close
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Macam Macam Peralatan Service AC Split

Macam Macam Peralatan Service AC Split - Peralatan kerja untuk merawat dan memperbaiki pesawat AC diperlukan beberapa peralatan dengan kondisi yang baik dan presisi. Hal ini dimaksudkan agar tidak mengalami kesulitan ketika melakukan pekerjaan perawatan dan perbaikan pesawat AC.

Macam macam peralatan service AC

Macam Macam Peralatan Service AC Split

Macam macam peralatan service AC split standar tersebut antara lain adalah :

A. POMPA STEAM (AIR CLEANER)

Pompa steam digunakan ketika melakukan perawatan pesawat AC, pompa steam berfungsi menyemprotkan air bertekanan tinggi untuk membersihkan kotoran atau debu yang menempel pada komponen evaporator, filter udara dan kondensor.

Untuk membersihkan komponen-komponen tersebut, selang penyedot atau masukan (inlet) pompa steam dicelupkan ke dalam air, selanjutnya air bertekanan tinggi akan keluar dari bagian outlet.

Pompa steam dan Plastik pelindung
B. PLASTIK PELINDUNG

Plastik pelindung digunakan ketika membersihkan atau mencuci komponen evaporator (indoor), yang tujuannya untuk menjaga agar cipratan air steam tidak merusak atau mengotori perabotan lainnya yang berada di sekitar ruangan tempat dipasangnya evaporator tersebut.

Selain itu plastik pelindung juga digunakan untuk melindungi rangkaian elektronik (PCB control) yang dipasang disamping evaporator agar tidak terkena cipratan air steam.



C. TUBBING CUTTER

Tubbing cutter digunakan untuk memotong pipa tembaga. Biasanya digunakan ketika terjadi permasalahan pada pipa, seperti pipa terlalu panjang, pipa penyok atau terjepit, pipa bocor, pipa retak atau pecah ketika dibengkokan dan sebaginya.
Tubbing Cutter
D. REAMER DAN DEBURRER

Pipa tembaga setelah dipotong ujungnya tidak rata pada bagian dalam maupun bagian luarnya, untuk itu harus diratakan dengan reamer. Pengerjaan membersihkan ujung pipa setelah dipotong sangat penting sebelum pipa dikembangkan (flare) atau dibesarkan (swage).

Pisau pada reamer dan deburrer terbuat dari baja keras, dapat dipakai untuk meratakan ujung pipa yang telah dipotong pada bagian dalam dan luarnya, mulai dari pipa ukuran 3/16” s.d. 1.1/2 “. Pemotong pipa ada juga yang dilengkapi dengan pisau reamer (reamer blade) dan kikir.
Reamer (A) dan Deburrer (B)
E. FLARING DAN SWAGING TOOL

Flaring tool digunakan untuk mengembangkan deameter ujung pipa agar mudah disambung. Penggunaan flaring tool sering digunakan untuk menyambung dua pipa dengan menggunakan nipple. 

Caranya untuk mengembangkan deameter ujung pipa, masukan ujung pipa ke lubang flaring block yang sesuai dan kencangkan mur pengunci untuk menjepit ujung pipa. Kemudian putar flaring tool masuk ke dalam ujung pipa dan putar terus flaring tool hingga deameter unjung pipa mengembang sesuai dengan yang diinginkan.


Hampir serupa dengan flaring, swaging tool digunakan untuk membesarkan ujung pipa hingga kedalaman tertentu, sehingga dua pipa dengan deameter yang sama dapat disambung dengan menggunakan pengelasan.

Beda antara flaring dengan swaging terletak pada ujung kepala yang digunakan untuk melebarkan ujung pipa.

Flaring dan Swaging Tool
F. CHARGING (GAUGE) MANIFOLD

Charging manifold digunakan untuk mengecek tekanan dan penghampaan (vacuum) ketika mengisi atau membuang refrigeran. Charging manifold sering juga disebut gauge manifold dan charging line karena terdiri dari dua buah pressure gauge yang digunakan untuk mengukur tekanan rendah (kurang dari 250 Psi) dan tekanan tinggi (kurang dari 500 Psi).

Pada kedua sisi alat ini terdapat dua buah keran dan tiga buah sambungan keluar. Pada umumnya sambungan keluarnya menggunakan tiga buah selang (charging hose) dengan tiga warna yang berbeda yaitu merah, kuning dan biru, untuk membedakan sisi tekanan yang berbeda.

Charging (Gauge) Manifold
Petunjuk Penggunaan Charging (Gauge) Manifold :
  1. Ambil charging (gauge) manifold, kalibrasi lagi posisi jarum pada angka nol.
  2. Pelajari sistem skalanya pada kedua pressure gauge.
  3. Periksa hand valve-nya, yakinkan dalam keadaan baik.
  4. Ikuti prosedur yang berlaku

Prosedur Memasanag Charging (Gauge) Manifold :
  1. Periksa posisi spindle katub, yakinkan bahwa posisi katub pada back seated.
  2. Buka tutup gauge plug.
  3. Sebelum charging (gauge) manifold dipasang pada gauge port, yakinkan bahwa posisi kedua hand valve tertutup.
  4. Pasang baut flare fitting pada selang warna biru ke suction service valve dengan kekuatan jari tangan, biarkan sedikit kendor dan baut flare fitting pada selang warna merah ke discharge service valve. Baut flare fitting pada selang warna kuning dipasang ke tabung refrigeran.
  5. Buka katup pada tabung refrigeran dua putaran, dan buka hand valve charging (gauge) manifold (2 putaran) biarkan udara yang ada di dalam selang dihalau keluar beberapa saat ( + 7 detik) oleh refrigeran, melalui ujung baut flare fitting yang kendor dan kemudian kencangkan bautnya.
  6. Putar spindle katup service SSV dua putaran maju (crack) sehingga muncul tekanan pada compound pressure gauge.
  7. Putar spindle katup service DSV dua putaran maju (crack) sehingga muncul tekanan pada high pressure gauge.
  8. Pemasangan service manifold selaesai.


Prosedur Melepas Service Manifold :

1. Back seated kedua katub service kompresor.

2. Buka baut fare fitting pada SSV dan DSV. Hati-hati terhadap senburan sisa refrigeran yang ada di dalam selang. Bila perlu gunakan kaos tangan.

3. Pasang kembali tutup gauge plug.

4. Pasang kembali baut flare fitting merah dan biru pada posisi penyimpanannya.

Prosedur berbagai pekerjaan service setelah charging (gauge) manifold terpasang pada sistem refrigerasi :

1. Memeriksa tekanan kerja sistem refrigerasi
- Tutup katup (hand valve) A dan katup B
- Cracking open katub C (SSV) dan katub D (DSV)

2. Mengisi gas refrigeran ke dalam sistem
- Hubungkan tabung refrigeran ke port E
- Buka katup A dan tutup katub B
- Crack open katup D perlahan-lahan

3. Membuang udara yang terjebak di dalam kondeser
- Tutup katup A dan buka katup B
- Cracking open katup C

4. Mengisi liquid refrigeran ke dalam sistem
- Hubungkan silinder refrigeran (dibalik) ke E
- Tutup katup A dan buka tutup B
- Mid seated katup C

5. Pengujian kebocoran
- Tutup port E dengan seal cup
- Buka katup A dan katup B
- Back seated katup C kemudian cracking
- Mid seated katup D

6. Menambah oli refrigeran ke dalam kompresor
- Hubungkan suplai oli ke port E
- Buka katup A dan tutup katup B
- Putar katup D.


G. BENDING TUBE

Bending tube digunakan untuk membengkokan pipa agar tidak pecah, patah ataupun penyok (gepeng). Pemakaian bending tube sangat dianjurkan untuk membengkokan pipa yang usia pakainya sudah cukup lama dan sering bermasalah ketika dibengkokan.
Bending Tube
H. POMPA VACUM

Pompa vacum digunakan untuk membuat sistem AC hampa udara sebelum diisi refrigeran. Pemvakuman mutak harus dilakukan sebelum melakukan pengisian refrigeran agar sistem AC dapat bekerja dengan optimal (tidak ada udara yang tersisa di dalam sistem AC).

Sebenarnya bisa juga melakukan pemvakuman dengan mesin AC itu sendiri, namun menggunakan pompa vacum lebih memudahkan mengkondisikan sistem AC menjadi hampa udara.
Pompa vacum
I. TANG AMPERE DAN MULTITESTER

Tang ampere digunakan untuk mengukur arus listrik ketika melakukan perawatan atau perbaikan pesawat AC. Untuk melakukan pengukuran arus listrik, cukup masukkan salah satu kabel (phasa atau nol) ke dalam mulut tang ampere, tanpa harus mengupas atau membuka isolasi kabel. Kemudian lihat hasil yang terukur pada skala tang aampere.

Multitester disamping digunakan untuk mengukur arus listrik juga digunakan untuk mengukur tegangan listrik dan tahanan (ohm) listrik. Berbeda penggunaannya dengan tang ampere, penggunaan multimeter untuk mengukur arus, tegangan dan tahanan listrik harus pada kabel yang terbuka isolasinya. Di pasaran baik tang ampere maupun multitester tersedia dalam dua jenis yaitu manual (analog) dan digital.
Tang Ampere Analog

Multitester Analog dan Digital
J. THERMOMETER RUANGAN

Thermometer digunakan untuk mengecek suhu/temperatur udara yang masuk dan keluar evaporator, agar dapat diketahui perbedaan suhu antara suhu udara yang masuk dan keluar evaporator, sehingga dapat dipastikan apakah evaporator masih bekerja dengan baik atau telah rusak. Untuk itu pastikan bahwa thermometer yang digunakan kondisinya masih baik, presisi dan respon terhadap perubahan suhu ruangan.
Thermometer Ruangan
K. LEACKAGE DETECTOR

Leagacke detector digunakan untuk mendeteksi kebocoran refrigeran pada seluruh sistem AC. Penggunaan alat ini cukup sederhana, yaitu tinggal mendekatkan ujungnya pada pipa sistem AC yang kita curigai terjadi kebocoran, jika benar terjadi kebocoran maka alat ini akan berbunyi.
Leackage Detector
Sebenarnya untuk mendeteksi kebocoran refrigeran bisa juga dilakukan dengan mengoleskan air sabun pada pipa yang kita curigai terjadi kebocoran, jika benar terjadi kebocoran maka pada pipa tersebut akan mengeluarkan gelembunggelembung sabun.

L. GAS DAN BRANDER LAS

Gas dan brander las digunakan untuk mengelas ketika melakukan penyambungan pipa atau ketika melepas sambungan pipa. Biasanya gas yang digunakan ada dua macam gas yang tersimpan dalam masing-masing tabung yaitu gas asetelin dan oksigen yang disebut dengan las Oxy-Acetelin (lihat gambar 4.12), bisa juga gas asetelin tersebut digantidengan gas elpiji.

Disamping itu bisa juga digunakan satu macam gas yang langsung bisa dipakai untuk mengelas yaitu gas butana (lihat gambar 4.13). Sedangkan bahan lasnya digunakan perak, kuningan, tembaga, timah atau menyesuaikan dengan logam yang akan dilas.

Perangkat Las Oxy-Acetelin


Mengelas dengan gas butana

M. TESPEN

Tespen digunakan untuk mengecek ada atau tidaknya aliran listrik pada sebuah rangkaian instalasi listrik. Selain itu tespen juga bisa digunakan sebagai obeng pipih atau minus ( - ) kecil.

N. OBENG

Obeng digunakan untuk membuka atau mengencangkan mur, sekrup atau baut ketika melakukan perawatan atau perbaikan pesawat AC. Biasanya obeng yang sering digunakan adalah jenis obeng kembang atau plus (+), namun sesekali juga harus menggunakan obeng pipih atau minus ( - ). Ukuran mata obeng harus disesuaikan dengan ukuran kepala baut, agar dapat membuka atau mengencangkannya dengan mudah.

O. TANG

Tang digunakan untuk menjepit, memotong atau memegang komponen yang sulit atau bahkan berbahaya bila disentuh tangan. Tang yang sering digunakan ketika merawat atau memperbaiki pesawat AC ada tiga jenis tang, yaitu tang kombinasi, tang potong dan tang lancip.
Macam-Macam Peralatan Tangan
P. KUNCI PAS DAN KUNCI INGGRIS

Kunci pas, kunci ring atau kunci shock digunakan untuk melepas dan memasang mur baut. Ukuran kunci-kunci tersebut biasanya beragam dan penggunaannya harus disesuaikan dengan kondisi ukuran kepala mur baut di lapangan. Serupa dengan ketiga macam kunci tersebut, yang ukurannya bisa disetel sampai ukuran maksimalnya dan dapat digunakan untuk segala macam ukuran kepala mur baut adalah kunci inggris.

Q. KUNCI L

Kunci L digunakan untuk membuka dan mengencangkan baut berkepala segienam yang menjorok kedalam. Disebut kunci L, karena bentuk fisiknya menyerupai huruf L. Umumnya baut-baut dengan kepala segi enam tersebut berukuran kecil.
Macam-Macam Kunci Mur Baut
Demikian pembahasan macam macam peralatan service AC split ini kami susun. Semoga bisa membantu belajar sobat menjadi teknisi AC rumah yang profesional.
Admin
Admin Buku catatan digital seorang guru yang menuangkan pengetahuan kedalam tulisan. Semoga artikel tulisan saya bermanfaat bagi orang banyak. Mari menulis! Mari Membaca! Bintan News

Post a Comment for "Macam Macam Peralatan Service AC Split"