Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

KILAS BALIK REVOLUSI INDUSTRI 2.0 3.0 4.0

KILAS BALIK REVOLUSI INDUSTRI 2.0 3.0 4.0

AUTOMINILAB - KILAS BALIK REVOLUSI INDUSTRI

Revolusi industri memungkinkan kita, untuk pertama kalinya, untuk mulai menggantikan kerja manusia Dengan mesin."
-Vitalik buterin

KILAS BALIK REVOLUSI INDUSTRI 2.0 3.0 4.0 - Selama ribuan tahun, sebagian besar penduduk dunia membuat berbagai benda dengan cara tradisional yang tidak pernah berubah. Kemudian, lebih dari 250 tahun yang lalu, sebuah perubahan terjadi di Inggris. Orang-orang yang hidup Selama Revolusi Industri Pertama, periode dari sekitar tahun 1760 hingga tahun 1840, menjadi saksi dari pertumbuhan pesat mesin dan industrialisasi.
Tapi tunggu, mengapa kita menyebutnya Revolusi Industri Pertama'? Singkatnya, karena ada Revolusi Industri lain yang terjadi dari tahun 1840 hingga tahun 1890. Revolusi Industri kedua tersebar jauh lebih luas, sementara Revolusi Industri Pertama sebagian besar berpusat di negara Inggris dan bagian Timur laut Anerika Serikat saja. Mari kita melihat tahap-tahap Revolusi Industri yang pernah terjadi di dunia:

A. REVOLUSI INDUSTRI PERTAMA; PENEMUAN DAN PRODUKSI MASSAL

Revolusi Industri pertama dimulai pada abad ke-18 hingga abad ke-19. Ketika itu masyarakat pertanian mulai berubah arah menjadi masyarakat urban. Banyak penemuan baru seperti kereta api lintas benua, listrik dan penemuan lain mengubah tatanan masyarakat secara permanen. Industri besi dan tekstil, bersama dengan pengembangan mesin uap, memainkan peran sentral dalam Revolusi Industri.
Revolusi Industri adalah titik penting dalam sejarah seluruh dunia. Berawal di Inggris dan kemudian dengan cepat tersebar di seluruh Eropa. Di masa ini, berbagai penemuan baru, cara memproduksi barang, dan teknik dalam perdagangan dan pertanian mengubah dunia menjadi seperti yang kita kenal sekarang.

Keadaan ini juga memicu migrasi besar-besaran dari daerah pedesaan ke perkotaan, karena begitu banyak peluang baru muncul di sana. Cara hidup dan cara berbisnis berubah drastis sepanjang periode waktu ini. Apakah dengan begitu, kehidupan manusia menjadi lebih baik? Sama seperti koin, selalu ada dua sisi untuk setiap aspek. Berikut beberapa keuntungan dan kerugian yang terjadi selama masa Revolusi Industri pertama di seluruh dunia.

1. Pemicu Revolusi Industri Pertama

Apa yang menyebabkan Revolusi Industri pertama terjadi? Kemakmuran negara Inggris Raya berasal dari kejayaan kerajaannya. Ketika kemudian Inggris kehilangan koloni koloni Amerika pada tahun 1783, terjadi kemunduran yang cukup besar. Walau demikian, Inggris akhirnya berhasil menguasai sebagian besar perdagangan dari India. Dengan peningkatan perdagangan ini, orang-orang kaya di Inggris menjadi semakin kaya, dan semakin ingin membelanjakan uang itu untuk hal-hal baru. Akibatnya, permintaan untuk semua jenis barang melonjak drastis.

Sementara itu, kelompok-kelompok yang memiliki posisi terbaik untuk mendapatkan keuntungan dari peningkatan perdagangan ini adalah negara-negara koloni itu sendiri Inggris sudah melihat akibat dari membiarkan negara koloni Amerika Utara menjadi terlalu kaya, dan bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Ini terutama karena India (sebagai negara koloni) mampu memproduksi tekstil dengan biaya sangat rendah. Sementara itu, banyak bisnis kecil di pinggiran Inggris yang telah menjadi produsen tekstil dalam jangka waktu lama. Jika Inggris akan menyelamatkan industrinya, maka negara itu harus meningkatkan efisiensinya. Pada titik inilah Revolusi Industri Pertama berawal.

2. Penemuan Baru dan Produksi Massal

Inggris berusaha menyelamatkan industrinya, dan hal ini lantas memicu banyak inovasi pada awal Revolusi Industri Pertama, terutama yang berkaitan dengan industri tekstil. Segera, penemuan baru mengisi pabrik di semua kota- kota industri besar seperti Manchester, Liverpool, dan Birmingham.

Inovasi-inovasi tersebut memang menyelamatkan industri tekstil Inggris, namun menggilas bisnis-bisnis kecil Industri tekstil Inggri berjaya kembali dengan tingginya permintaan pasar tekstil India. Bahkan, satu-satunya negara kompetitor saat itu hanyalah Amerika Serikat. Hal ini disebabkan oleh penemuan Cotton Gin, yakni mesin yang mampu memisahkan biji dari serat kapas. Penemuan ini memnyebabkan banyak pabrik di Amerika Utara bisa menyediakan pasokan kapas murah dari perkebunan Selatan.

Pabrik-pabrik baru kemudian bermunculan dengan menggunakan jenis alat dan mesin yang sama. Keadaan ini membuat layanan penjualan dan service mesin menjadi sangat dibutuhkan. Akibatnya, pabrik-pabrik baru dibangun untuk menciptakan mesin-mesin yang diperlukan untuk membuat tekstil. Pabrik-pabrik baru ini dibangun atas gagasan revolusioner, yaitu memiliki bagian-bagian yang dapat diganti.

Jika dulu selama berabad-abad, jika seseorang membutuhkan bagian baru untuk mesinnya, dia harus menemukan pandai besi yang mampu membuat bagian sesuai dengan bentuk dan komposisi asli mesin tersebut. Sekarang baik mesin dan bagian-bagiannya diproduksi dalam jumlah besar dan untuk pertama kalinya, segala sesuatu, dari fitting besi hingga sekrup, dibuat menjadi benar-benar identik.

Untuk menjalankan mesin-mesin baru yang hebat ini dibutuhkan jumlah energi yang amat besar. Pada awal Revolusi Industri, sumber listrik tenaga air menjalankan sebagian besar peralatan. Namun, karena air berasal dari sungai dan sungai membuat lokasi pembangunan pabrik menjadi terbatas. Juga, kincir air bergantung pada aliran air yang stabil, yang tidak selalu memungkinkan.

Mesin uap, di sisi lain, dapat menghasilkan jumlah energi yang konsisten dengan membakar kayu. Cerobong asap segera memenuhi langit-langit raksasa industri, tapi itu benar-benar batu bara yang membawa mereka ke ketinggian literal dan metafora baru. Tidak lagi tergantung pada beban berat kayu atau hutan di dekatnya, lokasi sekarang dapat diprioritaskan berdasarkan alasan ekonomi.

3. Bagaimana Revolusi Industri Pertama

Mengubah Wajah Dunia Revolusi Industri pertama di abad ke-18 merupakan era ketika banyak penemuan penting dibuat. Banyak dari penemuan ini membuat pekerjaan menjadi lebih mudah dan lebih murah. Penemuan-penemuan ini menciptakan industri manufaktur baru, dan mampu mengubah masyarakat pertanian menjadi masyrakat pekotaan dalam waktu yang relatif cepat.

Berikut adalah penemuan-penemuan penting dari periode waktu tersebut:

a. Era Tekstil; The Spinning Jenny

Spinning Jenny adalah mesin pemintal yang dapat memutar lebih dari satu pintalan benang dalam satu waktu. Penemuan ini diciptakan pada tahun 1764 oleh James Hargreves, seorang tukang kayu dan penenun asal Inggris. Mesin ini membuat proses pembuatan benang menjadi kain menjadi jauh lebih mudah dan lebih cepat.
Sebelum Spinning Jenny ditemukan, pemintal kain harus duduk di sebuah alat beroda yang diputar untuk memintal kapas menjadi benang. Proses ini hanya bisa menciptakan satu pintalan benang dalam satu waktu. Penemuan Spinning Jenny mengubah produksi benang dan kain menjadi yang kita kenal sekarang.

Spinning Jenny, mesin pemintal benang modern saat itu Industri tekstil booming pada 1700 ketika para hartawan lebih memilih mengenakan pakaian dari sutra dan pakaian dengan tenunan rumit. Namun, hal tersebut menjadi tantangan berat bagi para pekerja karena proses pemintalan memakan banyak waktu, terutama bahan tenunan tangan. Ini mengapa Spinning Jenny menjadi alat yang merevolusi industri tekstil. Alat tersebut sangat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi benang dari bahan mentah.

b. Kebangkitan The Power Loom

Power Loom adalah alat tenun mekanis yang didukung oleh saluran transmisi listrik, dan merupakan salah satu perkembangan utama dalam industrialisasi penganyaman selama Revolusi Industri awal. Alat tenun listrik pertama dirancang pada tahun 1784 oleh Edmund Cartwright dan pertama kali dibuat pada 1785.

Penemuan ini terus diperbaiki selama 47 tahun sampai kemudian didesain ulang oleh Kenworthy dan Bullough. Keduanya membuat operasi mesin sepenuhnya menjadi otomatis. Sekarang membuat kain dari kapas menjadi pekerjaan yang sepenuhnya dioperasikan mesin dengan pengecualian satu operator manusia untuk beberapa mesin.
The Power Loom yang mengubah cara manusia membuat tekstil selamanya.

Industri kapas bergulir sehingga permintaan untuk tekstil terus meningkat. Campur tangan inovasi telah mengubah cara pembuatan benang. dan penemuan kerangka air membuat pemintalan menjadi mudah. Sayangnya, proses penenunan tidak dapat mengikuti kecepatan mesin industri lainnya. Power Loom kemudian disempurnkan dengan menggunakan tenaga uap agar dapat mengotomatisasi proses. Sejak itu, Power Loom mengalami banyak penyempurnaan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas lebih lanjut.

c. The Cotton Gin

Inovasi dalam industri tekstil terus datang satu demi satu. Setelah gelombang industrialisasi menghantam proses manufaktur yang berbeda yang terkait dengan manufaktur tekstil, transformasi mulai meningkatkan sarana yang diperlukan untuk pengadaan bahan mentah.

Pada tahun 1794, Eli Whitney menciptakan alat yang dinamakan The Cotton Gin. Mesin ini membuat proses pemisahan biji kapas dari serat kapas menjadi lebih mudah. Percepatan proses ini sangat mengurangi waktu untuk membersihkan kapas dan membantu negara-negara bagian Selatan Amerika menghasilkan lebih banyak keuntungan dari tanaman kapas.

Sebelum The Cotton Gin ditemukan, orang (biasanya budak) harus memisahkan biji dari kapas secara manual dengan tangan, dan ini memakan waktu dan pekerjaan yang sangat sulit, The Cotton Gin, meskipun tidak langsung, benar-benar membantu dalam menurunkan tingkat perbudakan di Amerika Serikat bagian Selatan.
Cotton Gin, mesin kuno dan aneh ini pernah mengubah sejarah
Jika benang pengisi yang rusak terdeteksi, penenun akan menonaktifkan mesin dan melakukan untuk memperbaiki kesalahan, biasanya dengan mengganti gelendong benang pengisi dalam waktu sesedikit mungkin. Mereka dilatih bahwa, idealnya, tidak adamesin yan g harus berhenti bekerja selama lebih dari satu menit, dengan waktu putaran yang lebih cepat menjadi lebih disukai.

d. Zaman Besi Modern

Jika melihat kembali revolusi industri pertama, satu hal pasti; revolusi tersebut tidak hanya tentang uap.
kapas, dan batu bara. Ada elemen penting lain yang masuk ke bidang industrialisasi secara keseluruhan,
yakni besi. Pada tahun 1700-an, jika ingin mengubah besi tuang menjadi besi tempa, pandai besi harus memanaskan seluruh bagian dalam tungku dan kemudian membentuk dengan cara memukul hingga sempurna.

Henry Cort dari Lancaster adalah seseorang yang suka mengotak-atik berbagai proses yang terkait dengan besi. Dia menginginkan sistem yang lebih efektif dalam biaya sekaligus mengurangi tugas manusia. Agar metode proses pengawetan logam sempurna, dia membeli pabrik penggilingan di Fontley dan menjadikannya tempat percobaan.

Henry Cort menggunakan proses yang disebut puddling. Proses ini melibatkan pengadukan besi cair dalam tungku reverberasi. Logam cair kemudian didekarbonisasi untuk membuat campuran nyata dari logam cair yang tebal. Besi yang menebal ini merupakan besi yang tidak mengandung cairan dan memiliki banyak sifat yang tidak dimiliki besi kasar Besi tersebut kemudian dibentuk menjadi batangan menggunakan alat penggulung beralur.

Produk besi menjadi lebih baik dan lebih murni dibandingkan besi tempa, juga bentuk batangannya sangat tepat untuk digunakan secara cepat. Keindahan dari metode ini adalah bahwa semua proses ini dimekanisasi menggunakan mesin uap dan tungku sehingga tidak memerlukan arang atau kokas Ini merupakan salah satu kemajuan besar yang membentuk Revolusi Industri Pertama.

e. Mesin Uap

Semuanya berawal ketika kami menemukan bentuk energi baru Steam. Kemudian, Thomas Newcomen, seorang insinyur inggris, pada 1712 membuat sejarah dengan mesin uap prototipenya. Dia membuat mesin uap atmosfer yang dapat digunakan untuk memompa air dari tambang. Kebutuhan akan penemuan

semacam itu datang ketika Newcomen tahu tentang tingginya biaya operasi menggunakan kuda untuk memompa air keluar dari tambang. Pompa bertenaga uap digunakan di tambang untuk mengekstrak air dari lubang tambang. Alasan penggunaan terbatas adalah bahwa mesin hanya bisa mengelola sekitar 12 stroke per menit.
Mesin uap memacu produksi kereta api

Penemuan mesin uap dan kapal uap (steamboat) mengubah sistem transportasi dan komunikasi. Kapal uap dapat membawa orang dan barang ke tempat tempat yang lebih jauh dalam waktu yang lebih cepat.
Penemuan mesin uapjuga menyebabkan pertumbuhan kota-kota besar di Amerika seperti New Orleans dan St. Louis. Robert Fulton menciptakan kapal uap yang bisa bergerak melawan arus air dan angin kencang. Sejak itu kapal dapat melakukan perjalanan naik dan turun sungai, dan membuat perdagangan menjadi lebih mudah.

Di sinilah inti revolusi industri terletak. Mesin uap yang dibangun jauh sebelum zaman James Watt hanya menghasilkan gerakan timbal balik dan untuk memindahkan sesuatu seperti roda, gerakan putar diperlukan. Mesin-mesin uap konvensional tersebut bekerja lambat dan tidak efisien. James Watt percaya bahwa energi uap memiliki potensi yang bisa dimanfaatkan yang dapat diterapkan pada proses industri massal.

4. Dampak Revolusi Industri Pertama

Revolusi industri adalah titik balik utama dalam sejarah yang ditandai dengan pergeseran dunia dari ekonomi agraris dan kerajinan tangan menjadi ekonomi yang didominasi oleh industri dan manufaktur mesin. Kondisi ini menghasilkan volume dan ragam barang produksi pabrik yang lebih besar serta peningkatan standar hidup bagi banyak orang, terutama untuk kelas menengah dan atas.

Sayangnya, kehidupan bagi orang miskin dan kelas pekerja terus diisi dengan tantangan. Upah bagi pekerja pabrik sangat rendah dan kondisi kerjanya tidak aman serta monoton. Selain itu, anak-anak juga dipekerjakan sebagai buruh. Mereka sering bekerja berjam-jam dan diperintah untuk melakukan tugas-tugas yang sangat berbahaya seperti membersihkan mesin.

Industrialisasi juga berakibat pada digantikannya pengrajin tangan oleh mesin. Selain itu, daerah perkotaan, industri tidak mampu mengimbangi arus kedatangan pekerja dari pedesaan, mengakibatkan perumahan yang tidak memadai, penuh sesak dan tercemar, kondisi kehidupan yang tidak sehat dan penyakit merajalela.

Kondisi untuk kelas pekerja kemudian berangsur-angsur membaik ketika pemerintah melembagakan berbagai reformasi perburuhan dan pekerja memperoleh hak untuk membentuk serikat pekerja. Berikut adalah beberapadampak positif dan negatif dari Revolusi Industri Pertama yang mengubah dunia ini.

a. Sistem Pabrik

Sistem pabrik adalah hasil nyata dari Revolusi Industri dan berkembang pesat selama perjalanannya pada abad ke-18 dan ke-19. Sistem pabrik menggantikan industri rumahan yang lebih otonom dengan pekerja individu menggunakan alat-alat tangan dan mesin sederhana untuk membuat barang-barang kebutuhan umum di rumah mereka sendiri.

Penemuan kincir bertenaga air oleh Richard Arkwright pada tahun 1760 membuka pintu pada pembentukan pabrik pertama di sepanjang sungai di Inggris. Pada tahun 1771, Richard Arkwright membangun pabrik pertamanya di kawasan Cromford, Inggris. Dia membangun banyak pondok kecil di sekitar pabrik untuk mempekerjakan tenaga kerja dari seberang. Dia juga mempekerjakan penenun yang memiliki keluarga besar sehingga perempuan dan anak-anaknya bisa ikut bekerja di pabrik. Pada tahun 1779, Richard Arkwright memiliki lebih dari 800 buruh yang bekerja dengan sistem waktu, shift dan aturan pabrik.

Sistem pabrik tersebut menghasilkan keuntungan besar bagi pemiliknya, dan kemudian ditiru oleh pengusaha-pengusaha lain di Inggris dan Amerika Utara. Perbaikan penemuan mesin uap dan Power Loom kemudian memberi insentif energi yang lebih murah dan mesin yang lebih baik; dan lompatan positif inilah memberi "makanan" bagi Revolusi Industri.

b. Munculnya Kapitalisme

Kapitalisme mengacu pada sistem ekonomi yang didasarkan pada kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi dan operasionalnya untuk mendapatkan keuntungan. Dengan kontrol politik atas koloni dan peningkatan inovasi teknologi, kapitalisme semakin meningkat di Inggris. Pemilik pabrik dan mereka yang mengendalikan alat produksi menjadi sangat kaya dengan cepat dan memiliki banyak uang untuk berinvestasi dalam teknologi dan industri.

Pada masa itu. hanya orang-orang kaya yang bisa memiliki hak pilih di Inggris, dan hanya sekitar tiga persen penduduk kelas bawah yang diizinkan untuk menggunakan hak pilih. Para kapitalis industri secara bertahap menggantikan pemilik lahan agraria sebagai pemimpin ekonomi dan struktur kekuasaan negara. Dengan kekuatan ekonomi dan politik mereka dalam banyak hal membuat mereka menjadi penguasa baru di Inggris, tempat Revolusi Industri berasal, diikuti oleh negara-negara lain termasuk Belgia, Prancis, Jerman dan Amerika Serikat. Tak butuh waktu lama bagi kaum kapitalis menjadi pemimpin di berbagai negara dibseluruh dunia.

c. Urbanisasi

Munculnya perkotaan adalah salah satu ciri paling jelas dari Revolusi Industri. Sebelumnya, dalam masyarakat pra-industri, hampir 80% orang tinggal di daerah pedesaan dan bergantung pada hasil pertanian dan peternakan. Pertumbuhan penduduk karena revolusi pertanian dan peningkatan industri telah mengurangi peluang di daerah pedesaan. Hal ini menyebabkan migrasi besar-besaran ke kota-kota industri.

Populasi Inggris menjadi hampir dua kali lipat pada abad ke-18. Pada akhir abad tersebut, bisa dikatakan bahwa 1 di 10 warga inggris tinggal di kota London (yang saat itu populasinya sudah mencapai 1 juta jiwa).

Pada tahun 1771, penduduk kota Manchester hanya 22.000, akan tetapi dalam lima puluh tahun berikutnya, populasinya meledak hingga mencapai 180.000 jiwa. Pada tahun 1850, tercatat ada lebih banyak orang yang tinggal di kota daripada di desa. Tren ini dengan cepat muncul di seluruh bagian dunia lain sebagai bagian dari industrialisasi.

d. Eksploitasi Kelas Pekerja

Bagi banyak pekerja terampil, kualitas hidup mereka sangat menurun dalam 60 tahun pertama Revolusi
Industri. Para penenun terampil, misalnya, hidup dengan baik di era masyarakat pra-industri sebagai kelas menengah. Mereka merawat kebunnya sendiri, mengerjakan tekstil di rumah atau toko-toko kecil, dan memelihara hewan ternak. Mereka adalah atasan bagi diri mereka sendiri.

Revolusi Industri tampil dan menggeser keadaan ini, terutama pergeseran masyarakat agraris ke masyarakat industri. Kontras itu mencolok terutama bagi generasi pertama pekerja pabrik yang hidup baik di pedesaan sebelum pindah ke kota-kota industri.

Hampir tidak ada hukum untuk zaman baru tersebut. Kekuasaan berpusat pada kelas atas, sementara kelas pekerja baru di pabrik-pabrik menderita. Lingkungan mereka suram, penuh sesak, kotor dan tercemar. Kondisi pekerja terampil memburuk dan hampir tidak ada peluang untuk menambah penghasilan dengan berkebun atau panen komunal.

Selama 60 tahun pertama, hampir tidak ada ruang untuk bersantai. Banyak daerah kumuh terbentuk, meningkatnya jumlah pekerja anak, dan banyak orang yang terserang penyakit dan terjebak dalam berkondisi kerja yang berbahaya. Pada tahun 1849, sekitar 10.000 orang meninggal dalam tiga bulan karena kolera yang mewabah di London. Selain itu, penderita Tuberkulosis tercatat sekitar 60.000-70.000 jiwa pada setiap dekade abad ke-19. Dalam 60 tahun pertama, keadaan masyarakat secara umum amat, mirip seperti yang kita lihat saat ini di negara-negara terbelakang.

e. Kesempatan dan Peningkatan

Standar Hidup Peningkatan upah kelas pekerja di fase pertama Revolusi lndustri disesuaikan dengan inflasi, dan upah tetap stabil dari tahun 1790-1840. Kenaikan sekitar 50 persen terjadi antara tahun 1830-1875 di Inggris. Secara bertahap kenaikan kelas menengah terjadi di perkotaan, sebagian besar menjelang akhir abad ke-19 Masyarakat selalu dibagi dalam dua kelas; yakni kaumbangsawan yang lahir dalam kekayaan dan rakyat jelata berpenghasilan rendah yang lahir dari kelas pekerja. Kota-kota industri baru perlahan-lahan menciptakan sejumlah besar pekerjaan baru seperti penjaga toko besar, pegawai bank, agen asuransi, pedagang, akuntan, manajer, dokter, pengacara, dan guru.

f. Meningkatnya Materialismne dan Konsumerisme

Tumbuhnya materialisme dan konsumerisme adalah salah satu dari kejatuhan utama Revolusi Industri. Uang, baik itu emas, kertas atau plastik adalah cara pertukaran yang mendapatkan nilainya dari barang dan jasa yang ditawarkan. Dengan semakin banyaknya industri, maka semakin banyak pula barang yang diproduksi untuk membangun bangsa. Pada saat yang sama, industri-industri kerajinan tangan yang kompetitif perlahan-lahan menghilang karena alasan politik dan ekonomi. Produksi yang terus meningkat selama beberapa dekade dan abad membutuhkan peningkatan permintaan yang proporsional. Untuk memenuhi keinginan dasar manusia untuk memiliki lebih banyak, maka tumbuh lebih banyak siklus konsumsi dan juga lebih banyak produksi sehingga menyebabkan munculnya materialisme dan konsumerisme.

g. Peningkatan Teknologi

Revolusi Industri sendiri didorong oleh peningkatan teknologi yang mengubah wajah dunia yang membawa kita ke era modern saat ini. Mesin uap sebagai tenaga utama kereta api, pabrik-pabrik, dan industri otomotif membutuhkan energi. Tuntutan energi menyebabkan produksi listrik dan peralatan berbasis listrik. Telegraph menjadi cikal bakal telepon dan kemudian internet dan teknologi seluler. Ada banyak contoh langkah-langkah raksasa kemanusiaan di bidang teknologi selama dan sebagai konsekuensi dari Revolusi Industri.

h. Kebangkitan Sosialisme dan Marxisme

Di tahap awal Revolusi Industri, pemerintah pada dasarnya lebih menyukai orang-orang kaya dan memandang rendah kelas pekerja. Populasi besar kelas bekerja yang merasa dieksploitasi oleh para kapitalis kaya memunculkan ketegangan sosial yang secara bertahap meningkat. Kondisi kelas pekerja menjadi penyebab kekhawatiran yang menyebabkan munculnya sosialisme.

Sosialisme adalah teori yang menyebutkan bahwa semua orang sama dan harus berbagi kepemilikan atas kekayaan negara. Pemikir sosialis yang paling berpengaruh adalah seorang ekonom dan filsuf bernama Karl Marx (1818-1883). Meskipun berasal dari Jerman, Marx menghabiskan sebagian besar waktunya di Inggris untuk memahami dan mengkritisi sistem kapitalis yang mapan pada masa itu. Gagasan Karl Marx adalah menantang dasar dasar dunia kapitalis, mengilhami banyak model pemberontakan. Marxisme dan Komunisme merupakan jenis model pemberontakan ekonomi. Paham tersebut hingga saat ini masih ditolak secara luas di dunia karena dianggap tidak cukup berhasil di negara manapun yang menimplementasikannyai.

i. Polusi dan Penghancuran Lingkungan

Pencemaran dan kerusakan lingkungan adalah konsekuensi nyata yang mengikuti tumbuhnya dunia industri dan konsumerisme. Munculnya mesin-mesin membutuhkan sejumlah besar energi untuk bahan bakarnya, dan bahan bakar fosil seperti batu bara dan minyak bumi digunakan untuk memberi energi industri namun mengakibatkan polusi asap dan udara 

Bahan kimia diperlukan untuk berbagai proses yang mengarah pada peningkatan pengembangan industri yang pesat. Hal ini berdasarkan pada manufaktur kimia barang-barang seperti pewarna, plastik dan farmasi Kota-kota padat penduduk dan hutan dan lahan pertanian digunduli untuk memberi ruang bagi rel kereta api dan infrastruktur lainnya.

Selain itu, sampah-sampah yang dibuang di sungai membuat perkotaan menjadi sangat tercemar. The Great Stink yang terjadi di London pada bulan Agustus 1858 merupakan peristiwa yang tercatat sejarah. Musim panas kala itu memperparah bau limbah manusia yang tidak terkelola, juga limbah industri yang mencemari Sungai Thames, sungai yang membelah kota London. Kemajuan teknologi yang berkelanjutan kemudian membuat perusahaan-perusahaan besar menciptakan lanskap industri, dan mengurangi efek merugikan lingkungan

O o o Insight
THE POOR LAW OF 1834
The Poor Law of 1834 adalah hukum yang mendorong terciptanya tempat kerja bagi orang miskin. Rumah-rumah orang miskin dirancang untuk menjadi tempat-tempat yang secara sengaja mencegah mereka mendapatkan bantuan makanan pemerintah. Keluarga, termasuk suami dan istri, dipisahkan saat memasuki pekarangan. Mereka dikurung seperti narapidana dan harus bekerja setiap hari. Tujuannya memang untuk membuat tempat-tempat kerja semirip mungkin dengan penjara. Hal ini dimaksudkan agar para pekerja menjadi lebih disiplin, akan tetapi dengan cara yang begitu berat dan menjijikkan. Kondisi ini menjadi sebuah teror bagi orang miskin di masa itu.

B. REVOLUSI INDUSTRI KEDUA; REVOLUSI TEKNOLOGI

Revolusi Industri Kedua adalah lompatan besar berikutnya dalam teknologi dan masyarakat. Berlangsung antara tahun 1850 sampai tahun 1914, tepat sebelum Perang Dunia Revolusi lIndustri Kedua merupakan periode pertumbuhan dan perkembangan industri yang sudah ada sebelumnya, seperti baja, minyak bumi, dan penggunaan tenaga listrik untuk baja, menciptakan produksi massal. Kemajuan teknologi selama periode ini antara lain penemuan telepon, bola lampu, piringan hitam, mesin pembakaran internal, mobil, dan pesawat terbang. Revolusi Industri Kedua memungkinkan globalisasi dan menciptakan rancangan awal dunia kita hari ini. Menarik, kan? Mari kita lihat penemuan- penemuan apa yang muncul selama periode ini dan bagaimana hal tersebut memengaruhi umat manusia.

1. Revolusi Penuh Penemuan

Selama Revolusi Industri Kedua, metode manufaktur dan produksi yang telah ada mengalami peningkatan. Misalnya, baja menggantikan besi dalam sektor bangunan sebab lebih kuat dan harganya murah. Dengan begitu, biaya pembangunanjalur kereta api menjadi lebih kompetitif dan sarana transportasi bisa tersebar dengan lebih merata. Baja juga memfasilitasi pembangunan kapal, gedung pencakar langit dan jembatan yang lebih besar.

Meskipun terjadi hanya beberapa tahun setelah Revolusi Industri pertama, Revolusi Industri Kedua menjadi lompatan besar seperti pendahulunya. Tanpanya, kita mungkin tetap akan mengalami dunia tanpa listrik! Padahal pada saat Revolusi Iindustri Kedua dimulai, penerangan dan alat-alat listrik yang kita gunakan saat ini masih dalam khayalan masyarakat.

2 Penemuan Listrik; Gagasan Brilian

Awalnya, Michael Faraday, seorang ilmuwan Inggris, memulai gagasan mengenai listrik. Beberapa tahun kemudian, Thomas Alfa Edison dan Joseph Swan menyempurnakan rancangan bola lampu yang ini praktis untuk digunakan di rumah. Ditambah dengan diciptakannya generator listrik komersial pertama yang efisien pada 1870-an, membuat listrik kemudian bisa dinikmati oleh publik.

Joseph Swan memperkenalkan bola lampu pijar ke Inggris. Pemerintah negara tersebut kemudian menggunakan bola lampu karya Joseph Swan untuk menyalakan lampu-lampu dan menerangi Mosley Street di Newcastle, Inggris. Bisa dikatakan ini adalah instalasi penerangan jalan listrik pertama di dunia. Setelah itu, Swan memberi hadiah 1.200 bola lampu pada Teater Savoy di London. Peristiwa ini menjadikannya teater tersebut sebagai gedung publik pertama yang seluruhnya diterangi oleh listrik.

Mosley Street dan Savoy Theatre membangun panggung untuk pembangkit listrik skala besar pertama di Hoiborn Viaduct di London. Pembangunan ini lalu diikuti oleh dibangunnya pembangkit listrik di Pearl Street di New York. Setelah itu, Sebastian de Ferranti memperbaiki teori arus bolak balik tegangan tinggi. lde De Ferranti tersebut kemudian mengarah pada jalur perakitan dan produksi massal.

3. Semakin Banyak Penemuan

Tanpa penemuan-penemuan dari era Revolusi Industri Kedua, cara-cara kita berkomunikasi saat ini mungkin menjadi sangat berbeda. Misalnya, pada tahun 1876, Alexander Graham Bell menemukan telepon. Kemudian pada tahun 1901, Guglielmo Marconi mengirim gelombang radio melintasi Samudera Atlantik untuk pertama kalinya.

Ada juga inovasi dalam pembuatan kertas. Selama periode ini, Charles Fenerty dan Friedrich Gottlob Keller menemukan mesin pembuat kertas yang kita kenal saat ini. Mesin ini memungkinkan pembuatan kertas menjadi lebih murah, dan karenanya, distribusi buku dan surat kabar bisa jauh lebih luas. Pena dan pensil juga mulai diproduksi secara massa, demikian juga mesin cetak bertenaga uap juga diciptakan selama era Revolusi Industri Kedua.

Hal ini masih ditambah dengan banyak penemuan yang membuat transportasi menjadi jauh lebih mudah. Mesin pembakaran internal yang menggerakkan mobil diciptakan selama Revolusi Industri Kedua. Mesin ini masih menggunakan gas udara sehingga idak praktis untuk penggunaan umum. Namun, kemudian bahan bakar cair seperti bensin, muncul. Pada akhirnya, tanpa mesin ini, kita tidak akan pernah mengenal mobil dan pesawat terbang

4. Dampak Ekonomi

Pada periode 1870 hingga 1890, terjadi booming ekonomi dan produktivitas di negara-negara industri. Sebagai akibatnya, kondisi hidup meningkat secara signifikan dan harga barang turun secara dramatis. Selain itu kegagalan panen di ladang tidak lagi berarti kelaparan dan kekurangan gizi sebab daerah pedesaan sudah bisa terhubung ke pasar besar melalui infrastruktur transportasi. Dengan industrialisasi, semakin sedikit orang yang bekerja di ladang sehingga sektor pertanian menurun drastis. Kesehatan masyarakat juga meningkat pesat. Ini berkat pembangunan sistem pembuangan limbah di kota-kota.

Hal ini disertai dengan diberlakukannya undang-undang yang mengatur pasokan air bersih dan standar minimum kualitas air. Kedua langkah ini mengurangi tingkat infeksi dan kematian akibat banyak penyakit.

Meskipun terlihat hebat, tidak semua hal di era ini kemudian berjalan baik-baik saja. Listrik membawa mekanisasi. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Revolusi Industri Kedua adalah masa kemajuan yang cepat dan berkelanjutan. Jadi, kapal dan aset-aset lainnya menjadi usang dalam rentang waktu yang singkat. Tingkat pengangguran meningkat dan banyak orang jatuh miskin.

5. Dampak Sosial

Revolusi Iindustri Kedua mengubah masyarakat dengan cara yang signifikan. Di antara efek sosial yang dipengaruhi revolusi ini antara lain:
  1. Urbanisasi meningkat pesat. Penduduk pindah ke perumahan yang dibangun secara tergesa-gesa di perkotaan agar bisa lebih dekat dengan pabrik- pabrik tempat kerja mereka.
  2. Keluarga-keluarga terpencar-pencar karena tempat kerja bergeser dari rumah ke pabrik.
  3. Pekerjaan kehilangan kualitas karena harus mengikuti jadwal rutin.
  4. Kecepatan kerja meningkat secara dramatis karena menggunakan mesin-mesin.
  5. Kesehatan tenaga kerja secara umum menurun karena kondisi pabrik yang keras dan tidak sehat.
  6. Ketersediaan pekerjaan tidak dapat diprediksi karena naik dan turun seiring dengan permintaan barang.
  7. Secara bertahap, para perempuan yang awalnya bekerja di pabrik-pabrik mulai kehilangan pekerjaan manufakturing karena digantikan oleh meson. Kondisi ini kemudian meningkatkan prostitusi di perkotaan.
  8. Artisan dan pengrajin mulai kehilangan mata pencaharian sebab tidak dapat bersaing dengan biaya produksi massal yang lebih rendah. Orang-orang mulai menikah di usia lebih muda sebab syarat tradisional untuk pernikahan, yaitu memiliki tanah dan rumah, mulai menghilang. 
  9. Sebagian besar penduduk dapat membeli barang- barang buatan pabrik.

6. Bagaimana Revolusi Industri Kedua Mengubah Wajah Dunia

Kita tidak bisa menolak bahwa otomatisasi dan revolusi industri membawa kita pada dampak yang mengubah dunia. Era industri membuat dunia menjadi yang kita kenal saat ini. Revolusi merupakan hasil dari keinginan manusia untuk tumbuh, berkembang dan membesar. Keinginan dan kebutuhan tersebut mengarah pada penemuan-penemuan signifikan dalam masyarakat dunia. Jika menengok ke belakang, banyak dari teknologi yang kita gunakan sekarang merupakan pengembangan dari konsep dasar yang ditemukan pada revolusi sebelumnya.

Penyebaran inovasi dan penemuan begitu aktif selama revolusi industri pertama dan kedua. Ini adalah periode yang memberi kita banyak reformasi sosio-ekonomi bersamaan dengan beberapa keajaiban teknis yang paling praktis. Sekitar satu abad setelah berakhirnya Revolusi Industri Pertama, dunia menyaksikan peralihan cepat dari bentuk konvensional inovasi sebelumnya. Perubahan ini merupakan target dalam memanfaatkan kekuatan listrik, minyak, dan gas. Di era ini, dunia menyaksikan inovasi dalam komunikasi, transportasi, dan manufaktur. Inovasi dimulai penemuan luar biasa di bidang komunikasi, yaitu telegraf.

a. Penemuan Telegraf dan Morse

Pada tahun 1844, Samuel Morse menemukan Telegraph. Mesin ini adalah nenek moyang telepon yang kita kenal saat ini. Telegraph menggunakan kode Morse untuk berkomunikasi dengan orang didengar, mesin telegraph memungkinkan pesan lain. Meskipun suara orang di seberang tidak dapat dikirim dengan cepat melalui kabel. Enam belas tahun kemudian, kabel telegraf telah membentang di seluruh negara bagian Amerika Serikat, mulai dari Pantai Timur hingga ke Sungai Mississippi.
Telegraph merupakan cikal bakal telepon
Telegraf berdiri sebagai landasan sistem komunikasi modern. Ketika kembali dari Eropa pada tahun 1832, Samuel Morse mendapat gagasan untuk menggunakan listrik sebagai alat komunikasi. Saat itu, penemuan elektromagnet oleh Michael Faraday sedang banyak dibicarakan, dan pada saat itulah Morse berpikir untuk mengirim pesan berkode melalui kawat. Teknologi titik dan garis ini merevolusi sistem komunikasi dan memungkinkan orang berkomunikasi jarak jauh.

b. Penemuan Telepon

Meskipun berfungsi baik sebagai sarana komunikasi jarak jauh, sayangnya telegram bukanlah sarana untuk berbagi pesan pribadi. Pemikiran mengenai bagaimana jika seseorang yang berada cukup jauh dari kita dapat mendengar suara kita secara real time ketika kita sedang berbicara? Pemikiran inilah yang membuat Alexander Graham Bell mempatenkan perangkat yang disebut telepon pada tahun 1876. Telepon yang dipatenkan tersebut merupakan nenek moyang dari smartphone masa kini yang kita gunakan setiap hari. Banyak yang mengira bahwa Alexander Graham Bell adalah orang yang menemukan telepon, tetapi sebenarnya hal tersebut salah. Telepon pertama kali dikembagkan oleh seorang mekanis jenius mekanik bernama Antonio Meucci. Sejarah memuji Graham untuk penemuan ini, tetapi sebenarnya darah, keringat, dan air mata Meucci lah yang membuat "Telegram dapat Berbicara." Bisa dikatakan bahwa Antoni Meucci adalah bapak komunikasi modern.

c. Penemuan Edison's untuk Menerangi Dunia

Perlu diingat, Edison bukan pencipta pertama bola lampu, akan tetapi dia adalah orang yang menyempurnakan bola lampu. Sumbu lampu yang digunakan sebagai penerangan sebelum intervensi Edison sangat cepat habis, sehingga tidak layak untuk penggunaan sehari-hari. Paten pertama Edison diajukan pada bulan Oktober 1878. Paten itu untuk penyempurnaan desain lampu listrik. Setelah mengajukan paten tersebut, Edison melanjutkan penelitiannya tentang bohlam.

Pada tahun 1906 paten untuk bola lampu dengan filamen berbasis tungsten diajukan oleh Edison. Penemuan dan produksi bohlam membawa perubahan yang berada di luar imajinasi. Setiap rumah dapat diterangi lampu sehingga anggota keluarga bisa beraktivitas bahkan pada "waktu-waktu yang dianggap aneh" (baca; malam hari).

d. Penerbangan Pertama

 Pada pertengahan 1800-an, ada banyak upaya untuk mengarungi langit. Sebagian besar mengandalkan energi angin untuk mewujudkan impian mereka terbang di langit. Namun, metode ini memiliki masalah serius, karena angin saja tidak dapat mendorong berat pesawat.
Namun Wright bersaudara berhasil memecahkan masalah ini. Solusinya dapat disebut sebagai penerbangan bertenaga mesin. Sayangnya, penerbangan bertenaga penemuan mereka memiliki reputasi buruk karena tidak dapat dikendalikan. Oleh karena itu, Wright Bersaudara yang jenius menciptakan sistem tiga-sumbu yang membuat pesawat mampu mempertahankan keseimbangan bahkan pada kecepatan tinggi. Prinsip fundamental ini tetap digunakan di bidang penerbanga hingga saat ini.

e. Mobil Model T Karya Henry Ford Produksi massal dibidang otomotif pertama kali

Produksi massal dibidang otomotif pertama kali dilakukan oleh perusahaan Ford Model T merupakan mobil pertama yang diproduksi massal Memiliki mobil adalah kebutuhan yang amat mahal di tahun 1900-an, Ini berarti bahwa hanya orang- orang terkaya di masa itu yang bisa mendapatkan hak istimewa untuk memilikinya.
Namun, keadaan itu segera berubah dengan diperkenalkannya mobil Model T, sebuah inovasi legendaris dari Henry Ford. Penciptaan jalur perakitan adalah alasan mengapa mobil Model T menjadi hit. Mobiljenis ini menurunkan biaya pembelian kendaraan dan mengubah cara orang bepergian selamanya. Diperkirakan lebih dari 15 juta Model T terjual di seluruh dunia dalam 15 tahun.

7. Bergerak Ke Zaman Baru

Ketika kita melihat kembali Revolusi Industri Pertama dan Kedua, kita melihat suatu zaman yang benar-benar menentukan di mana kita berada sekarang. Kita tidak dapat menyangkal bahwa otomatisasi dan revolusi industri membawa beberapa dampak buruk bagi dunia. Namun, sungguh menakjubkan melihat bagaimana dunia berubah total melalui beberapa penemuan.

Revolusi industri adalah masa imajinasi dan kemajuan besar. Penemuan yang memungkinkan produk-produk baru untuk diproduksi menciptakan permintaan yang menyebabkan lingkaran setan yang mendorong beberapa orang menjadi sangat kaya, sementara pada saat yang sama sejumlah orang tetap berada dalam kemiskinan. Hampir tidak pernah ada maksud dari para penemu, ilmuwan, dan orang-orang brilian lainnya untuk menyebabkan jurang pemisah antara kelas buruh dan mesin industri, tetapi jurang itu tercipta secara alami.

Meski demikian, kita tidak dapat menyangkal bahwa berkat semua penemuan dan gagasan baru ini, revolusi industri kedua bisa aisimpulkan sebagai waktu yang positif dan bermanfaat bagi sejarah. Setiap hal baru mengarah ke yang lain dan karenanya menciptakan zaman baru penemuan dan penemuan.

C. REVOLUSI INDUSTRI KETIGA; REVOLUSI DIGITAL

"Revolusi Industri adalah salah satu dari lompatan luar biasa ke depan dalam kisah peradaban."
Stephen Gardiner

Selamat datang di era Revolusi Digital! Anda membaca blog autominilab ini di era saat kita semua mengalami keajaiban-keajaiban digital Kita menikmati Cloud, Internet, dan beberapa jenis perangkat pintar yang memungkinkan Anda mengakses keduanya. Dimulai pada sekitar tahun 1950-an, Revolusi Industri Ketiga membawa semikonduktor, komputasi mainframe, komputasi personal, dan internet menuju revolusi digital.

Hal-hal yang dulu dilakukan secara analog bergeser ke teknologi digital, misalnya televisi lama yang dulu menggunakan antena (teknologi analog) saat ini digantikan oleh tablet yang terhubung ke Internet sehingga kita bisa menonton film secara streaming (teknologi digital). Pergeseran dari perangkat elektronik dan mekanis analog ke teknologi digital cukup mendisrupsi industri, terutama komunikasi global dan energi. Elektronik dan teknologi informasi mulai mengotomatisasi produksi dan mengambil alih rantai pasokan global.

Revolusi Industri Ketiga, atau Revolusi Digital, mengacu pada kemajuan teknologi dari perangkat elektronik dan mekanik analog ke teknologi digital yang tersedia saat ini. Era dimulai selama tahun 1980 dan sedang berlangsung. Kemajuan selama Revolusi Industri Ketiga termasuk komputer pribadi, internet, dan teknologi informasi dan komunikasi (ICT). 

1. Teknologi Hijau (Green Technology)

Peradaban industri saat ini berada di persimpangan jalan. Minyak dan energi bahan bakar fosil lainnya yang selama ini telah membentuk cara hidup industri mulai di ambang punah, sementara teknologi yang diciptakan menggunakan energi-energi tersebut sudah ketinggalan zaman. Seluruh infrastruktur industri yang dibangun dari bahan bakar fosil sudah tua dan rusak.

Dampaknya? Pengangguran meningkat hingga ke tingkat berbahaya di seluruh dunia. Pemerintah, perusahaan, dan konsumen dibanjiri dengan utang, ditambah lagi dengan standar hidup menurun di mana-mana. Satu miliar penduduk bumi (hampir sepertujuh ras manusia) menghadapi ancaman kelaparan dan kekurangan makanan. Lebih buruk lagi, perubahan iklim akibat kegiatan-kegiatan di industri berbasis bahan bakar fosil membayang di cakrawala, membahayakan kemampuan spesies kita untuk bertahan hidup. Sejak awal resesi besar pada tahun 2008, pemerintah, komunitas bisnis, dan masyarakat sipil telah terlibat dalam perdebatan sengit mengenai cara memulai kembali ekonomi global. Meskipun langkah-langkah penghematan dan fiskal, tenaga kerja, dan reformasi pasar semuanya diperlukan, namun semua itu tidak cukup untuk menumbuhkan kembali ekonomi.

Semakin jelas bahwa Revolusi Industri Kedua sedang sekarat dan bahwa emisi CO induksi industri mengancam kelangsungan hidup di bumi. Yang kita butuhkan sekarang adalah narasi ekonomi baru yang tegas dan dapat membawa kita ke era pasca karbon yang berkelanjutan di masa depan. Mengetahui bahwa visi-visi baru baru membutuhkan pemahaman tentang kekuatan teknologi untuk mempercepat transformasi lebih jauh dalam dalam masyarakat.


O O Insight
APA ITU KOMPUTASI HIJAU?
Komputasi hijau (green computing) adalah penggunaan komputer dan sumber dayanya yang ramah lingkungan. Dalam istilah yang lebih luas, komputasi hijau juga didefinisikan sebagai studi perancangan, rekayasa, manufaktur, menggunakan dan membuang perangkat komputasi dengan cara yang dapat mengurangi dampak buruk lingkungan. Banyak produsen dan vendor IT terus berinvestasi dalam merancang perangkat komputasi hemat energi, mengurangi penggunaan bahan-bahan berbahaya dan mendorong daur ulang perangkat digital. Praktik komputasi hijau menjadi terkenal pada tahun 1992, ketika Environmental Protection Agency (EPA) meluncurkan program Energy Star Green computing, dikenal juga sebagai teknologi informasi hijau (green IT), bertujuan untuk mencapai kelayakan ekonomi dan meningkatkan cara perangkat komputasi digunakan Praktik green IT mencakup pengembangan praktik produksi yang berkelanjutan secara lingkungan, komputer hemat energi, dan prosedur pembuangan dan daur ulang yang lebih baik. Untuk mempromosikan konsep komputasí híjau di semua level yang memungkinkan, empat pendekatan berikut digunakan:


Green Use Green Design
Meminimalkan konsumsi Merancang kormputer,server, listrik komputer dan perangkat printer, proyektor dan periferal mereka dan perangkat digital lainnya yang menggunakannya dengan cara hemat energi yang ramah lingkungan Green Manufacture

Green Disposal Meminimalkan limbah
Mengganti peralatan yang selama pembuatan komputer ada, membuang atau dan subsistem lainnya mendaur ulang peralatan untuk mengurangi dampak elektronik yang tidak lingkungan dari kegiatan ini diperlukan dengan semestinya

Badan pengatur pemerintah juga aktif bekerja untuk mempromosikan konsep komputasi hijau dengan memperkenalkan beberapa program dan peraturan sukarela untuk penegakannya. Di sisí lain, kita sebagai pengguna Juga dapat membantu penggunaan komputasi hijai dengan beberapa cara berikut Gunakan mode hibernasi atau sleep ketika jauh dari komputer untuk waktu yang lama Beli komputer notebook hemat energi, bukan komputer desktop Aktifkan fitur manajemen daya pengendalian konsumsi energi Buat pengaturan yang tepat untuk pembuangan limbah elektronik yang aman Matikan komputer setiap kali selesai digunakan si ulang printer cartrid, kurangi membeli yang baru Alih-alih membeli komputer baru, coba perbaiki perangkat yang ada.

2. Narasi Ekonomi Baru

Revolusi ekonomi besar dalam sejarah terjadi ketika teknologikomunikasi baru bergabung dengan sistem energi baru. Revolusi energi baru memungkinkan perdagangan yang lebih luas dan terintegrasi. Revolusi komunikasi yang menyertainya mengatur aktivitas komersial baru dan kompleks yang dimudahkan oleh aliran energi baru.

Pada abad ke-19, teknologi cetak bertenaga uap murah dan pengenalan sekolah umum mendorong munculnya tenaga kerja dengan keterampilan komunikasi. sementara pada abad ke-20, komunikasi listrik terpusat, seperti telepon, radio, dan televisi menjadi media komunikasi untuk mengelola era minyak, otomotif, dan pertanian yang lebih kompleks dan terdispersi, dan budaya konsumsi massal era Revolusi lndustri Kedua.

Saat ini, teknologi internet dan energi terbarukan mulai bergabung untuk menciptakan infrastruktur baru untuk Revolusi Industri Ketiga (TIR) yang akan mengubah cara distribusi daya di abad ke-21. Di era mendatang, ratusan juta orang akan menghasilkan energi terbarukan mereka sendiri di rumah, kantor, dan pabrik mereka dan berbagi listrik hijau satu sama lain dalam "Energi Internet" seperti sekarang kita menghasilkan dan berbagi informasi online.

Pembentukan infrastruktur Revolusi Industri Ketiga akan menciptakan ribuan bisnis baru dan jutaan pekerjaan dan meletakkan dasar bagi ekonomi global yang berkelanjutan di abad ke-21. Namun, seperti setiap komunikasi dan infrastruktur energi lainnya dalam sejarah, berbagai pilar Revolusi Industri Ketiga harus ditetapkan secara bersamaan atau tidak akan bertahan. Itu karena setiap pilar hanya dapat berfungsi dalam hubungan dengan yang lain.

Lima pilar Revolusi Industri Ketiga adalah:
  1. Menggeser tren energi menuju energi terbarukan
  2. Mengubah stock building di setiap benua menjadi pembangkit listrik mikro alam upaya mengumpulkan energi terbarukan.
  3. Menyebarkan hidrogen dan teknologi penyimpanan ainnya di setiap bangunan dan di seluruh infrastruktur agar dapat menyimpan energi intermiten.
  4. Menggunakan teknologi Internet untuk mengubah jaringan listrik setiap benua menjadi energi internet yang bertindak seperti Internet (ketika jutaan bangunan menghasilkan sejumlah kecil energi terbarukan secara lokal di satu tempat, maka kelebihan listrik hijau (green electricity) dapat dijual kembali ke jaringan dan membagikannya dengan negara-negara di benua terdekat).
  5. Transisi armada transportasi dengan plug-inlistrik dan kendaraan sel bahan bakar yang dapat membeli dan menjual listrik hijau pada jaringan listrik pintar dan interaktif.
Pembentukan kawasan energi terbarukan (yang dibebani oleh bangunan, sebagian disimpan dalam bentuk hidrogen, didistribusikan melalui Internet listrik hijau, dan terhubung ke plug-in, transportasi nol-emisi) membuka pintu Revolusi Industri Ketiga. Seluruh sistem bersifat interaktif terintegrasi, dan lancar. Ketika lima pilar ini bersatu, mereka membentuk platform teknologi yang tak terpisahkan. Sistem yang muncul dengan sifat dan fungsinya secara kualitatif berbeda dari jumlah bagian-bagiannya. Dengan kata lain, sinergi antar pilar menciptakan paradigma ekonomi baru yang dapat mengubah dunia.

3. Kekuatan yang Lebih Lateral

Revolusi Industri Ketiga meletakkan infrastruktur dasar untuk era kolaboratif yang baru muncul. Penyelesaiannya akan menandakan akhir dari kisah komersial dua ratus tahun yang dicirikan oleh penemuan, pasar wirausaha, dan tenaga kerja massal menuju awal era baru yang ditandai oleh perilaku kolaboratif, jaringan sosial, dan tenaga kerja profesional serta teknis. Dalam setengah abad mendatang, operasi bisnis konvensional dan terpusat hasil dari Revolusi Industri Pertama dan Kedua akan semakin terserap oleh praktik bisnis terdistribusi dari Revolusi Industri Ketiga. Di samping itu, dan organisasi politik dan ekonomí yang hierarkis dan tradisional akan memberi jalan kepada kekuatan lateral terorganisir secara sejajar di masyarakat.

Transformasi Industri Teknologi Informasi


Sekarang Komputasi Awan

Tahun 2000-an  Layanan Web

Tahun 1990-an Server/Klien

Tahun 1970-an/1980-an

Mainframe

Kekuatan lateral adalah kekuatan baru di dunia. Steve Jobs dan para inovator lain dari generasinya membawa kita dari komputer-komputer mainframe terpusat (yang mahal dan dimiliki serta dikendalikan oleh hanya segelintir perusahaan global) menuju ke komputer desktop murah dan telepon seluler. Kekuatan lateral ini memungkinkan milyaran orang untuk terhubung satu sama lain dalam jaringan ruang sosial internet. Demokratisasi komunikasi telah memungkinkan hampir sepertiga populasi manusia bumi berbagi musik, film, pengetahuan, berita, dan kehidupan sosial secara publik. Ini menandai salah satu kemajuan evolusioner besar dalam sejarah spesies kita.

Teknologi internet dan energi terbarukan mulai bergabung untuk menciptakan infrastruktur baru untuk Revolusi Industri Ketiga (TIR) yang akan mengubah cara distribusi daya di abad ke-21. Namun, yang mengesankan darí pencapaian ini belum seberapa. Industri energi hijau yang baru meningkatkan kinerja dan mengurangi biaya dengan laju yang semakin cepat. Sebagaimana generasi dan distribusi informasi menjadi lebih bebas didapatkan, energi terbarukan juga akan berkembang. Matahari, angin, biomassa, panas geothermal dan tenaga air tersedia untuk semua orang dan, mirip seperti informasi, tidak pernah terpakai.

Ketika komunikasi Internet mengatur energi hijau, setiap manusia di bumi menjadi sumber dayanya sendiri, baik secara harfiah maupun kiasan. Miliaran manusia berbagi energi terbarukan mereka secara lateral padajaringan listrik hijau kontinental menciptakan landasan bagi demokratisasi ekonomi global dan masyarakat yang lebih adil

4. Kapitalisme yang Tersebar

Sumber energi membentuk sifat peradaban. Mulai dari bagaimana energi tersebut dimanajemen, bagaimana hasil erdagangan dan perdagangan didistribusikan, bagaimana kekuasaan politik dan hubungan sosial dilakukan. Untuk memahami bagaimana infrastruktur Revolusi Industri Ketiga bisa secara dramatis mengubah distribusi kekuatan ekonomi di abad ke-21, kita bisa menengok sebentar untuk melihat bagaimana revolusi Industri Pertama dan Kedua berbasis bahan bakar fosil mengatur hubungan kekuasaan sepanjang abad ke-19 dan ke-20.

Bahan bakar fosil (batu bara, minyak, dan gas alam) adalah energi ekslusif karena hanya bisa ditemukan di tempat-tempat tertentu. Mereka membutuhkan investasi militer yang signifikan untuk mengamankan aksesnya dan manajemen geopolitik berkelanjutan untuk menjamin ketersediaannya. Bahan bakar fosil juga memerlukan sistem kontrol dan perintah top-down serta konsentrasi modal besar untuk memindahkannya dari perut bumi hingga ke pengguna akhir.

Kemampuan untuk memusatkan produksi dan distribusi (atau dikenal sebagai esensi kapitalisme modern) sangat penting untuk kinerja sistem yang efektif secara keseluruhan. Infrastruktur energi terpusat, pada akhirnya, menetapkan kondisi untuk sisa ekonomi, mendorong model bisnis serupa di semua sektor.

Hampir semua industri penting lainnya yang muncul dari budaya minyak, misalnya finansial modern, telekomunikasi, otomotif, kekuasaan dan utilitas, serta konstruksi komersial. Bahan bakar fosil dan industri minyak yang menaunginya membutuhkan modal dalam jumlah besar untuk beroperasi dan diatur secara terpusat.

Tiga dari empat perusahaan terbesar di dunia saat ini adalah perusahaan minyak, yaitu Royal Dutch Shell, Exxon Mobil, dan BP. Di bawah perusahaan-perusahaan energi raksasa ini terdapat sekitar lima ratus perusahaan global yang mewakili setiap sektor dan industri dengan pendapatan gabungan sebesar $22,5 triliun. Jumlah ini setara dengan sepertiga pendapatan kotor dunia senilai $62 triliun yang tidak dapat dipisahkan dan bergantung pada bahan bakar fosil untuk kelangsungan hidupnya.

Sebaliknya, Revolusi Industri Ketiga diatur menyoal energi terbarukan dan terdistribusi yang mudah ditemukan dan gratis, misalnya energi matahari, angin, hidro, panas geothermal, biomassa, dan gelombang laut dan pasang surut. Energi yang tersebar ini akan dikumpulkan pada jutaan situs lokal dan kemudian dipaketkan lalu dibagikan pada banyak orang melalui internet listrik hijau berkesinambungan. Tujuannya adalah untuk mencapai tingkat energi yang optimal dan mempertahankan ekonomi yang berkinerja tinggi serta berkelanjutan.

5. Penemuan-Penemuan Teknologi di Era Revolusi Industri Ketiga

Kita memasuki era Revolusi Industri Ketiga berkat teknologi teknologi utama yang terkait dengan otomatisasi dan jaringan. Penduduk dunia telah mengalami dua revolusi industri besar dalam kurun waktu 250 tahun terakhir. Keduanya mengubah lanskap sosial, politik, dan ekonomi dari seluruh dunia. Bagi orang-orang yang hidup pada masa itu, dunia tidak pernah sama lagi, dan saat ini kita mungkin sedang mengulangi keadaan tersebut.
Teknologi informasi mengalami peningkatan besar-besaran dalam kemampuan dan penurunan biaya selama bertahun-tahun. Kurva harga-kinerja untuk kemampuan prosesor, memori, dan komunikasi kini membawa sejumiah besar "Big Bang Disruptions" ke semua jenis industri dan model bisnis. Dulu teknologi baru pada umumnya marjinal, berkualitas rendah dan hanya sebagian inovatif.

Namun, yang terjadi sekarang adalah Big Bang Disruptions yang didorong oleh perangkat lunak, memori, dan komunikasi terbaru yang cenderung menjadi mainstream, berkualitas tinggi, sangat inovatif, dan biaya lebih rendah. Misalnya, perhatikan bagaimana ponsel memiliki kanera foto kamera video, pengatur waktu, jam tangan, peta, sistem GPS otomatis, pemutar musik, dan banyak lagi. 

Di masa depan, akan ada lebih banyak Big Bang Disrupions yang muncul. Tahun 2014 adalah awal dari perubahan besar dalam cara kita hidup, cara kerja dan cara kita bermain, Kehidupan rumah dan kehidupan kerja kita akan sangat berbeda dalam beberapa tahun ke depan. Kita semua sedang menyaksikan sebuah perubahan radikal, seradikal dua revolusi industri sebelumnya.

Jika Anda bekerja di bidang manufaktur, bidang integrator sistem, atau bidang pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak, maka ada peluang sekaligis ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya di setiap perusahaan dan setiap model bisnis. Sepertinya semua hal, baik produk maupun bisnis, akan tersentuh.

Berikut ini beberapa teknologi yang mengarahkan jalannya Revolusi industri Ketiga:

a. HTML5 dengan WebRTC

HTML5 adalah inkarnasi terbaru dari HTML. Apa yang dimulai sebagai bahasa markup sederhana telah berevolusi menjadi HTML5 dan menjadi cara luar biasa untuk menyampaikan informasi dengan aplikasi khusus. HTMLS benar-benar merupakan kombinasi dari bahasa markup HTML yang jauh lebih baik, Javascript lanjutan, dan CSS 3 (Cascading Style Sheets). Gabungkan semua itu dengan WebRTC (Real Time Communications di lingkungan browser untuk mendukung komunikasi data video, audio, dan real time), maka Anda memiliki peningkatan eksponensial kemampuan.

Kita berbicara tentang kemajuan seperti kemampuan laman web untuk memutar video, audio, skala, mask, memberikan perspektif, do fades, rotations, flips, memutar gambar 3D, grafik vektor, dan mentransport data real time. Semua dilakukan hanya dengan perintah Javascript yang sangat sederhana. Kita tidak hanya dapat melakukan lebih banyak hal, tetapi juga dengan usaha yang jauh lebih sedikit daripada aplikasi asli C++ atau Visual C application

Apa saja disrupsi yang muncul dari teknologi HTML5 dengan WebRTC?

  1. HTML5 bisa "membunuh" banyak plug-in, khususnya yang seperti FLASH dan AJAX. Skype, Go-to-Meeting, dan aplikasi PC eksklusif lainnya.
  2. Sistem telepon tradisional dan VOIP yang ada saat ini menghilang.
  3. Aplikasi web menjadi lebih menarik bagi pengembang daripada aplikasi asli karena lebih mudah, lebih cepat, lebih fungsional, dan lebih lurah untuk diciptakan.
  4. Aplikasi HTML5 dapat berjalan langsung di perangkat apa pun tanpa pemrograman perlu ulang 
  5. HTML5 dapat membuat seluruh konsep app store menjadi usang. Aplikasi web selalu diperbarui. Beberapa vendor aplikasi, seperti Financial Times dan lainnya, sudah beralih dari aplikasi di app store ke aplikasi Browser HTML5.
Bagaimana dampak muncul dari teknologi HTML5 dengan WebRTC?
  1. Presentasi web cenderung menggunakan perangkat yang lebih kecil daripada yang ada saat ini.
  2. Video dan audio lebih terintegrasi.
  3. Biaya perangkat keras lebih rendah untuk HMI. Bisnis HMI tradisional sudah mati karena tidak dapat bersaing dengan fungsi yang ditawarkan oleh aplikasi web HTML5.
  4. Semua Driver OPC saat ini menjadi usang dan tidak akan berfungsi dengan aplikasi web.
  5. Manfaat nyata adalah bahwa perangkat keras unshackles dari perangkat lunak. Pengembang akan dengan mudah membangun aplikasi perangkat lunak yang bekerja di layar desktop, ponsel, dan lainnya.

b. Crowdsourcing

Crowdsourcing adalah praktik yang melibatkan crowd (kerumuman orang atau kelompok) untuk tujuan bersama. Tujuan tersebut biasanya meliputi inovasi, penyelesaian masalah, atau efisiensi. Praktik ini didukung oleh teknologi baru, media sosial, dan web 2.0. Crowdsourcing dapat berlangsung di berbagai tingkatan dan di berbagai industri. Berkat konektivitas era ini yang terus berkembang, sekarang semakin mudah bagi individu untuk berkontribusi secara kolektif, entah kontribusi itu berupa gagasan, waktu, keahlian, atau dana, untuk sebuah proyek atau klausa. Mobilisasi kolektif inilah yang dinamakan crowdsourcing.

Fenomena ini dapat memberikan perusahaan akses ke ide-ide dan solusi baru, keterlibatan konsumen yang lebih dalam, peluang untuk co-creation, optimalisasi tugas, dan pengurangan biaya. Internet dan media sosial telah membawa perusahaan lebih dekat kepada para pemangku kepentingan, meletakkan dasar untuk cara-cara baru berkolaborasi, dan menciptakan nilai bersama yang belum pernah ada sebelumnya.

Kumpulan orang banyak menjadi tren. Jutaan orang yang terhubung dengan internet, menyumbangkan ide dan informasi untuk proyek-proyek besar dan kecil. Crowdsourcing membantu memecahkan masalah rumit dan menyediakan informasi, dan dengan pengetahuan yang benar, semua itu dapat memberikan kontribusi secara timbal balik pada crowd tersebut. Crowdsourcing telah menjadi populer selama beberapa tahun terakhir. Mungkin karena kesadaran di antara perusahaan-perusahaan bahwa hubungan B2C (business to customer) telah berubah, dan sebenarnya konsumen memegang semua kekuasaan sekarang. Daripada menentangnya atau menolaknya, mereka memilih untuk bermitra dengan mereka, dan menggunakannya untuk keuntungan mereka. Ini adalah langkah yang bijaksana bagi banyak orang, dan merupakan sesuatu yang harus Anda pertimbangkan secara serius untuk bisnis Anda.

Berikut contoh-contoh dari crowdsourcing yang populer di saat ini:

WAZE

Salah satu start-up paling sukses adalah Waze. Ini adalah aplikasi yang memungkinkan pengguna melaporkan kemacetan lalu lintas dan secara otomatis memberikan arah untuk rute terbaik yang akan diambil. Waze mengumpulkan informasi dengan mengukur kecepatan pengemudi untuk menentukan kemacetan lalu lintas dan meminta pengguna untuk melaporkan penutupan jalan. Ini adalah aplikasi hebat yang mermbuktikan perusahaan-perusahaan sangat membutuhkan crowd semacam ini. Waze juga mampu menarik banyak investor besar ke dalam bisnisnya.

McDonalds

Pada tahun 2014, McDonalds memutuskan untuk memberikan pelanggan mereka kebebasan gratis dan mengirimkan ide untuk jenis burger yang ingin mereka beli di gerai. Mereka dapat menciptakan variasi burger yang mereka anggap sempurna secara online dan kemudian orang-orang seluruh negara dapat memilih variasi terbaik. Di Jerman, para pembuat konten juga didorong untuk membuat iklan mereka sendiri, termasuk video viral dan pemasaran konten berharga lainnya, yang tentu saja tidak memerlukan biaya bagi McDonalds. Setelah pemenang dinobatkan, McDonalds merilis burger mingguan, bersama dengan gambar dan bio singkat dari sang pencipta.

Starbucks

Kehadiran Starbucks sangat kuat di berbagai jejaring sosial, dan secara teratur mendorong konsumen untuk memberikan, melihat, dan mendiskusikan gagasan yang disampaikan bersama dengan Karyawan dari berbagai departemen di perusahaan Starbucks. Mereka bahkan memiliki situs web yang didedikasikan untuk Tujuan ini, meliputi leader board untuk melacak pelanggan mana yang paling aktif. Eksperimen, media sosial, keterlibatan pelanggan dan hasil riset pasar inilah yang membuat merek kedai kopi ini lebih unggul.

LEGO

Perusahaan mainan, Lego mungkin bisa menjadi salah satu contoh terbaik dari crowdsourcing yang pernah ada. Perusahaan membolehkan pengguna untuk merancang produk baru, dan pada saat yang sama, menguji rancangan tersebut. Setiap pengguna dapat mengirimkan desain yang dapat dipilih oleh pengguna lairn lde dengan jumlah Suara terbanyak akan diproduksi dan pencipta menerima royalti 1% atas pendapatan bersih.

Dengan cara ini, Lego berhasil meningkatkan jumlah ide produk sekaligus meningkatkan keterlibatan pelanggan. Dan jenis keterlibatan khusus ini menghasikan buzz tertentu yang sulit dilakukan dengan metode lan. Sama seperti McDonalds, para pembuat konten mermikat diri mereka untuk mempromosikan ide- idenya sekaligus mempromosikan Lego sebagai perusahaan juga

SAMSUNG

Bahkan perusahaan-perusahaan besar seperti Samsung menyadari nilai dari crowdsourcing Samsung memiliki fasilitas crowdsourcing terbesar di PaloAlto, California, Amerika Apa yang dicari Samsung dari crowd adalah solusi inovatif untuk produk dan teknologi elektronik yangada Mereka juga bekerja sama dengan perusahaan lain dan individu lain yang tertarik.

Pada tahun 2013, Samsung bermitra dengan platform pengembangan produk Marbler to Crowd Source untuk mencari cara memanfaatkan paten yang baru ditemukan dari NASA. Mereka menawarkan kepada pengguna kesempatan untuk membantu menciptakan produk berikutnya dan mendapatkan bagian dari keuntungan tersebut.

AIRBNB

Bisa dikatakan bahwa keseluruhan airbnb model bisnis Airbnb didasarkan pada crowdsourcing. Airbnb pada dasarnya adalah situs web perjalanan yang memungkinkan individu untuk "meminjamkan rumah mereka kepada traveller dari seluruh dunia. Jika itu bukan untuk mereka, situs ini tidak akan pernah ada. Pada tahun 2013 Airbnb meminta pengguna untuk mengirimkan video klip pendek dari seluruh dunia dalam bentuk Vines, melalui Twitter Klip-klip tersebut kemudian disatukan dan diber judul Hollywood & Vines lantas digunakan sebagai iklan TV.

Baru-baru ini, Airbnb bekeria sama dengan eYeka dalamproyek crowdsourcng yarng meminta para pembuat fim dari seluruh dunia untuk membuat konten video baru dan otentik tentang tempat tempat yang mereka sebut rumah. Video harus berdurasi 60 detik dan para pemenang mendapatkan sekitar 20,000 Euro Dari kegiatan-kegiatan crowdsourcing int, Airbnb tidak hanya memperoleh jutaan konten unik yang menambahkan kualitas dan nilai otentik ke perusahaan, tapi Juga menghemat banyak uang.

c. Automation of Knowledge Work

Automation of knowldege work, atau dengan kata lain, otomatisasi sektor jasa merupakan bentuk Revolusi Industri. Big Data, Artificial Intelligence, dan antarmuka pengguna akan melengkapi sistem untuk melakukan tugas-tugas yang sekarang dibutuhkan oleh pekerja berpengetahuan. Sama seperti robot di bidang manufaktur yang meningkatkan produktivitas dan meningkatkan kapasitas, perangkat lunak juga mengotomatisasi interaksi pelanggan, baik sebagai panduan untuk karyawan atau langsung melayani pelanggan.

Secara kritis, alat otomatisasi ini adalah sistem self service. Sistem hasil program para ahli ini diajarkan kepada pengguna dan kemudian disebarkan seluruh perusahaan. Ada yang menyebut ini bagian kemajuan proses transformasi digital atau otomatisasi proses bisnis, tetapi sebenarnya itu adalah langkah logis dalam proses industrialisasi yang sudah dimulai sejak dua abad lalu lewat industrialisasi manufaktur tradisional.

Otomatisasi dalam bisnis bukanlah hal baru, yang lebih baru adalah otomatisasi sektor jasa dan otomatisasi knowldege work. Otomatisasi dalam manufaktur menghasilkan barang berkualitas lebih tinggi, lebih banyak akses ke barang-barang itu, dan margin yang lebih besar untuk bisnis. Tampaknya otomatisasi sektor jasa akan memberikan hasil yang sama baiknya bagiperusahaan yang cepat mengadaptasi teknologi baru.

d. Advanced Robotics

Mobil tanpa pengemudi (robot drivers) merupakan robot yang sepenuhrnya interaktif yang memiliki penglihatan dan pendengaran canggih. Robot ini berguna dalam pekerjaan yang memiliki tingkat keamanan rendah, seperti pekerjaan konstruksi, penyembelihan hewan, dan keprajuritan. Mereka akan dapat melakukan hampir semua pekerjaan. Jika ini terjadi dan kita mengalami Revolusi Industri berikutnya, diharapkan manusia memiliki waktu untuk dapat mengendalikan para robot secara bijak. Sama seperti dua revolusi sebelumnya, di era Revolusi Industri Ketiga kita mengalami peningkatan besar dalam produktivitas, rentang kehidupan, dan perubahan budaya yang signifikan dan belum bisa kita pahami saat ini. Namun, jika dua revolusi lainnya memberikan panduan menuju dunia yang lebih baik, maka para robot di Revolusi Industri Ketiga mungkin akan berdampak pada pengangguran, gangguan sosial, dan persoalan mental sebelum manusia dapat mengendalikannya.

Post a Comment for "KILAS BALIK REVOLUSI INDUSTRI 2.0 3.0 4.0"