close
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Mendiagnosis Gejala Kerusakan Sistem Pengapian Konvensional

Bacalah artikel berikut dengan cermat dan teliti!

Kenali Gejala Koil Mobil Rusak

Koil merupakan salah satu komponen penting di mobil sebagai sistem pengapian, yang berfungsi merubah tegangan rendah baterai 12 volt menjadi tegangan tinggi ribuan volt. Tujuannya agar dapat menghasilkan loncatan bunga api pada busi.

Mendiagnosis Gejala Kerusakan Sistem Pengapian Konvensional
Menurut Toha mekanik yang praktik di salah satu bengkel mobil di bilangan Jakarta Timur, masalah yang akan Anda hadapi bila koil mengalami kerusakan adalah mesin mobil bisa mendadak mati dan sulit dinyalakan.

Biasanya mobil keluaran tahun lawas masih banyak menggunakan koil konvensional, yang terdiri dari beberapa komponen utama seperti kunci kontak, ignition coil, baterai, distributor, platina, kondensor, dan busi. Sementara mobil keluaran terbaru sudah menggunakan sistem pengapian langsung, yang pendistribusian arusnya diatur oleh ECU.

Biar gak mogok dan bikin repot di jalan, ada baiknya Anda mengenali ciri atau gejala koil rusak. Seperti performa mesin yang menurun dan tersendat-sendat, malah sampai mengakibatkan mesin mati. 

Saat pagi hari atau parkir cukup lama, mesin mobil susah dihidupkan. Terakhir koil yang rusak menyebabkan pengapian bocor di pinggiran terminal koil, sehinggga mesin akan mbrebet atau tersendat karena pengapian yang tidak,sempurna, bahkan bikin konsumsi BBM menjadi lebih boros.

Berdasarkan artikel tersebut, kamu telah mengetahui bahwa koil pengapian merupakan salah satu komponen sistem pengapian konvensional yang memerlukan pemeriksaan dan perbaikan agar kerja sistem pengapian mobil tetap optimal.

Selain koil pengapian, ada beberapa komponen sistem pengapian konvensional yang memerlukan perawatan berkala, seperti baterai, fuse, kondensor, distributor, dan busi. Apabila hasil'pemeriksaan menunjukkan komponen sistem pengapian mengalami kerusakan, maka komponen tersebut harus segera diperbaiki atau diganti.

Kerusakan pada komponen sistem pengapian juga terlihat dari gejala kerusakan yang ditunjukkan pada performa sistem pengapian yang kurang optimal. Pada bab ini, kamu akan mempelajari mengenai langkah mengidentifikasi gejala kerusakan pada sistem pengapian beserta langkah perbaikannya. 

Pelajarilah materi pada bab ini dengan cermat dan teliti agar kamu dapat melaksanakan perbaikan pada sistem pengapian konvensional. Jangan lupa untuk berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa sebelum dan sesudah memulai pelajaran agar kamu dapat mengamalkan materi pada bab ini dalam kehidupan sehari-hari.

Menganalisis Gejala Kerusakan Sistem Pengapian Konvensional

Sistem pengapian merupakan sistem yang berfungsi untuk menghasilkan percikan bungą api pada busi yang kuat dan tepat untuk memulai pembakaran campuran udara bahan bakar di ruang bakar. Pada motor bensin, percikan bunga api busi diperlukan untuk membakar campuran udara dan bahan bakar yang telah dikompresikan oleh torak/piston di dalam silinder.

Adapun, pada motor diesel, udara dikompresikan dengan tekanan tinggi sehingga menjadi sangat panas dan apabila  bahan bakar disemprotkan ke dalam silinder, maka bahan bakar yang bercampur dengan udaran akan terbakar secara serentak.

Percikan api yang terjadi pada busi harus terjadi pada saat yang tepat (pada akhir langkah kompresi) untuk menjamin pembakaran yang sempurna sehingga mesin bekerja dengan halus dan ekonomis.




Sistem pengapian juga berfungsi untuk menaikkan tegangan baterai menjadi 10 kV atau lebih menggunakan koil pengapian (ignition coil). Kemudian membagikan tegangan tinggi tersebut ke masing-masing busi melalui distributor dan kabel tegangan tinggi. 

Tegangan tinggi yang mengalir ke busi itulah yang menyebabkan busi dapat memercikkan bunga api ke dalamn silinder dan membakar campuran udara dan bahan bakar yang telah terkompresi. Ada dua jenis sistem pengapian, yaitu sistem pengapian konvensional dan sistem pengapian elektronik.

Penjelasan mengenai fungsi, cara kerja, dan perawatan kedua sistem pengapian tersebut telah kamu pelajari pada bab sebelumnya di kelas XI.

Pada pembelajaran di kelas XII, kamu akan mempelajari lebih lanjut mengenai gejala kerusakan dan langkah perbaikan yang diperlukan agar sistem pengapian tetap berjalan optimal. Pada bab ini, kamu akan mempelajari tentang perbaikan sistem pengapian konvensional.

Secara umum komponen sistem pengapian konvensional terdiri atas baterai, kunci kontak, koil, distributor, kabel tegangan tinggi, dan busi.

Di dalam distributor terdapat beberapa komponen pendukung lainnyà yaitu kontak pemutus atau platina/platina (atau pulse generator pada sistem pengapian elektronik), kondensor, cam, vakum dan sentrifugal advancer. Seiring dengan lamanya pemakaian komponen pada sistem pengapian ini lama kelamaan akan mengalami kerusakan.

Kinerja sistem pengapian sangat besar pengaruhnya terhadap kesempurnaan proses pembakaran di dalam silinder, dengan sistem pengapian yang baik akan diperoleh performa mesin Baterai optimal dan pemakaian bahan bakar yang hemat.

Gangguan sistem pengapian konvensional pada motor bensin paling sering terjadi dibandingkan sistem lain. Berikut akan diuraikan mengenai gejala Koil pengapian dari gangguan pada sistem pengapian konvensional beserta dengan kemungkinan penyebab dan cara mengatasi gangguan yang terjadi pada sistem pengapian konvensional.

Jenis-Jenis Permasalahan/gangguan Pada Sistem Pengapian Konvensional

No

Gejala Kerusakan

Penyebab

Perbaikan

1

Mesin berputar normal tetapi tidak dapat distarter

Tidak ada tegangan pada sistem pengapian

Periksa baterai

Sambungan primer tidak kuat

Bersihkan, kencangkan konektor

Koil pengapian terputus atau korsleting

Periksa koil, ganti jika rusak

2

Mesin tidak dapat hidup (tidak ada percikan bunga api di busi)

Busi mati atau deposit berlebihan

Ganti busi atau bersihkan

Kabel tegangan tinggi bocor

Ganti kabel tegangan tinggi

Rotor tidak terpasang

Pasang rotor

Urutan pengapian tidak benar

Perbaiki urutan pengapian

Platina terganjal kotoran

Bersihkan kotoran pada platina

Platina menutup terus atau membuka terus

Setel celah platina atau sudut Dwell.

Koil mati

Ganti koil

Kondensor mati

Ganti kondensor

Konektor kabel lepas

Pasang konektor kabel yang lepas

Kabel putus

Ganti/perbaiki kabel yang putus

Kunci kontak rusak

Ganti kunci kontak

3

Terjadi ledakan diknalpot saat pedal gas dilepas

Kerja vacuum advancer kurang sempurna

Perbaiki mekanisme vacuum advancer.

4

Terjadi ledakan diknalpot saat pedal gas ditekan

Kerja centrifugal advancer kurang sempurna

Perbaiki mekanisme centrifugal advancer.

5

Terjadi ledakan diknalpot

Busi kotor

Bersihkan busi atau ganti busi

Platina kotor

Bersihkan platina/bersihkan

Saat pegapian terlalu mundur

Stel saat pengapian

6

Mesin tidak bertenaga dan suara mesin terasa kasar

Koil pengapian panas atau lemah

Ganti koil. Jika dalam keadaan darurat, kompress koil dengan kain basah, dan biarkan koil sampai dingin, lalu hidupkan mesin.

7

Mesin sulit hidup dan busi basah oleh bensin

Busi tidak cocok dengan spesifikasi mobil yang digunakan.

Periksa busi dengan pengukuran feeler gauge, raptkan celah busi dengan elektroda busi dengan ukuran 0,8 – 0,9 mm.

Busi mati sehingga tidak terjadi loncatan bunga api.

Ganti busi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

8

Mesin sulit hidup (percikan api busi kecil).

Deposit (penumpukan kerak) dibusi berlebihan

Besihkan atau ganti busi

Kabel tegangan tinggi bocor

Ganti kabel tegangan tinggi

Tutup distributor kotor

Bersihkan terminal ditutup distributor

Karbon ditutup distributor hilang

Pasang karbon atau ganti tutup distributor

Tutup distributor retak

Ganti tutup distributor

Urutan pengapian tidak benar

Perbaiki urutan pengapian

Kontak platina kotor

Bersihkan kontak atau ganti

Setelan celah platina tidak tepat

Setel celah platina atau sudut dwell.

Saat pengapian tidak tepat

Setel saat pengapian

Koil pengapian rusak

Ganti koil pengapian

Kondensor rusak

Ganti kondensor

Konektor kabel kotor

Bersihkan terminal konektor kabel

9

Busi cepat kotor

Pemakaian busi yang tidak tepat

Ganti busi dengan tingkat panas yang tepat

Platina kotor

Bersihkan atau ganti platina

Saat pengapian tidak tepat

Setel saat pengapian

10

Elektroda busi meleleh

Pemakaian tingkat busi yang terlalu panas

Ganti busi dengan tingkat panas yang tepat

11

Mesin terasa pincang dan tidak bertenaga

Kabel busi terlepas

Pasang kembali busi

Kabel busi putus

Ganti kabel busi

Isolasi kabel busi robek atau rusak

Jika darurat, gunakan isolasi listrik dan lilitkan pada kabel busi yang bocor.

12

Mesin hidup tapi tersendat-sendat

Busi rusak

Ganti busi dengan yang baru

 

 

Tutup distributor atau rotor cacat

Ganti

 

 

Kabel tegangan tinggi rusak

Ganti

 

 

Koil pengapian rusak

Ganti

 

 

Konektor jelek

Bersihkan dan kencangkan konektor

 

 

Kebocoran pada tegangan tinggi

Periksa tutup distributor, rotor, kabel tegangan tinggi.


Media Pendukung:
https://youtu.be/DFRC8SxIdn0
Silahkan klik link berikut untuk pengayaan informasi menganalisis gejala kerusakan sistem pengapian konvensional: https://youtu.be/DFRC8SxIdn0

Memperbaiki Sistem Pengapian Konvensional

Apabila sistem pengapian konvensional pemutusan arus primer koil dilakukan secara mekanis dengan membuka dan menutup kontak pemutus. Oleh karena itu, pada sistem pengapian elektronik pemutusan arus primer koil dilakukan secara elektronis melalui suatu power transistor yang difungsikan sebagai sakelar (switching transistor).

Sistem pengapian digunakan untuk membakar campuran bahan bakar dan udara dengan meletikkan bunga api pada waktu yang tertentu. Pada motor berbahan bakar bensin menggunakan busi yang meletikkan api pada kedu elektrodanya. Pengapian yang tepat waktu diperlukan untuk mencegah kerusakan komponen kendaraan.

Apabila energi pembakaran tidak mencukupi maka pembakaran tidak terjadi. Sistem pengapian harus menyediakan energi yang cukup untuk meyakinkan terjadinya pengapian, walaupun kondisi campuran tidak sesuai perbandingan stoichiometric sehingga proses pembakaran tetap terjadi.

Sistem pengapian konvensional terdiri dari beberapa komponen yang saling bekerja sama untuk menghasilkan percikan bunga api di busi. Apabila salah satu atau beberapa komponennya mengalami kerusakan, biasanya akan berakibat terganggunya pembentukan bunga api di busi. Bila itu terjadi, proses pembakaran menjadi tidak normal atau mesin sama sekali tidak dapat dihidupkan. Kerusakan di sistem pengapian harus segera diperbaiki agar tidak menimbulkan kerusakan lainnya. Berikut ini merupakan langkah-langkah perbaikan pada komponen-komponen sistem pengapian konvensional kendaraan.

Untuk lebih memahami tentang sistem pengapian, prinsip kerja dan permasalahan yang sering terjadi pada sistem pengapian serta bagaimana langkah memperbaikinya, akan kita pelajari dalam pembahasan berikut ini.
Demikian materi pelajaran mendiagnosis gejala kerusakan sistem pengapian konvensional dan memperbaiki sistem pengapian konvensional yang bisa kami uraiakan. Semoga bisa bermanfaat.
Admin
Admin Buku catatan digital seorang guru yang menuangkan pengetahuan kedalam tulisan. Semoga artikel tulisan saya bermanfaat bagi orang banyak. Mari menulis! Mari Membaca! Bintan News

Post a Comment for "Mendiagnosis Gejala Kerusakan Sistem Pengapian Konvensional"