Menganalisis Peluang Usaha Produk Barang/Jasa

Menganalisis Peluang Usaha Produk Barang/Jasa - Melalui kegiatan pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Project Based Learning (PBL) dan metode diskusi, peserta didik dapat menentukan peluang usaha yang dapat dikembangkan, menjelaskan konsep peluang usaha, mengidentifikasi usaha yang dapat dikembangkan berdasarkan peluang usaha yang ada, dan mengembangkan usaha berdasarkan peluang usaha yang ada dengan rasa ingin tahu, kreatif, komuikatif, dan mandiri.
Menjadi wirausahawan atau pengusaha menjadi tujuan banyak orang sekarang ini, hal tersebut tidak terlepas dari adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta adanya pergeseran pola pikir manusia yang awalnya mengejar impian menjadi seorang karyawan menjadi seorang yang mengembangkan usahanya sendiri.

Semakin mudahnya akses dalam memulai bisnis baru semakin banyak orang yang memilih untuk menjadi seorang wirausahawan, walaupun masih banyak sebagian besar orang yang masih mengejar untuk bekerja di perusahaan-perusahaan ataupun menjadi seorang pegawai negeri sipil.

Namun kemudahan memulai bisnis pun harus disertai dengan kejelian dalam menangkap peluang usaha yang ada di sekeliling kita. Peluang usaha di sekitar kita sangatlah banyak, baik dari yang kita lihat, yang ita baca maupun yang kita dengar. Akan tetapi, tidak semua usaha atau bisnis akan menghasilkan keuntungan yang diharapkan.

Menganalisis Peluang Usaha Produk Barang/Jasa

Selain itu yang lebih penting dari kemauan menangkap peluang bisnis atau usaha, adalah adanya keberanian, kreativitas, dan kesungguhan yang harus dilakukan dalam menangkap peluang usaha tersebut.

Jika dalam memulai suatu usaha ketiga hal tersebut kita miliki, maka peluang usaha yang ada di sekitar kita dapat kita kembangkan menjadi usaha yang lebih baik dan lebih menguntungkan dari usaha-usaha yang ada.

Menganalisis Peluang Usaha Produk Barang/Jasa

Misalnya, seorang pemuda yang tinggal di lingkungan pertanian yang banyak menghasilkan limbah pertanian, maka peluang usaha yang dapat dia kembangkan adalah membuat pupuk organik dari limbah pertanian tersebut.

Namun jika dia tidak memiliki keberanian untuk mengambil peluang usaha tersebut, ditambah kurangnya kreativitas dan kesungguhan dalam menangkap peluang tersebut, kemungkinan besar usahanya akan gagal. Sedangkan jika dia berani, sungguh-sungguh dan dapat mengembangkan kreativisatnya dalam usaha tersebut, maka ia akan berhasil dalam usahanya.


Pada bab ini akan dijelaskan bagaimana menangkap peluang usaha yang ada dan memulai suatu usaha dengan memanfaatkan pendekatan Bisnis Model Canvas (BMC).

A. Pengertian Peluang usaha

Peluang usaha adalah kesempatan yang datang pada waktu tertentu yang harus diambil oleh seorang wirausahawan untuk menciptakan suatu usaha dengan keberanian mengambil resiko, sehingga mendapatkan hasil yang diinginkan. Banyak sekali peluang usaha yang berada di sekitar kita, peluang usaha itu bisa datang dari orang terdekat maupun dari apa yang kita baca atau dengar.

Bahkan peluang usaha bisa kita ciptakan sendiri dengan kreatifitas dan inovasi yang kita lakukan dari usaha-usaha sebelumnya yang sudah ada. Selain itu, peluang usaha juga akan mudah didapatkan apabila kita memiliki keterampilan.

Misalnya, bagi mahasiswa jurusan matematika atau sains, dapat membuka les privat untuk anak-anak SD, SMP, SMA atau SMK, atau jika memiliki kemampuan untuk menggunakan aplikasi untuk mendesain dan editing, seperti, Adobe Photoshop, Coreldraw, Blender dan sebagainya, bisa membuka usaha percetakan undangan pernikahan atau lain sebagainya.

Namun yang lebih penting sebagai seorang yang akan memulai sebuah bisnis, kemampuan menangkap peluang usaha yang ada harus disertai keberanian, kreatifitas, kemampuan berinovasi dan kesungguhan dalam menjalankan peluang usaha serta mau mengambil resiko.

Dengan demikian, peluang usaha tersebut dapat menjadi sebuah usaha yang benar-benar matang dan kuat dalam bersaing dengan usaha-usaha lainnya. Dengan begitu keuntungan atau hasil yang didapatkan akan sesuai dengan yang diharapkan.

Jadi peluang usaha merupakan suatu kesempatan yang harus benarbenar dimanfaatkan oleh seseorang yang ingin memulai suatu usaha dengan melihat faktor internal dan eksternal. Faktor internal atau diri sendiri berupa, keterampilan, minat, dan bakat yang dimiliki, sedangkan faktor eksternal, yaitu kondisi lingkungan sekitar, kondisi, kebutuhan masyarakat, dan sesuatu yang sedang tren saat ini.

Sehingga usaha yang dilakukan berdasarkan peluang usaha yang ada dapat memperbaiki kehidupan orang yang menjalankannya.

B. Identifikasi Peluang Usaha

Perkembangan di bidang perdagangan sangat pesat saat ini, karena didukung oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya internet, memberikan banyak peluang usaha yang dapat dikembangkan.

Namun ada beberapa unsur yang harus diperhatikan dalam menangkap peluang usaha yang ada di sekitar kita, di antaranya sebagai berikut.
  1. Lihat keterampilan yang dimiliki dan cocokan dengan karakter usaha yang akan diambil. Dengan begitu, akan lebih mudah bagi kita untuk mengembangkan usaha tersebut sesuai dengan yang kita inginkan, selain itu kreativitas dan inovasi sangat diperlukan dalam mengembangkan sebuah usaha.
  2. Usaha yang kita lakukan adalah usaha yang kita sukai. Rasa suka kita terhadap usaha yang kita geluti adalah syarat mutlak. Karena pada dasarnya, jika kita menyukai apa yang kita kerjakan, maka kita akan lebih giat, tekun, dan pantang menyerah dalam menjalankannya. Memulai usaha dari hobi dapat berpotensi lebih besar usaha tersebut akan berhasil, namun diperlukan dukungan analisa dari aspek yang lainnya.
  3. Mengukur kemampuan diri dalam menjalankan usaha. Hal ini diperlukan agar usaha yang kita jalankan lebih matang, karena kita akan melakukan analisa dan riset yang pada akhirnya dibandingkan dengan kemampuan yang dimiliki.
  4. Kemampuan melihat dan memanfaatkan peluang usaha yang ada di sekitarnya, seperti, membuat inovasi baru dari usaha-usaha yang telah ada maupun menemukan ide usaha baru yang belum ada sebelumnya, disesuaikan dengan kebutuhan sekitar, memanfaatkan koneksi dan relasi untuk promosi maupun pengembangan produk, mengevaluasi produk barang dan jasa yang telah dibuat, dan mengikuti tren saat ini.
Mengidentifikasi peluang usaha dapat juga dilakukan dengan cara-cara di antaranya, yaitu, dengan berpikir positif terhadap ide-ide baru yang muncul di dunia usaha, menerima sara-saran dari berbagai pelaku usaha, banyak membaca untuk mencari referensi perkembangan usaha saat ini, dan memberlakukan konsep ATM (amati, tiru, dan modifikasi) dengan memanfaatkan kreatifitas yang dimiliki.

Selain itu beberapa hal yang harus diamati dalam membantu identifikasi peluang usaha, di antaranya sebagai berikut.
  1. Segmentasi pasar
  2. Sumber daya manusia
  3. Posisi produk
  4. Keuangan
  5. Tanggung jawab sosial
  6. Pengembangan usaha

C. Analisis Peluang Usaha

Semakin banyaknya peluang usaha di sekitar kita, maka dibutuhkan sebuah analisa yang dapat membuat kita memiliki keyakinan untuk menjalankan sebuah usaha berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan.

Salah satu analisa peluang usaha yang banyak digunakan adalah Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, dan Threats). Analisis SWOT tersebut merupakan teknik analisa yang biasa digunakan untuk membantu mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan yang dimiliki dalam bisnis.

Dengan mengetahui kelemahan dan tantangan bisnisnya, seroang wirausahawan atau pelaku usaha dapat mengatasinya dengan memaksimalkan kekuatan dan peluang yang dimiliki.

Hasil dari analisis SWOT dapat digunakan oleh wirausahawan yang akan memulai sebuah bisnis maupun yang sedang menjalankan bisnis untu dapat bersaing dengan pesaing lainnya. Analisis SWOT dilakukan dengan melakukan survei internal untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan usaha yang akan atau sedang dijalankan, serta survei eksternal untuk mengetahui ancaman dan peluang yang dimiliki.

Selain digunakan untuk memulai dan menjalankan sebuah bisnis, analisis SWOT juga dapat digunakan untuk pengembangan usaha. Analisis SWOT bersifat deskriptif dan terkadang bersifat subjektif.

Analisa SWOT merupakan analisis kondisi internal maupun eksternal suatu bidang usaha, yaitu, berupa kekuatan (Strength), peluang (Opportunity), kelemahan (Weaknes) dan ancaman (Threat), yang selanjutnya akan digunakan sebagai dasar untuk merancang strategi dan program kerja secara sistematis, sehingga dapat membantu seorang wirausaha dalam mengidentifikasi faktorfaktor luar (O dan T) dan faktor di dalam perusahaan (S dan W).

Menganalisis Peluang Usaha Produk Barang/Jasa
2-1 Empat komponen analisa SWOT
Tahap awal dalam penyusunan strategi usaha berdasarkan analisa SWOT adalah dengan menaksir kekuatan, kelemahan ancaman dan peluang usaha yang akan dijalankan. Empat komponen analisa SWOT, yaitu sebagai berikut.

a. Strenght (kekuatan)

Strenght atau kekuatan yang dimaksud adalah keunggulan produk barang atau jasa dari usaha yang akan dijalankan maupun kondisi atau situasai yang merupakan kelebihan atau kekuatan perusahaan. Kekuatan itu bisa berupa kualitas produk, harga, bahan dan sebagainya.

b. Weaknes (kelemahan atau kekurangan)

Kondisi atau situasi yang merupakan kelemahan atau kekurangan dari sebuah usaha, seperti kurangnya sumber daya, modal, harga bahan, sulitnya akses perdagangan, harga kemasan dan sebagainya. Analisis kelemahan ini sangatlah penting karena akan membantu wirausaha untuk segera mencari solusi dalam mengatasi kekurangan yang dimiliki usaha tersebut.

c. Opportunity (peluang)

Menganalisis peluang bertujuan untuk memudahkan wirausaha dalam mengembangkan usahanya dengan menonjolkan keunggulan produk barang atau jasa yang ditawarkan atau membuat terobosan dan inovasi dari produk barang atau jasa agar lebih unggul dibandingkan pesaing, sehingga usahanya berkembang dengan pesat. Selain itu, dengan analisis peluang dapat memberi gambaran kepada wirausaha untuk menetapkan suatu daerah baru dalam pengembangan usaha.

d. Threat (Ancaman)

Ancaman merupakan suatu kondisi atau situasi yang dapat menyebabkan kemunduran dari usaha yang dijalankan. Cara menganalisis ancaman adalah dengan mengkaji faktor internal dan eksternal yang dapat menjadi masalah bagi usaha yang akan atau sedang dijalankan. Ancaman tersebut dapat berupa, inovasi baru dari produk barang atau jasa pesaing, sumber daya manusai, semakin meningkatnya bahan baku, dan sebagainya.

Tabel 2.1 Contoh Analisa SWOT pada bidang Agrobisnis tanaman pangan dan holtikultura.
Kekuatan Kelemahan
1. Kondisi tanah dan klimatologis mendukung untuk tanaman pangan dan tanaman hortikultura 1. Topografi lahan berbukit memerlukan biaya dan tenaga yang tinggi
2. Curah hujan cukup dan merata di seluruh wilayah Lembang 2. Masih kurangnya penguasaan teknologi pertanian, sehingga produktifitasnya masih kurang.
3. Lahan pertanian yang cukup luas 3. Keterbatasan informasi pasar, sehingga nilai tukar komoditi relatif rendah.
4. Adanya bimbingan, dorongan dan bantuan langsung dari Kementrian Pertanian ...
Peluang Ancaman
1. Meningkatnya kebutuhan produk tanaman pangan dan holtikultura 1. Konversi peruntukan lahan dari lahan pertanian menjadi non pertanian
2. Komitmen pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan 2. Semakin tingginya harga sarana produksi pertanian
3. Kerjasama dengan perguruan tinggi untuk melakukan penelitian dan pengembangan usaha 3. Berkurangnya minat tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian
... 4. Belum adanya sinergi kerjasama antara dinas terkait, DU/DI dan perguruan tinggi dalam pengembangan mutu pertanian
Kerangka analisis SWOT dapat mengembangkan pengetahuan wirausahawan, bahwa satu bisnis atau usaha dapat berkembang dengan baik apabila perusahaan tersebut dapat memanfaatkan peluang yang ada dan mengurangi ancaman yang muncul baik ancaman yang muncul dari dalam perusahaan itu sendiri maupun dari luar.

Pengambilan keputusan yang berhubungan dengan pengembangan misi, tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan memerlukan perencanaan yang strategis, yaitu dengan cara menganalisis faktor-faktor strategis perusahaan (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) dalam kondisi yang ada saat ini. Pada dasarnya, cara kerja Analisis SWOT, yaitu dengan membandingkan antara peluang (opportunities) dan ancaman (threats) sebagai faktor dari luar dengan kekuatan (strengths) dan kelemahan (weaknesses) yang merupakan faktor dari dalam perusahaan.

Menganalisis Peluang Usaha Produk Barang/Jasa
Gambar 2-2 Diagram Analisis SWOT

Kuadran 1

Pada kuadran 1 analisis SWOT menunjukkan perusahaan berada pada situasi yang menguntungkan, sehingga perusahaan harus mampu memanfaatkan peluang dan kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan. Oleh karena itu, untuk mendukungnya perlu adanya kebijakan strategi usaha yang agresif.

Kuadran 2

Pada kuadran 2, perusahaan sedang dalam keadaan menghadapi berbagai permasalahan dan ancaman, namun masih memiliki kekuatan internal. Strategi yang dapat diterapkan, adalah dengan memanfaatkan peluang jangka panjang, yaitu dengan membuat produk-produk yang beraneka ragam (diversivikasi produk) yang akan ditawarkan kepada konsumen.

Kuadran 3

Kuadran 3, menggambarkan perusahaan memiliki peluang pasar yang besar, namun disisi lain perusahaan pun sedang menghadapi beberapa kelemahan dari dalam diri (internal) perusahaan tersebut. Strategi perusahaan yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi kelemahan-kelemahan internal yang ada dan merebut peluang pasar yang lebih baik.

Kuadran 4

Pada kuadran 4, perusahaan berada pada situasi yang sangat tidak menguntungkan, karena selain perusahaan sedang menghadapi berbagai ancaman, kelemahan internal pun memperburuk kondisi perusahaan. Strategi yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah dengan strategi defensive atau bertahan dengan kekauatan dan kemampuan yang ada.

Komponen-komponen SWOT selain bisa digunakan untuk menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam memulai atau menjalankan usaha, dapat pula dimanfaatkan untuk memilih strategi-strategi bisnis, di antaranya sebagai berikut.
  1. Strategi Stenght-Opurtunity (SO), yaitu strategi untuk meningkatkan peluang dengan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki, sehingga dapat memperluas cakupan segmentasi pasar dengan membuka cabang usaha di berbagai daerah.
  2. Strategi Weaknes-Opurtunity (WO), yaitu strategi untuk menghilangkan kelemahan dengan cara memanfaatkan peluang yang dimiliki.
  3. Strategi Strenght-Threat (ST), yaitu strategi untuk menghindarkan ancaman dengan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki, sehingga usaha yang dijalankan menjadi lebih matang.
  4. Strategi Weaknes-Threat (WT), yaitu strategi dengan cara meminimalkan weaknes atau kelemahan dengan cara meminimalisir atau menghindarkan ancaman dari dalam maupun dari luar.
Untuk strategi WO, ST dan WT dapat dilakukan dengan melakukan konsolidasi dengan berbagai pihak yang dianggap dapat memperkuat usaha yang dijalankan. Dalam hal ini seorang wirausaha harus memiliki kemampuan tawar-menawar dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, seperti, pabrik bahan baku produk yang dijual, perguruan tinggi, LIPI, dan lain sebagainya.

D. Pengembangan usaha

Konsep Pengembangan usaha. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata pengembangan memiliki arti proses, cara, perbuatan mengembangkan. Pengembangan suatu usaha adalah tanggung jawab dari setiap pengusaha atau wirausaha yang ingin memperluas cakupan usahanya dan mendapatkan pemasukan tambahan.

Menganalisis Peluang Usaha Produk Barang/Jasa
Gambar 2-3 Pengembangan Usaha Berdasarkan Analisis SWOT
Sehingga usahanya dapat berkembang lebih besar lagi. Dalam pengembangan usaha seorang wirausaha membutuhkan keberanian, motivasi, dan kreativitas serta inovasi dari produk barang atau jasa yang ditawarkan.

Namun yang tidak kalah penting adalah seorang wirausaha harus tahu betul ke mana arah usaha atau bisnis yang dijalankannya akan dibawa, sehingga wirausaha dapat mengidentifikasi hal-hal yang perlu untuk ditingkatkan berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan.

1. Langkah-langkah Pengembangan Usaha

Dalam mengembangkan usaha, langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.

a. Penentuan segmentasi pasar.

Kejelian dan kepekaan seorang wirausaha sangat diperlukan dalam menentukan segmentasi pasar. Penentuan segementasi pasar sangatlah penting karena sangat erat kaitannya dengan aspek perdagangan dan promosi yang akan dilakukan untuk mengembangkan usaha.
Menganalisis Peluang Usaha Produk Barang/Jasa
Gambar 2-4 Langkah-langkah Pengembangan Usaha
Jika salah membidik segmentasi pasar, maka produk barang atau jasa yang kita tawarkan tidak dapat diterima, bahkan tidak diperlukan sama sekali oleh masyarakat. Oleh karena itu, evaluasi dalam hal penentuan segementasi pasar sangat diperlukan dalam pengembanagn usaha.

b. Menjalin komunikasi dengan berbagai pihak.

Maksudnya, adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang hal-hal yang dapat mendukung kemajuan usaha dari berbagai pihak, Selain itu dengan menjalin komunikasi dengan berbagai pihak dapat memberikan informasi dan gambaran mengenai pesaing-pesaing yang ada di sekitar kita.

Sehingga kita dapat meminimalisir ancaman dengan meningkatkan kekuatan atau keunggulan produk barang atau jasa yang kita tawarkan dan juga dapat memperluas daerah perdagangan. Misalkan, seorang wirausaha les bimbingan belajar, dapat mencari informasi mengenai pesaing melalui konsumen yang pernah merasakan pelayanan dari pesaing atau seorang wirausaha makanan beku dapat membeli produk dari pesaing untuk mengetahui cara pengemasan produk untuk dijual secara online kemudian melakukan konsep ATM (amati, tiru dan modifik asi).

c. Berani berinvestasi.

Berinvestasi dalam hal ini adalah, berani untuk menjual aset atau meminjam pada bank untuk pengembangan usaha jika modal yang dimiliki masih minim. Namun yang harus diperhatikan dalam hal ini adalah harus adanya komitmen untuk melunasinya.

d. Fokus terhadap usaha yang dijalankan.

Kelemahan dari para wirausaha saat ini adalah kurang fokus dalam usahanya, sehingga ia tidak dapat mengelola kesuksesan yang telah diraih. Misalkan, seorang wirausaha yang telah sukses dalam usaha makanan tergiur untuk berbisnis properti, sehingga usaha makanannya terbengkalai, sedangkan usaha propertinya tidak berkembang dengan baik. Hal tersebut dapat menyebabkan kedua usaha yang ditekuninya tidak berkembang bahkan gulung tikar.

e. Penentuan cara promosi

Promosi, adalah salah satu aspek penting dalam pengembangan usaha, dengan promosi kita dapat menyampaikan keunggulan dari produk usaha yang kita jalankan. Oleh karena itu, seorang wirausaha harus mampu memilih cara promosi yang efektif dan efisien, sehingga keunggulan produk usahanya dapat benar-benar tersampaikan pada konsumen. Dengan begitu konsumen akan tertarik membeli atau menggunakan produk barang atau jasa yang ditawarkan.

f. Menentukan strategi perdagangan

Perdagangan yang dimaksud adalah penyaluran produk barang atau jasa yang ditawarkan dan cara perdagangan produknya. Pemilihan cara penyaluran produk sangat penting, agar mengurangi beban pengeluaran biaya usaha.

Selain itu, dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di mana penyaluran barang atau jasa dapat dilakukan dengan bantuan jasa pengiriman seperti, JNE, J & T, Go Send, dan jasa pengiriman lainnya. Cara perdagangan produk barang atau jasa pun dapat dilakukan secara online maupun ofline. Penentuan cara perdagangan ini juga perlu pertimbangan yang matang, karena cara perdagangan secara online dan ofline memiliki tantangan masing-masing.

E. Bisnis Model Canvas (BMC)

Sebuah usaha dapat dikembangkan menjadi sebuah startup. Istilah startup sering dikaitkan dengan usaha atau bisnis yang baru saja dimulai atau usaha yang baru berkembang. Menurut Steve Blank, startup adalah organisasi yang dibentuk untuk mencari model bisnis yang dapat diulang dan terukur. Sedangkan menutut Eric reis, startup adalah aturan atau norma-norma yang dirancang manusia untuk menyampaikan produk atau layanan baru dalam ketidakpastian.

Kunci dari memulai sebuah usaha atau membuat suatu startup adalah memiliki kemampuan untuk tumbuh. Karena startup adalah sebuah perusahaan yang memang dirancang untuk terus tumbuh secara cepat. Pertumbuhan startup tidak terbatas secara geografis yang berbeda dengan usaha kecil atau small bussines. Dalam pertumbuhan dan perkembangan startup, internet merupakan salah satu faktor yang penting.

Namun pengembangan usaha berupa startup tidak semudah yang dibayangkan, banyak startup yang akhirnya gagal berkembang. Beberapa kegagalan dari pengembangan usaha dengan membentuk startup, di antaranya sebagai berikut.
  1. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang model bisnis yang dapat membantu dalam pengembangan usaha.
  2. Masalah keuangan, bisa berupa modal atau kurangnya kemampuan dalam menentukan harga jual sehingga sulit bersaing dengan produk lain yang sama dengan harga yang lebih terjangkau oleh pasar.
  3. Pengembangan produk barang atau jasa yang kurang inovatif dan kreatif, sehingga tidak dapat menonjolkan keunggulan atau keunikan produk barang atau jasa yang ditawarkan. Hal tersebut dapat berdampak pada perkembangan usaha yang sangat lambat bahkan tidak dapat berkembang sama sekali.
  4. Kesalahan dalam melakukan strategi perdagangan. Hal tersebut sangatlah fatal bagi usaha yang baru mulai dirintis atau baru berkembang. Oleh karena itu, seorang wirausaha harus memiliki kejelian dan kepekaan dalam melihat pangsa pasar. Misalnya, adanya perubahan kebiasaan konsumen dalam membeli sebuah produk barang atau jasa sebelum adanya internet dengan setelah adanya internet. Seperti yang dapat dilihat dari bagan di bawah ini.
Jika perubahan kebiasaan belanja konsumen tersebut tidak dapat diantisipasi oleh seorang wirausaha dalam proses perdagangan produknya, maka perkebangan usahanya akan sangat lambat bahkan akan ditinggalkan oleh konsumen.

Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kegagalan dalam mengembangkan suatu usaha baru atau startup adalah menggunakan Bussines Model Canvas (BMC) yang digabungkan dengan analisa SWOT yang telah kita bahas di sub bab sebelumnya.
Gambar 2-5 Kebiasaan Belanja Konsumen Sebelum Era Digital


Gambar 2-6 Kebiasaan Belanja Konsumen Setelah Pada Era Digital


Bussines Model Canvas (BMC) merupakan suatu model bisnis yang memberikan gambaran secara detail dan logis bagaimana memulai sebuah usaha atau bisnis baru. Bussines Model Canvas (BMC) ini dikembangkan oleh Alexander Osterwalder dan Yves Pigneur (1990).

Mengapa harus menggunakan Bussines Model Canvas (BMC)?
  1. BMC disajikan dalam bentuk visual seperti kanvas lukisan agar dapat dimengerti dan dipahami dengan mudah.
  2. BMC sebagai “materi” untuk menjelaskan, menilai, dan mengubah suatu model bisnis, agar mampu berinovasi atau unggul dalam bersaing.
  3. BMC dapat digunakan untuk skala bisnis di semua bidang usaha.
  4. BMC sangat membantu untuk mempercepat proses analisis kekuatan dan kekurangan bisnis (analisis kebutuhan dan profit dapat dilakukan dengan cepat).
  5. BMC disusun dengan melibatkan semua level manajemen untuk pengembangan bisnis perusahaan. Bussines Model Canvas di dalamnya terdiri dari 9 buah komponen utama, yaitu, Customer Segment, Customer Relationship, Customer Channel, Revenue Structure, Value Proposition, Key Activities, Key Resource, Cost Structure, dan Key Partners.
Gambar 2-7 Komponen Bussines Model Canvas (BMC)
Kesembilan komponen BMC akan dijelaskan satu-persatu, yaitu sebagai berikut.

1. Customer Segment (segmentasi pasar)

Pada BMC wirausaha diharuskan untuk menentukan segmentasi pasar dengan detail, sehingga mendapatkan gambaran yang pasti konsumen mana yang akan dibidik sebagai pengguna barang atau jasa yang ditawarkan.

2. Customer Relationship (hubungan atau keterikatan dengan konsumen)

Komponen ini bertujuan untuk membentuk bounding dengan kosnumen, baik pelanggan atau konsumen baru maupun pelanggan atau konsumen lama. Selain membentuk bounding, komponen ini pun berfungsi untuk mengenalkan dan menawarkan produk barang maupun jasa baru kepada pelanggan atau konsumen baru maupun lama. Contoh, diskon, kode promo, member card, dan sebagainya.

3. Customer Channel

Customer Channel merupakan cara-cara mempromosikan barang atau jasa yang ditawarkan untuk menyampaikan keunggulan atau keunikan produk. Dengan demikian konsumen tertarik untuk membeli atau menggunakannya berdasarkan penilaian konsumen tersebut. Contoh, tester makanan, display baju dan lain-lain.

Fungsi channels lainnya, di antaranya sebagai berikut:
  • Mengenalkan kepada konsumen, sehingga konsumen sadar dengan produk barang atau jasa yang ditawarkan.
  • Membantu konsumen untuk menilai keunikan atau keunggulan produk barang atau jasa.
  • Memfasilitasi pelanggan membeli produk atau jasa.
  • Menyediakan dukungan pascapenjualan.
4. Value Proposition (keunggulan atau keunikan produk)

Keunggulan atau keunikan produk menentukan mengapa produk yang kita tawarkan pantas dipilih oleh konsumen, selain itu keunggulan atau keunikan produk harus menonjol dari pesaing dan memenuhi keinginan konsumen. Beberapa aspek yang dapat diunggulkan, yaitu, harga, merek, disain, potongan harga, pelayanan jika ada kerusakan, dan lain-lain.

5. Revenue Structure/ Revenue Stream (aliran pendapatan)

Aliran pendapatan atau aliran dana masuk, yaitu cara bagaimana mendapatkan pemasukan dari customer segment, baik berupa pendapatan transaksional (jual beli secara langsung) maupun pengulangan (repeat order). Selain itu, dana masuk dapat juga diperoleh dari penjualan produk hasil pengembangan dari produk yang ada maupun dari bidang usaha yang berhubungan dengan bidang usaha yang sedang dikembangkan. Contoh, penjualan rendang dalam kaleng oleh rumah makan padang, penjualan berbagai merchandise, dan sebagainya.

6. Key Activities

Merupakan kegiatan-kegiatan yang dpat menentukan jalannya sebuah bisnis atau usaha. Komponen ini berperan penting dalam menonjolkan keunggulan atau keunikan produk. Jenis key activities, yaitu sebagai berikut.
  • Operasi produksi
  • Operasi jasa (pelayanan)
  • Platform dan jaringan
7. Key Resource

Merupakan aset-aset penting yang dimiliki perusahaan. Aset-aset tersebut meliputi, sumber daya manusia (SDM), sumber daya fisik seperti, bangunan dan peralatan, uang, dan aset intelektual (merek, paten, hak cipta, database pelanggan, dan lain-lain. Key Resource harus mendukung value propotions dari produk yang ditawarkan, channel, customer relationship, dan revenue stream.

8. Key Partners

Merupakan mitra-mitra yang dapat diajak kerjasama dalam pengembangan usaha. Tujuan adanya mitra kerjasama adalah optimalisasi penghematan anggaran, mengurangi resiko dari hal-hal yang tidak terduga, dan pengambilalihan sumber daya dan kegiatan, sehingga pengelolaan usaha lebih efektif.

9. Cost Structure (struktur pembiayaan usaha)

Menggambarkan semua biaya yang dikeluarkan untuk jalannya bisnis. Pengeloaan keuangan sangatlah penting, karena jika pengelolaan uang kurang sehat, maka perkembangan usaha akan lambat bahkan tidak berkembang sama sekali. Jenis cost structure, yaitu, Cost driven (modal), Value driven (biaya cadangan), biaya tetap, dan biaya variabel.

Biaya tetap (Fixed Cost) adalah biaya yang sifatnya tetap, tidak dipengaruhi oleh besar kecilnya produksi. Contoh, sewa tanah, sewa bangunan, penyusutan alat/bangunan, upah tenaga kerja, dan lain-lain Biaya Variabel (Variable Cost) adalah biaya yang sifatnya berubah, dipengaruhi oleh besar kecilnya produksi. Contoh, benih tanaman, bahan baku, pupuk, pestisida, dan upah tenaga kerja luar/musiman.

Gambar 2-8 Komponen Utama dalam Bussnines Model Canvas (BMC)
Berdasarkan gambar di atas, dapat dilihat bahwa fokus utama dalam pengembagan usaha menggunakan BMC adalah customer segmens, customer relationship, revenue stream, channel, value propotion. Sedangkan komponen lainnya harus dapat mendukung komponen utama yang dapat terlihat secara langsung oleh konsumen.

Gambar 2-9 Contoh pengembangan Bussines Model Canvas
Perlu diingat bahwa Bussines Model Canvas bukanlah sebuah resep yang harus diikuti dengan kaku, tetapi hanya sebuah gambaran dalam memulai suatu bisnis atau mengembangkan bisnsi baru. Jadi evaluasi terhadap BMC yang telah dibuat sangatlah penting dan disesuaikan dengan perkembangan zaman saat ini. Selain itu evaluasi diperlukan untuk menghadapi tantangan dari kompetitor, berani berinovasi, dan memiliki keunggulan yang berbeda dengan kompetitor.

F. Peluang Usaha Bisnis Online

Perkembangan di berbagai bidang terutama pada teknologi jaringan komputer atau internet membuat peluang usaha di bidang bisnis online semakin berkembang pesat. Salah satu yang sangat berpengaruh adalah perkembangan gadget membuat terjadinya perubahan gaya hidup atau lifestyle di kalangan masyarakat. Perubahan yang benar-benar terasa salah satunya pada kebiasaan belanja masyarakat.

Jika dulu masyarakat berbelanja di pasar, toko atau tempat berbelanja lainnya secara langsung. Namun saat ini, masyarakat banyak yang memilih untuk berbelanja di toko online baik lokal maupun internasional karena dianggap lebih praktis dan mudah.
Gambar 2-10 Data Pengguna Media Sosial di Indonesia
Penggunaan media sosial di berbagai aktivitas masyarakat memberikan peluang usaha yang sangat besar di bidang bisnis online. Oleh karena itu, sekarang ini banyak toko online bermunculan, bahkan lebih dari itu, banyak masyarakat yang terjun untuk berbisnis online.

Namun yang paling penting dalam menangkap peluang usaha di bidang bisnis online adalah kemauan untuk mengubah mindset kita, kemauan untuk terus belajar, berkreativitas, inovatif dan komitmen tinggi terhadap usaha yang sedang dijalankan. Karena tanpa semua itu, peluang usaha online maupun offline tidak akan berhasil dan tidak akan berkembang.

Mengapa harus e-commerce?

Beberapa alasan penggunaan e-commerce dalam bidang perdagangan adalah sebagai berikut.
  1. Perdagangan di internet seperti tidak terbatas, karena dapat menembus batas negara, dan dapat menembus berbagai rintangan yang ada tanpa ada aturan aturan khusus yang baku.
  2. Pelayanan lebih cepat dan layanan yang diinginkan oleh para pelanggan dapat segera ditindak lanjuti dengan secepat mungkin, sehingga perusahaan tersebut akan mampu memberikan pelayanan yang terbaik dan tercepat bagi para pelanggan
  3. Meningkatkan persaingan bisnis dan penjualan-pejualan produk
  4. Internet dapat menjadi penggerak untuk memperbaiki ekonomi domestik melalui liberalisasi jasa domestik dan mempercepat integrasi dengan kegiatan produksi global.

G. Bisnis Online (E-commerce)

Konsep Dasar E-commerce. Adanya revolusi industri 4.0 sangat mempengaruhi perkembangan di berbagai bidang, terutama bidang telekomunikasi dan perdagangan. Salah satu dampak adanya revolusi industri 4.0 yang paling terasa adalah semakin bermunculannya toko-toko online dan startup-startup yang bergerak di bidang pelayanan secara online.

Perdagangan secara online (E-commerce) merupakan kegiatan jual beli baik barang maupun jasa melalui jaringan elektronik. Saat ini, perdagangan online pun tidak terbatas dengan kegiatan jual beli saja melainkan juga pengiriman dana atau data melalui jaringan elektronik juga. Seperti adanya aplikasi danaku,go-pay dan lain sebagainya.

Namun, tidak semua perdagangan melalui jaringan internet termasuk ke dalam E-commerce. Beberapa ciri E-commerce, di antaranya sebagai berikut:

a. Adanya Otomatisasi (Automation)

Pada perdangangan online semua dilakukan secara otomatis, tidak lagi secara manual seperti dulu. Termasuk di dalamnya pengiriman barang dan pembayaran yang sudah dilakukan secara otomatis.

b. Adanya integrasi (Integration) dalam satu proses jual beli

Dengan adanya proses yang terintegrasi dalam satu kali kegiatan jual beli dapat meningkatkan efesiensi dan efektivitas kegiatan jual beli.

c. Publikasi (Publishing)

Pada perdagangan online, promosi dilakukan juga secara online atau melalui jaringan internet. Para konsumen dapat melihatnya langsung dari katalog elektronik yang ditampilkan oleh pedagang, maupun melalui media sosial.

d. Interaksi (Interaction)

Setiap transaksi pada perdagangan secara online, terjadi pertukaran informasi antara pedagang dan pembeli yang didukung juga dengan berbagai aplikasi yang akan mengurangi kesalahan-kesalahan data baik pembeli maupun pedagang. Karena kesalahan pada data yang ada saat terjadinya jual beli, dapat merugikan kedua belah pihak, yaitu pedagang dan pembeli.

e. Transaksi (Transaction)

Pada perdagangan secara online transaksi yang dilakukan tidak secara langsung antar pembeli dan pedagang. Terutama pada proses pembayaran. Pada proses pembayaran pada perdagangaan online melibatkan pihak lain, seperti, bank, aplikasi dana (danaku, go-pay,dll.) dan sebagainya.

f. Adanya jasa pengiriman produk

Pengiriman barang atau jasa pada perdagangan online tidak dilakukan oleh pedagang itu sendiri, biasanya pedagang akan melibatkan pihak lain sebagai jasa pengiriman produk yang ia tawarkan, seperti, JNE, J & T, dan ekspedisi pengiriman barang lainnya.

1. Komponen-komponen E-commerce

Berbeda dengan perdagangan secara tradisional atau offline, perdagangan secara online (E-commerce) memiliki komponen yang lebih luas, di antaranya sebagai berikut.
  • Customer adalah para pengguna internet yang merupakan target pasar yang sangat potensial untuk menawarkan produk yang dihasilkan, serta informasi-informasi yang berhubungan dengan produk yang akan dipasarkan, misalnya, kelebihan atau keunggulan dari produk yang dihasilkan.
  • Penjual adalah pihak yang menawarkan produk baik secara langsung maupun melalui website atau melalui marketplace.
  • Electronic Data Interchange (EDI) merupakan proses pertukaran data antar berbagai organisasi, yang bertujuan untuk memfasilitasi dan mengikat perdagangan antar patner dagang atau bisnis. EDI terdiri dari elemenelemen yang memastikan jalannya proses perdagangan dengan konsumen dapat berjalan dengan baik tanpa merugikan salah satu pihak.
  • Digital Curency merupakan sebuah startup atau software yang memungkinkan untuk terjadinya transaksi secara elektronik seperti gopay, danaku, dan lain-lain.
  • Electronic Catalog merupakan bagian dari aplikasi yang memungkinkan penjual dapat menginformasikan produk-produk yang dijualnya dan konsumen dapat melihat produk dan spesifikasi dari produk yang dijual. Electronic Catalog pada umumnya berbentuk situs www yang interaktif, global presence, hypertextuality, dan mudah untuk diperbaharui.
  • Intranet dan extranet. Intranet merupakan kumpulan internet yang dimiliki suatu anggota kelompok tertentu dan hanya kelompok tersebut yang dapat mengaksesnya, sedangkan ekstranet adalah suatu area di internet yang dapat diakses oleh orang-orang di luar anggota kelompok dari intranet dengan otoritas tertentu. Misalnya, semua orang dapat mengakses dan belanja di situs Bukalapak tanpa mendownload aplikasinya, namun ada fitur-fitur yang tebatas. Beda halnya jika kita berbelanja atau membuka langsung dari aplikasinya startup tersebut.

2. Kelebihan dan Kekurangan E-commerce

a. Kelebihan E-commerce dalam dunia bisnis, di antaranya sebagai berikut:
  • 1) Organisasi Lebih Mudah dan Sederhana. Pengorganisasian produk untuk dipromosikan atau ditawarkan lebih mudah dan sederhana. Kita tidak perlu lagi memajangkan katalog atau membuat buku katalok produk yang ingin kita tawarkan secara fisik. Cukup dengan membuat gambar produk-produk yang akan kita tawarkan dan menampilakannya di media sosial dengan memberikan deskripsi dari barang atau jasa yang ditawarkan. Selain itu, karyawan yang dibutuhkan pun akan berkurang, karena kita hanya perlu beberapa karyawan saja untuk menangani pemesanan pemesanan secara online dan karyawan yang menangani pengiriman barang.
  • 2) Kemudahan Mengelola Barang. Apabila kita menjual barang secara online misalnya dengan membuka toko online atau pun dengan menggunakan website sendiri, kita tidak akan dipusingkan dengan pengelolaan baranag dan pergudangan, karena sistem manajemen situs menyediakannya. Dengan adanya sistem manajeman yang disediakan oleh situ, memudahkan konsumen untuk melihat stok barang yang ada dan memudahkan pedagang mengelola barang dagangannya.
  • 3) Pelayanan Lebih Fokus. Sistem manajemen yang tersedia di situs atau website, meudahkan pelaku usaha atau pedagang untuk menampung semua pesanan yang ada dan membantu pedagang untuk memberikan pelayanan dengan cepat dan lebih baik kepada pembeli atau konsumen. Jadi pedagang akan lebih fokus untuk melayani konsumen saja tanpa perlu memikirkan bagaimana mengelola proses pemesanan dari konsumen.
  • 4) Riset Pasar Lebih Mudah. Dengan berjualan secara online melalui situs online maupun melalui media sosial, memudahkan pedagang dalam melakukan riset pasar mengenai produk apa yang sedang dibutukan, dan diminati oleh konsumen saat ini. Hal tersbut, dapat membantu pedagang untuk membuat strategi-strategi penjualan yang dapat meningkatkan hasil penjualannya.
  • 5) Biaya Perdagangan Murah. Seperti yang kita ketahui, banyak situs berjualan secara online menawarkan jasa atua kerjasama dengan biasa sangat murah bahkan tanpa biaya. Selain itu, biaya untuk membuat website maupun melalui media sosial pun biaya yang dikeluarkannya juga terjangkau. Bahkan pedagang bisa memanfaatkan website atau blog secara gratis di situssitus tertentu.
  • 6) Kemudahan Memilih Target Pasar. Jaringan internet yang memiliki cakupan sangat luas, memudahkan pedagang yang berdagang secara online mencapai target pasar yang potensial. Beberapa cara yang dapat dilakukan, di antaranya, menawarkan produk diberbagai forum atau melalui media sosial, membuat iklan secara gratis maupun berbayar dengan kata kunci tertentu pada website, ataupun pada situs dagang online yang tersedia.
  • 7) Tidak Terbatas Ruang dan Waktu. Kemampuan internet yang dapat diakses di mana pun dan kapan pun, memberi keuntungan para pedagang online untuk memasarkan produk barang maupun jasanya.
b. Kekurangan dan kendala e-commerce

Perkembangan E-commece yang semakin meningkat tidak terlepas dari berbagai kendala dan kekurangan. Beberapa kekurangan dan kendala E-commerce adalah sebagai berikut.
  • 1) Pengawasan terhadap penjualan secara online belum maksimal, baik yang dilakukan oleh situs online, media sosial mupun pemerintahan, khususnya di Indonesia. Hal itu dikarenakan, luasnya wilayah Indonesia, infrastruktur yang masuh kurang mendukung serta sumber daya masnusia yang dianggap belum siap dalam menghadapi perkembangan terutama pada zaman revolusi industri 4.0 saat ini.
  • 2) Masih belum adanya standarisasi produk dan jasa, sehingga saat ini masih banyak konsumen yang memilih brdasarkan harga saja bukan berdasarkan kualitas produk. Hal ini yang dapat memberikan celah untuk para pelaku usaha atau pedagang yang untuk memasukkan barang yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah.
  • 3) Belum adanya kekuatan hukum yang jelas baik untuk pedagang maupun untuk pembeli, sehingga adanya kejahatan dunia maya (cyber crime) yang sulit dihindari.
4. Manfaat Perdagangan Secara Online (E-commerce)

Gambar 2-11 Manfaat Perdagangan Secara Online (E-commerce)
  • a. Melakukan perubahan dengan cepat. Jika terjadi kesalahan pada katalog produk baik gradis maupun katakata dalam katalog produk, pedagang akan mudah unutk memperbaikinya dan perubahan pun dapat dilakukan dengan cepat tanpa ada masalah.
  • b. Menentukan sasaran demografis tertentu. Perdagangan online dengan memanfaatkan jaringan internet memudahkan pedagang untuk mencapai target demografis tertentu yangdapat disesuaikan dengan produk yang ditawarkan. Target demografis yang dimaskud adalah gender, usia, dan lokasi. Bahkan dapat menargetkan tingkat pendapatan tertentu, tingkat pendidikan, dan pekerjaan.
  • c. Banyak media pilihan. Media dalam melakukan perdagangan secara online saat ini sudah semakin beragam. Seperti melalui media sosial, video secara live streaming, email maupun blogging.
  • d. Penghubung yang efektif antara pemasar dengan konsumen. Dengan adanya perdagangan secar online, hubungan antara konsumen dan pihak pemasar dapat lebih mudah terjalin (baik penjual produk maupun produsennya langsung) dan menguntungkan kedua belah pihak. Konsumen dimudahkan untuk memperoleh memperoleh informasi mengenai produk yang mereka cari. Hanya dengan mengetikkan kata kunci tertentu di kolom mesin pencari di internet yang berkaitan dengan produk yang dicari. Maka akan muncul informasi secara detail produk tersebut baik bagaimana cara mendapatkannya sampai pihak-pihak yang menjualnya, baik dari produsen langsung maupun melalui penjualnya, seperti supplier, grosir, toko, dan sebagainya.
  • e. Dapat mengubah target pasar yang potensial dengan mudah dan cepat. Hal tersebut sangat penting dalam proses pemasaran produk.

5. Alur Kegiatan pada E-commerce

Gambar 2-12 Alur E-commerce

Pada e-commerce terdapat sebuah alur umum yang tidak terlepas dengan empat komponen penting. Empat komponen penting tersebut, yaitu, penjual, konsumen, teknologi, dan jaringan komputer (internet).

6. Prinsip Penjualan E-commerce

Gambar 2-13 Prinsip Penjualan E-commerce

Pada umumnya, prinsip penjualan e-commerce sama dengan perdagangan secara konvensional yang membedakannya adalah kegiatannya dilakukan secara online dan digital (tanpa melibatkan tatap muka antara penjual dan pembeli).

Beberapa poin penting dalam prinsip kerja e-commerce, meliputi hal-hal berikut.
  • Adanya produk yang diperjual belikan baik barang maupun jasa.
  • Adanya konsumen.
  • Terdapat suatu sistem pelayanan melalui sebuah aplikasi.
  • Adanya proses pengiriman barang atau jasa yang melibatkan ekspedisi pengiriman barang atua jasa.
  • Tersedianya penanganan masalah logistik (stok barang) yang membatu pedagang untuk memenuhi permintaan konsumen.
7. Aplikasi E-commerce di Sekolah Kejuruan

Aplikasi E-commerce di sekolah bertujuan untuk memasarkan produk yang dihasilkan oleh SMK dan diharapkan dapat berkembang ke tingkat global. Terdapat tiga tahap untuk pengaplikasian e-commerce di sekolah, yaitu sebagai berikut.
  • Bidik pasar potensial, yaitu pasar yang permintaan terhadap produk sudah ada, tapi belum banyak kompetitor serta disesuaikan dengan potensi sekolah yang ada.
  • Penentuan produk yaitu menghasilkan produk yang membuat orang kecanduan, pengen lagi dan lagi, dan yang terakhir packaging dan branding, yaitu membuat kemasan yang cantik luar dalam tanpa menutupi identitas dan potensi unggulan sekolah.
  • Penentuan media promosi sekolah secara umum bisa lewat marketplace atau media sosial. E-commerce di sekolah bisa dilakukan secara berkelompok atau secara individu. Jika secara berkelompok bisa dilakukan ketika pelajaran PKK dengan anak membuat produk sendiri atau mengecommerceskan produk sekolah. Setiap kelompok diberi tantangan dengan minimal omset 500 ribu rupiah per minggu. Tidak hanya tahapan di atas, pengaplikasian e-commerce di sekolah juga dimulai dengan mempersiapkan siswa dengan tahapan di bawah ini.
    • Melengkapi fasilitas belajar wirausaha dengan media pelajaran pkk
    • Pendampingan wirausaha tutor sebaya
    • Menyelenggarakan pelatihan wirausaha secara rutin
    • Membangun ruang untuk pembelajaran online
    • Membangun laboratorium kewirausahaan
    • Mendirikan komunitas enterpreneur di SMK
Dari tahapan-tahapan di atas akan menimbulkan jiwa berwirausaha bagi siswa untuk masa depan yang dapat berkompetisi terutama di bidang wirausaha e-commerce, karena e-commerce secara tidak langsung dapat memunculkan proses belajar melalui dunia nyata, siswa belajar membuat tujuan dan ekspektasi yang wajar, siswa tidak hanya belajar teori dari buku saja, tetapi meresapi implementasinya di lapangan, dan membangun akses dan jejaring yang saling menguntungkan.

Perubahan karakter siswa pun akan muncul dengan sendirinya karena diperlukan karakter yang harus muncul dalam pengaplikasian e-commerce di sekolah, di antaranya adalah sebagai berikut.
  • Kecerdasan emosi. Diperlukan dalam menghadapi berbagai karakter konsumen.
  • Kemampuan mengelola waktu. Mampu mengerjakan tugas berdasarkan prioritas.
  • Komunikatif. Kemampuan menggunakan bahasa secar sosial mampu diterima semua kalangan.
  • Inovatif. Memiliki kreatifitas dalam membuat inovasi terhadap produk.
  • Memiliki attitude yang baik. Sikap yang baik dalam meningkatkan produktivitas..
  • Keterampilan financial. Melatih kemampuan dalam mengelola uang
  • Keberanian
Membangun kepercayaan diri dan membangun kepercayaan konsumen. Pengembangan aplikasi e-commerce di sekolah kejuruan bisa dikembangkan melalui teaching factory dan pembelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan.

Pada teaching factory, produk ataupun jasa yang dihasilkan oleh siswa dan siswi sesuai dengan keunggulan dan potensi daerah sekolah kejuruan, seperti, produk cofeehape, coldbrew, olahan kentang hingga bengkel bisa di jadikan jalan untuk pengembangan e-commerce di sekolah dengan standar industri.

Produk/jasa teaching factory merupakan peluang yang sangat besar bagi siswa karena siswa dan siswi, tanpa mereka berkreasi dalam produknya tetapi sisi pengembangan perdagangan dan promosi bisa dijadikan jalan dalam menumbuhkan sisi wirausaha yang memang dibutuhkan dijaman sekarang ini. 

Hal ini dilihat dari potensi pengembangan e-commerce terutama dikalangan remaja. Pengembangan e-commerce dalam teaching factory membuat keahlian kejuruan siswa dan keahlian perdagangan siswa lebih berkembang, sehingga ketika mereka lulus dari sisi kompetensi keahlian dan bidang perdagangan dapat berkambang lebih kuat.

Akan tetapi, dalam pembelajaran mata pelajaran produk kreatif dan kewirausahaan serta program yang diwadahi oleh Direktorat PSMK siswasiswi untuk mengembangkan e-commerce melalui program Sekolah Pencetak Wirausaha (SPW) siswa dan siswi lebih mandiri dalam mengkreasikan produk, tidak lagi dilihat kejuruannya seperti teaching factory tapi mereka lebih dilihat dari sisi kreatif, strategi perdagangan dan terutama kewirausahaan dalam bidang e-commerce. Mereka bebas membuat produk sesuai kreatifitasnya atau menjadi reseller. Akan tetapi, sisi perdagangan e-commercenya tinggi, sehingga meski hanya menjadi reseller mereka dapat mengembangkan e-commerce secara optimal.

8 Produk Online Shop Paling Laku dan Laris di Indonesia

Revolusi industri 4.0 terutama pada bidang teknologi konunikasi seperti gadget dan jaringan internet, menyebabkan kemajuan dunia bisnis yang sangat pesat, termasuk di Indonesia. Begitu juga persaingan di bidang bisnis perdagangan pun semakin ketat. Perkembangan di bidang perdagangan ini, harus dimanfaatkan oleh negara untuk meningkatkan pendapatan per kapita warga negaranya maupun untuk meningkatkan perekonomian negara. Khususnya bagi negara berkembang seperti Indonesia.

Indonesia termasuk ke dalam salah satu negara yang memiliki jumlah pengguna internet terbanyak setelah Amerika Serikat. Hal tersebut, membuka peluang yang sangat besar terutama pada perdagangan secara online (E-commerce). Karena saat ini, sebagian besar masyarakat memilih untuk melakukan pembelian produk secara online. Sehingga, para pelaku bisnis internet atau online tidak lagi merasa ragu akan keberhasilan perdagangan produknya dalam jaringan internet mengingat kontribusi penduduk masyarakat Indonesia sangat tinggi dalam penggunaan media internet.

Peekembangan perdagangan online di Indonesia semakin meningkat, hal tersebut dapat dilihat dari semakin banyak bermunculannya toko online atau online shop di berbagai media sosial. Selain itu, kebiasaan belanja masyarakat pun mengalami perubahan yang awalnya lebih nyaman membli barang secara langsung sekarang kebanyakan masyarakat lebih nyaman untuk membeli barangatau berbelanja secara online. Khususnya bagi kalangan muda yang memag lebih menyukai hal-hal yang praktis.

Berikut beberapa situs belanja online yang paling populer di Indonesia.
https://www.lazada.co.id/
https://shopee.co.id/
https://www.tokopedia.com/
https://www.bukalapak.com/
https://www.blibli.com/

Dengan adanya situs belanja online tersebut menjadikan kemudahan bagi para konsumen yang akan membeli produk yang diinginkan dan sekaligus menjadi sebuah peluang usaha bagi para penjual karena memudahkan dalam proses perdagangan. Apalagi jika dilihat dari kondisi persaingan perdagangan secara online yang semakin ketat.

Setiap e-commerce berlomba-lombat untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Mereka bersaing tidak hanya dari harga saja, tetapi dari penawaran-penawaran lainnya seperti adanya potongan harga, gratis ongkos kirim dan lain sebagainya. Bahkan saat ini, para pedagang online pun mencoba untuk menarik minta pembeli atau konsumen dengan kemudahan dalam pembayaran, baik melalui transfer bank maupun dompet elektronik seperti danaku, ovo dan lain-lain.




Komunikasi dengan Mobile Phone

Perkembangan teknologi terutama pada mobile phone atau gadget semakin lama semakin pesat. Mobile phone atau yag sering kita sebut gadget, mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Perkembangan mobile phone diawalai dengan adanya teknologi 1G (first generation) di mana mobile phone atau handphone hanya bisa menerima dan melakukan panggilan saja.

Selanjutnya muncullah teknologi 2G Pada teknologi 2G ini, mobile phone atau handphone tidak hanya dapat menerima dan melakukan panggilan tetapi dapat juga mengirimkan data berupa sms, gprs, mms, dan lain-lain. Setelah 2G muncullah teknologi 3G (third generation) di mana pada saat itu, mobile phone selain bisa melalukan panggilan, mengirim data berupa audio aja pada 3G mobile phone sudah bida mengirim data secara visual bida berupa video, gambar maupun foro.

Generasi ke empat yaitu 4G merupakan sistem mobile phone yang mengintegrasikan teknologi wireless yang telah ada termasuk wireless broadband (WiBro), 802.16e, CDMA, wireless LAN, Bluetooth, dan lain-lain. Selain itu, 4G memiiki kelebihan berupa pengiriman data baik visual maupun audio dengan cepat, volume tinggi, kualitas baik, jangkauan global, dan fleksibilitas untuk menjelajahi berbagai teknologi berbeda.

Generasi yang saat ini sedang bekembang adalah jaringan 5G atau fifth generation (generasi kelima). Teknologi terbaru seluler ini baru direncanakan dirilis pada tahun 2020. Jaringan 5G diprediksi memiliki kecepatan tiga kali lipat dari kecepatan generasi-generasi sebelumnya. Beberapa kelebihan dari 5G, di antaranya, yaitu, memiliki rata rata kecepatan data yang lebih tinggi, hemat energi, biaya lebih murah, kapasitas sistem yang lebih besar, dan konektivitas utuh. Kecepatan transfer data yang ditawarkan 5G merupakan salah satu daya tarik tersendiri bagi para penggunanya. Peluncuran 5G tebagi menjdai dua fase yaitu, fase pertama pada April 2019 dan fase kedua pada April 2020.

Saat ini peluang usaha diberbagai bidang sangatlah terbuka lebar. Kreatif dan inovatif serta unik sangatlah diperlukan untuk memperbesar keuntungan yang bisa kita dapatkan dari peluang usaha yang ada.

Lihatlah beberapa produk-produk unik yang bisa menjadi inspirasi dan memiliki peluang usaha yang besar! Selain itu, perkembangan dunia usaha pun semakin pesat. Hal itu dapat dilihat dengan semakin banyaknya startup yang bermunculan. Mau tau lebih jelas apa itu startup?
https://m.youtube.com/watch?v=DW1C9o8gGuU
https://m.youtube.com/watch?v=T0rsLSGJJaY
https://m.youtube.com/watch?v=FrjVGYLDvck

RANGKUMAN

  1. Peluang usaha adalah kesempatan yang datang pada waktu tertentu yang harus diambil oleh seorang wirausahawan untuk menciptakan suatu usaha dengan keberanian mengambil resiko, sehingga mendapatkan hasil yang diinginkan.
  2. Unsur-unsur yang harus diperhatikan dalam menangkap peluang usaha yang ada di sekitar kita, di antaranya, sesuaikan dengan keetrampilan yang dimiliki, usaha yang kita lakukan adalah usaha yang kita sukai, mengukur kemampuan diri dalam menjalankan usaha, dan mampu melihat serta memanfaatkan peluang usaha yang ada di sekitarnya, seperti berinovasi.
  3. Analisa SWOT merupakan analisis kondisi internal maupun eksternal suatu bidang usaha berupa kekuatan (Strength), peluang (Opportunity), kelemahan (Weaknes) dan ancaman (Threat), yang selanjutnya akan digunakan sebagai dasar untuk merancang strategi dan program kerja secara sistematis.
  4. Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk melakukan pengembangan usaha, yaitu, penentuan segmentasi pasar, menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, berani berinvestasi, fokus terhadap usaha yang dijalankan, penentuan cara promosi, dan menentukan strategi perdagangan.
  5. Bussines model canvas atau model bisnis kanvas merupakan suatu model bisnis yang memberikan gambaran secara detail dan logis bagaimana memulai sebuah usaha atau bisnis baru. Bussines model canvas (BMC) dikembangkan oleh Alexander Osterwalder dan Yves Pigneur (1990).
  6. Alasan penggunaan Bussines model canvas (BMC) dalam memberikan gambaran terhadap usaha yang akan didirikan atau dikembangkan, di antaranya:,BMC disajikan dalam bentuk visual (kanvas), BMC sebagai “materi” untuk menjelaskan, menilai, dan mengubah suatu model bisnis, agar mampu berinovasi atau unggul dalam bersaing, BMC dapat digunakan untuk semua skala bisnis di semua bidang usaha dan BMC sangat membantu untuk mempercepat proses analisis kekuatan dan kekurangan bisnis.
  7. Sembilan komponen utama Bussines Model Canvas ini membagi business model menjadi 9 buah komponen utama, yaitu, Customer Segment, Customer Relationship, Customer Channel, Revenue Structure, Value Proposition, Key Activities, Key Resource, Cost Structure, dan Key Partners.
  8. Konsep dasar E-commerce, di antaranya, Otomatisasi (Automation), Integrasi (Integration), Publikasi (Publishing), Interaksi (Interaction), Transaksi (Transaction).
  9. Manfaat perdagangan online, yaitu, dapat melakukan perubahan dengan cepat, dapat melihat hasil penjualan saat itu juga, memudahkan memilih target demografi, banyak media yang dapat dipilih, penghubung yang efektif antara pemasar dengan konsumen, dan kemampuan untuk mengetahui syok dan permintaan dengan lebih cepat dan akurat.
  10. Keuntungan perdagangan online, yaitu, pengeloaan pemesanan ebih mudah dan sederhana, pengelolaan barang lebih mudah, pedagang lebih fokus untuk melayani konsumen, lebih mudah melakukan riset pasar, biaya lebih murah, dan mudah memilih target pasar.
  11. Komponen perdagangan online, yaitu, strategi pemasaran, mesin pencari pemasaran, email pemasaran, PR online, social media marketing, iklan online, website, dan konversi.
  12. Prinsip E-commerce, yaitu, adanya produk yang diperjual belikan baik barang maupun jasa, adanya konsumen, terdapat suatu sistem pelayanan melalui sebuah aplikasi, adanya proses pengiriman barang atau jasa yang melibatkan ekspedisi pengiriman barang atua jasa, dan tersedianya penanganan masalah logistik (stok barang) yang membatu pedagang untuk memenuhi permintaan konsumen.