancer. Pemeriksaan ini cukup menggunakan tangan saja, dengan cara memutar rotor ke kiri atau ke kanan, tapi jangan dipaksa. Jika rotor setelah digerakkan ke kiri atau ke kanan, lalu dapat kembali ke posisi semula, artinya governor advancer baik. Tapi bila tidak bisa digerakkan atau tidak bisa kembali dengan cepat rotor tersebut setelah diputar, artinya governor advancer sudah rusak.
Periksa governor advancer

6. Langkah terakhir adalah pemeriksaan rotor terhadap porosnya. Pastikan antara rotor dengan porosnya terpasang dengan kencang atau tidak goyang. Apabila goyang, maka rotor harus diganti.

Pemeriksaan pada distributor ini akan berpengaruh pada sudut dwell dari pengapian. Selain itu timing pemajuan pengapian dapat berlangsung dengan tepat. Pemajuan pengapian di distributor ini dilakukan berdasarkan kevakuman  dari mesin dan kecepatan putaran mesin (beban mesin).

Untuk mengetahui kevakuman dari mesin maka di distributor dipasang komponen vakum advancer. Sedangkan untuk memajukan pengapian berdasarkan kecepatan mesin, maka di distributor terdapat governor advancer. Sedangkan untuk penyetelan celah pada platina dan rubbing block tersebut mempengaruhi sudut dwell.

Sudut dwell ini menentukan lama waktu pembukaan platina. Dan secara keseluruhan penyetelan distributor yang tepat akan mempengaruhi kelangasaman putaran mesin dan akselerasi dari mesin ketika pedal gas diinjak.

Menyetel kontak pemutus/platina dan mengukur besarnya sudut dwell


Adapun langkah menyetel kontak pemutus atau platina dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
  1. Melepas kontak pemutus atau platina pada distributor. 
  2. Kemudian, memasang kontak pemutus atau  platina pada distributor.
  3. Pemeriksaan celah kontak pemutus atau platina/platina dilakukan dengan menggunakan feeler gauge. Ukur celah antara tumit kontak pemutus atau platina dengan cam. Celah platina biasanya 0,45 mm (sesuai spesifikasi pada manual book dan jenis kendaraan). Penyetelan celah platina biasanya dilakukan bersama dengan penyetelan sudut dwel
  4. Memasang kabel merah dwell tester ke terminal positif baterai, kabel hitam dwell tester pada massa, dan kabel kuning/hijau ke terminal negatif koil pengapian. Jika dwell tester hanya terdiri dari dua kabel, maka kabel hitam dwell tester pada massa dan kabel kuning/hijau ke terminal negatif koil pengapian.
  5. Memutar selektor ke jumlah silinder yang sesuai dengan jumlah silinder mesin mobil yang diperiksa.
  6. Memutar kunci kontak untuk menghidupkan mesin. Setelah itu, membaca hasil pengukuran sudut dwell pada dwell tester dan bandingkan hasilnya dengan spesifikasi sudut dwel pada buku manual kendaraan yang diukur. Jika sudah sesuai, mengencangkan baut pengikat platina.
  7. Jika belum sesuai dengan spesifikasi, atur celahnya dengan mengendorkan dua sekrup pengikat dan menggeser kontak pemutus atau platina hingga hasil pengukuran sudut dwell pada dwell tester menunjukkan nilai sesuai standar spesifikasinya.
  8. Untuk memperbesar sudut dwell dilakukan dengan memperkecil celah platina. Untuk memperkecil sudut dwell dengan memperbesar celah platina. Setelah sesuai, mengencangkan. sekrup pengikat platina.

Cara Memasang distributor dilakukan dengan cara sebagai berikut.


Adapun langkah atau cara memasang distributor kijang 4K adalah sebagai beriktu:
  1. Memposisikan silinder 1 pada top kompresi (TMA) dengan terlebih dahulu melepas busi nomor 1 dengan cara menutup lubang busi dengan jari kemudian putar poros engkol searah dengan putaran mesin. Jika terasa ada tekanan pada jari, maka ini berarti silinder 1 dalam posisi kompresi/TMA. Jika belum ada tekanan, ulangi proses tersebut. Selain itu, pengaturan top kompresi silinder 1 dapat dilakukan dengan memutar poros engkol hingga tanda pengapian tepat. Kemudian, raba push rod. Apabila kedua katup pada silinder 1 bebas, hal ini menunjukkan bahwa piston dalam posisi akhir langkah kompresi.
  2. Memasang kembali busi nomor 1. Kemudian melonggarkan baut pengikat distributor, lalu putar badan distributor searah dengan putaran. rotor hingga kontak platina menutuP
  3. Mengarahkan kunci kontak pada posisi ON.
  4. Memutar badan distributor berlawanan dengan arah rotor hingga timbul bunga-api pada kontak platina.
  5. Kemudian, mengencangkan baut pengikat distributor.
  6. Setelah itu, pengaturan saat pengapian dengan menggunakan timing light tester, dengan langkah berikut:
    1. Menghidupkan mesin pada putaran stasioner. Memeriksa putarannya menggunakan takometer
    2. Setelah itu memasang klem tegangan tinggi pada timing light tester.ke busi nomor 1 dan kedua klem lainnya  dihubungkan ke terminal baterai positif dan negatif.
    3. Mengarahkan timing light tester pada tanda pengapian (timing mark) yang terdapat pada puli dan mesin.
    4. Apabila tanda pengapian belum tepat, putar badan distributor hingga tanda pengapian sesuai dengan jenis mesin yang diperiksa (spesifikasi umum saat pengapian 10" sebelum TMA atau lihat buku manual mobil tersebut.
Demikian langkah ataupun cara pemeriksaan dan perbaikan distributor sistem pengapian konvensional. Semoga bisa membantu.
Admin
Admin Buku catatan digital seorang guru yang menuangkan pengetahuan kedalam tulisan. Semoga artikel tulisan saya bermanfaat bagi orang banyak. Mari menulis! Mari Membaca! Bintan News

Post a Comment for "Pemeriksaan dan Perbaikan Distributor Pengapian Konvesional"