-->

19 Komponen Motor Starter dan Fungsinya

Sistem Starter pada mobil mempunyai banyak komponen agar bisa bekerja pemutar awal engine kendaraan agar bisa berjalaan. Setelah memutar fly wheel maka mesin akan bekerja melalui siklus pembakaran dari ruang bahan bakar. Untuk menghidupkan mesin motor atau mobil masa kini tentunya menggunakan sistem starter. Pada setiap mobil atau motor memiliki sistem starter berbeda mulai mekanik, elektrik dan pneumatik.
Dengan melakukan starter mesin maka berbagai komponen akan aktif termasuk juga power steering. Kini mayoritas mobil atau motor sudah menggunakan sistem elektric starter dimana dahulunya kick starter. Pada sistem nya terdapat berbagai komponen motor starter yang memiliki funsgi dan kegunaan tersendiri. Keseluruhan komponen motor starter tergabung kedalam satu piranti elektronik dimana menggabungkan prinsip elektrikal dan mekanikal.

Komponen Sistem Starter dan Fungsinya

Sebenarnya untuk prinsi kerja sistem starter adalah dengan memutar poros dari engkol mesin sehingga memicu pembakaran. Tentunya menggunakan starter menjadikan proses menghidupkan kendaraan jadi lebih cepat serta murah. Untuk motor sistem starter nyaa menggunakan tombol starter dan kick starter, sedangkan untuk mobil dengan memutar kunci atau start/stop button. Seluruh komponen starter ditampung dalam housing atau wadah lalu di kencangkan dengan berbagai jenis baut.

Rangkaian starter untuk motor maupun mobil memang berbeda, namun untuk komponen dasar nya kurang lebih sama. Prinsip kerja motor starter adalah dengan kaidah tangan kiri dari Fleming dimana jika pada tengah tengah magnet dialiri listrik maka muncul gaya elektromagnetik.

1. Baterai

Secara umum beterai pada sebuah kendaraan memiliki fungsi sebagai sumber energi untuk penerangan dan aksesoris tertutama pada saat mesin kendaraan mati. Kemudian pada saat mesin distarter baterai memiliki fungsi untuk menghidupkan motor starter dan pengapian pada mesin. Pada saat mesin sudah hidup beterai sebagai stabilisator energi listrik yang dihasilkan oleh pembangkit energi listrik di kendaraan atau alternator.

Beterai sebagai penyedia arus untuk sistem starter harus selalu dalam kondisi yang baik, karena motor starter membutuhkan arus yang besar untuk memutar roda gila (flywheel) pada poros engkol mesin kendaraan.

2. Sekring

Sepeda motor memiliki banyak bagian penting salah satunya yaitu sistem kelistrikan. Sistem kelistrikan sepeda motor juga dilengkapi komponen pengaman untuk menghindari korsleting. Komponen tersebut adalah Sekring atau Fuse.

Ukuran komponen ini memang kecil, tapi punya fungsi besar dalam satu rangkaian sepeda motor.

Sekring memiliki fungsi untuk memutus arus listrik berlebih atau pada kasus terntentu bisa menyebabkan kebakaran pada rangkaian kelistrikan moto. Jika itu terjadi, sekring akan terputus sehingga komponen kelistrikan tidak akan menyala.

Ada dua jenis sekring yang digunakan pada sepeda motor, yaitu sekring tabung (tube fuse) dan sekring tancap (fuse blade).

3. Kunci Kontak

Kunci kotak adalah rangkaian sistem penguncian dalam mobil yang sudah terhubung dengan terminal C solenoid cap. Fungsi utama kunci kontak adalah untuk menghubungkan dan memutus arus/tegangan pada sistem starter, dari baterai ke rangkaian terminal 50. Pada kunci kontak terdapat beberapa terminal yang berfungsi untuk menghubungkan arus/tegangan dari baterai ke komponen sistem starter.
Kunci Kontak Sebagai Saklar utama

4. Relay

Relay starter adalah komponen penting pada sistem mesin kendaraan dengan fungsi sebagai pengaman sekaligus saklar elektromagnetik. Komponen yang termasuk sistem kelistrikan ini kemudian akan mengaktifkan dinamo starter untuk membuat mesin menyala.
Relay mengurangi Tahanan aliran listrik

5. Neutral Switch

Switch kopling adalah fitur keamanan pada mobil yang fungsinya untuk mencegah mesin berputar pada saat transmisi dalam posisi masuk gigi. Ketika pedal kopling ditekan saat ingin menyalakan mobil, switch kopling ini akan tertutup dan tenaga akan dialirkan langsung ke bagian sirkuti ignisi mobil. Kemudian hal inilah yang membuat mobil menyala saat memasukkan kunci ke mobil. Tidak semua mobil mempunyai switch kopling, hanya segelintir tipe mobil saja yang memiliki komponen switch kopling ini. Komponen switch kopling ini hanya terdapat pada mobil-mobil dengan transmisi manual saja. Dengan adanya switch kopling, Anda tidak akan bisa menstarter mobil jika pedal kopling belum diinjak.

6. Motor Housing

Komponen motor starter yang terakhir adalah housing atau bisa juga disebut sebagai wadah. Tentunya housing digunakan untuk meletakkan berbagai komponen sistem starter. Material nya terbuat dari bahan logam dengan bentuk tabung.

7. Brush Holder Starter

Arang starter memerlukan tempat yang baik agar selalu bisa menghantarkan arus listrik ke Komutator. Karena itu sebuah brush holder didesain untuk mampu menahan brush sambil menekannya tetap terhubung dengan commutator. Pada starter terdapat empat Brush yang dipasangkan pada sebuah Brush Holder (Pemegang Sikat) dimana masing-masing Brush dipasangkan sebuah spring (pegas) yang selalu mendorong Brush agar selalu terhubung dengan komutator pada armature. Fungsi Brush Holder adalah sebagai tempat kedudukan bagi keempat brush yang terhubung dengan komutator.

8. Brush

Brush berbentuk rangkaian sikat pada komponen motor starter dengan fungsi mengalirkan arus listrik dari terminal 50 menuju armature coil melalui komponen commutator. Terdapat 4 brushes pada setiap perangkat motor starter, terdiri dari 2 sikat positif dan 2 sikat negatif. Komponen ini cukup penting karena apabila brushes mengalami keausan, maka starter akan sulit untuk dihidupkan.

9. Starter Plunger

Jika disederhanakan, plunger hanya berfungsi sebagai batang penghubung saja. Meski begitu, plunger terbuat bahan yang kuat sehingga mampu bertahan dari tarikan pull in coil. Berbeda dengan solenoid cap, solenoid starter ini berfungsi sebagai penggerak drive pinion dan memberi tegangan pada bagian motor utama.

10. Solenoid Cap

Sebutan lain dari bagian motor starter yang satu ini adalah tutup solenoid. Fungsi dari bagian ini adalah sebagai penghubung arus listrik antara sistem dengan actuator starter. Disini terdapat tiga (3) terminal antara lain: terminal 30 yang dihubungkan ke positif baterai, terminal C yang terhubung dengan pole core, dan terminal 50 yang disambungkan dengan kunci kontak ST.

11. Magnetic Switch

Magnetic switch atau saklar magnet terdiri dari kontak plate yang terhubung dengan plunger. Plunger pada magnetic switch digulung dengan dua kumparan, kumparan bagian dalam dibuat menjadi lebih tipis atau disebut dengan kumparan pull in coil sedangkan kumparan bagian luar dibuat lebih tebal dan disebut dengan hold in coil. Kumparan pull in coil dihubungkan ke massa melalui field coil dan armature sedangkan kumparan hold in coil dihubungkan langsung dengan massa.

12. Drive Pinion Clutch

Nama lain dari drive pinion clutch yaitu kopling starter, yang berfungsi sebagai pemutus dan penghubung putaran dari starter ke flywheel. Cara kerja kopling starter memanfaatkan slide gear dengan bentuk miring.

13. Drive Pinion Gear

Dimana drive Pinion gear berfungsi meneruskan momen puntir dari stater clutch ke ring gear. Komponen ini berguna ketika menghubungkan dan memutuskan putaran ke bagian fly wheel. Peran dari pinion clutch sangat penting karena setelah kendaraan distarter arus perlu diputus karena mesin sudah hidup.

14. Drive lever

Memiliki bentuk yang seperti garpu, Drive Letter berguna menggerakkan komponen pinion gear.  Bekerja menggunakan prinsip tuas, komponen ini akan melakukan ungkitan ke pinion gear saat ujung lain nya sudah terdorong ke arah yang berlawanan.

15. Armature Brake

Fungsi dari komponen motor starter yang satu ini adalah sebagai pengereman apabila pinion gear terlepas dari fly wheel. Tentunya komponen ini sangat berguna untuk memperpanjang usia pinion gear.

16. Armature coil

Armature tersusun dari beberapa komponen yaitu armature core, armature coil, comutator, armature shaft dan bagian-bagian lainnya. Kedua ujung shaft armature ini, masing-masing ditopang oleh bearing yang bertujuan agar armature dapat berputar dengan stabil diantara pole core.

Armature coil disusun pada celah-celah core dan masing-masing ujung armature coil disambungkan ke segmen-segmen comutator. Dengan demikian arus yang melepasi armature coil dapat membuat komponen armatur dapat berputar dan menghasilkan momen putar untuk memutar fly wheel.

17. Commutator starter

Komponen motor starter berikutnya terletak pada depan armature dengan bentuk plat tembaga. Kegunaan commutator untuk menghubungkan arus listrik dan brush ke aarah kumparan armature. karena terhubung dengan arus negatif dan positif maka comutator mampu mencegah terjadinya hubungan pendek arus listrik

18. Yoke And Pole

Yoke pada motor starter memiliki fungsi yaitu sebagai tempat mengikat pole core. Yoke terbuat dari besi atau logam yang berbentuk silinder yang sekaligus sebagai rumah dari armature. Sedangkan pole core memiliki fungsi untuk menopang field coil dan untuk memperkuat medan magnet yang ditimbulkan field coil. Pada umumnya, motor starter memiliki empat buah pole core yang terikat pada yoke menggunakan sekrup.

19. Field Coil

Perlu diketahui, pada motor starter tidak menggunakan magnet permanen melainkan untuk menghasilkan medan magnet yang kuat maka motor starter menggunakan field coil. Field coil berbentuk kumparan dan apabila field coil dialiri arus listrik maka akan timbul medan magnet. Field coil terbuat dari bahan tembaga dan field coil ini dihubungkan dengan armature secara seri agar arus yang mengalir melewati field coil ini nantinya juga akan mengalir ke armature coil.
Memaksa kerja starter dinamo tentu akan membuat dinamo menjadi panas dan mengalami kerusakan. Dimana hal ini banyak dilakukan orang-orang ketika mesin mobilnya tidak mau menyala. Sehingga mereka memaksakan untuk men-starter dinamo tersebut terus menerus sampai mesin menyala. Hal ini tentu akan membuat dinamo menjadi rusak dan tidak awet pemakaiannya. 

Jika tidak ingin hal tersebut terjadi, maka untuk cara menghindari agar dinamo tahan lama dan tidak mudah rusak dengan trik memberikan waktu beberapa saat sebelum mencoba menstarter ulang dinamo tersebut. Apabila sudah mencoba sekali, maka tunggulah sampai dinamo dingin, lalu coba ulang men-starter dinamo mobil tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel