Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

14 Pertanyaan Soal Teknik Pengendalian Kontaminasi populer

14 Pertanyaan Soal Teknik Pengendalian Kontaminasi populer

14 Pertanyaan Soal Teknik Pengendalian Kontaminasi populer

Pengendalian kontaminasi masih harus menjadi prioritas bagi pengusaha bengkel, baik itu bengkel sepeda motor maupun bengkel kendaraan ringan. Terdapat banyak sekali bahan-bahan atau kontaminan yang dihasilkan oleh sepeda motor dan juga kendaraan ringan. Perlunya penerapan prinsip-prinsip pengendalian kontaminasi dalam bidang otomotif akan membantu lingkungan tetap terkendali.

1. Kontaminasi apa yang sering terjadi di bengkel otomotif?

Jika anda jeli melihat bahwa di bengkel otomotif sering terjadi kontaminasi lingkungan dari oli bekas. Hampir semua bengkel akan terlihat bekas tumpahan oli pada lantai. Penanganan kontaminasi oli bekas harus benar-benar diterapkan disetiap bengkel, baik bengkel sepeda motor, mobil maupun alat berat. Kontaminan ini sulit terurai oleh tanah dan akan menyebabkan rumput mati disekitar daerah yang terkontaminasi oli. Selain oli, kontaminasi yang paling sering kedua adalah spare part bekas dan kemasannya. Biasanya kanvas rem bekas dan ban baik ban luar maupun ban dalam akan selalu terlihat disekitar lingkungan bengkel. Kemasan produk spare part mulai dari platik hingga logam juga akan mewarnai lingkungan bengkel yang kurang memperhatikan kebersihan lingkungan.

2. Bagaimana prosedur pengendalian kontaminasi pelumas?

Pengendalian kontaminasi harus diterapkan melalui standar operating prosedur. Kebijakan menejemen sangat berpengaruh atas kesuksesan pengendalian kontaminasi di lingkungan kerja atau bengkel. Langkah demi langkah, hubungan dan proses setiap departemen hingga karyawan harus dibuat menjadi budaya yang mendukung terciptanya pengendalian kontaminasi. Pada perusahaan atau agen tunggal pemegang merek sebuah produk kendaraan yang pro terhadap lingkungan sudah menerapkan prosedur yang teruji dan berhasil pada langkah mengendalikan kontaminan di lingkungan kerja.

3. Apa tujuan dari prinsip pengendalian kontaminasi?

Langkah pembiasaan rapi dan bersih dilingkungan kerja lama kelamaan akan membuat karyawan terbiasa. Karyawan yang sudah terbiasa dan terus melakukan budaya 5S akan berbudaya. Perusahaan yang memiliki budaya 5S akan dikatakan berhasil membentuk mind set 5S dan menjadi prinsip dalam bekerja bahkan dimasyarakat. Semua prinsip prinsip pengendalian kontaminasi akan menjadi "pedoman" dalam meyelesaikan pekerjaan. Jika sudah menjadi "pedoman" bekerja menandakan tujuan sudah tercapai dengan baik, orang mengatakan mission accomplished!

4. Jelaskan pengertian kontaminasi dan apa dampaknya?

Benda lain yang bukan bagian dari lingkungan yang diharapkan dapat kita artikan sebagai kontaminasi. Bagian ini akan menjadi parasit bagi lingkungan bahkan merusaknya. Kondisi ini yang kita sebut dengan lingkungan tercemar. Lingkungan yang tercemar akan kita rasakan dampaknya adalah kumuh, gersang, kering atau bahkan dapat membunuh kehidupan hewani tanah.

5. Bagaimana cara menghindari kontaminasi?

Langkah-langkah dalam menghindari terjadinya kontaminasi lingkungan adalah cara yang harus ditempuh oleh semua pemilik perusahaan bengkel. Cara paling sedarhana jangan membuang sampah sembarangan dan harus dibuang ditempat yang telah disediakan. Apabila anda melihat oli yang tumpah segera keringkan agar tidak meresap jauh kedalam tanah. Asap dari knalpot dibuatkan corong saluran khusus gas buang. Pada kendaraan sudah dilengkapi alat penampung uap bahan bakar atau H2SO4 untuk disalurkan keruang bakar.

6. Jelaskan langkah langkah pengolahan limbah oli bekas?

Limbah oli bekas mesin dapat dilakukan penaganan dan pengolahan agar mengurangi dampak pencemaran lingkungan. Langkah langkah yang dilakukan dalam pemngolahan limbah oli dimulai dari pengumpulan atau penampungan. Oli bekas yang ini kemudian diangkut ke pabrik pengolahan resmi untuk diproses Pretreatment or dewatering, Filtering and demineralisation, Propane-deasphalting, Distillation. Lalu akan dihasilkan bahan baku untuk membuat oli bermutu kembali.

7. Apa saja penyebab kontaminasi?

Kontaminasi disebabkan banyak hal, pada dasarnya penyebab kontaminasi adalah a) kontaminasi biologis parasit, protozoa dan cacing, virus, bakteri patogen, b) kontaminasi kimia menimbulkan intoksikasi pada manusia, c) kontaminasi fisik misalnya plastik, batu, debu, rambut, dan logam. 

8. Jelaskan 3 langkah untuk mencegah kontaminasi?

Adapun langkah-langkah yang daoat diterapkan untuk mencegah kontaminasi adalah
  • Membuat penampungan oli bekas (Oil drain)
  • Membuat bak sampah non organik, organik dan B3
  • Membuat kebijakan yang mendukung pencengahan kontaminasi

9. Bagaimana cara mencegah kontaminasi di tempat kerja?

Cara mencegah kontaminasi di tempat kerja terjadi karena adanya kontak langsung atau tidak langsung antara produk dan limbah yang terdapat pada lingkungan tempat kerja. Beberapa faktor yang mencegah terjadinya kontaminasi di tempat kerja adalah
  • Peralatan dan Pakaian Kerja
  • Konstruksi, Disain dan Lay Out Pabrik
  • Kebersihan Karyawan

10. Jelaskan cara pengendalian kontaminasi ?

Ada cara yang dapat diterapkan dalam pengendalian kontaminasi dalam bidang otomotif, limbah cair atau oli bekas bisa dibuat penampung dalam bak penyimpanan ataupun dalam drum agar bisa di daur ulang menjadi pelumas, meskipun proses penyaringan dan menambahkan zat kimia tertentu merupakan tahap berikutnya.

11. prinsip prinsip pengendalian kontaminasi

Prinsip-prinsip pengendalian kontaminasi antara lain sebagai berikut ini :
  • Melakukan upaya tindakan pencegahan terhadap terjadinya pencemaran di lingkungan kerja dan sekitarnya.
  • Membangun sikap peduli terhadap kebersihan lingkungan kerja dan sekitarnya.
  • Membangun kesadaran diri (self awareness) dan orang lain tentang pentingnya mencintai lingkungan tempat kerja.
  • Membangun sikap peduli terhadap kepentingan bersama.
  • Meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya kesehatan lingkungan

12. teknik pengendalian kontaminasi

Banyak hal yang dapat dilakukan untuk menghindari pencemaran lingkungan oleh limbah dibengkel otomotif. Salah satunya melakukan 5S sebagai teknik untuk pengendalian kontaminasi. Selain itu membuat program teknik pilah sampah juga terbukti efektif untuk mendukung mengurangi pencemaran lingkungan oleh sampah.

13. Apa itu pengendalian kontaminasi?

Pertanyaan ini sangat mudah kita jawab. Apa itu pengendalian kontaminasi? Tentu saja cara ataupun metode yang diterapkan agar lingkungan bengkel tidak terkontaminasi dengan kontaminan yang berbahaya. Apapun langkah yang dilakukan asalkan tujuannya adalah membuat linkungan bengkel bersih adalah prinsip pengendalian kontaminasi.

14. Bagaimana cara mengendalikan dampak kontaminasi gas buang ini khususnya di bengkel?

Pada bengkel otomotif dibuatkan instalasi untuk mencegah dan pengendalian kontaminasi oleh gas bunga. Instalasi khusus ini disebut dengan hose long pit (corong gas buang).

Kami juga sudah membuat pembahasan khusus akan hal ini. Silahkan anda akses materi pengendalian kontaminasi, silahkan klik.

Post a Comment for "14 Pertanyaan Soal Teknik Pengendalian Kontaminasi populer"