close
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Menerapkan Cara Perawatan Sistem Bahan Bakar Diesel Pompa Injeksi In-Line

Menerapkan cara perawatan sistem bahan bakar diesel pompa injeksi In-Line - Setelah peserta didik melaksanakan pembelajaran ini, diharapkan peserta didik dapat :
  1. Menyebutkan nama-nama komponen system bahan bakar diesel injeksi inline dengan percaya diri dan tepat.
  2. Menjelaskan cara kerja komponen-komponen system bahan bakar disel injeksi in-line
  3. Menjelaskan prinsip kerja system bahan bakar diesel pompa injek inline dengan percaya diri dan tepat sesuai dengan petunjuk servis manual kendaraan.
  4. Memeriksa system bahan bakar diesel injeksi in-line dengan percaya diri dan tepat sesuai petunjuk servis manual kendaraan.
  5. Merawat system bahan bakar diesel injeksi in-line dengan percaya diri dan tepat sesuai petunjuk servis manual kendaraan.
Alat transportasi merupakan sarana pendukung keberlangsungan aktifitas manusia di jaman ini, juga sesuai perkembangan jaman alat transfortasi dikategorikan sebagai symbol perkembangan jaman, perkembangan dunia semakin maju sehingga semua hal yang mendukung kemajuan dunia ini bertujuan untuk mengikuti teknologi yang berkembang.

Menerapkan Cara Perawatan Sistem Bahan Bakar Diesel Pompa Injeksi In-Line

Manusia semakin dipermudah dengan perkembangan teknologi ini, namun perkembangan ini tentu tidak lepas dari perkembangan ilmu dalam bidangnya, Transportasi yang dibutuhkan pada perkembangan jaman ini adalah alat yang mampu beroprasi tanpa henti, hemat, kuat dan ramah lingkungan.

Kriteria ini sangat sesuai dengan jenis mesin diesel dimana meisn diesel memiliki karakter mesin yang kuat,hemat dan ramah bahan bakar. Oleh karena itu mesin diesel pun mengalami perkembangan yang sangat pesat dan ini dilakukan utuk mengikuti perkembangan jaman.


Penemu motor diesel adalah seorang ahli dari Jerman, bernama Rudolf Diesel (1858 – 1913). Ia mendapat hak paten untuk mesin diesel pada tahun 1892, tetapi mesin diesel tersebut baru dapat dioperasikan dengan baik pada tahun 1897.

Tujuan Rudolf Diesel dalam menemukan mesin diesel yaitu utnuk Menaikkan rendemen motor (rendemen motor bensin = 30%, rendemen motor diesel = 40 – 51%), Mengganti sistem pengapian dengan sistem penyalaan sendiri, karena sistem pengapian motor bensin pada waktu itu kurang baik. Mengembangkan sebuah mobil yang dapat dioperasikan dengan bahan bakar lebih murah daripada bensin.
Perlengkapan Sistem Bahan Bakar Diesel
Nama bagian:
  1. Tangki bahan bakar
  2. Saringan kasa pada pompa mengalir
  3. Advans saat penyemprotan
  4. Saringan halus
  5. Pompa injeksi
  6. Governor
  7. Nosel
  8. Busi Pemanas

A. Pengertian Sistem Bahan Bakar Diesel Pompa Injeksi In-Line

Pompa injeksi bahan bakar berfungsi untuk menekan bahan bakar dengan tekanan yang cukup melalui kerja elemen pompa. Pada system injeksi bahan bakar dengan pompa injeksi tipe sebari (in-line) terdiri atas empat elemen pompa yang melayani empat buah silinder.

Dengan demikian, tiap silinder pada mesin diesel akan dilayani oleh satu elemen pompa secara individual. Kontruksi pompa injeksi tipe ini biasa digunakan pada kendaraan berat seperti bus, truk atau alat berat.
1 Sistem injeksi bahan bakar dengan pompa injeksi sebaris (Tipe In-line)

Pada sistem injeksi bahan bakar dengan pompa injeksi sebaris seperti diatas, terdiri dari empat elemen pompa yang melayani empat buah silinder. Dengan demikian tiap silinder mesin diesel akan dilayani oleh satu elemen pompa secara individual.

Pompa injeksi pada dasarnya dapat diartikan sebagai alat khusus dari mesin diesel yang digunakan untuk menciptakan tekanan tinggi pada solar. Tekanan tinggi yang digunakan pada injector bertujuan untuk mengabutkan solar, sesuai prinsip dari injector yang memiliki nozel dengan lubang yang relative kecil.


Nozel ini mempunyai nipple jet yang dapat terbuka jika terdapat solar bertekanan. System pompa injeksi konvensional masih sering digunakan meskipun pada saat ini teknologi commor rail sudah mulai banyak digunakan pada mesin diesel.

Hal tersebut dikarenakan system pompa injeksi konvensional lebih tahan lama dan memiliki perawatan yang mudah sehingga masih banyak kendaraan yang menggunakannya. Tipe in-line banyak digunakan pada mesin diesel engine kelas menenah dan besar, yang plunger-nya disusun segaris menggunakan jumlah yang disesuaikan dengan jumlah silinder.

B. Komponen Sistem Bahan Bakar Diesel Pompa Injeksi In-Line

Pompa injeksi sebaris banyak digunakan untuk mesin diesel yang bertenaga besar, karena pompa injeksi ini mempunyai kelebihan bahwa tiap elemen pompa melayani satu silinder mesin.
2 Pompa injeksi sebaris (in-line)
Berikut ini komponen-komponen yang terdapat pada pompa injeksi tipe in-line.

1. Camshaft

Camshaft atau juga bisa disebut dengan poros cham, bekerja akibat hasil dari putaran poros engkol yang di transmisikan melalui sebuah mekanisme roda gigi atau rantai timing, chamshaft merupakan komponen yang berfungsi untuk mendorong plunger sesuai firing order dengan rangkaian yang sedemikian rupa agar plunger dapat menendang bahan bakar bertekanan tinggi ke unit nozel.

Kerusakan yang sering terjadi pada komponen ini adalah terjadinya aus pada bubungan atau tonjolan nok penekannya. Solusi yang paling tepat untuk menormalkan kembali kerja engine adalah mengganti komponen tersebut dengan Camshaft yang baru. Apabila belum ingin mengganti, kita dapat menaikan derajat timing pembakaran pompa injeksi.

Cara ini digunakan untuk mengejar ketertinggalan pompa injeksi yang menembakkan bahan bakar pada saat TMA silinder mesin. Kerusakan lain yang sering terjadi adalah kelonggaran/kocaknya bearing yang terdapat pada Camshaft.

Bila dirasa belum terlalu kocak tambahkan ring tipis pada bagian antara bearing dengan Camshaft. Lakukan trial dan error sampai ditemukan ukuran ring yang pas.

2. Tappet

Tappet adalah komponen yang berfungsi sebagai penghubung antara chamshaft dengan plunger, menggunakan roll dibagian bawah untuk menghindari terjadinya gesekan kasar antara Tappet dengan nok pada Camshaft.

Bagian ini jarang mengalami kerusakan, seklaipun terjadi kemacetan yang mengakibatkan Tappet tidak dapat bergerak naik turun menekan plunger. Kerusakan yang terjadi bukan berasal dari Tappet melainkan pada lubang dimana Tappet dipasang. Lakukan pemeriksaan adanya cacat pada lubang tersebut.

3. Plunger

Plunger adalah suatu komponen yang dibuat dengan berbagai bentuk. Bentuk tersebut telah disesuaikan dengan masing-masing injeksi. Namun, semua memiliki kesamaan dalam hal cara kerja dan fungsi, kecuali pada plunger untuk tester nozel dan beberapa tipe pompa injeksi 1 silinder yang tidak mempunyai helix/control groove.

Plunger bekerja naik dan turun dengan cara memompa bahan bakar dan juga bergerak ke kiri dan kanan dengan tujuan untuk mengatur jumlah dari debit minyak yang dipompakan. Gerakan naik dan turun yang terjadi pada plunger disebabkan dorongan yang berasal dari Tappet yang ditekan oleh Camshaft dan juga oleh dorongan balik oleh spring plunger.

4. Governor

Governor adalah komponen mesin diesel yang dibuat untuk mngatur putaran dan daya mesin dengan melakukan pengontrolan volume penyemprotan yang didasarkan pada beban mesin yang tak terkontrol dari pedal gas. Governor bekerja dengan cara menggerakan rak pengontrol pompa injeksi dan rak pengontrol yang akan mengatur langkah efektif plunger.

5. Control rack dan control sleeve

Control rack dan control sleeve adalah suatu kestuan yang tidak dapat dipisahkan. Walaupun memiliki bentuk yang berbeda namun memiliki cara keja yang sama. Untuk pompa injeksi in-line biasa, perhatikan pada jumlah gigi control sleeve yang tersisa yang berada disisi kiri dan sisi kanan ketika rack digerakan ke kiri dan ke kanan.


Samakan antara control sleeve yang satu dengan yang lain, tetapi harus dengan jumlah hitungan yang sama. Control rack jarang memiliki masalah, tetapi masih memiliki kemungkinan tidak dapat lancer dalam bergerak karena bengkok.

Sebaiknya, lakukan penggantian jika terdapat kebengkokan. Hal tersebut dikarenakan batang pengatur ini belum tentu dapat lurus secara utuh 100% apabila di luruskan secara manual. Perhatikan kebersihan didalam komponen sebelum melakukan pemasangan komponen, karenahal ini akan sangat mempengaruhi kinerja dari control rack dan control sleeve. Kotoran yang tersisa dapat mengganjal antara gigi pada control rack dengan gigi pada control sleeve.

6. Feed pump

Feed Pump berfungsi untuk menghisap bahan bakar dari tangki dan menekannya ke pompa melalui fuel filter. Feed pump adalah single acting pump yang dipasang pada bagian sisi pompa injeksi dan digerakan oleh camshaft pompa injeksi, manual pump juga dipasang disini untuk mengeluarkan udara dari saluranbahan bakar bila diperlukan sebelum mesin dihidupkan.

Ruang bahan bakar pada pompa injeksi harus terus menerus terisi bahan bakar dalam jumlah yang cukup, tetapi fuel pump sendiri tidak dapat memberikan bahan bakar yang cukup pada saat mesin kecepatan tinggi, oleh karena itu bahan bakar diesel harus dialirkan ke pompa injeksi pada tekanan tertentu dan untuk tujuan itu tekanan pengaliran dipertahankan pada 1,8 - 2,2 kg/cm2 (25-31 psi, 177 – 216 kpa )
Feed Pump

Priming Pump / Feed Pump

Feed pump berfungsi sebagai sumber asupan makanan bagi pompa injeksi dikarenakan unit inilah yang menyalurkan bahan bakar dari tangki menuju ke ruang injeksi. System kerja dari alat ini tidak jauh berbeda dengan pompa pada umumnya, yaitu menyuplai bahan bakar dan menutup rapat pintukembali bahan bakar kedalam tangki.

Feed pump digerakan oleh camshaft pompa injeksi yang menyebabkan piston bergerak bolak-balik sehingga dapat menghisap dan mengeluarkan bahan bakar dengan tekanan. Pada saat camshaft tidak mendorong tappet roller, piston mendorong push rod ke bawah karena adanya tegangan piston spring pada saat itu volume pada pressure chamber membesar dan membuka inlet valve untuk menghisap bahan bakar. Camshaft terus berputar dan kadang-kadang mendorong piston melalui tappet roller dan push rod.
4 Cara kerja Feed Pump
Naik piston menekan bahan bakar didalam pressure chamber, menutup inlet valve dan bahan bakar dikeluarkan dengan tekanan. Sebagian bahan bakar yang dikeluarkan memasuki prssure chamber yang terletak dibelakang piston.

Bila tekanan bahan bakar (tekanan pengeluaran) dibelakang piston naik mencapai 1,8 – 2,2 kg/cm2 (25-31 psi, 177 – 216 kpa ) maka tegangan pegas tidak cukup kuat untuk menurunkan piston, akibatnya piston tidak dapat lagi bergerak bolak-balik dan pompa berhenti bekerja.


Terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan pada feed pump. Pertama, pastikan semua klep dalam keadaan yang rata dan dapat menutup rapat ketika berhenti bekerja. Hal ini bertujuan untuk menjamin pompa agar selalu bekerja dengan optimal apabila digunakan. Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan ialah piston pompa, piston yang mengalami ekausan dapat mengakibatkan tercampurnya solar kedalam oli mesin.

Kerusakan lain pada piston juga dapat disebabkan oleh sel yang ada dalam tangki pendorong antara piston dengan Tappet feed pump telah rusak. Hal yang paling parah, yaitu silinder Tappet dimana piston berada juga akan mengalami kerusakan atau kecacatan.

C. Prinsip Kerja Sistem Bahan Bakar Diesel Pompa Injeksi In-Line

Prinsip kerja pompa ini adalah dengan cara memanfaatkan tonjolan pada Camshaft pompa yang menekan plunger secara tiba-tiba. Sementara itu , penekan cam diatur oleh sebuah timing chain yang terhubung dengan poros engkol.

1. Langkah awal, solar mengalir dari tanki masuk ke input feed pompa injeksi.

2. Saat memasuki pompa, solar akan diarahkan ke komponen plunger barel. Plunger barel merupakan ruang tempat solar akan disalurkan ke sistem injeksi.

3. Ketika mesin dihidupkan, otomatis Camshaft pompa berputar. Sehingga Camshaft menenakan plunger kearah atas.

4. Sementara utu dibagian atas plunger terdapat plunger barel yang terisi dengan solar. Sehingga gerakan plunger akan menekan solar kearah atas,

5. Dibagian atas plunger terdapat delivery pipe yang bisa terbuka saat ada tekanan dari arah pompa namun akan tetap tertutup saat ada tekanan pada selang injektor.

6. Sehingga solar tertekan masuk kesaluran selang injektor dengan tekanan tinggi,

7. Hal itu, akan mendorong solar yang sebelumnya sudah memenuhi saluran selang injektor, akibatnya pada ujung nozzle akan terbuka.

8. Hal itu menyebabkan solar keluar dengan metode mengabut.

9. Ketika kabel gas ditarik, maka rack adjuster akan memperbesar volume plunger barel. Sehingga suplai solar ketika plunger menekan akan lebih banyak.

10. Akhirnya RPM mesin bisa meningkat.

11. Sementara komponen sentrifugal advancer digunakan untuk mengatur timming penginjeksian dengan mengatur sudut camshaf pompa.

Ketika mesin akan dimatikan, maka kita harus menghentikan suplai solar ke dalam pompa injeksi. Hal ini berbeda dengan mesin bensin karena sistem pengapian diesel bekerja secara otomatis (self burning) atau akan terbakar dengan sendirinya.


Sebenarnya solar tidak terbakar dengan sendirinya, namun suhu pada ruang bakar sudah melebihi titik nyala solar. Sehingga ketika solar keluar pada langkah usaha, otomatis akan terbakar. Meski menggunakan metode mekanis yang cukup sederhana, terbukti sistem ini memiliki ketahanan lebih bandel serta perawatan yang tidak serumit sistem common rail.

Hal itu juga dipengaruhi faktor tekanan bahan bakar. Pada sistem common rail tekanan bahan bakar pada selang bahan bakar bisa mencapai 20.000 KG/Cm2. Karena kelebihannya yaitu setiap tiap elemen pompa melayani satu silinder mesin maka pompa tipe ini banyak digunakan pada kendaraan-kendaraan diesel dengan tenaga besar.

Elemen pompa yang terdiri dari plunger (plunger) dan silinder (barrel) yang keduanya sangat presisi, sehingga celah antara plunger dan silindernya sekitar 1/1000 mm. Ketelitian ini cukup baik untuk menahan tekanan tinggi saat injeksi, walaupun pada putaran rendah.

Sebuah alur diagonal yang disebut alur pengontrol (control groove) adalah bagian dari plunger yang dipotong pada bagian atas. Alur ini berhubungan dengan bagian atas plunger oleh sebuah lubang. Bahan bakar yang dikirimkan oleh pompa pemindah masuk ke pompa injeksi dengan tekanan rendah. Plunger bergerak turun naik dengan putaran poros nok pompa injeksi. Gerakan bolak-balik ini sesuai dengan cara kerja sebagai berikut.

5 Elemen Pompa Injeksi Sebaris



6 Proses kerja elemen pompa injeksi sebaris

Keterangan:
1 = Plunyer 
2 = Silinder (barrel) 
3 = Alur pengontrol 
4 = Lubang masuk elemen 
5 = Katup penyalur
6 = Sleeve pengontrol plunyer
7 = Pinion pengontrol plunyer
8 = Plunger driving face
9 = Batang pengatur (control rack)
7 Cara kerja elemen ponpa injek sebaris
1. Pada saat plunger berada pada titik terbawah, bahan bakar mengalir melalui lubang masuk (feed hole) pada silinder ke ruang penyalur (delivery chamber) di atas plunger.

2. Pada saat poros nok pada pompa injeksi berputar dan menyentuh Tappet roller maka plunger bergerak ke atas. Apabila permukaan atas plunger bertemu dengan bibir atas lubang masuk, bahan bakar mulai tertekan dan mengalir keluar pompa melalui pipa tekanan tinggi ke injector.

3. Plunger tetap bergerak ke atas. Namun, pada saat bibir atas control groove bertemu dengan bibir bawah lubang masuk, penyaluran bahan bakar terhenti.

4. Gerakan plunger keatas selanjutnya menyebabkan bahan bakar yang tertinnggal dalam ruang penyakuran masuk melalui lubang pada permukaan atas plunger dan mengalir ke lubang masuk menuju ruang isap sehingga tidak ada lagi bahan bakar yang disalurkan.

Tinggi pengangkatan nok adalah 8mm sehingga gerakan plunger naik turun juga sebesar 8 mm. pada saat plunger berada pada posisi bawah, plunger menutup lubang masuk kira-kira 1,1 mm dari besar diameter lubang masuk sebesar 3 mm.

Dengan demikian, plunger baru akan menekan setelah bergerak keatas kira-kira 1,9 mm. langkah ini disebut “prestroke” dan pengaturannya dapat dilakukan dengan menyetel baut pada tapper roller. Prestroke ini berkaitan dengan saat injeksi (injection timming) bahan bakar keluar pompa.
8 Ukuran elemen pompa pada tipe in-line
Jumlah pengiriman bahan bakar dari pompa diaturoleh governor sesuai dengan kebutuhan mesin. Governor mengatur gerakan control rack yang berkaitan dengan contol pinion yang diikatkan pada control sleeve.

Control sleeve ini berputaar bebas terhadap silinder. bagian bawah plunger (flens) berjaitan dengan bagian bawah control sleeve. Jumlah bahan bakar yang dikirim tergantung pada posisi plunger dan perubahan besarnya langkah efektif.

Langkah efektif adalah langkah plunger dimulai dari tertutupnya lubang masuk oleh plunger sampai control groove bertemu dengan lubang masuk. Langkah efektif akan berubah sesuai dengan posisi plunger dan jumlah bahan bakar yang diinjeksi sesuai dengan besarnya langkah efektif.
9 pengendalian jumlah bahan bakar yang diinjeksi
Penekanan bahan bakar dari elemen pompa menuju ke injector diatur oleh katup penyalur (delivery valve). Katup penyalur memiliki fungsi ganda., yaitu untuk menvegah bahan bakar dalam pipa yang bertekanan tinggi mengalir kembali ke plunger dan untuk menghisap bahan bakar dari ruang injector pada saat proses penyemprotan.
10 Katup penyalur
Dengan demikian, katup penyalur pada pompa injeksi ini menjamin injector akan menutup dengan cepat pada saat akhir injeksi. Hal ini untuk mencegah bahan bakar menetes, yang dapat menyebabkan pembakaran awal (pre-ignition) selama siklus pembakaran berikutnya.

1. Pada saat awal injeksi, katup penyalur pada posisi terangkat dari dudukan dengan adanya tekanan bahan bakar yang dipompa keluar dari pompa plunger. Hal ini memungkinkan bahan bakar tertekan dialirkan ke nozel injeksi.

2. Jika tekanan penyaluran menurun dan pegas katup penyalur menekan aktup penyalur kebawah, relief valve akan menutup hubungan antara ruang penyalur dengan pipa injeksi dan selanjutnya katup akan masuk kedalam sampai dudukan bersentuhan dengan bodi untuk mencegah menurunnya katup.
11 Cara kerja Katup

D. Pemeriksaan Sistem Bahan Bakar Diesel Pompa Injeksi In-Line

Berikut ini cara pemerikasaan pada pompa injeksi In-line :

1. Pengetesan penyemprotan minyak untuk pompa injeksi tipe in-line

Cara pengetesan penyemprotan minyak untuk pompa injeksi tipe in-line adalah sebagai berikut :

a. Dengan melepasakn automatic timmer dan kemuadian memasang round nut dan juga memasang injection pump tester.

Setelah itu melepas control rack cover dan memasang position measuring device (special tools) kendurkan pad aide set bolt da full speed set bolt. Selanjutnya, dorong rack menuju governor dengan penuh dan setel posisi ini pada O dan rack position measuring device

b. Penyetelan injection rate. Pengukuran injection rate berada pada posisi rack dan speed yang berbeda-beda. Jika injection rate diluar ketentuan maka lakukan penyetelan, berikut langkah-langkah oenyetelan-nya :

1) Lakukan pengendoran sedikit pada pinion clamp screw.
2) Control rack dikunci putar control sleeve dengan adjusting rod.
3) Lakukan pengencangan pada pinion clamp srew.

2. Sliding block 

Terjadi aus, biasanya disebabkan oleh fungsi dari slididng block yang mengatur keluarnya bahan bakar yang memiliki gigi-gigi pinion yang berhubungan dengan plunger barrel.

3. Pemeriksaan pada Plungger

Kerusakan yang sering terjadi pada plunger ialah seringnya tergores. Hal ini biasanya disebabkan oleh pemakaian bahan bakar yang terkontaminasi dengan bahan lain, adanya kotoran yang mengendap pada tangki bahan bakar, atau saringan bahan bakar yang tidak mampu bekerja dengan baik. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pembersihan pada tangki bahan bakar atau mengganti saringan minyak dengan yang baru.

4. Pemeriksaan pada bearing

Kerusakan pada bearing sering erjadi akibat aus dari getaran akibat putaran pump yang beroprasi. Jika dirasa terjadi kerusakan/aus maka segera ganti.

5. Pemeriksaan pada Delivery valve

Delivery valve biasanya terjadi haus , kebanyakan disebabkan oleh injection pump, pada tipe in-line ini memiliki tekanan yang tinggi dan dipakai dalam jangka waktu yang relative lama. Untuk menghindari hal tersebut, segera lakukan perbaikan dnegan mengganti komponen tersebutdengan yang baru jika terasa terjadi kerusakan.

6. Pemeriksaan Pompa Injeksi Tipe In – line

Pompa Injeksi tipe in line menggunakn filter dengan elemen kertas, pada bagian atas filter body terdapat sumbat ventilasi udara yang dipergunakan untuk mengeluarkan udara yang mungkin dapat tercampur dengan bahan bakar.

Pada saat sumbat ventilasi udara dilonggarkan, gerakan priming pump akan mengeluarkan udara dari sistem bahan bakar. Priming pump pada pompa injeksi tipe in-line merupakan satu unit bersama feed pump yang dipasangkan pada body pompa injeksi. 

Water sedimenter yang dipergunakan tipenya sama dengan pada tipe distributor, biasanya dipasangkan terpisah dari sarigan bahan bakar. Bila sambungan isap pompa bahan bakar terdapat saringan kasar, lepas dan bersihkan dengan solar. Pada waktu pemasangan, perhatikan dudukan paking perapat dan ring O.
12 Pemeriksaan pompa injeksi

7. Pemeriksaan elemen saringan solar

Periksa elemen saringan solar kemungkinan terdapat kotoran. Perhatikan dudukan pegas dan paking – paking selama pemasangan.

13 Saringan bahan bakar
8. Pemeriksaan pada Pompa Injeksi

Periksa permukaan oli pada pompa injeksi dengan melepas tangkai pemeriksaan oli (yang ditunjuk anak panah).
14 Pemeriksaan Pompa Injeksi

E. Perawatan Berkala Sistem Bahan Bakar Diesel Pompa Injeksi In-Line

1. Membuang air dan kotoran pada Tangki bahan bakar

Tangki bahan bakar (fuel tank) berfungsi untuk menyimpan bahan bakar (solar), terbuat dari plat baja tipis yang bagian dalamnya dipaisi anti karat. Dalam tangki bahan bakar terdapat fuel sender gauge yang berfungsi untuk menunjukan jumlah bahan bakar yang ada dalam tangki.

Selain itu terdapat juga separator yang berfungsi sebagai peredam bila kendaraan berjalan pada kondisi jalan yang bergelombang, berjalan atau berhenti secara tiba-tiba, duel inlet ditempatkan 2-3 mm dari bagian dasar tangki, ini dimaksudkan untuk mencegah ikut terhisapnya kotoran dan air.


Langkah-langkah membuang air pada tangki bahan bakar sebagai berikut :

a. Sediakan tangki penampug

b. Buka baut tap dan buang air/kotoran pada tangki, setelai semua air/kotoran terkuras, tutup dan kencangkan kembali baut tap.

c. Jika terdapat kotoran yang berlebihan maka pembersihan ini di perlukan pelepasan tangki pada kendaraan untun membersihkannya.

2. Membuang air pada water sedimeter

Lampu indicator volume air akan menyala apabila ketinggian air pada water sedimeter melebihi batas. Prosedur untuk merawat komponen ini sebagai berikut :

a. Letakan ujung sekang plastic kedalam pelampung (letaknya dibawah drain plug)

b. Kendorkan tutup pembuang udara dan tutup pembuang air kemudian buang airnya sampai habis.

c. Setelah airnyaterbuang seluruhnya, kencangkan kembali tutup pembuang udara dan tutup pembuang air.

d. Kemudian oprasikan pompa tangan pada pompa injeksi untuk membuang angin pada saluran bahan bakar.

e. Setelah menghidupkan mesin, periksa apakah ada kebocoran solar pada drain plug.

3. Membersihkan saringan bahan bakar kasar.

Bila pada sambungan isap pompa bahan bakar terdapat saringan kasar lepas dan bersihkan dalam solar, pada waktu pemasangan, perhaikan dudukan paking perapat O-ring.

4. Membersihkan saringan bahan bakar halus

Terdapat dua macam saringan solar halus, ada yang berbentuk cartridge (saringan dan rumahnya berada dalam satu unit) ada juga dalam bentuk elemen saringan.

5. Mengontrol pelumasan pompa injeksi

Bila pompa injeksi tidak dilumasi melalui sirkuit pelumasan motor, maka control permukaan oli pada pompa injeksi.

6. Membuang udara pada system aliran bahan bakar (bleeding).

7. Periksa dan stel tekanan injection nozzel Hubungkan nozzle holder dan tester nozzle dan gerakan tuas dengan kecepatan 50 sampai 60 permenit.

Bila ternyata hasilnya tidak sesuai sfesifikasi, maka perlu ganti shim.

RANGKUMAN

1. Langkah kerja dalam pemeliharaan/servis sistem dan komponen injeksi bahan bakar pada motor diesel adalah meliputi pembongkaran, pembersihan, pemeriksaan, perbaikan, perakitan/pemasangan, dan pengujian.

2. Pemeliharaan/servis pada tangki bahan bakar berupa pemeriksaan dari kebocoran dan perbaikan.

3. Pemeliharaan/servis pada pompa pemindah/pemberi berupa pengujian kapasitas dan tekanan pemompaan, pembongkaran, pemeriksaan keausan, perbaikan, perakitan dan pengujian kebocoran

4. Pemeliharaan/servis pada pompa injeksi didasarkan pada hasil kalibrasi kemampuan pompa injeksi pada test bench. Berdasarkan hasil kalibrasi dapat dilakukan penyetelan atau perbaikan. Perbaikan pada pompa injeksi harus dilakukan pembongkaran bagian (part) pompa injeksi tersebut dengan menggunakan SST yang tersedia.

5. Pemeliharaan/servis pada elemen pompa meliputi pemeriksaan kebersihan, presisi dan keausan pada plunyer dan silindernya

6. Pemeliharaan/servis pada katup pemberi adalah juga pada kebersihan, presisi dan keausan pada katup pemberi dan dudukan katup pemberinya.

7. Pemeliharaan/servis bagian pompa yang lain juga dilakukan pada tappet roller dengan lubang tappet tersebut, poros nok dan dudukannya/bantalannya yang dilperiksa keausannya dan kebengkokannya

8. Pemeliharaan/servis pada nosel injeksi meliputi kemampuan tekanan injeksi, kebersihan, presisi dan keausan jarum nosel terhadap dudukannya.

REFLEKSI

1. Bukalah elemen pompa yaitu plunyer dan silinder suatu pompa injeksi sebaris, selanjutnya buatlah kesimpulan tentang kondisi elemen pompa dan tanda-tanda pemasangan pada elemen pompa tersebut.

2. Ujilah tekanan injeksi pada nosel-nosel injeksi suatu unit mesin diesel dan simpulkan kondisi tiap noselnya. Bila perlu lakukaknlah penyetelan tekanan tersebut.

Sobat yang baik hati, mohon berkenan membagikan materi menerapkan cara perawatan sistem bahan bakar diesel pompa injeksi In-Line ini kepada rekan lain. Mereka juga sedang mempelajarinya. Terimakasih.
Admin
Admin Buku catatan digital seorang guru yang menuangkan pengetahuan kedalam tulisan. Semoga artikel tulisan saya bermanfaat bagi orang banyak. Mari menulis! Mari Membaca! Bintan News

Post a Comment for "Menerapkan Cara Perawatan Sistem Bahan Bakar Diesel Pompa Injeksi In-Line"