Menerapkan Cara Perawatan Sistem Audio

Menerapkan cara perawatan sistem audio - Setelah mempelajari materi tentang sistem audio pada kendaraan ringan, peserta didik dapat :
  1. Melakukan identifikasi komponen sistem audio pada kendaraan ringan
  2. Melakukan pemeriksaan kondisi komponen sistem audio pada kendaraan ringan
  3. Melakukan overhaul komponen sistem audio pada kendaraan ringan
  4. Melakukan perbaikan dan penggantian komponen sistem audio pada kendaraan ringan

Pada saat ini dan waktu yang akan datang, tuntutan kenyamanan pada kendaraan tidak hanya kenyamanan pada saat kendaraan dikendarai, namun kenyamanan juga harus dapat dirasakan oleh seluruh penumpang selain pengemudi. Untuk memenuhi tuntutan ini berbagai fitur diaplikasikan pada kendaraan modern saat ini.

Kendaraan saat ini sudah dilengkapi dengan sistem yang membuat pengendara dan penumpang nyaman di dalam kendaraan. Ada sistem pendingin udara (AC) yang membuat udara di dalam kendaraan tidak terasa panas, ada televisi yang dapat digunakan untuk menonton siaran televisi maupun memutar video dan lain sebagainya.
Menerapkan Cara Perawatan Sistem Audio
Komponen sistem audio pada sebuah kendaraan


Sistem audio pada kendaraan yang sudah dimodifikasi

Salah satu sistem yang membuat pengendara maupun penumpang merasa nyaman dan tidak jenuh adalah sistem audio kendaraan. Audio kendaraan menjadi salah satu faktor penting untuk menentukan kenyamanan di perjalanan, terutama perjalanan yang membutuhkan waktu cukup lama dan panjang. Kemacetan yang dapat membuat kita jenuh dan penat dapat terasa lebih ringan jika ditemani musik kesayangan.


Namun, seringkali kita menemui kualitas audio kendaraan yang tidak sesuai dengan keinginan dan harapan kita. Misalnya suara audio kendaraan yang tidak jernih atau gemerisik, misalnya karena kerusakan dari salah satu atau beberapa komponen audio kendaraan.

Pada bab ini kita akan mempelajari berbagai komponen sistem audio kendaraan serta berbagai permasalahan yang mungkin timbul pada sistem audio kendaraan sekaligus teknik perbaikannya.

A. Sistem Audio pada Kendaraan Ringan

Sistem audio kendaraan paling standar adalah sistem radio. Namun demikian sistem radio pada kendaraan masih dapat menggunakan sistem radio dengan fasilitas yang canggih, yaitu radio satelit. Radio satelit dapat menerima sinyal dari pemancar satelit sehingga kualitas suara lebih baik dan lebih jernih.

Untuk menghasilkan kualitas suara yang optimal pada sistem audio kendaraan dibutuhkan audio mobil yang baik, serta pemasangan yang tepat pada kendaraan. Audio kendaraan yang menghasilkan suara berkualitas akan membuat pengemudi maupun penumpang kendaraan yang mendengarkan merasa nyaman. Untuk itulah sistem audio kendaraan yang menghasilkan suara stereo sangat diperlukan.

Ukuran stereo pada audio kendaraan terdiri dari dua variasi, yaitu single din dan double din. Umumnya, ukuran stereo menggunakan satuan ukuran “DIN”. Ukuran single din memiliki head unit sebesar 7 inci dan tinggi sekitar 2 inci. Sementara itu, ukuran doubledin memiliki ukuran head unit sebesar 7 inci dan tinggi 4 inci.

B. Komponen dan Cara Kerja Sistem Audio pada Kendaraan Ringan

Komponen-komponen sistem audio pada kendaraan ringan terdiri dari beberapa komponen sebagai berikut.

1. Head unit

Head unit adalah komponen sistem audio kendaraan stereo yang menyediakan antarmuka perangkat keras terpadu untuk keseluruhan sistem. Nama lain untuk head unit adalah tape mobil. Head Unit adalah inti dari sound system pada kendaraan.

Head unit biasanya diletakkan di tengah dashboard. Head unit modern adalah paket elektronik terintegrasi dari semua fitur yang terdapat didalamnya. Pada saat ini head unit stereo sudah terintegrasi dengan fitur canggih seperti mirrorlink, spotivy, appradio live, applecarplay.

Head Unit merupakan alat kontrol pengemudi terhadap sistem audio kendaraan untuk memilih media hiburan pada audio kendaraan yang meliputi beberapa pilihan, diantaranya radio AM / FM, radio satelit, CD, player, MP3, navigasi GPS, bluetooth, atau mirrorlink.

Head unit pada sistem audio kendaraan memberi kemudahan kepada pengendara dalam hal mengontrol sistem audio kendaraan dengan mudah atas fungsi audio secara terperinci seperti volume, band, frekuensi, keseimbangan speaker, speaker memudar, bass, treble, EQ dan sebagainya.



Head unit sistem audio kendaraan

2. Amplifier

Amplifier atau biasa disebut dengan power audio pada sistem audio kendaraana dalah penguat daya elektronik yang memperkuat sinyal audio yang digunakan di sistem audio kendaraan. Fungsi amplifier untuk memperkuat daya, membuat sinyal apakah itu rekaman musik, gitar listrik atau audio campuran dari keseluruhan band melalui sistem penguatan suara. Amplifier terdiri dari beberapa jenis, antara lain amplifier 4 kanal, monoblok amplifier, amplifier 5 kanal. Sedangkan untuk kelasnya terdiri dari class AB, Class D monoblok.
Amplifier pada sistem audio kendaraan

3. Speaker

Speaker pada sistem audio kendaraan diharapkan dapat menghadirkan kualitas suara yang lebih optimal. Biasanya speaker pada sistem audio kendaraan terdiri dari tweeter dan driver mid-bass dicocokkan dengan crossover untuk membatasi rentang frekuensi. Masing-masing speaker secara akurat difungsikan untuk mereproduksi sinyal suara.

Speaker sebagai salah satu komponen sistem audio kendaraan secara fisik dirancang terpisah untuk masing-masing komponen. Posisi tweeter dapat dipasang secara terarah, bisa ditempatkan pada posisi yang benar, biasanya di dashbord menghadap pendengar. Speaker midrange yang lebih besar dapat diletakkan pada panel pintu kendaraan dimana ada ruangan.
Speaker pada system audio kendaraan

Speaker koaksial adalah sistem speaker dimana masing-masing unit memancarkan suara dari titik atau konus speaker yang sama. Speaker secara umum ada dua tipe, yaitu jenis desain kompak yang terdiri dari dua atau tiga driver speaker. Jenis ini banyak digunakan untuk sistem audio kendaraan.

Kemudian jenis lainnya adalah desain dua arah untuk menghasilkan speaker berdaya tinggi untuk audio profesional. Speaker ini juga dikenal sebagai loud speaker single source atau dual-concentric. Speaker koaksial pada sistem audio kendaraan adalah speaker 2 atau 3 arah di mana tweeter dan driver mid-range terpasang di depan woofer.

Keuntungan dari desain ini adalah kemampuan untuk menggunakan area yang lebih kecil, sehingga gelombang suara frekuensi rendah dari woofer tidak berkurang. Kekurangnaya untuk mendapatkan posisi midrange yang benar lebih sulit tanpa koreksi timealignment, suara dari tweeter mungkin akan tiba sedikit sebelum suara dari woofer.


4. Subwoofer

Subwoofer audio mobil pada sistem audio mobil didedikasikan untuk mereproduksi frekuensi audio bernada rendah yang dikenal sebagai bass. Pada umumnya rentang frekuensi yang biasa digunakan untuk subwoofer di kisaran rentang frekuensi 20-200 Hz. Sedangkan frekuensi di bawah 100 Hz untuk suara live profesional, Frekuensi di bawah 80 Hz dalam sistem yang biasa digunakan standart THX. Subwoofer difungsikan untuk menambah rentang frekuensi rendah pada sistem suara yang mencakup rentang frekuensi yang lebih tinggi. Sedangkan istilah “subwoofer” maksudnya mengacu pada driver pengeras suara.
Subwoofer pada sistem audio kendaraan

C. Pengkabelan Sistem Audio pada Kendaraan Ringan

Pemasangan sistem audio pada kendaraan harus memperhatikan berbagai aspek agar menghasilkan suara audio sesuai dengan keinginan. Pada umumnya para pemasang sistem audio kurang memperhatikan cara merangkainya, kadang-kadang asal menghubungkan saja, misalnya dalam pengambilan arus utama audio langsung dari baterai padahal rangkaian ini dapat mengganggu beterai itu sendiri maupun sistem audionya.

Dewasa ini, perkembangan teknologi di bidang sistem audio/video sangat pesat, sebagai contoh begitu banyaknya macam atau variasi sistem audio/video yang diproduksi oleh pabrik. Sehingga banyak macam rangkaian variasi perlengkapan tambahan yang diciptakan, yang semua itu bertujuan untuk menyempurnakan suara sistem audio.

Mulai dari sistem audio tipe mono, stereo dan tipe dolby stereo yang dilengkapi antena biasa maupun antena automatis bahkan sekarang untuk tipe audio sudah sampai tipe era digital. Berikut contoh rangkaian sistem audio mulai dari yang paling sederhana sampai yang lebih modern.

Rangkaian sistem audio menggunakan antena biasa

Rangkaian sistem audio yang menggunakan antena biasa, antena terangkai secara permanen artinya untuk mengoperasikan sistem radio antena ada yang terangkai permanen dalam posisi memanjang ada juga antena diposisikan dipendekan saat radio mati, dan dipanjangkan jika akan menghidupkan radio, untuk mengoperasikan panjang pendeknya antena tersebut menggunakan tangan.
Rangkaian radio/tape menggunakan antena biasa

Rangkaian sistem audio menggunakan antena automatis

Sedangkan rangkaian sistem audio yang menggunakan antena automatis, untuk rangkaian pengkabelan sistem audionya sama dengan diatas, hanya bedanya untuk pemasangan antena otomatis diperlukan suatu motor penggerak yang berfungsi untuk mengoperasikan posisi antena pada posisi panjang atau pendek.


Posisi antena ini dikontrol oleh kerja sebuah motor listrik yang sumber arus listriknya dihubungkan secara paralel dengan arus power dari sistem audio, atau mati hidupnya motor antena tergangtung power audio.
Rangkaian radio / tape menggunakan antena automatis

Rangkaian sistem audio yang dilengkapi feder

Perlengkapan feder hanya ada pada sistem audio yang mempunyai tipe suara dolby stereo, maka dari itu tidak semuanya sistem audio dilengkapi feder, keuntungan dengan adanya feder ini dapat mengatur suara stereo bagian depan atau suara stereo bagian belakang, berbeda dengan balance yang fungsinya untuk mengatur suara speaker bagian kanan dan kiri.
Rangkaian radio/tape menggunakan feder

Pengkabelan (wiring) sistem audio dan pengaturan penempatan komponen-komponennya harus memperhatikan aspek-aspek kerapian dan kekompakan, karena komponen-komponen sistem audio memiliki dimensi ukuran yang tidak kecil.

Contoh pengkabelan dari komponen-komponen sistem audio pada sebuah kendaraan dapat dilihat pada gambar ilustrasi sebagai berikut.
Pengkabelan sistem audio kendaraan

D. Pemeriksaan Sistem Audio pada Kendaraan Ringan

Audio mobil merupakan piranti yang banyak digunakan pengguna mobil, hampir disetiap mobil pasti memasang audio. Audio menjadi salah satu hiburan dan teman penat disaat jalanan sedang macet apalagi jika kita sedang bepergian tanpa teman, betapa menjenuhkannya perjalanan kita.

Dengan audio ini, maka pengemudi-pun menjadi terhibur karena mereka bisa mendengarkan musik ataupun radio dalam mobil. Namun banyak yang menyepelekan perangkat ini, kebanyakan dari kita tidak memperhatikan perawatannya hanya mau menggunakannya saja, padahal perawatan audio mobil tidaklah sulit.

1. Beterai (battery)

Pemeriksaan beterai dilakukan untuk memastikan komponen ini dalam kondisi yang optimal, sehingga tidak akan timbul permasalahan pada sistem audio maupun pada beterai itu sendiri. Sistem audio ada yang dilengkapi dengan berbagai asesoris yang membutuhkan energi listrik berlebih, untuk keperluan ini kondisi beterai harus dalam keadaan yang optimal.

Pemeriksaan pada beterai meliputi pemeriksaan body beterai, cairan elektrolit (kuantitas dan kualitas), pemeriksaan kondisi terminal, pemeriksaan klem-klem beterai, pemeriksaan kabel-kabel beterai.

2. Sekering (fuse)

Sekering sebagai pengaman pada sistem audio kendaraan perlu mendapatkan perhatian, pemeriksaan meliputi kondisi sekering dari kemungkinan putus atau meleleh, pemeriksaan dudukan sekering dari kemungkinan kotor, longgar atau meleleh.

3. Kunci kontak (ignition switch)

Pemeriksaan pada kunci kontak dilakukan untuk memastikan sambungan (conector) yang tepat, kondisi konektor bersih dan hubungan yang kuat. Sumber arus listrik sistem audio diambilkan dari terminal ACC pada kunci kontak agar tidak mengganggu dan terganggu oleh sistem kelistrikan yang lain.

4. Radio/tape (head unit)

Pemeriksaan sistem audio khususnya pada head unit dapat dilakukan pada sambungan-sambungan kabel, baik kabel input maupun kabel output dipastikan dalam kondisi yang kuat. Head unit harus dalam kondisi bersih dari debu dan duduk pada dudukannya dengan kuat.

5. Amplifier

Pemeriksaan sistem audio khususnya pada amplifier dapat dilakukan pada sambungan-sambungan kabel, baik kabel input maupun kabel output dipastikan dalam kondisi yang kuat. Amplifier harus dalam kondisi bersih dari debu dan duduk pada dudukannya dengan kuat.

6. Speaker
Pemeriksaan sistem audio khususnya pada speaker dapat dilakukan pada sambungan-sambungan kabel, yang harus dipastikan dalam kondisi yang kuat. Speaker harus dalam kondisi bersih dari debu dan duduk pada dudukannya dengan kuat.

7. Subwoofer

Pemeriksaan sistem audio khususnya pada subwoofer dapat dilakukan pada sambungan-sambungan kabel yang harus dipastikan dalam kondisi yang kuat. Subwoofer harus dalam kondisi bersih dari debu dan duduk pada dudukannya dengan kuat.

8. Antena (antenna)

Pemeriksaan sistem audio khususnya pada antena (antenna) dapat dilakukan pada sambungan-sambungan kabel yang harus dipastikan dalam kondisi yang kuat. Antena (antenna) harus duduk pada dudukannya dengan kuat.

LEMBAR PRAKTIKUM

A. TUJUAN
1. Peserta didik dapat merangkai sistem audio kendaraan dengan benar dan teliti sesuai dengan SOP
2. Peserta didik dapat mengidentifikasi komponen-komponen yang terdapat pada sistem audio kendaraan beserta fungsinya.
3. Peserta didik dapat memperbaiki sistem audio kendaraan apabila terjadi kerusakan sesuai dengan SOP

B. ALAT DAN BAHAN
1. Stand audio kendaraan
2. Kabel
3. Multimeter
4. Baterai


C. KESELAMATAN KERJA
1. Hati-hati terhadap korsleting
2. Gunakan alat sesuai fungsinya
3. Ikuti petunjuk instruktur
4. Apabila sedang memperbaiki lepas kabel negatif dari beterai

D. LANGKAH KERJA
1. Siapkan peralatan dan bahan yang digunakan dalam kegiatan praktik
2. Rangkai sistem audio/video kendaraan seperti gambar di bawah ini
Gambar rangkaian sistem audio pada kendaraan
Sumber: Dokumen penulis

Gambar rangkaian sistem audio/video pada kendaraan
Sumber: Dokumen penulis

SOAL LATIHAN

Kerjakanlah soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar!
  1. Jelaskan fungsi masing-masing komponen pada sistem audio kendaraan!
  2. Bagaimanakah cara mengatasi suara mendengung pada sistem audio kendaraan?
  3. Apakah yang terjadi apabila mesin digas, suara audio ikut terganggu?
  4. Bagaimanakah cara memeriksa secara sistematis sistem audio kendaraan mati?
  5. Apakah yang menyebabkan suara audio kendaraan pecah?
Sobat perlu memiliki kemampuan menerapkan cara perawatan sistem audio kendaraan. Karena seluruh mobil sudah dilengkapi sistem audio, ini peluang usaha menjanjikan.