Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Sensor Sistem EFI dan Fungsinya

Sensor pada Sistem EFI dan Fungsinya - Sebuah Sistem EFI (Electronic Fuel Injection) merupakan sistem yang berfungsi untuk melakukan pengontrolan bahan bakar secara elektronik. Pengontrolan secara elektronik membuat jumlah bahan bakar yang diinjeksikan menjadi lebih optimal/tepat dengan disesuaikan pada beberapa kondisi, seperti temperatur air pendingin, temperatur udara masuk, kecepatan mesin, posisi katup throtle dan berbagai kondisi penting lainnya. Hal diatas adalah segala bentuk kondisi variatif yang belum bisa ditangani secara optimal oleh teknologi konvensional.

Ok jadi sistem ini adalah generasi lebih lanjut dan penyempurnaan dari sistem sebelumnya (sistem konvensional) yang menggunakan karburator. Sistem EFI membuat sistem bahan bakar kendaraan di kontrol secara elektronik. Pengontrolan secara elektronik ini menggunakan 3 mekanisme utama yaitu sensor, kontrol dan aktuator. Fungsi sensor pada sistem EFI adalah untuk mendeteksi.

Paling tidak lebih dari 16 sensor yang digunakan dalam kendaraan baru yang sudah menggunakan sistem EFI. Kemudian sama seperti komputer yang memiliki fitur untuk memproses data, sistem ini juga memiliki kontrol untuk membaca sinyal yang diberikan oleh sensor. Perangkat kontrol dalam sistem EFI yang biasa digunakan adalah ECU (Electronic Control Unit). Lalu hasil penghitungan di ECU akan memberikan output berupa sinyal tegangan yang akan dikirimkan ke aktuator. Bagian aktuator inilah yang akan menjadi eksekutor.

Pengontrolan secara elektronik memberikan kelebihan pada kendaraan, baik dari segi pencampuran udara dan bahan bakar yang lebih homogen, maupun emisi gas buang yang lebih ramah lingkungan. Penggunaan sensor membuat segala kondisi dan variabel yang berpengaruh pada kendaraan bisa terdeteksi. Sehingga efisiensi bisa didapatkan pada berbagai kondisi pengoprasian.

Kendaraan yang telah mengusung teknologi EFI menggunakan perangkat tertentu untuk mengabutkan bahan bakar. Pasalnya ini akan membuat tingkat homogenitas campuran udara dan bahan bakar menjadi lebih baik dan pada akhirnya akan membuat pembakran lebih sempurna. Pembakaran sempurna tentunya akan berpengaruh kepada performa kendaraan.


Kejadian apapun pada kondisi engine dapat dideteksi oleh sensor. Lantas apa saja yang dapat dideteksi oleh sensor pada sistem EFI? Baiklah berikut sensor sensor pada sistem EFI dan fungsi pendeteksiannya.

Sensor Sistem EFI dan Fungsinya

Hingga sekarang komponen elektronik pada mobil bisa disamakan pada rangkaian elektronik pada komputer. Berbagai sensor telah diaplikasikan pada satu unit. Pada bagian mesin saja, terdapat sekitar puluhan sensor yang membuat kinerja mobil semakin sempurna. Apa saja sensor pada mesin itu? Simak 18 sensor pada mesin yang layak anda ketahui.

Sensor tambahan diluar sistem UTAMA EFI atau disebut juga EMS (Engine Management System)

1. Oil pressure sensor

Oil pressure sensor akan mendeteksi tekanan oli didalam mesin, sebelumnya ada komponen bernama oil level switch yang akan mematikan mesin saat ketinggian oli berkurang. Namun komponen ini tidak bekerja efektif saat mesin bekerja.
Oil pressure sensor bekerja saat mesin sedang menyala. Saat tekanan oli didalam mesin berkurang, sensor ini akan mengirimkan peringatan ke pengemudi melalui indicator oli. Namun, Jika tekanan oli drop, secara otomatis mesin akan berhenti.

2. Fuel level sensor

Sensor ini terletak jauh dari mesin namun, secara tidak langsung berhubungan dengan kinerja mesin. Fuel level sensor akan mendeteksi jumlah bahan bakar didalam tanki bahan bakar. Sinyal dari sensor ini akan dikirimkan ke MID dengan fuel bar.

3. Fuel tank pressure sensor

Fuel tank sensor juga terletak jauh dari mesin. Karena komponen ini terletak didalam fuel tank untuk mendeteksi tekanan bahan bakar dalam tanki. Tekanan didalam tanki bahan bakar terbentuk karena uap bahan bakar dan goncangan saat mobil berjalan. Uap ini kemudian diolah menggunakan sistem carcoal canister.

4. Brake pedal sensor

Sensor berikutnya juga secara tidak langsung berhubungan dengan kinerja mesin. Brake pedal sensor akan mendeteksi apakah pedal rem berada pada posisi terinjak atau tidak. Pada mobil-mobil matic, pedal rem akan menentukan saat starting. Saat pedal rem tidak terinjak, maka mobil tidak akan bisa strart.

5. Fuel rail pressure sensor

Fuel rail pressure sensor adalah komponen sensor yang akan mendeteksi tekanan bahan bakar pada fuel rail di mesin diesel. Sensor ini hanya terdapat pada mesin diesel yang mengusung sistem common rail. Fungsi utama sensor ini adalah untuk menentukan pompa tekanan tinggi untuk memompa agar tidak terjadi over pressure pada fuel rail.

Jika tekanan fuel rail berlebihan, berakibat pada penyemprotan bahan bakar di injector juga berlebih yang menyebabkan pembakaran tidak sempurna dan berpotensi merusak injector. Sehingga pada mesin diesel sensor ini terbilang penting.

6. Fuel temperature sensor

Sensor ini bertugas untuk mendeteksi suhu pada bahan bakar yang melewati fuel line. Suhu ini nantinya akan mempengaruhi kinerja mesin khususnya mesin diesel. Oleh karena itu, beberapa mesin disesel memiliki pendingin bahan bakar.


7. Fuel line pressure sensor

Fuel line pressure sensor adalah komponen yang akan mendeteksi tekanan bahan bakar dalam sistem bahan bakar. Sensor ini bertujuan untuk mengatur kinerja fuel pump sehingga tekanan didalam sistem bahan bakar tidak drop dan tidak berlebih.


8. Refrigerant pressure sensor

Refrigerant adalah cairan yang berfungsi untuk menyerap panas latent didalam sistem AC. Untuk membangkitkan tekanan refrigerant, digunakan komlressor AC yang digerakan oleh mesin.


Tekanan refrigerant akan diukur oleh refrigerant pressure sensor. Tekanan ini akan mempengaruhi RPM mesin. Saat kompresor AC terhubung secara otomatis, RPM mesin akan meningkat untuk menerima beban kompresor, RPM kembali normal saat tekanan refrigerant mencapai maksimal.

9. Turbo Boost Sensor

Sensor ini, hanya terdapat pada mesin yang memiliki turbo dengan variable noozle. Fungsi turbo boost sensor adalah untuk mendeteksi tekanan udara yang disemburkan oleh turbocharger. Tekanan ini tidak boleh kurang dan lebih karena akan berakibat pada performa mesin.

Sehingga sensor ini akan mengatur tekanan intake melalui boost pressure control yang lebih familiar dengan sebutan VNT atau VGT.

Sensor utama pada EFI atau disebut juga EMS (Engine Management System)

10. Crankshaft Position Sensor (Sensor CKP )






Sensor CKP Berfungsi untuk mendeteksi putaran crankshaft (Engine rpm) dan timing pengapian

Sensor CKP merupakan salah satu sensor utama pada kendaraan yang sudah menggunakan sistem EFI. Sensor ini merupakan tipe sensor putaran. CKP mendeteksi kecepatan putaran dan top piston supaya koil dan injektor yang berada di dalam sistem dapat melakukan fungsinya dengan timing yang tepat. Jika putaran tinggi tentunya kendaraan membutuhkan pembukaan injektor yang lebih cepat juga menyesuaikan dengan putaran mesin.

11. Camshaft Position Sensor (Sensor CMP )




Sensor CMP berfungsi untuk endeteksi putaran camshaft, dari pendeteksian putaran camshaft ini CMP akan mengetahui dengan tepat posisi langkah piston saat di TMA (Titik Mati Atas) atau langkah isap dimana pada saat ini terjadi penginjeksian.

Selain CKP, sensor CMP juga merupakan salah satu sensor utama. Dimana jika terjadi kendala pada sensor ini mungkin akan berakibat mobil sulit hidup, ataupun injektor yang tidak bekerja sehingga mobil tidak bisa hidup sama sekali. Sensor CMP bekerja berdasarkan induksi elektromagnet.

12. Throttle Position Sensor ( Sensor TPS )




Fungsi dari sensor TPS adalah Mendeteksi sudut bukaan katup throttle

Sensor ini terdapat pada throttle body dan terhubung dengan throtle valve (katup gas). Karenanya apabila terjadi perubahan sudut pada throtle valve maka TPS akan medeteksinya dan mengirimkan sinyal listrik ke ECU untuk melakukan kalkulasi. Hasil dari kalkulasi ini akan dikirimkan ke injektor dalam bentuk sinyal listrik sehingga terjadi penginjeksian bahan bakar. Sensor ini juga berfungsi untuk mengontrol bahan bakar agar terhenti ketika kendaraan melakukan deselerasi. Bukaan katup throtle yang besar akan membuat injektor membuka dalam waktu yang lebih lama (bahan bakar yang diinjeksikan lebih banyak).

13. Engine Collant Temperatur (Sensor ECT) / WTS (Water Temperatur Sensor)

Fungsi dari sensor ECT atau WTS adalah Mendeteksi suhu air pendingin

Sensor ini biasa ditempatkan di block mesin ataupun rumah thermostat bagian bawah. ECT akan mendeteksi perubahan suhu pada cairan pendingin kendaraan. Sensor ECT menggunakan pendeteksi panas tipe NTC (Negatif Temperature Coefisien).


Metoda pendeteksiannya yaitu ketika suhu air pendingin naik maka tahanan atau resistansi pada sensor ini akan turun. Begitu juga sebaliknya, Ketika suhu air pendingin turun maka tahanan nya akan naik. Sensor ECT jugalah yang bertanggung jawab untuk mengaktifkan kipas radiator ketika kondisi mesin sudah mencapai temperatur kerja.

14. Intake Air Temperatur Sensor (IATS )


Fungsi dari sensor IATS adalah mendeteksi suhu udara yang masuk ke intake manifold

Intake Air Temperatur Sensor ini terdapat di intake manifold. IAT akan mendeteksi suhu udara agar ECU bisa menentukan kadar bensin yang harus diinjeksikan. Udara dingin memiliki konsentrasi O2 yang lebih padat, karena pada kondisi ini kendaraan membutuhkan bahan bakar yang lebih banyak.

IAT mengkonversi suhu yang dideteksi menjadi sinyal listrik yang kemudian dikirim ke ECU. Hal ini membuat jumlah bahan bakar yang diinjeksikan pada kendaraan dengan kontrol elektronik pada sistem bahan bakarnya selalu dalam tingkat yang optimal.

15. Oksigen Sensor (O2)
Fungsi dari sensor oksigen (O2) yakni mendeteksi kadar oksigen didalam gas buang

Oksigen sensor merupakan jenis sensor koreksi, dimana sensor ini ditempatkan pada bagian exhaust kendaraan. Kendaraan kita menggunakan internal combustion engine sebagai penggerak dan tentunya inti dari jenis ini adalah tenaga yang dihasilkan diperoleh melalui proses pembakaran. Kita tahu semua jenis pembakaran akan menghasilkan gas sisa pembakaran.

Gas sisa pembakaran inilah yang akan keluar melewati exhaust. Konsentrasi gas buang akan dideteksi oleh oksigen sensor untuk kemudian oksigen sensor akan memberikan sinyal ke ECU sehingga ECU dapat mengatur perbandingan campuran udara dan bahan bakar ke tingkat paling optimal. Tentunya dengan ditempatkannya oksigen sensor kita bisa tahu bahwa kendaraan bekerja dengan AFR yang ideal atau tidak dengan melihat nilai konsentrasi oksigen di dalam gas buang.

16. Manifold Absolute Pressure ( MAP sensor )
Fungsi dari sebuah MAP Sensor pada sistem EFI (engine management system) adalah:
  • Mengukur besarnya tekanan udara di intake manifold
  • Mendeteksi kondisi kevakuman di intake manifold
  • Mengirimkan data tekanan udara di intake manifold ke ECU
17. AFM (Air Flow Meter)
Fungsi sensor AFM (air flow meter) ini merupakan untuk mengukur jumlah udara yang masuk ke dalam silinder

Sensor ini terdapat pada EFI tipe L. Sensor AFM biasa di tempatkan antara filter udara dan juga throtle. Sensor AFM memiliki 2 metoda pendeteksian yaitu pendeteksian langsung dan tidak langsung.

Pada tipe deteksi langsung ini, untuk melakukan pendeteksiannya menggunakan beberapa cara yaitu sensor air flow dengan menggunakan vane, sensor air flow meter tipe karman vortek dan sensor air flow meter dengan pendeteksian berat yaitu dengan hot wire type dan dengan hot file type. Sedangkan untuk pendeteksian secara tidak langsung yaitu sensor air flow meter dengan menggunakan tipe speed density dan sensror air flow meter tipe throttle speed.

18. Knock Sensor

Fungsi dari knock sensor merupakan alat untuk mendeteksi terjadinya knocking

Knock sensor menerapkan elemen komponen yang bernama piezo elektrik untuk mendeteksi getaran atau knocking pada mesin. Bagaimana ketukan ini bisa terjadi? Ini erat hubungannya dengan kesempurnaan pembakaran. Lazimnya pada motor pembakaran dalam, pembakaran akan terjadi setelah bahan bakar dikompresikan dan beberapa derajat sebelum TMA busi akan memercikan bunga api.

Akan tetapi dalam keadaan tertentu bisa karena adanya modifikasi atupun penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai pembakaran ini tidak tepat pada waktunya (terjadi pre-ignition). Pre-ignition ini yang akan menghasilkan suara ketukan/detonasi. Serta akan membuat dinding silinder bergetar dan bahkan suara ketukannya dapat kita dengar.

Berdasarkan penjelasan tersebut dapat kita simpulkan bahwa ada banyak sensor pada sistem EFI yang berfungsi menghasilkan emisi gas buang yang lebih ramah terhadap linkungan. Semoga bisa membantu.

Bintan News
Bintan News Buku catatan digital seorang guru yang menuangkan pengetahuan kedalam tulisan. Semoga artikel tulisan saya bermanfaat bagi orang banyak. Mari menulis! Mari Membaca! Bintan News
close