-->

Memahami Garis-Garis Gambar Teknik Sesuai Bentuk dan Fungsi Garis

Memahami garis-garis gambar teknik sesuai bentuk dan fungsi garis - Salah satu faktor yang penting dalam gambar yang baik adalah mutu dari garis. Sangatlah penting bahwa semua garis harus seragam ketebalannya. Ada banyak macam-macam garis gambar teknik dan fungsinya yang harus diketahui oleh calon drafter seperti anda.

STANDARISASI GAMBAR

Pengertian Standarisasi Gambar
Standarisasi gambar berarti pembakuan cara membuat dan membaca gambar. Apabila dalam suatu lingkungan kerja teknik, antara yang membuat dan yang membaca gambar menggunakan standar gambar teknik yang sama, berarti lingkungan tersebut sudah melakukan standarisasi gambar teknik.

Fungsi Standarisasi Gambar
Standarisasi gambar teknik berfungsi sebagai berikut:
  1. Meberikan kepastian sesuai atau tidak sesuai kepada pembuat dan pembaca gambar dalam menggunakan aturan-aturan gambar.
  2. Menyeragamkan penafsiran terhadap cara-cara penggunaan simbol yang dinyatakan dalam gambar.
  3. Memudahkan komunikasi antara pembuat gambar dan pengguna gambar.
  4. Memudahkan kerjasama antara perusahaan dalam memproduksi benda teknik dalam jumlah banyak (produksi masal).
  5. Memperlancar produksi dan pemasaran suku cadang.

Macam-macam Standarisasi
Beberapa standarisasi yang telah banyak dikenal antara lain:
  1. JIS (Japanese Industrial Standard), standar industri di negara Jepang.
  2. NNI (Nederland Normalisatie Instituut), standarisasi industri di negara Belanda.
  3. DIN (Deutsche Industrie Normen), standarisasi industri di negara Jerman.
  4. ANSI (American National Standart Institute), standarisasi industri di negara Amerika.
  5. Negara kita juga pun punya standar nasional. Dahulu namanya Standar Industri Indonesia (SII). Namun telah berganti menjadi Standar Nasional Indonesia (SNI) setelah terbitnya peraturan pemerintah nomor 15 tahun 1991 tentang Standar Nasional Indonesia. SNI dikelola oleh Dewan Standarisasi Nasional (DSN).


Standar Internasional ISO
Untuk memenuhi kebutuhan internasional maka dibentuk suatu badan standar yang bersifat internasional yaitu International for Standardization (ISO). Badan non pemerintahan ini didirikan pada tanggal 14 Oktober 1946, sebagai pengganti badan serupa yaitu International of National Standardizing Association (ISA) yang dibubarkan pada tahun 1942.

Tujuan dari ISO adalah untuk menyatukan pengertian teknik antarbangsa dengan cara membuat standar. Bidang ISO yang menangani standar gambar teknik disebut ISO/TC 10 (gambar teknik). Indonesia merupakan anggota ISO yang diwakili oleh Dewan Standarisasi Nasional.

Garis Gambar Teknik

Garis merupakan suatu titik yang berdempetan menjadi sebuah garis. Dalam gambar teknik dipergunakan beberapa jenis garis, yang masing-masing mempunyai arti dan penggunaannya sendiri, oleh karena itu penggunaannya harus sesuai dengan maksud dan tujuannya.

Garis dalam menggambar teknik merupakan salah satu aspek penting dalam suatu gambar teknik. Hal ini dikarenakan beberapa jenis garis yang dipakai mempunyai arti dan kegunaannya masing-masing dalam gambar teknik. Dengan begitu, Anda harus mengetahui jenis-jenis garis pada gambar teknik agar tepat dalam menggunakan jenis garis dengan maksud dan tujuan dari gambar, dimana goresan garis pada gambar adalah penyusun utama dalam objek gambar. 

Macam-Macam Garis Gambar Teknik dan Fungsinya
Contoh Penggunaan Garis Gambar

Pada gambar teknik terdapat beberapa jenis garis dengan fungsi dan penggunaan tertentu yang juga akan mewakili fungsi tertentu atau suatu benda pada gambar. Sebenarnya hanya sedikit perbedaan antara tiap garis, meski demikian ada beberapa perbedaan jenis dan fungsi garis dalam bidang keteknikan tertentu.

Fungsi Gambar Teknik - Gambar teknik memiliki fungsi yang sangat penting bagi seorang enginer atau ahli. Gambar teknik ini digunakan oleh enginer agar bisa membuat benda sesuai dengan rancangan. Lalu apa saja fungsi gambar teknik?

Dengan gambar teknik, seorang ahli dapat menganalisa, menghitung, dan membuat sebuah benda baik peralatan, mesin, dan lain sebagainya. Dengan begitu benda yang dibuat akan memiliki nilai guna, serta efektifitas dalam pembuatan. Untuk lebih jelasnya mengenai fungsi gambar teknik akan dibahas pada artikel berikut ini.  

Fungsi Gambar Teknik

Terdapat beberapa fungsi terkait penggunaan gambar teknik terutama dalam bidang otomotif. Untuk lebih jelasnya berikut merupakan pembahasan mengenai fungsi gambar teknik.

1. Gambar Sebagai Bahasa Teknik

Fungsi gambar teknik yang pertama adalah bahasa teknik. Gambar teknik merupakan salah satu alat yang digunakan untuk menyatakan maksud dan tujuan tertentu. Semua keinginan yang ada didalam otak akan dapat tersampaikan maksud dan tujuan secara keseluruhan menggunakan gambar teknik ini. Oleh karena itu gambar teknik sering disebut dengan bahasa teknik. 

Berbagai goresan didalam gambar teknik mengandung berbagai informasi yang dapat menjadi bahasa untuk menyampaikan maksud dan tujuan. Oleh karena itu pada gambar teknik harus diberikan beberapa keterangan dan lambang. Seberapa banyak keterangan dan mutunya tergantung kreatifitas dari perancang.

2. Gambar Sebagai Media Penyampaian Informasi

Fungsi yang kedua dari gambar teknik yaitu media penyampaian informasi. Pada permulaan industri, proses perencanaan dan pembuatan dilakukan oleh satu orang saja. Gambar hanya sebagai konsep bagi si pembuat. Namun dengan perkembangan industri maka perencanaan dan pembuatan tidak dilakukan oleh satu orang melainkan berbeda-beda orang, beda perusahan, atau bahkan beda negara.

Oleh karena itu gambar tidak hanya menjadi konsep rancangan saja, melainkan harus dapat menjadi alat untuk menyampaikan informasi dari pihak perencana ke pihak pembuatan. Pihak pembuatan terdiri dari bagian perancangan proses produksi, bagian pengontrol, bagian perakitan, bagian service, dan beberapa bagian lainnya.

3. Gambar Sebagai Bahan Dokumentasi, Pengawetan, Dan Penyimpanan

Fungsi ketiga dari gambar teknik adalah sebagai dokumentasi, pengawetan, dan penyimpanan. Gambar teknik berisikan berbagai informasi teknis mengenai sebuah produk secara detail dan padat. Oleh karena itu gambar teknik perlu di dokumentasi, diawetkan, dan disimpan sehingga informasi informasi ini dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan bagi rencana-rencana baru dikemudian hari.

4. Gambar Sebagai Cara Cara Pemikiran Dalam Penyampaian Informasi

Selain itu gambar teknik juga memiliki fungsi sebagai cara pemikiran dalam penyampaian informasi. Ide atau gagasan yang masih bersifat abstrak diwujudkan atau dituangkan dalam bentuk gambar melalui beberapa proses analisa dan sistesis. Setelahnya gambar di teliti secara berulang ulang sehingga menghasilkan gambar yang sempurna.

5. Gambar Sebagai Penuangan Gagasan Untuk Pengembangan 

Fungsi yang terakhir yaitu sebagai penuangan gagasan untuk pengembangan. Gagasan atau ide untuk membuat benda benda teknik dimulai dari konsep abstrak. Konsep abstrak kemudian dituangkan dalam sebuah gambar sketsa. Sketsa kemudian digambar kembali menjadi sebuh gambar teknik yang berisikan berbagai informasi detail mengenai benda yang akan dibuat. Dalam hal ini gambar teknik berfungsi sebagai penuang gagasan dari konsep abstrak menjadi sebuah gambar rancangan berdasarkan kreatifitas perancang.

Adapun macam-macam garis dalam gambar teknik, adalah sebagai berikut:

  1. Garis Kontinu Tipis.
  2. Garis Kontinu Tebal.
  3. Garis Putus-putus.
  4. Garis Setrip Titik Tebal.
  5. Garis Setrip Titik Tipis.
  6. Garis Setrip Titik dengan Titik Ganda.
  7. Garis Kontinu Tipis Bebas.
  8. Garis Kontinu Zig-zag.

JENIS-JENIS GARIS PADA GAMBAR TEKNIK

Berikut ini macam-macam dari jenis garis pada gambar teknik:

1. Garis Kontinyu Tebal

Dimana fungsi dan kegunaan dari garis kontinyu tebal ini adalah:

  • Garis-garis nyata gambar 
  • Garis tepi 

2. Garis Kontinu Tipis

Dimana fungsi dan kegunaan dari garis kontinu tipis ini adalah: 

  • Garis-garis khayal berpotongan (imaginer) 
  • Garis ukur 
  • Garis bantu/proyeksi
  • Garis penunjuk 
  • Garis arsir 
  • Garis-garis nyata pada penampang yang diputar ditempat
  • Garis sumbu pendek 

3. Garis Kontinu Tipis Bebas

Dimana fungsi dan kegunaan dari garis tipis kontinyu bebas ini adalah:
sebagai garis-garis batas yang dipotong, apabila batasnya bukan garis bergores tipis. 

4. Garis tipis Kontinu dengan Zig-zag 

Dimana fungsi dan kegunaan garis tipis kontinyu ini sama dengan fungsi dan kegunaan dari garis tipis kontinyu bebas sebelumnya (no. 3).

5. Garis Gores Tebal

Dimana fungsi dan kegunaan dari garis gores tebal ini adalah: 

  • Garis nyata terhalang 
  • Garis tepi terhalang 

6. Garis Bergores Tipis 

Dimana fungsi dan kegunaan garis bergores tipis ini adalah: 

  • Garis sumbu 
  • Garis simetri 
  • Lintasan 

7. Garis Bergores Tipis Dipertebal Ujungnya dan pada Perubahan Arah 

Dimana fungsi dan kegunaan garis bergores tipis yang dipertebal ujungnya pada perubahan arah ini adalah: 

  • sebagai garis pada bidang potong. 

8. Garis Bergores Tebal

Dimana fungsi dan kegunaan garis bergores tebal ini adalah:

  • untuk menunjukan permukaan benda kerja yang harus mendapatkan pengerjaan khusus. 

9. Garis Bergores Ganda Tipis 

Dimana fungsi dan kegunaan garis bergores ganda tipis ini adalah: 

  • Bagian yang berdampingan 
  • Batas kedudukan benda yang bergerak 
  • Garis sistem 
  • Bentuk semula sebelum dibentuk 
  • Bagian benda yang berada di depan bidang potong

Tabel Macam-macam Garis Pada Gambar Teknik dan fungsinya

Diatas adalah beberapa jenis-jenis garis yang sering digunakan dalam gamabr teknik. Untuk lebih jelas dalam membedakan antar jenis garis gambar silahkan perhatikan tabel berikut ini secara seksama:

Jenis-jenis garis gambar teknik


CONTOH PENERAPAN JENIS-JENIS GARIS GAMBAR TEKNIK

Sementara pada penerapannya dalam gambar teknik. Dapat anda perhatikan contoh dari penggunaan jenis-jenis garis pada gambar bawah berikut ini:

Nah, itu dia pembahasan kali ini mengenai jenis-jenis garis pada gambar teknik pada materi Memahami garis-garis gambar teknik sesuai bentuk dan fungsi garis. Semoga dapat bermanfaat dalam memahami ilmu gambar teknik.

UKURAN KERTAS GAMBAR PADA GAMBAR TEKNIK

Lembaga ISO Didirikan pada 23 Februari 1947, Lembaga ISO menetapkan standar-standar industrial dan komersial dunia. ISO awalnya dibentuk untuk membuat dan memperkenalkan standardisasi internasional untuk apa saja. 

Standar yang sudah kita kenal antara lain standar jenis film fotografi, ukuran kartu telepon, kartu ATM Bank, ukuran dan ketebalan kertas dan lainnya.

    Dalam dunia teknik, kertas gambar yang digunakan adalah tipe A yang mempunyai ukuran panjang dan lebar yang sudah distandarisasi. Kertas gambar yang dipergunakan mempunyai ukuran-ukuran yang telah dinormalisasikan. Ukuran yang paling banyak dipergunakan adalah seri A. 

Seri A ini mempunyai ukuran standar yang dinyatakan dengan membubuhkan 0 (nol) di belakang huruf A, dan ukuran-ukuran yang lebih kecil dengan membubuhkan angka 1 hingga angka 4. Ukuran standar, yaitu A0, mempunyai luas 1 meter persegi, dengan perbandingan panjang terhadap lebar sebagai 2:1 . 

      Ukuran-ukuran berikutnya diperoleh dengan membagi dua ukuran yang mendahuluinya. Misalnya ukuran A3 mempunyai setengah ukuran A2, dan seterusnya.. Untuk membaca ukuran kertas gambar pada sisi panjangnya diletakkan mendatar. Kecuali untuk kertas ukuran A4, yang sisi panjangnya diletakkan vertikal.

    Ukuran kertas gambar dari seri A dapat Sebagai acuan pokok kertas adalah tipe A0, kertas A0 ini mempunyai panjang 1189 mm dan lebar 841 mm (1189x841). Untuk ukuran turunannya, misal A1-A4 hanya menggunakan perbandingan sisi bujursangkar dengan diagonalnya.
Pembagian Kertas
     Untuk ukuran turunannya, misal A1-A5 hanya menggunakan perbandingan sisi bujursangkar dengan diagonalnya.

    Jika bujursangkar mempunyai sisi = x maka diagonalnya. Selanjutnya x dipakai sebagai lebar kertas gambar dan y sebagai panjang kertas gambar.
Acuan Pokok 
Untuk mendapatkan ukuran kertas gambar lainnya adalah dengan cara membagi dua panjangnya, sehingga ukuran:
1) A1 adalah ½ dari A0.
2) A2 adalah ½ dari A1.
3) A3 adalah ½ dari A2.
4) A4 adalah ½ dari A3.
Tabel ukuran kertas pada gambar teknik
KERTAS
X
Y
A0
841
1189
A1
595
841
A2
420
594
A3
297
420
A4
210
297
A5
148
210
Garis tepi pada Kertas Gambar Teknik
garis tepi
          batas garis tepi pada kertas gambar bisa diperjelas pada tabel dibawah, untuk bagian gambar yang akan dijilid mempunyai jarak garis tepi sebesar 15 mm berlaku untuk semua jenis kertas. kemudian untuk garis tepi C adalah 15 mm dan 10 mm, 15 mm untuk ukuran kertas A0 dan A1 dan 10 mm untuk kertas lainnya.
tabel batas garis tepi
KERTAS
C
A0
15
A1
15
A2
10
A3
10
A4
10

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel